
Kabar tentang kehamilan Bulan bahkan sudah tersebar sampai ke negara Jepang dimana keluarga Narita tinggal. Kakek Bintang sangat senang karena masih diberikan kesempatan untuk melihat cicitnya lahir ke dunia.
Keluarga Hillar dan keluarga Narendra siang itu juga langsung menuju rumah Bintang. Otousan dan Okaasan Bintang akan menyusul malam karena masih ada pertemuan dengan rekan bisnis di Bali.
Sesampainya di rumah mereka, Bulan sangat terkejut melihat keluarganya dan keluarga suaminya sudah ada di teras rumah mereka. Bulan yakin jika suaminya lah yang mengabarkan tentang berita baik itu.
" Ayah bunda kok ada di sini? " tanya Bulan, memeluk kedua orang tuanya.
" Nggak boleh ya bunda ketemu sama putrinya. " jawab Bunda.
Bulan hanya tersenyum, kemudian menyuruh seluruh keluarganya masuk ke dalam rumah. Ruang keluarga bahkan penuh sesak dengan keluarga tersebut. Sampai ada yang harus duduk di karpet yang ada di sana.
" Mari silahkan diminum. Air putih saja ya. " Bintang membagikan air mineral dalam botol yang dingin.
" Pelit sekali kau, kakak ipar datang dan ini sambutanmu. " canda Yanuar mengangkat botol air mineral dan di arahkan ke Bintang.
" Yang penting bisa diminum. " balas Bintang.
Semuanya tergelak melihat kedua pria itu saling melontarkan candaan. Bulan yang melihat tingkah kakak dan suaminya hanya geleng kepala saja. Sudah sama-sama beras tapi masih seperti anak kecil saja.
" Sayang, tadi saat di rumah sakit apa yang dokter katakan tentang kehamilannya? " tanya oma.
" Dokter bilang semuanya sehat, pertumbuhan juga baik. Dan kembar tiga oma. " cerita Bulan.
" Apa? " pekik semua orang yang ada di sana. Bulan dan Bintang sampai menutup telinga mereka karena telinganya mereka berdengung mendengar paduan suara yang fals itu.
__ADS_1
" Oh God, kenapa kau berteriak kencang sekali di telinga ku. " protes Bintang pada Yanuar.
" Aku kaget, gila kau sekali tembak langsung tiga bro. " Yanuar bangga, langsung menepuk pundak Bintang.
" Tentu saja, bibit kualitas premium yang diracik dari perpaduan tiga negara. Kau jangan meremehkan ku. " Bintang membusungkan dadanya bangga.
" Eh nggak boleh ngomong gitu. " tegur Bulan. Suami itu sudah membuatnya malu karena kata-katanya yang fulgar.
" Tapi kan emang benar kok. kan sekali tembak langsung jadi tiga tuh diperut kamu. " ujar Bintang membenarkan. Hal ini langsung mendapat tatapan tajam dari Bulan.
Obrolan mereka pun terus berlanjut seputar tentang kehamilan. Oma bahkan akan menyediakan dua pembantu yang akan membantu Bulan mengurus rumah juga menemani bila Bintang tak ada di rumah.
Oma dan Bunda terlihat sangat possesif apalagi yang dikandung Bulan adalah bayi kembar tiga. Bintang dan Bulan tak menolak perhatian oma dan bunda karena tahu itu adalah yang baik untuk mereka.
Mereka pun akhirnya makan siang bersama dengan menggelar karpet besar di samping meja makan. Bintang yang tidak sempat memasak memilih memesan makanan khas Indonesia yaitu pecel lele dan ayam geprek. Khusus untuk Bulan nasi goreng karena dia sedang ngidam.
Jam tiga sore Bintang meminta izin untuk ke kampus. Dia sedang persiapan skripsi jadi harus memperhatikan absensi nya. Meski mengerjakan skripsi tak terlalu susah baginya tapi Bintang berusaha untuk mengikuti aturan sekolahnya.
" Yomesan aku ke kampus dulu ya. Aku nggak bisa izin udah mau deket skripsi soalnya. " pamit Bintang. Bulan yang kini tengah berbaring pun hanya mengangguk. Dia tidak boleh egois, meski saat ingin ditemani oleh Bintang, tapi suaminya itu ada kelas. Toh juga tidak lebih dari 2 jam.
" Tapi pulangnya bawain pangsit ayamnya pak Karyo ya. Tapi musti anget, sama es teh tapi esnya ya. " pinta Bulan.
" Berapa bungkus aku yakin satu nggak akan bikin kamu kenyang.? " tanya Bintang. Pasalnya setelah hamil muda nafsu makan Bulan meningkat gratis. Roti bakar dua bungkus aja dihabisin sendiri, gimana nggak banyak. Tapi harus dimengerti hamil tiga bayi sekaligus jelas makannya banyak.
" Dua bungkus aja ya, tapi nanti malam bilang sama orang tua kamu kalau ke sini sekalian beliin martabak di jalan belokan di depan itu. " ujar Bulan.
__ADS_1
Bintang pun menganggukkan kepalanya, mengacak rambut istrinya laku bergegas pergi ke kampus. Bintang juga ingin meminta izin untuk Bulan agar diberi cuti dulu selama beberapa hari mengingat sekarang ini dia sedang hamil muda.
Suasana kampus sore itu tidak terlalu ramai karena banyak yang mendapat kelas pagi dan siang. Hanya beberapa kelas saja yang mendapat bagian kelas sore. Bintang dan kedua sahabatnya itu juga sudah duduk tenang di dalam kelas menunggu dosen masuk.
" Elo kurang diapain sih, dapat tugas dan tanggung jawab baru malah dari pagi gue tunggu nggak dateng-dateng. Minta diulek kaya sambel lo. " mako Orion. Seharian ini dia dibuat emosi oleh Bintang karena baru datang sore padahal pagi masih ada kerjaan yang musti Bintang kerjakan.
" Gue ada keperluan tadi, saking panik dan sibuknya jadi nggak inget buat ngabarin elo. Tadi gie ngantar istri gie ke rumah sakit buat....... "
" Bulan sakit apa, kok lo nggak ngabarin sih. Gue udah mikir yang enggak-enggak gue kira lo mangkir dari tugas lantaran nggak mau Terima jabatan baru lo. " cerca Orion yang langsung memotong ucapan Bintang.
" Hish... Elo itu denger dulu Bintang ngomong sampai selesai jangan main lo potong aja orang lagi ngomong. " sewot Hydra. Gara-gara Orion yang memotong ucapan Bintang dirinya jadi gagal tahu yang sebenarnya terjadi.
" Iya... iya... " ujar Orion yang kesal karena mendapat geplakan di kepalanya tentu saja itu ulah Hydra.
" Istri gue hamil muda bro. " ujar Bintang dengan senyum penuh kebanggaan.
" Yang bener. " pekik melisa yang memang ikut bergabung dengan tunangannya dan sahabat tunangannya itu.
" Bener udah 8 minggu, dan yang paling keren istri gue hamil kembar tiga bro. " seru Bintang senang.
Bintang langsung mendapat ucapan selamat dari sahabatnya. Sudah sangat menyenangkan sekali hidupnya saat ini. Dipenuhi warna karena adanya Bulan dalam kehidupannya. Bahkan sekarang dia juga sudah menjadi calon daddy dari tiga calon anaknya.
Tak pernah Bintang sangka bahwa dirinya akan bisa merasakan bahagianya berumah tangga. Dirinya yang takut akan mencelakai wanita yang ada dalam hidupnya karena kondisi dirinya yang sedang diburu oleh kelompok mafia jahat itu.
Ketika Bulan hadir dalam hidupnya, sebisa mungkin Bintang hanya ingin mengagumi dari jauh, jika sudah beres masalahnya barulah dia akan mendekati Bulan. Namun rencananya meleset karena kejadian di malam dia dan Bulan dijebak dan berakhir mereka dinikahkan.
__ADS_1
Menyesal tentu tidak hanya saja kebahagiaan itu datang di waktu yang belum tepat. Dengan mengetahui bahwa sebentar lagi dia akan memiliki anak dan pasti membahayakan nyawa anaknya jika kelompok mafia itu menemukannya, maka Bintang harus terlebih dulu menekan kelompok itu agar tak berani menyentuh keluarganya.
Tunggu aku datang untuk membuat perhitungan dengan kalian. Jika kalian berani menyentuh keluarga ku maka aku juga akan berbuat hal sama pada keluarga kalian.