BULAN UNTUK BINTANG

BULAN UNTUK BINTANG
bab 62


__ADS_3

Hari yang paling ditunggu oleh Bintang akhirnya datang juga. Hari ini pada hari senin ini Bintang akan mengadakan sidang skripsi nya. Sejak dua minggu yang lalu, Bukan melihat suaminya itu belajar dengan serius untuk mempersiapkan sidang skripsi hari ini. Ternyata orang jenius dengan IQ yang tinggi juga butuh belajar apalagi yang mempunyai tingkat kecerdasan rendah..


Bulan rencananya akan ikut menemani suaminya itu ikut sidang. Dengan perutnya yang sudah besar itu dia akan menemani dan memberi semangat untuk sang suami tercinta. Bulan menyiapkan perlengkapan dan pakaian untuk Bintang karena suaminya itu sedang mandi.


" Sayang... Bajunya aku letakkan di atas ranjang. Aku mau turun ke bawah melihat sarapan kita sudah siap atau belum. " teriak Bulan dari luar pintu kamar mandi.


" Iya... " ganti Bintang berteriak dari dalam kamar mandi.


Bulan kemudian turun dengan menggunakan lift yang sudah dibangun disitu saat dulu dia menginap di mansion Utama Hillar. Dengan menggunakan lift ini meski hanya satu lantai akan llllll aman untuk Bulan daripada dia naik turun dengan tangga.


Begitu sampai di dapur yang bersatu dengan ruang makan itu, Bulan melihat So Hyang sudah duduk manis di meja makan sedang memainkan ponselnya. Bulan pun memilih untuk ke dapur terlebih dahulu melihat mbok Warni memasak.


Sarapan kali ini Bulan meminta dimasakkan nasi goreng seafood sedangkan untuk Bintang dan So Hyang adalah croissant.


" Pagi kakak ipar. " sapa So Hyang.


" Pagi... Kau mau ikut kami ke kampus? " tanya Bulan.


" No. Aku ada janji dengan So Hee eonni. Kami akan mengecek kandungan bersama. " jawab So Hyang menolak halus.


" Kenapa denganmu? Lalu di mana abang Yanuar? Dia yang punya istri kenapa jadi kamu yang antar. " Bulan mencerca So Hyang dengan banyak pertanyaan. Mulut So Hyang sampai menganga melihat tingkah kakak iparnya itu.


" Suaminya pergi ke Bali katanya. Sedang ada tender di sana. " jawab So Hyang.


" Ok. "


Bulan mulai menyiapkan sarapan untuk suaminya. Dia yakin sebentar lagi Bintang akan turun, dan benar saja baru saja Bulan duduk setelah menyiapkan makan suaminya sudah turun. Bintang memakai kemeja berwarna putih dengan hitam di bagian pundaknya. Celana jeans hitam dan sepatu berwarna putih. Bukan yang melihat suaminya bisa langsung terpana menatap wajah Bintang yang tampan tanpa cela.

__ADS_1


" Kakak ipar itu mulutnya ditutup dulu nanti kemasukan lalat lho. " So Hyang berbisik di telinga Bulan dengan terkekeh pelan melihat kakak iparnya itu terpesona.


Dan yang paling lucunya adalah Bulan benar-benar menutup mulutnya langsung dengan kedua tangannya. So Hyang tergelak, sedang Bintang hanya terkekeh. Bintang tak berani menertawakan hal itu sama seperti So Hyang karena takut istrinya itu ngambek.


" Jaga rumah. Jika kau keluar pastikan untuk cepat pulang. Awas kau macam-macam. " Bintang membuka jendela mobilnya lalu bicara dengan So Hyang.


" Ok. Aku hanya akan pergi dengan So Hee dan mungkin akan main ke rumahnya sebentar. "


" Good Girl. Bye. " Bintang langsung menginjak pedal gas dan mobil mercedez benz miliknya langsung melesat meninggalkan So Hyang.


Jadwal sidang untuk Bintang adalah jam sepuluh. Jadi sebisa mungkin Bintang sudah di sana sebelum jam sembilan takut bila ada perubahan atau mahasiswa lain yang mengundurkan jadwalnya.


Bintang memarkirkan mobilnya di tempat parkir dekat dengan gedung D karena sidang akan dilakukan di gedung itu. Karena semua mahasiswa di kampus sudah mengetahui hubungan Bintang dan Bulan maka tak ada lagi yang perlu mereka berdua sembunyikan. Dengan penuh percaya diri Bintang merangkul pundak Bulan yang berjalan dengan perut yang sudah besar.


Semua mata menatap pasangan yang sudah menggemparkan kampus beberapa waktu yang lalu. Bohong jika ada yang mengatakan keduanya tidak cocok karena kenyataannya mereka berdua sangat serasi.


Bulan terduduk di bangku yang ada di depan ruang sidang. Dia asyik bermain ponsel berbalas pesan dengan adik iparnya yang sekarang ini juga sudah dalam perjalanan ke rumah sakit. Bulan dan seluruh wanita keluarga Narita membuat grup percakapan mereka dengan nama The Queen.


Di grup itu semua wanita yang ada hubungannya dengan keluarga Narita akan saling berbincang tentang banyak hal termasuk gosip. Sebisa mungkin mereka harus menunjukkan kekompakan mereka agar tak dipandang rendah oleh keluarga berada lainnya di Jepang.


" Lagi asyik nih. " July dan Septi langsung duduk di samping kanan dan kiri Bulan.


" Hai... Udah nggak ada jam kuliah? " tanya Bulan.


" Ada jamnya bu Lola, tapi kan beliau ada di dalam situ. " July menunjuk ruang sidang skripsi.


" Keponakan tante apa kabar? " Septi mengusap perut Bulan.

__ADS_1


" Udah tahu jenis kelaminnya Lan? "


" Jagoan semua kok. " jawab Bulan santai.


" What? wah keren dong. "


" Yap, jadi aku tetap ratu di rumah karena semuanya cowok. Hehehehe. "


Mereka bertiga pun berbincang seputar kehamilan Bulan yang sangat mengejutkan itu. Bintang benar-benar sangat pandai menutupi hal ini dari semua mahasiswa sekampus. Bintang gerak cepat waktu itu, begitu tahu Bulan hamil langsung mengurus cuti untuk Bulan. Memang Bintang itu suami siaga betul.


Di dalam ruangan yang digunakan untuk sidang pskripsi, para dosen dibuat kagum pada Bintang. Judul skripsi yang bagus ditambah Bintang dapat menjelaskan semuanya dengan gamblang. Para dosen itu tak tahu sana bahwa Bintang sudah menyandang gelar S2 ketika dia berusia 19 tahun.


" Rencana ke depannya apa Bintang? " tanya salah satu dosen.


" Mau nunggu istri selesai kuliah langsung balik Jepang pak. " jawab Bintang.


" Nggak kepingin kerja dulu? "


" Kalau kerjaan sudah ada pak, hasilnya lumayan buat kasih istri belanja sampai puas bisa. Memang harus kembali ke Jepang, karena yang di sana sudah lama nunggu saya pulang pak. "


" Oh begitu. Kalau begitu semangat ya apalagi sebentar lagi sudah mau punya anak, tiga lagi katanya. "


" Iya Pak mohon doanya. Kalau begitu saya permisi dulu. " Bintang pamit keluar karena dia sudah lulus sidang skripsi. Dua minggu lagi dia akan di wisuda.


Bintang dan Bulan kini berada di cafe yang berada di rooftop sebuah hotal mewah di Jakarta. Sengaja Bintang ingin mentraktir istrinya makan untuk merayakan kelulusannya. Meski ini bukan yang pertama bagi Bintang tapi jika bersama dengan Bulan melewati momen seperti ini adalah kali pertama.


Bulan berpikir alangkah baiknya jika nanti dia bisa datang lagi ke sini ketika malam tiba. Pasti akan sangat cantik melihat lampu-lampu di kota Jakarta ini. Bintang pun berjanji akan mengajak Bulan ke tempat ini lagi jika mereka ada kesempatan di lain hari.

__ADS_1


" Semua berjalan lancar tinggal aku kembali ke rumah. Tak sabar ingin mengenalkan Bulan pada seluruh dunia bahwa dia adalah Nyonya Muda Narita.


__ADS_2