
Siang ini Bulan mengajak anak-anaknya dan juga pengasuh anaknya untuk pergi ke mall, sekedar untuk refreshing. Jelas semuanya akan jenuh bila harus berada di rumah sepanjang waktu. Karena tiu, di sinilah sekarang Bulan dan juga anak-anaknya, di sebuah mall yang masih menjadi aset keluarga Hillar.
Bulan yang tadinya mengajak untuk berkeliling mencari mainan untuk ketiga putra nya, sekarang ini sedang berada di toko pakaian orang dewasa. Dia sudah membelikan untuk anak-anaknya, ganti sekarang dia membeli untuk dia, suaminya dan para pekerja di rumahnya. Sebuah kebiasaan yang Bulan dapat dari Bintang, berbagi dengan sesama walau hanya sekedar pakaian atau sembako Bintang selalu melakukannya.
" Mbak, kalian pilih deh pakaian sama celana yang kalian suka. Buat keluarga di kampung juga boleh. " ujar Bulan menyuruh para pengasuh triplet untuk memilih pakaian.
" Kalian juga ya, ambil yang kalian suka. " ganti Bulan menyuruh para bodyguard.
" Terima kasih nyonya muda. " ujar para pekerja Bulan serempak, mereka semua tersenyum begitu senang.
Gimana nggak senang, para pekerja Bulan itu diperbolehkan untuk memilih pakaian untuk mereka juga keluarga mereka yang ada di kampung. Mana harga baju di toko pakaian ini sangat mahal. Harga satu bajunya, bisa untuk membeli sembako, bayar tagihan listrik dan juga untuk jajan di kampung.
Setelah mendapatkan izin dari majikan mereka, dimulai dari para pengasuh triplet menyebar untuk melihat-lihat pakaian di toko ini, siapa tahu ada yang cocok untuk mereka. Tak perlu memikirkan harganya, yang penting mereka tinggal memilih saja.
" Wah, pakaian di sini mahal-mahal ya. Orang kampung pasti seneng deh kita kirimin pakaian bermerk gini. Bisa iri tetangga kita di kampung. " pengasuh triplet terkikik bertiga. Senang sekali mereka dapat rejeki nomplok begini. Ini juga bukan untuk pertama kalinya mereka ditraktir oleh Bulan.
" Kita ambil seperti biasa aja ya. Nggak enak juga entar dikira kemaruk sama nyonya muda. Syukur kita udah dibeliin. " ujar pengasuh Daigo.
" Bener tuh, dah kita langsung pilih aja biar nggak kelamaan di sini. Bentar lagi udah waktu makan siang lho. " kali ini pengasuh Kaien yang bicara.
Bulan tersenyum melihat tingkah ketiga pengasuh anaknya itu. Mereka bertiga masih muda, tapi karena ekonomi keluarga yang kurang, sehingga membuat mereka harus bekerja padahal mereka masih muda. Bulan merasa dirinya lebih beruntung meski bukan dari keluarga kaya raya seperti suaminya, tapi setidaknya dia lebih berkecukupan dibandingkan dengan pengasuh anaknya.
Disaat Bulan tengah asyik memilihkan pakaian untuk suami tercinta, dia mendengar suara-suara pekikan pengunjung toko yang ada di belakangnya. Karena merasa terusik Bulan menengok ke arah belakang. Betapa terkejutnya dia melihat siap yang berjalan ke arahnya. Beberapa pria bertubuh kekar dengan pakaian serba hitam, lalu ada seorang pria yang cukup Bulan kenal berjalan bersama dengan para pria kekar itu.
__ADS_1
" Kenapa dia ada di sini? " gumam Bulan merasa sedikit tidak nyaman.
Yang mendatangi Bulan adalah Anthony, pria itu sudah mendapatkan informasi penting tentang Bintang yang dia harap bisa meretakkan hubungan Bulan dan Bintang. Sehingga dia bisa masuk di antara mereka dan merebut Bulan dari Bintang.
" Lama tidak bertemu Bulan. " sapa Anthony. Dia dan Bulan berjarak sekitar sepuluh langkah.
" Lama apanya pak, baru juga beberapa hari hampir dua minggu. Lebay banget bapak. " sarkas Bulan. Dia begitu malas bertemu dengan mantan dosen pembimbingnya itu.
" Huft... Kamu masih sama seperti waktu masih menjadi murid saya. Saya pikir setelah kamu wisuda kamu akan berubah menjadi keibuan. " ujar Anthony sedikit menyindir Bulan.
" Wisudanya kan belum pak, lagipula saya memang seperti ini. Kalau nggak suka ya nggak usah deket-deket. " sinis Bulan. Dia kembali beraktifitas memilih beberapa pakaian untuk suaminya.
" Kamu milihin baju buat Bintang ya? " tanya Anthony basa basi.
Anthony yang kesal dengan tanggapan Bulan disetiap pembicaraan yang dia coba untuk menulis, Lama-lama menjadi kesal. Dia berjalan mendekat ke arah Bulan, hendak membuat wanita yang dia cintai itu melihat ke arahnya. Namun langkah Anthony terhenti saat ada beberapa pria yang berpakaian serba hitam tiba-tiba berada di antara dia dan Bulan.
" Berhenti di sana atau saya akan berlaku keras pada anda!!! " Toru memperingatkan Anthony.
" Siapa kalian? " tanya Bulan yang baru kali ini melihat wajah pria-pria yang melindunginya.
" Kami pengawal pribadi tuan Hoshi, nyonya muda. Kami diperintahkan untuk melindungi anda. " jawab Toru yang masih menatap depan, ke arah Anthony
" Kenapa kalian begitu siaga, saya ini adalah dosen dari Bulan? Tidak seharusnya kalian bersikap seperti itu. " tegur Anthony yang tidak Terima diperlakukan begitu.
__ADS_1
" Tuan muda kami meminta untuk melindungi nyonya muda, apa hak anda untuk berkomentar? " tanya Seichi sarkas.
Anthony mengepalkan kedua tangannya karena saking marahnya. Tidak menyangka Bulan mendapat penjagaan yang begitu ketat. Dia merasa kesempatan untuk mendekati Bulan menjadi semakin sedikit. Meski begitu, dari sedikit itu, Anthony ingin mewujudkan keinginannya untuk bisa bersanding dengan Bulan.
" Bulan, saya hanya ingin berbicara mengenai masalah kampus. Bisakah kamu meminta mereka untuk menyingkir? " tanya Anthony mencoba mendekati Bulan.
" Kenapa harus menyingkir, mereka sedang bertugas. Jadi biarkan saja mereka bertugas. " Bulan menolak. Dirinya malas sekali berurusan dengan Anthony.
" Nyonya muda kami tidak ingin berbicara dengan anda. Silahkan anda pergi dari sini!! " perintah Toru.
" Siapa kalian berani memerintahkan ku? " sentak Anthony.
Lama hening di dalam toko pakaian itu, namun terdengar suara sepatu pantofel beradu dengan lantai porselen. Para pengunjung yang masih bertahan di dalam toko itu sontak melihat ke arah pintu masuk toko baju yang ada di mall milik keluarga Narita yang ada di lantai tiga.
Bulan tersenyum melihat siapa yang masuk ke dalam toko tempat dia berada saat ini. Dengan ditemani beberapa pengawal miliknya, Bintang memasuki toko pakaian itu. Semua bodyguard Bulan pun menunduk memberi hormat pada tuan mereka.
" Kau tanya apa hak mereka? Akan aku katakan pada mu, mereka berhak karena aku sudah memerintahkan mereka untuk menjauhkan serangga-serangga yang berusaha menganggu istriku. " ujar Bintang tepat di samping Anthony. Setelah mengatakan itu barulah dia menghampiri Bulan yang berada di balik para anak buahnya.
Saat tadi dia sedang enak-enaknya menyantap makan siang bersama abang ipar dan kliennya, dia mendapatkan pemberitahuan dari Ryo yang dikabari oleh anak buah Bintang yang mengawasi Anthony, bahwa pria menyebalkan itu tengah menuju ke tempat dimana nyonya muda mereka berada.
Meski tidak terlalu bernafsu memakan hidangan makan siang yang di siap kliennya, tapi karena rasanya begitu enak, Bintang terpaksa meninggalkannya begitu saja dan langsung menuju ke tempat istrinya berada.
" Sialan ini orang, main ngampiri istri gue aja. " batin Bintang kesal.
__ADS_1