BULAN UNTUK BINTANG

BULAN UNTUK BINTANG
bab 41


__ADS_3

Bulan kini sedang berada di dapur bersama dengan mbok Warni yang membantunya membuat bubur abalone untuk Bintang. Suami sedang sakit dan Bulan sangat ingin merawatnya, seperti ketika Bintang sekali merawatnya apa lagi sejak dia hamil.


Abalon adalah jenis kerang yang harganya sangatlah mahal. Satu biji saja bisa sampai ratusan ribu, tapi memiliki manfaat yang sangat banyak salah satunya adalah meningkatkan sistem imun.


Bagi Bulan ini adalah kali pertamanya melihat dan mengolah abalone untuk dijadikan makanan. Menurut penuturan mbok Warni, Bintang sangat suka memakan bubur abalone jika sedang sakit. Jadi Bulan sangat ingin membuat masakan itu dengan dibantu mbok Warni karena Bulan tak tahu cara memasaknya.



Jika Bulan sedang sibuk membuat bubur abalone kesukaan Bintang, maka Bintang sekarang sedang berbincang dengan Maxim. Maxim Hirano adalah dokter pribadinya, bahkan Maxim sampai harus pindah ke Indonesia karana mengikuti Bintang. Dalam keluarga Narita masing-masing anggota keluarga tersebut memiliki dokter pribadi sendiri. Dan Maxim adalah dokter pribadi Bintang.


Maxim mengenal Bintang kala keduanya bertemu di rumah sakit yang dimiliki oleh keluarga Narita. Bintang yang baru saja diculik, dibawa ke rumah sakit untuk memeriksa apakah ada yang berbahaya dalam tubuhnya.


Ayah Maxim adalah kepala rumah sakit milik keluarga Narita. Dan saat pertama kali dia bertemu dengan Bintang dia sedang berkunjung memenuhi ayahnya. Sejak saat itu juga keduanya berteman dan Bintang meminta dengan Maxim agar saat dewasa nanti Maxim akan menjadi dokter pribadinya.


Maxim adalah orang yang pertama tahu bahwa Bintang berubah menjadi orang yang sangat dingin setelah penculikan itu. Kalau pun mereka bersama lebih kepada Maxim yang bicara sedangkan Bintang hanya diam mendengarkan. Setidaknya walau tak mau menanggapi cerita Maxim, Bintang masih mau menjadi pendengar yang baik.


" Aku hanya berharap semua ini cepat selesai. Jadi nantinya anakmu tidak perlu untuk berurusan dengan orang-orang itu. " ujar Maxim setelah mendengar cerita dari Bintang yang sudah mulai melancarkan serangan pada kelompok mafia tersebut.


" Aku pun juga begitu, akun tidak ingin Bulan dan anak-anak ku kelak harus terkena imbas dari masa laluku. " ujar Bintang membenarkan perkataan Maxim.


" Lalu apa yang membuatmu sampai banyak pikiran hingga jatuh sakit? "


" Aku masih memikirkan rencana mana yang terbaik, menaklukan atau menghancurkan. Dan memikirkan akibat yang bisa saja terjadi dengan rencana yang aku pilih itu. "

__ADS_1


Pikiran Bintang sedang bercabang ke banyak hal, sehingga membuatnya jatuh sakit. Memikirkan istri dan calon anaknya, juga masih harus memikirkan orang-orang dari masa lalunya itu. Ingin juga semua cepat selesai, tapi juga takut akan berimbas ke banyak hal karena yang dia hadapi bukan sembarangan orang.


Tok.. Tok...


Pintu kamar Bintang diketuk lalu munculah sosok cantik istrinya masuk membawa nampan yang berisikan sarapan Bintang. Bulan membawakan air putih hangat untuk minuman Bintang bukan susu karena efek susu yang bisa membuat fungsi obat tidak bekerja dengan baik. Minum obat paling baik dengan air putih dibandingkan dengan jenis minuman lainnya.


" Ini sarapan untuk mu. Harus dihabiskan ya. " Bulan meletakkan nampan yang dia bawa ke atas nakas.


Bulan melihat Maxim dengan tatapan seperti sedang menginginkan penjelasan. Maxim uang tahu arti tatapan itu pun menceritakan kondisi dari Bintang.


" Yomesan, jangan memandangnya dengan tatapan seperti itu. Aku cemburu. " protes Bintang saat Bulan memandang intens ke arah Maxim.


" Lo gila cemburu sama gue, gue udah beristri tahu nggak. " ganti Maxim yang protes dicemburui Bintang.


Maxim pun memilih pulang daripada harus canggung berada diantara Bulan dan Bintang. Dengan diantar mbok Warni, Maxim meninggalkan kediaman Bintang.


Bintang yang sudah makan dan meminum obat memilih untuk kembali memejamkan matanya. Kepalanya masih berdenyut bila terus membuka matanya. Bintang pun akhirnya memasuki alam mimpi setalah kepalanya diusap dengan perlahan oleh Bulan.


Bulan pun akhirnya ikut terlelap disamping Bintang. Tidur siang yang damai dan sangat nyaman terjadi di antara mereka. Hingga entah jam berapa mereka akan kembali bangun.


Bulan mulai mengerjakan kedua matanya saat dengan jelas telinga mendengar suara pintu diketuk dan mbok Warni memanggil namanya dari luar. Bulan memilih untuk membukakan pintu terlebih dahulu daripada nanti suaminya terbangun karena mendengar pintu kamar mereka diketuk dari luar.


" Ada apa mbok? " tanya Bulan.

__ADS_1


" Di bawah ada paman sama bibi den Bintang yang dari Seoul nyonya. " jawab mbok Warni kemudian kembali melanjutkan pekerjaannya.


" Kenapa mereka tiba-tiba datang? " gumam Bulan.


Bulan pun terpaksa membangunkan suaminya karena bagaimana pun yang sedang bertamu di rumah mereka adalah keluarga dari Bintang. Dengan terpaksa Bintang bangun dari tidurnya. Dia sedikit curiga karena tidak biasanya paman dan bibinya akan datang tanpa memberitahukan ada masalah apa.


" Paman, bibi, ada gerangan apa ini datang kemari? Tidak mungkin jika kalian merindukanku kan? " goda Bintang. Meski sakit, tapi sifat usulnya itu tak hilang sama sekali.


Paman dan bibi hanya tersenyum menanggapi tingkah keponakannya yang memang aneh itu. Paman dan Bibi pun menceritakan maksud kedatangan mereka ke sana.


" Sayang ada hal yang ingin bibi sampaikan. Pertama besok malam keluarga Narendra akan melamar adikmu So Hee, kedua bibi ingin menitipkan So Hyang di sini sampai masalah uang ada di Seoul bisa terselesaikan. Apakah kau keberatan? " tanya bibi Yumiko.


" Apa??? " pekik Bulan dan Bintang. Pasalnya mereka sangat terkejut kalau mendengar berita pernikahan Yanuar dengan So Hee. Sejak kapan itu yang menjadi pikiran mereka.


" Bibi tahu kalian pasti terkejut, bibi pun juga begitu apalagi So Hee bilang dia sudah mengandung anak dari Yanuar. Maaf bibi menceritakan hal ini bukan untuk memberi kabar buruk tapi kabar baik. Jadi Bulan tolong jangan terlalu dipikirkan, keluarga Narenda juga sudah punya sikap yang baik mereka mau menerima So Hee." ujar bibi dengan hati yang tak enak.


" Wah, Yanuar keren. Dia mencontoh diriku ternyata, pandai bikin tekdung dulu baru dinikahi biar disetujui seluruh keluarga." Bintang terkekeh geli dalam hati.


" Bibi tidak apa-apa tak perlu merasa tak enak denganku, justru aku yang seharusnya mewakili kakak ku meminta maaf karena telah membuat nama baik keluarga menjadi buruk karena kakak ku." ujar Bulan tertunduk lesu.


" Kamu nggak boleh bilang begitu sayang. Mungkin abang pengen meniru kita married by accident mungkin itu lagi trend sekarang>' celetuk Bintang. Bulan sampai dibuat melongo mendengar banyolan dari suaminya. Bisa-bisanya Bintang bercanda di situasi yang sedang tegang ini.


" Jangan tegang begini dong. Bukankah opa selalu bilang bahwa pernikahan adalah kabar yang membahagiakan bagi sebuah keluarga. Entah bagaimana awal terjadinya pernikahan itu, bukankah sebuah pernikahan adalah baik adanya. Entah menikah karena accident, dijodohkan atau yang lainnya. Tidak semua pernikahan berjalan dari kenalan, pacaran, lalu menikah. Semua itu bergantung dari kehendak Tuhan bagaimana cerita kita umatnya."

__ADS_1


__ADS_2