BULAN UNTUK BINTANG

BULAN UNTUK BINTANG
bab 98


__ADS_3

Opa Markus menghela nafasnya saat sang cucu sudah mengatakan semua permasalahan yang menimpa cucunya itu dengan cucu menantunya. Meski sedikit kecewa karena cucunya itu tidak meminta bantuan maupun sarannya, tapi melihat ketenangan sang cucu dalam menghadapi masalah ini membuat opa Markus sedikit lega.


Opa juga sedikit heran kalau sampai ada orang seperti Anthony yang tidak tahu sejak awal status dari Bulan yang adakah istri dari Bintang. Saat di Kyoto, memang wajah Bulan tidak terekspos, tapi acara itu disiarkan di seluruh dunia. Nama Bulan Narendra juga disebut dalam wawancara Bintang dengan beberapa awak media Jepang saat itu.


Apa lagi saat kelahiran triplet, Bintang sengaja meluncurkan game terbaru perusahaannya dan juga mengenalkan keluarga kecilnya pada dunia. Saat itu wajah Bulan terekspos dengan sangat jelas. Opa Markus merasa apakah Anthony ini berasal dari luar angkasa atau terlalu miskin sampai tidak bisa membeli televisi. Nyatanya berita tentang Bulan dan Bintang sampai sepuluh hari berada di layar televisi


" Memangnya dia itu baru pulang dari luar angkasa sampai tidak tahu tentang berita kalian yang wara wiri di televisi selama sepuluh hari? " ujar opa sedikit tidak masuk akal.


" Hahahahahaha... Mungkin saja opa, aku juga heran karena masalah itu. Apa perlu kita umumkan lagi pernikahan ku dan Bulan? Ide bagus. " gumam Bintang.


" Mengumumkan lagi dalam acara apa? Bila kau mengadakan pesta pernikahan lagi itu sama sekali tidak masuk akal. " protes opanya. Memang uang bukan masalah bagi cucunya itu, tapi malu juga jika sudah sebesar itu cicitnya baru kedua orang tua dari cicitnya itu mengadakan pesta pernikahan lagi.


" Lalu apa yang harus aku lakukan opa? Sudah aku katakan bahwa Bulan adalah istriku dan mommy dari anak-anak ku, laki-laki gila itu masih saja mepet. " tanya Bintang frustasi.


Opa Markus nampak berpikir tentang cara memukul mundur hama yang menganggu rumah tangga cucunya itu. Jika hama itu tidak segera dilenyapkan, pasti akan berpengaruh pada pertahanan rumah tangga sang cucu. Tapi bingung juga harus menggunakan cara apa.


Bintang pun ikut berpikir cara apa yang bisa mengusir Anthony dari hidup sang istri. Biasanya otak jenius nya selalu saja bisa menghasilkan cara untuk mengenyahkan lawannya, tapi kali ini karena lawannya yang bebal itu, otak jenius nya jadi ikut bingung.


" Aku tidak mungkin menggoncang perusahaan milik keluarga Fokker karena itu akan mempengaruhi bisnis keluarga, lagipula pria itu tidak bekerja di perusahaan keluarganya. Apalah yang bisa aku lakukan sekarang? " tanya Bintang lebih pada dirinya sendiri.

__ADS_1


" Jika kau yang jenius saja bingung apa lagi opa yang standart begini. " balas opa.


" Aish... Aku tidak tanya opa. " ujar Bintang sedikit kesal. Opanya ini menyahut saja.


Keduanya pun akhirnya turun ke bawah untuk menyantap makan malam, setelah salah satu dari pengasuh triplet memanggil keduanya atas peri tah oma. Bintang pikir otaknya buntu karena dia belum mengisi perutnya dengan amunisi sehat buatan sang istri dan dia tadi. Dengan semangat dia mengajak opa turun untuk makan malam.


Di meja makan sudah dihidangkan beberapa makanan dari sayuran dan daging serta beberapa lauk goreng seperti tahu dan tempe. Jangan lupa sambel tomat level 10 yang jadi favorit di meja makan keluarga kecil Bintang ini.


Mereka memakan makan malam mereka dengan hikmat penuh syukur. Diselingi sesekali bercengkrama agar suasana makan tidak menegangkan. Setelah selesai makan malam, keluarga ini berkumpul di ruang keluarga untuk mengobrol.


Opa Markus sama sekali tidak menyinggung masalah yang menimpa rumah tangga cucunya saat ini. Biarlah nanti ketika dia dan istrinya sudah berada di mansion dia baru mengatakan semuanya pada sang istri. Siapa tahu saja, otak jahil sang istri bisa memberikan ide pada Bintang untuk menanggapi sikap Anthony.


" Kami pulang dulu ya. Jangan bertengkar lagi, malu pada ketiga cicit ku. " oma berpamitan jiga sedikit memberi nasehat.


" Sudah sana masuk dan bicara yang baik dengan Bulan. " titah oma mengusir cucu kesayangan itu.


Bintang melambaikan tangannya mengantarkan kepergian mobil yang ditumpangi oleh opa dan oma. Setelan mobil itu hilang dari penglihatannya, Bintang kembali masuk ke rumah pribadinya. Dia langsung menuju ke lantai 2 tempat dimana kamarnya berada. Mampir sebentar untuk melihat ketiga putranya yang sudah tertidur pulas, Bintang memberikan kecupan di dahi triplet sebagai ucapan selamat tidur. Kemudian dia langsung masuk ke kamarnya sendiri. Melihat sang istri masih belum tidur, Bintang akhirnya mengajak untuk sekedar pillow talk.


" Kenapa belum tidur sayang? " tanya Bintang yang langsung mengambil tempat di samping sang istri.

__ADS_1


" Aku menunggu mu. " jawab Bulan langsung bermanja pada suaminya.


" Apa ada yang ingin kau tanyakan? " tanya Bintang lagi. Tidak biasanya Bulan menunggu dirinya hanya untuk tidur bersama.


" Tentang masalah Anthony. Akan kau apakan dia sayang? " tanya Bulan. Dia tahu betul sifat suaminya, jadi sedikit penasaran juga dengan tindakan yang akan diambil suaminya kali ini.


" Tenang saja, aku tidak akan melakukan kejahatan yang bisa membuat ku dipenjara sayang. Aku punya tiga anak, kalau sampai aku di penjara bagaimana anak-anak ku. " ujar Bintang setengah bercanda. Bulan langsung mencubit lengan suaminya itu. Bisa-bisanya sang suami masih bisa bercanda ditengah dilema pada rumah tangganya.


" Sayang, i want you so bad.. Can i? " ujar Bintang dengan mata yang sudah dipenuhi dengan kabut nafsu.


Bintang tidak lagi bisa menahannya saat mengetahui sangat istri sudah tidak lagi mendapatkan kunjungan bulanannya. Niat Bintang sudah ingin sekali sangat istri hamil lagi, rasanya triplet belum cukup untuknya karena dia yang adalah anak tunggal begitu inggin anak-anak nya memiliki banyak saudara sehingga rumah mereka akan ramai nantinya.


" Aahhh.... sayang.... " de****h Bulan saat Bintang mulai bergerilya di tengkuknya.


" Wangi mi harum sekali sayang, hanya aku yang boleh mencium wangi tubuh mu ini sayang. Tidak akan aku biarkan pria lain menikmati wangi tubuh mu. " gumam Bintang dengan hembusan nafas yang langsung dia arahkan ke bagian belakang telinga sang istri karena disitu merupakan satu dari banyaknya titik yang bisa membangkitkan gairah sang istri.


" Sayang.... geli.... sssstttt.... " Bulan mendesis saat dengan nakalnya Bintang menghisap kulit lehernya.


" Sayang, aku sudah tidak tahan.... " ujar Bulan. Bintang mulai mengecup tukang selangka milik Bulan. Hembusan nafas Bintang ikut menyapu daerah sensitif milik Bulan itu, sehingga membuat Bulan menggeliat karena geli dan juga mulai merasakan panas di tubuhnya.

__ADS_1


Bintang memanjakan setiap jengkal tubuh Bulan sampai istrinya ini tidak tahu sejak kapan pakaian miliknya sudah teronggok di lantai kamar mereka. Bintang mulai menjelajahi tubuh bagian atas Bulan, lalu sedikit demi sedikit turun terus langsung ke bawah.


" Aaahhhhh " erang keduanya saat mereka mulai menyatu. Malam ini pun menjadi sangat panas di kamar utama milik Bintang dan Bulan.


__ADS_2