BULAN UNTUK BINTANG

BULAN UNTUK BINTANG
bab 89


__ADS_3

Bintang masih menikmati detik-detik yang dia laluip selama menghindar dari keluarganya yang sedang makan malam dengan suasana mencekam di lantai satu mansion utama Hillar ini. Sengaja dia berlaku seperti ini karena dia punya sedikit kejutan untuk keluarga, terutama kakak sepupu nya.


" Nana... nana... na.. na... na.... nanananana.... " Bintang berdendang lagu-lagu yang entah apa judulnya. Sepertinya dia sedang menciptakan lagu versi Hoshi Narita.


" Hah.... Rasanya menyenangkan sekali. Kita lihat, bagaimana kalian akan bersikap? Menyebalkan sekali mereka berdua, sudah beradik bicara keras pada ku, juga sudah merusak waktu berkumpul ku dengan keluarga ku. " geram Bintang namun dengan senyum khas menyebalkan dan tengil miliknya.


" Jam berapa sekarang ini? " Bintang menengok ke arah jam dinding di kamarnya.


" Hem, jam tujuh malam. Sepertinya ini waktu yang tepat. Mari kita saksikan zero to hero.... " serunya sudah seperti orang gila saja.


Bintang berjalan keluar kamarnya dengan senyum tengil yang merekah. Dia menuruni anak tangga satu persatu dengan kedua matanya yang fokus pada setiap anak tangga yang dia pijaki. Tak sabar sekali rasanya untuk bisa segera membuat episode final dari kisah cinta duo bal itu.


Sesampainya di ruang makan, satu persatu dari keluarganya meninggalkan ruang makan. Tapi segera Bintang mengikuti duo bal yang sudah sampai di ruang keluarga.


" Kalian berdua berhenti dulu. " seru Bintang menghentikan langkah si kembar. Tidak mengeluarkan sepatah kata pun, duo bal kompak berbalik menatap Bintang.


" Kalian sudah makan kan? " tanya Bintang. Kedua kalinya sudah membawanya ke ruang keluarga. Bintang duduk di salah satu sudut sofa yang ada di ruangan itu.


" Sudah??. " jawab Derik dengan salah satu alisnya terangkat.


" Bagus. Berarti kalian punya tenaga besar untuk bisa menghadapi challenge dariku. " ujar Bintang masih merahasiakan rencananya.

__ADS_1


" Apa yang ingin kau katakan? Lekas katakan, jangan seperti ayam bertelur lama sekali. " kesal Dewin.


" Kau... Baik jika itu keinginan kalian. Ingat kalian punya hutang padaku? Hanya dengan kalian melakukan apa yang aku inginkan baru hutang itu lunas?! " ujar Bintang mengingatkan kedua kakak sepupunya.


Derik dan Dewin masih tetap diam, mereka dua masih bingung apa maksud dari ucapan Bintang sekarang ini. Mereka berdua pernah berhutang pada Bintang, terutama Dewin. Tapi apa permintaan dari adik sepupunya itu mereka berdua tak tahu.


" Gue pengen kalian selesaiin masalah kalian berdua sekarang disini, di depan gue. Gue membebaskan kalian untuk bertindak dalam penyelesaian dari masalah kalian ini. Kalau abang pengen berantem, gue pun tidak akan melarang kalian berdua. Saling membunuh pun boleh. " ujar Bintang. Semua yang ada di ruangan itu melongo mendengar perkataan Bintang barusan. Opa dan oma sampai tak bisa berkata apa-apa saking terkejutnya.


" Silahkan kalian saling pukul sekalipun boleh sekarang dilakukan. Atau kalian butuh alat, gue ambilin di dapur. " semakin menjadi saja ini ucapan Bintang.


" Hoshi, apa kau mabuk? " tanya opa dengan suara yang sedikit meninggi.


" Hoshi, kalau mereka bertengkar gimana kalau sampai mereka terluka. Saling membunuh pun boleh, apa maksud ucapan kamu itu? Oma minta kamu mendamaikan, bukan malah seperti ini. " tegur oma dengan suara sehalus mungkin. Semua sudah tahu Bintang yang sekarang dihadapan mereka adalah mode Hoshi yang sedikit keras sifatnya.


" Masalah terluka, di depan mansion ini sudah ada tiga ambulan sekaligus dengan dokter jaganya. Jadi kalau sampai ada yang terluka parah yang mengancam nyawa, sudah ada yang akan menangganinya. Jika takut terluka berarti mereka bukan laki-laki oma. Dan apa kata oma, mendamaikan? Jika emosi dan juga dendam pada diri mereka tidak dikeluarkan maka sudah pestisida sampai aku mati pun mereka tak akan melakukan perubahan dalam hubungan mereka. " ujar Bintang panjang sekali demi hanya untuk mematahkan semua sanggahan dari keluarganya.


" Ayo silahkan lakukan, bukankah kalian saling benci dan dendam. Lo Win, bukankah karena laki-laki di depan lo ini, cewek yang paling lo cintai harus bunuh diri? " Bintang memanas-manasi.


Semua yang ada di ruangan itu benar-benar sangat terkejut dengan cara Bintang menyelesaikan masalah antara si kembar. Mungkin keputusan keluarga ini salah saat meminta Bintang untuk membantu mereka menyelesaikan masalah si kembar.


Oma dan bibi Mauren sudah menangis karena tak sanggup melihat apa yang akan terjadi nanti. Bulan mengajak anak-anaknya untuk naik ke lantai atas dan masuk ke kamar, karena di dalam kamar itu kedap suara. Sebisa mungkin Bulan tak ingin triplet melihat mode daddy mereka ya g menjelma menjadi iblis dengan sikap dan sifat yang sangat menyebalkan sekali.

__ADS_1


" Tunggu apa lagi? Kalian mau sampai kiamat seperti ini? " bentak Bintang. Duo bal terlonjak kaget saat suara bentakan Bintang menggema di mansion ini.


" Masih diam? Kalian bodoh atau apa? Tidak paham dengan yang aku katakan? Bukankah ini yang kalian inginkan, bukankah dengan cara seperti ini kalian ingin saling menghabisi. " sentak Bintang.


" Puas kalian membuat keluarga kalian sampai senam jantung setiap kali melihat kalian? Puas kalian melihat mommy dan juga oma kalian menangis sepanjang malam? Puas kalian membaut perusahaan kalian menjadi berantakan dan terancam bangkrut hanya karena sifat kekanak-kanakan kalian? " ledek Bintang yang terlihat begitu menyebalkan sekali di mata duo bal.


Ruang keluarga itu mendadak menjadi sunyi, tak ada seorang pun yang berani mengucap kata meski hanya satu kata saja. Semuanya diam, suasana menjadi mencekam. Melihat kakak sepupunya yang hanya diam saja, Bintang tersenyum miring terkesan merendahkan kakak sepupunya itu.


Dengan tangan yang terkepal erat, Bintang mendekat ke arah Derik. Segera saja Dewin maju menghadang Bintang yang hendak memukul ke arah Derik.


" Hentikan Hoshi. " teriak Dewin. " Hentikan aku mohon, jangan pukul dia. " pinta Dewin.


" Kenapa kau hentikan aku? " tanya Bintang dengan nada yang sangat dingin sekali. Mendengar pertanyaan dari Bintang, Dewin langsung terbungkam.


" Jika kalian ingin tahu yang sebenarnya terjadi, turunkan ego kalian. Bahas masalah yang terjadi saat itu, katakan pada masing-masing kembaran kalian agar kalian sama-sama tahu bahwa kalian ini dan juga gadia itu adalah korban. " ujar Bintang. Dia sudah merendahkan intonasi bicaranya.


" Satu hal yang aku tahu dengan pasti, bahwa Cyrille tidak bahagia di sana saat melihat kalian seperti ini.


Dia pergi dengan cara seperti itu bukan untuk membuat kalian berkelahi, tapi bentuk penyesalannya karena tak bisa membedakan mana kekasihnya diantara kalian berdua. " Bintang menghirup nafas banyak sebelum kembali melanjutkan perkataannya.


" Kalian bertiga sama-sama salah, lo Win, salah lo kenapa sejak awal lo nggak jujur sama keluarga lo? Karena pekerjaan Cyrille kan. Dan lo Rik, kenapa elo justru membuat Dewin menuipu Cyrille dengan mengatakan bahwa dia adalah elo, dan elo adalah dia. Paham kalian sekarang? Kalian bertiga ikut andi dalam pilihan Cyrille untuk bunuh diri. "

__ADS_1


__ADS_2