
Acara lamaran untuk Han So Hee telah usai. Keluarga Narendra sudah pulang sejak tiga puluh menit yang lalu, tapi Bintang masih tidak mengijinkan adik-adik sepupunya untuk kembali ke kamar.
Bintang menatap tajam keempat adik sepupunya yang sekarang duduk di ruang keluarga. Bintang harus menegasi mereka agar jangan sampai hal serupa terjadi. Cukup dia dan So Hee saja tidak dengan adiknya yang lain.
" Kalian bertiga selain So Hee ikut aku ke ruang kerja otousan." titah BIntang. Dia berjalan terlebih dahulu meninggalkan adik sepupunya yang sudah bergetar ketakutan. Singa sudah bangun, mereka harus memiliki jawaban yang tepat agar tak sampai membuat singa itu mengaum.
" Kalian bertiga duduk!" perintah Bintang saat ketiga adik sepupunya sudah masuk ke ruang kerja otousan.
" kalian tahu kenapa aku mengumpulkan kalian di sini?" tanya Bintang. Ketiga sepupunya hanya menggelengkan kepala mereka, menjawab juga takut jika salah.
" Kalian So hee? karena kecerobohan dan kesalahan semalam membuat hidupnya dipenuhi dengan penyesalan. Aku disini bukannya tak pernah berbuat salah, kalian tahu aku sampai menikahi kakak ipar kalian juga karena kesalahan yang juga di lakukan So Hee, tapi bedanya aku adalah seorang pria dimana tak akan ada ruginya meski aku sudah melakukan hubungan intim dengan perempuan. Tapi jika kalian yang notabene seorang wanita, setelah melakukan hubungan itu akan bisa seperti So Hee dan kakak ipar kalian. Jadi pesanku jangan sampai ada yang mengulangi atau aku akan bertindak kejam." nasehat BIntang yang panjang kali lebar.
" Kami mengerti Nisan," jawab ketiga gadis tadi. Saat ketiga hendak meninggalkan rungan itu Bintang meminta agar So HYang tinggal. So Hyang sendiri sudah tahu apa yang akan dibahas oleh kakak sepupunya itu.
" Kau tahu kenapa aku suruh tinggal?" tanya BIntang. So Hyang hanya mengangguk tanpa berniat buka suara.
" Bisa kau jelaskan duduk permasalahannya dari sudut pandangmu!" titah Bintang. Dirinya tak ingin hanya mendengar dari penuturan paman dan bibinya saja, dia juga harus mendengar dari sudut pandang So Hyang agar dapat membuat kesimpulan dan juga memberikan solusi.
__ADS_1
" Aku bertemu dengan putranya lebih dulu dibanding dengan pria itu. Anaknya adalah muridku, nak itu selalu di bully bukan hanya oleh teman sekelasnya tapi juga oleh orang tua murid....."
So Hyang menceritakan awal mula dia bisa mengenal pria yang kini telah memenuhi seluruh ruang dihatinya. Berawal dari dirinya yang menolong seorang muridnya yang mendapat bully an dari teman dan juga orang tua murid, sampai akhirnya bertemu dengan ayah dari anak itu. Seringnya bertemu untuk membahas tentang anak itu membuat keduanya menjadi dekat.
Pria itu menyukai So Hyang yang bisa mendekatkan diri degan putranya karena putranya itu menjadi pendiam setelah dia dan istrinya mengurus perceraian. Pada akhirnya keduanya saling mencintai tapi terhalang status dari si pria yang belum resmi bercerai.
Si pria ini adalah seorang pbinis yang menikah dengan seorang model karena itulah kehidupannya disorot oleh media, sampai pada akhirnya muncullah berita tentang So Hyang yang menjadi sugar baby dari pria itu.
" Begitulah ceritanya, Nisan apa kau salah salah jatuh cinta pada pria itu? BUkankah cinta itu tidak bisa dikendalikan kan jatuh pada siapa" ujar So Hyang.
" Yang salah bukan cintanya, tapi kalian yang memaksakan keadaan sampai pada kahirnya timbul masalah yang seharusnya bisa dihindari. Sekarang aku tanya apa pria itu benar mencintaimu?" tanya Bintang.
Tak ingin memperpanjang masalah Bintang memilih untuk percaya. Dia juga memberi nasehat pada adik sepupunya itu untuk menunggu sampai proses perceraian pria itu sudah diputuskan baru membicarakan masalah mereka. Bintang juga mengatakan pada So Hyang bahwa sebentar lagi dia kan menghadapi kelompok yang dulu pernah mencarinya. Bintang meminta So Hyang agar menemani dan menjaga BUlan istrinya.
Hari ini berakhir dengan terselesaikannya semua maslah yang ada. Tinggal menunggu waktu pernikahan Yanuar dan So Hee yang akan di adakan dua minggu lagi di Kyota, Jepang tempat di aman kediaman Narita berada. Bintang juga berencana akan mengadakan pesta pernikahannya dengan Bulan yang akan dilaksanakan bersamaan dengan pesta pernikahan Yanuar dan So Hee.
Keesokan harinya keluarga Han kembali ke Seoul kecuali So Hyang yang akan tinggal bersama Bintang dan Bulan untuk sementara waktu sampai berita negatif tentangnya sudah berakhir. Mereka semau akan kembali bertemu tiga hari sebelum acara pesta pernikahan mereka digelar.
__ADS_1
Daisuke, kakek Bintang pasti akan sangat bahagia menyambut dua cucunya yang akan mengadakan pesta pernikahan bersamaan. Bukan karena menghemat biaya tapi karena mempersingkat waktu karena Bintang akan sangat sibuk setelah ini.
Sore ini Bintang berniat mengajak Bulan untuk bertamu ke kediaman keluarga Narendra. Bintang ingin membicarakan mengenai masalah pernikahan. Bintang harus bertanya pendapat dan keinginan keluarga dari istrinya itu.
Bulan sudah mempersiapkan semuanya, dia membawa oleh-oleh untuk keluarganya di kunjungan pertamanya ke sana setelah menikah. Bulan kini menunggu suaminya yang baru selesai kuliah dan masih dalam perjalanan pulang. Bulan duduk di teras rumah mereka yang tidak terlalu luas karena Bintang suka yang minimalis tapi mewah.
Sepuluh menit, Bintang sudah memarkirkan mobil mewahnya di depan gerbang. Dia turun dan akan membantu istrinya membawa beberapa bingkisan untuk mertua dan kakak iparnya. Bintang membebaskan istrinya untuk membeli apapun yang istrinya itu inginkan. Dua black card, lima ATM atas nama Bulan Narendra belum lagi uang cash yang selalu diberikan Bintang setiap seminggu sekali. Dengan itu semua Bulan bisa menjadi wanita sosialita terkaya tapi dia memilih untuk berhemat bahkan juga menabung.
Mobil Bintang yang membawa Bulan dan beberapa bingkisan itu sampai di halaman rumah keluarga Narendra. Rumah yang besar berlantai satu bernuansa putih dan coklat. Teras yang luas bahkan ada sofa yang bisa digunakan untuk menjamu tamu.
Ayah Febri dan Bunda Dessy sudah menunggu kedatangan menantu dan putri tercinta mereka di teras dengan duduk di sofa. Yanuar juga ada di sana karena tahu adik iparnya itu pasti mencarinya. Pembicaraan mereka belum selesai, Yanuar juga penasaran dengan apa yang diucapkan Bintang semalam tentang keluarganya.
" Ayah Bunda dan abang kita ketemu lagi. Jadi nggak udah pelukan ya kan baru semalam. " celetuk Bintang, Ayah dan Bunda sampai terkekeh. Menantu nya ini selalu saja pandai membuat suasana yang tegang mencair.
" Selamat datang adik ipar somplak. " sapa Yanuar. Dia sampai high five dengan Bintang.
__ADS_1
" Yah adik kakak sama aja, yang kakak bilang somplak yang adiknya bilang tengil. Nasib-nasib disalah pahami. Padahal niatku baik cuma untuk memberi warna agar hidup ini tak monoton. " gumam Bintang yang sengaja dikeraskan agar semua mendengar.
" Abang tunggu, kita diluar aja ya. "