
Hari hari Bulan untuk melepas statusnya sebagai seorang mahasiswi semakin dekat. Melewati banyak sekali sesi dengan sang dosen pembimbing yang membuat darahnya naik turun. Tapi semua ini sebanding dengan apa yang dia dapatkan kita.
Satu minggu yang lalu, sidang skripsinya berjalan lancar dan dia dinyatakan lulus. Saat itu ada Bintang dan triplet yang datang menyambut keberhasilannya. Satu hal yang disyukuri Bulan adalah, saat hati sidangnya itu, dosen menyebalkan itu harus ke luar kota untuk menjadi pengawas study tour dari Angkatan III.
Hari ini, Bintang mengadakan pesta meriah yang dimana semua undangannya adalah teman sekelas Bulan dan Bintang saat di kampus. Bintang sengaja membuat pesta di cafe miliknya yang memiliki ruangan yang luas serta halaman belakang yang luas dan memiliki pemandangan yang indah.
" Ryo.... Apa semuanya sudah beres? " tanya Bintang. Dia datang lebih awal karena ingin melihat semua persiapan.
" Sudah tuan jangan khawatir. Dan saya mendapat kabar dari tuan Orion bahwa beberapa dosen anda dan nyonya muda akan ikut datang memeriahkan pesta ini. " jawab Ryo sangat lugas.
" Ok... Aku nggak pengen ada kesalahan atau kau siap-siap saja kehilangan bonus tahunan mu. Ingat Ryo, tinggal dua bulan lagi. " Bintang menyeringai.
Glek
Ryo menelan ludahnya kasar, tinggal dua bulan lagi bonus tahunannya akan keluar, jika sampai di hanguskan bonus tahunan itu reward dia selama sepuluh bulan hanya sia-sia belaka.
Ryo langsung berlari masuk ke dalam cafe untuk melihat-lihat semuanya sudah siap atau belum. Hidangan, dekorasi, serta serangkaian acara yang nanti malam akan berlangsung.
" Kalian persiapkan dengan matang. Jangan sampai ada kesalahan atau kalian akan mendapat potongan bonus kalian akhir tahun ini. " titah Ryo pada para pekerja di cafe tersebut.
Saat langit mulai gelap, satu per satu teman-teman Bulan dan Bintang datang ke cafe milik Bintang, tempat diadakannya pesta untuk merayakan angkatan Bulan yang selesai skripsi.
Orion datang bersama Septi, Hydra datang bersama dengan Melisa, July datang bersama Bima, dan teman seangkatan Bulan dan Bintang. Bagian dalam dan taman belakang dari cafe tersebut dipenuhi orang-orang.
Bintang sengaja menutup cafe selama satu hari, namun para pekerja masih tetap bekerja untuk mempersiapkan pesta dari pemilih cafe tersebut.
" Wah, pesta orang kaya mah beda. " seloroh Orion.
__ADS_1
" Biasa aja kali. " balas Bintang.
" Gue denger ada beberapa dosen yang datang ke acara ini ya? " tanya Hydra.
" Ehmmm. Palingan juga teman pak Max sama bu Mega. " jawab Bintang.
" Anak lo mana? " ganti Orion yang bertanya. Pasalnya tumben-tumbenan itu si triplet nggak ngintilin daddy sama mommynya.
" Ada lagi di taman belakang sama mommy nya. " jawab Bintang menunjuk ke arah taman dengan dagunya.
" Ngapain nggak elo titipin aja sama nyokap lo. "
" Niat gue juga begitu, tapi pinter bener anak gue kagak mau. Dia tahu aja mommy sama daddynya itu mau pesta. " tawa ketiga pria tampan itupun menggelegar di salah satu sudut cafe itu.
Bulan nampak menyambut teman dan juga senior seangkatan suaminya di halaman belakang. Tentu saja di sana ada triplet yang di jaga oleh ketiga pengasuhnya. Semua orang yang ada di halaman belakang benar-benar terpesona dengan triplet. Ketiga anak-anak Bulan dan Bintang itu bisa dipastikan saat besar nanti mereka akan menjadi idaman para wanita. Masih kecil saja sudah sangat tampan apa lagi kalau sudah dewasa nanti.
Bulan senang kalau melihat ketiga putranya terlihat tertarik pada apa yang disebut dengan pesta. Tawa tak pernah surut, terlihat di oleh semua yang ada di sana. Bulan kemudian menghampiri anaknya dan mengajak mereka untuk duduk disebut tempat mirip joglo.
" Uka... " jawab ketiganya seperti koor.
" Nggak boleh nakal dan juga nangis ya, nanti malu sama orang-orang. Kalau ngantuk, bilang sama mommy ya, kita nanti pulang. " Bulan menasehati ketiga putranya.
" Hemmmmm. "
Masih duduk ditempat itu bersama dengan putra-putranya, kemudian kedua mata Bulan langsung melotot kalau melihat sosok pria yang akhir-akhir ini sukses membuat datanya naik turun.
" Itu orang ngapain sih dateng ke sini? " tanya Bulan pelan.
__ADS_1
Bulan kemudian mengajak ketiga putra dan pengasuh anaknya itu pergi dari tempat itu. Di ruangan depan ada sebuah ruangan khusus yang biasa dipergunakan oleh pelanggan VIP. Jadilah Bulan bersembunyi di ruangan tersebut.
" Yomesan, kenapa kamu ada disini sih? " tanya Bintang. Dia sudah berkeliling tiga kalo di halaman belakang tapi tak menemukan anak dan istrinya.
" Di belakang ada orang menyebalkan sayang. " bisik Bulan di telinganya Bintang. Jika di depan ketiga putranya, mereka berdua hanya akan menyampaikan tutur kata yang baik.
" Hah... Masak? Kok aku nggak lihat dia masuk ya? " Bintang heran.
" Ngilang kali kayak hantu. " sahut Bulan asal.
" Idih segitunya sama dosen pembimbing. " ledek Bintang.
" Yak... " tegur Bulan setengah berteriak, untung ketiga anaknya sedang asyik bermain.
Bintang akhirnya keluar dari ruang VIP itu untuk melihat apa yang dilakukan Anthony di pestanya ini. Mata Bintang menatap tajam ke setiap sudut yang ada di dalam cafe pribadi miliknya ini. Terlihat olehnya ada seseorang yang tengah duduk di pojok dekat dengan jendela.Seseorang yang memang sedang dia cari.
Bintang duduk di meja yang bisa leluasa untuknya bisa melihat apa yang dilakukan oleh Anthony. Bintang tahu beberapa waktu yang lalu ada seseorang yang menyelidiki tentang dia dan Bulan. Orang itu adalah orang yang disuruh oleh Anthony. Maka Bintang sengaja memberikan informasi palsu pada orang suruhan Anthony.
" Kau berani datang kemari pasti informasi itu sudah sampai ke telingamu." gumam Bintang. Matanya masih menatap tajam ke arah Anthony.
bintang melihat ada pak Max yang mendatangi Anthony, sepertinya yang mengajak dosen menyebalkan itu adalah pak Max. Bagi Bintang itu bukanlah hal yang penting. Justru dia mendapat waktu yang tepat untuk membuka kedua mata dosen itu agar bisa melihat dengan jelas siapa Bulan yang sebenarnya.
Bintang, melambai pada seorang waiters yang lewat untuk mengantarkan minuman ke setiap meja," Kau katakan pada pihak acara ini, sediakan waktu untuk ku. Aku ingin menyampaikan sesuatu." ujar Bintang dengan nada tegas untuk memerintah.
" Baik bos." waiters itu langsung menuju ke samping kanan panggung tempat dimana MC dari acara ini tengah duduk menikmati kue.
" Oke... Itu bukan hal yang sulit. lagian dia kan pemilik cafe sekaligus penyelenggara pesta ini." ucap MCi itu paham.
__ADS_1
" Baik, selamat malam untuk semua tamu undangan, mari kita nikmati pesta ini." teriakan MC itu langsung disambut sorak sorai dari para undangan.
" Mari kita sambut hal baru bagi kita ketika kita sampai di masyarakat....'