BULAN UNTUK BINTANG

BULAN UNTUK BINTANG
bab 91


__ADS_3

Beberapa hari ini dilalui Bulan dan Bintang dengan lancar tidak ada masalah yang mendatangi mereka. Meski begitu, Bintang tidak mengendorkan penjagaan dan juga pengawasan pada Bulan. Masih ada anak buahnya yang secara bergantian menjaga Bulan dari jarak yang cukup dekat.


Seperti hari ini, Bulan memiliki kegiatan di luar bersama dengan triplet dan pengasuhnya. Namun karena jadwal Bintang yang cukup padat, sehingga mereka harus terpaksa tidak bisa keluar bersama. Meski begitu, Bintang sudah berkoordinasi dengan Ryo mengenai masalah penjagaan anak dan istrinya.


" Maaf ya aku tidak bisa menemani kalian. Hari ini ada rapat penting, dan abang mu itu tidak mau mengikuti rapat itu sendirian. Hish... Padahal aku menyuruhnya untuk latihan ikut meeting penting tapi selalu saja aku diajak. Nanti jika aku pulang ke Kyoto, apa setiap dia punya meeting penting aku harus kemari. " gerutu Bintang. Bulan senyum saja melihat suaminya mengomel karena abangnya. Sudah sering seperti ini, dua hari lalu juga begini.


" Iya, aku nggak apa-apa. Ada pengasuh triplet juga ada bodyguard yang kamu siapkan untuk kami. Jadi jangan khawatir ya. " Bulan mengusap pelan dada Bintang. Dia baru saja selesai membantu suaminya itu mengancingkan kemeja dan juga memasang dasi suaminya.


" Jika terjadi sesuatu, segera hubungi aku. Kau mengerti kan? " Bulan mengerutkan kedua alisnya, sedikit heran dengan yang dikatakan suaminya ini.


" Memang terjadi apa? Bukankah kami sudah sering keluar tanpa mu. Dan kami pulang dengan keadaan utuh tanpa kurang suatu apa pun. Jangan khawatir terlalu berlebihan, aku yakin kau selalu menjaga kami meski tidak bersama kami. " Bulan sedikit berjinjit untuk bisa mencium pipi kiri suaminya.


" Kami akan selalu baik-baik saja karena ada kau. " ujarnya dengan senyum yang sangat menawan dipandang oleh Bintang.


" Tentu. Takkan aku biarkan seseorang menyakiti kalian selama aku masih hidup di dunia ini. " ujar Bintang.


Setelah mengucapkan banyak wejangan untuk sang istri agar menjaga diri di luar sana. Bintang berangkat kerja, kali ini dia berangkat bersama dengan Ryo karena tujuan mereka bukan perusahaan tapi sebuah restoran yang letaknya berlawanan arah dengan perusahaan.


Bintang yang dalam mood buruk, malas menyetir sendiri. Tak ingin terjadi sesuatu dengan dirinya sendiri bila berkendara dalam keadaan mood yang buruk. Ryo yang tahu alasan dibalik mood tuannya yang buruk itu segera menghubungi saudara setimnya untuk menjaga nyonya muda Narita dan juga mengawasi orang yang dicurigai tuan muda Narita akan melakukan suatu yang buruk pada nyonya muda mereka.


" Tuan jangan khawatir, kami sudah melakukan penjagaan berlapis untuk melindungi nyonya muda dan juga tuan muda triplet. " ujar Ryo yang duduk do samping sopir.

__ADS_1


" Jika terjadi hal buruk pada istriku dan dia sampai terluka, kalian semua Terima akibatnya. "


Glek


Bulu roma milik Ryo langsung berdiri, suasana di dalam mobil itu terkesan sangat dingin sekali. Ryo tahu inilah tuannya yang sebenarnya, selama ini sifat menakutkan milik tuannya dipendam dengan sangat rapi dalam diri Bintang, versi lain dari tuan mudanya.


Sekitar tiga puluh menit, mobil yang ditumpangi oleh Bintang dan Ryo sampai di restoran yang dimaksud oleh Yanuar. Tempat diadakannya rapat yang membahas mengenai proyek kerjasama HN group dengan perusahaan periklanan.


" Selamat datang tuan Narita. Semoga pilihan saya mengundang anda di restoran ini sesuai dengan selera anda. " sapa klien Bintang..


" Terima kasih. " jawab Bintang masa bodo. Moodnya yang buruk membuat dirinya menjelma menjadi orang uang dingin tak terkesan cuek dengan lingkungan sekitarnya.


" Jangan khawatir tuan, ini bukan kesalahan anda. Memang tuan saya sedang dalam mood yang buruk pagi ini. Segera saja selesaikan rapat ini, agar mood tuan saya tidak semakin buruk. " jawab Ryo sekalian memberi saran.


" Baik tuan. "


Meeting penting yang dihadiri Yanuar, Bintang dan klien mereka itu berlangsung cukup alot. Bintang yang moodnya sedang jelek terus saja menentang kesepakatan yang diajukan oleh klien mereka. Yanuar dibikin gedek-gedek melihat tingkah gabut sangat adik ipar. Merasa aneh, tapi enggan untuk menentang keinginan Bintang, apa lagi bertanya tentang masalah yang dialami adik iparnya itu. Bisa kena semprot juga Yanuar jika mood Bintang buruk.


" Maaf tuan, tapi jika dirubah lagi maka kami akan mendapatkan keuntungan yang sedikit. Bisakah anda memahami posisi kami? " klien Bintang berulang kali menghapus keringat dingin di dahi dan juga tengkuknya.


" Anda pikir saya kurang paham begitu? Lalu apa mau anda? Perlukah kita batalkan saja kerjasama ini? " Bintang mencerca kliennya dengan banyak pertanyaan.

__ADS_1


Menyerah, satu kata yang dapat menggambarkan masih klien Bintang ini. Maju dia menghadapi singa yang sedang lapar jadi sensitif, mundur dia masuk lubang buaya alias mengalami kerugian. Dengan sangat terpaksa akhirnya klien dari Bintang itu menyetujui persyaratan dari Bintang yang dianggapnya kurang menguntungkan dirinya dan perusahaan. Tapi dari pada dia mengalami kerugian, biarlah dia mengalah.


" Baik tuan saya setuju. Kalau begitu mari kita rayakan kerjasama ini dengan makan siang bersama. " ajak klien Bintang.


" Baik, mari kita pesan makanannya. " balas Bintang.


Meski kurang nafsu untuk makan karena pikirannya melayang ke tempat istrinya berada, tapi demi menghormati klien yang sudah menjadi korban kegabutan nya, dengan terpaksa Bintang ikut memesan dan makan.


Yanuar yang semakin bingung dengan polah tingkah dari adik iparnya itu mengkode Ryo, agar asisten sekaligus sekertaris Bintang titu bisa bercerita padanya tentang apa yang sudah menimpa adik ipar tersayangnya itu.


Naasnya, Ryo hanya menggedikkan bahunya pertanda dirinya juga tidak tahu. Yanuar akhirnya tetap bungkam, daripada kena semprot adik iparnya yang suka tidak sadar dengan siapa dia marah-marah. Yanuar pernah mengalaminya, jadi dia sangat berhati-hati kali ini agar kejadian lalu dia kena semprot iparnya tidak terulang.


Meninggalkan Bintang yang gabut, kita akan melihat sedang apa nyonya muda Narita yang sudah membuat banyak orang menjadi korban dari suaminya yang bad mood.


Bulan rupanya sedang berjalan-jalan di mall yang kalau tidak salah masih milik opa Markus dan oma. Salah satu aset yang mereka miliki di Jakarta. Bulan sengaja mengajak anak-anaknya dan juga pengasuh anaknya jalan-jalan, agar tidak jenuh berada di rumah terus. Sekali-kali perlu untuk menghirup udara segar di luar rumah.


Bulan kini memasuki toko pakaian dewasa, dia ingin memilihkan beberapa pakaian santai untuknya, suaminya dan juga para pekerja di rumahnya, tak lupa para pengasuh triplet. Sedang asyiknya dia memilih pakaian, Tiba-tiba dia dikejutkan dengan suara teriakan para pengunjung toko itu.


Bulan melihat beberapa pria tinggi dan tegap berpakaian serba hitam berjalan ke arahnya. Bulan juga bisa melihat pemimpin orang-orang itu, yang memang sudah dia kenal.


" Ada apa ini? Kenapa dia ada di sini? " gumam Bulan lirih.

__ADS_1


__ADS_2