BULAN UNTUK BINTANG

BULAN UNTUK BINTANG
BERKUMPUL BERSAMA


__ADS_3

Di ruangan keluarga milik Opa Markus kini berkumpul empat bidadari yang cantik walau berasal dari generasi yang berbeda. Beberapa waktu yang lalu bibi Joaquin ikut bergabung bersama oma dan lainnya.


" Gimana kuliah kamu Bulan? " Okaasan bertanya sambil mengusap rambut panjang Bulan.


" Semuanya lancar Okaasan. " jawab Bulan


" Apa Hoshi sering mengusilimu selama kalian tinggal bersama? " ganti oma yang bertanya.


" Hoshi itu siapa oma? " Bulan malah balik bertanya


" Hoshi itu ya suami kamu, nama Jepang dia kan Hoshi Narita. Emang dia nggak pernah cerita ya. " oma menjelaskan


Bulan hanya menggeleng, memang suami tengilnya itu tidak bercerita apa-apa mungkin karena sibuk dengan urusan kampus yang sebentar lagi akan menyelengarakan acara.


" Hoshi itu ya si Bintang itu sayang, kamu terbiasa memanggilnya Hoshi karena baru setelah kami pindah ke Indonesia dia memilih dipanggil Bintang. " terang Okaasan


" Memang sebelumnya tinggal di mana? " tanya Bulan


" Opa sama oma tinggal di Indonesia, paman Karl dan bibi Maurin tinggal di Jerman mengurus bisnis opa sedangan mertua kamu dan Hoshi dulu tinggal di Jepang. Baru pas mau masuk kuliah mereka pindah kesini. " Oma menjelaskan kondisi keluarganya agar cucu menantunya itu tidak binggung.


" Di Jepang juga masih ada kakek nenek Bintang juga paman bibi dan sepupu Bintang. Tapi kalau dari pihak ayah Bintang sepupunya cewek semua, tapi dari pihak ibu Bintang sepupunya cowok semua. " lanjut oma


" Berarti paman Karl dan bibi Maurin anaknya laki-laki ya. " Bulan menenggok ke arah bibi Maurin.


Bibi Maurin mengangguk, dia punya putra kembar yang usianya lebih tua dari Bintang.


" Anak bibi kembar sayang, usianya lebih tua dari Bintang 4 tahun. Mereka baru datang ke sini besok sekalian merayakan ultahnya Opa. "


" Eh.. Opa mau ultah, kapan itu? " Bulan bertanya.


" Besok lusa sayang. Hoshi nggak cerita sama kamu? " oma bertanya.


Bulan hanya menggeleng.


Keempat wanita itu kini membicarakan pesta kecil yang akan diadakan besok lusa untuk opa. Mereka juga sepakat akan patungan membeli hadiah yang spesial untuk opa.


Bukan karena tidak mampu tapi menurut oma, opa sudah tua dan memiliki segalanya jadi jangan buang-buang uang untuk masalah kado.


Lain para wanita di ruang keluarga, lain lagi para pria di ruang kerja opa. Mereka tengah serius membicarakan bisnis. Sepertinya masalah perusahaan yang paman Karl pimpin sedang dalam masalah yang pelik.

__ADS_1


" Aku akan membantu paman menemukan orang uang sudah mencuri program dari perusahaan paman dan aku punya program yang baru dan sudah selesai aku kerjakan. Paman boleh memilikinya tapi dengan 1 syarat. Bagaimana? " Bintang menaik turunkan alisnya.


" Apa syaratnya? " tanya paman Karl setelah berpikir beberapa saat. Dirinya memang membutuhkan program baru untuk memenuhi tenggat kliennya.


" Belikan aku mobil BMW i8. Bagaimana paman apakah paman sanggup. " tantang Bintang.



ini ya mobil yang dipengenin sama Bintang. keren ndak.


" Oke paman setuju dengan persyaratan kamu. " jawab paman setelah beberapa saat berpikir.


" Hoshi kenapa kamu minta mobil lagi. Garasi yang ada di mansion kamu yang di pinggiran Bandung itu udah mau penuh masih aja kamu minta mobil. " tegur Otuosan.


" Aku taruh di rumah aku yang aku tinggali sama Bulan kok. " kekeh Bintang


" Nggak apa-apa kakak ipar, kan nanti untungnya bisa lebih banyak dari permintaan Bintang. " paman Karl tidak mempermasalahkan hal itu.


" Oke deal.. " Bintang mengulurkan tangannya lalu disambut oleh paman Karl, keduanya bersalaman untuk menyepakati hal tersebut.


" Tunggu duo Bal datang nanti aku kasih programnya. "


" Duo Bal. " paman Karl membeo


Keempat pria itu kini menuruni tangga, melihat ke arah ruang keluarga di mana para wanita pujaan hati mereka tengah bercengkrama. Keempat pria itupun mendekat ke pasangan masing-masing.


" Sudah? " tanya bibi Maurin.


Paman Karl mengangguk. " Kapan kedua putramu datang? " tanya paman Karl


" Mereka bilang besok malam baru datang. " jawab bibi Maurin


" Ayo kita makan malam dulu, hidangannya sudah selesai disiapkan. " ajak oma


Bintang melihat ke arah Bulan meminta pendapat, pasalnya keduanya tadi sudah makan di mall. Bulan terlihat tersenyum lalu mengangguk. Entah kenapa dia merasa lapar lagi.


Bintang pun berdiri dan mengajak Bulan ke ruang makan yang ada di rumah opa dan oma. Bulan berdecak kagum dengan kemewahan ruang makan yang ada di mansion itu.


__ADS_1


Ruang makan bernuasan biru yang dipadankanz dengan coklat, kursi dan mejanya bernuansa putih. Meja makannya cukup untuk menampung mereka semua. Bulan duduk di sisi kanan sedangkan Bintang di sisi kiri.


Mereka semua menikmati masakan westren yang dimasak oleh koki mansion itu. Tidak ada pembicaraan hanya terdengar dentingan alat makan saja. Setelah di rasa kenyang mereka semua kembali ke ruang keluarga untuk mengobrol sambil mengistirahatkan perut mereka sebelum tidur.



Di ruang keluarga ini ada sofa besar berwana putih gading. Sedang lantai bermarmer paduan coklat dan putih gading, dinding bernuansa putih dengan gorden abu-abu menambah keindahan design ruang tersebut.


" Kalian nanti nginep ya. Sampai acara ultah opa selesai baru boleh pulang. " pinta Okaasan


" iya Okaasan. Kami memang berniat menginap. " Bintang menuruti keiingan Okaasan nya


Obrolan yang mengasyikan tersaji di ruang keluarga mansion mewah tersebut. Mereka asyik menggoda pengantin baru hingga Bulan sampai merona mendengar godaan seluruh keluarga Bintang. Menurut Bulan keluarga suaminya itu sangat menyenangkan. Asyik diajak ngobrol dan sangat ramah padanya.


Tak terasa waktu semakin malam, mereka akhirnya masuk ke kamar masing-masing untuk beristirahat. Bintang mengajak Bulan ke kamar yang biasa dia tempati bila menginap di mansion utama.



Bulan dibuat kagum begitu masuk kamar Bintang. Sangat mewah dan dua kali lipat luasnya dari kamar mereka yang ada di rumah Bintang. Ranjang yang besar dengan dinding dan lantai bernuansa hitam menunjukkan kesan manly sekali.


Bulan dan Bintang bergantian membersihkan diri di kamar mandi yang tak kalah mewah juga. Keduanya bersamaan menyempatkan tubuh lelah mereka ke ranjang. Mereka berdua menatap langit-langit kemudian mengganti posisi saling menghadap.


" Keluarga kamu sangat menyenangkan ya, ramah, kompak dan akur. " puji Bulan


" Ini keluarga dari pihak Okaasan, kalau dari pihak Otousan lebih rame lagi karena sepupuku yang jumlahnya lima orang adalah cewek semua. "


" Berarti cuma kamu cucu yang cowok ya, enak dong pasti dimanja. "


" Mana ada, justru karena aku cowok sendiri dan yang paling tua jadinya sejak kecil aku sudah dididik bertanggung jawab pada keluarga. " terang Bintang.


" Oh ya, teman untuk pesta dansa nya sesuai ide kita casual. Nanti kalo udah deket waktunya kita cari baju sama- sama ya biar couple. " Bintang mengawali perbincangan.


" Iya dech. Wah asyik kalau temanya casual jadi nggak musti tampil heboh. Iya kan. " Bunga menimpali


" Houaahhhh." Bintang menguap


" Udah ngantuk ya, yuk kita tidur besok kan sama-sama kuliah pagi. " Bulan mengajak tidur suaminya.


Bintang tak menjawab hanya langsung memposisikan dirinya dengan posisi nyaman untuk tidur. Bintang menarik Bulan dalam pelukannya kemudian terlelap lebih dulu. Bulan melihat tiap sudut wajah suaminya. " Ternyata dibalik sifat tengil kamu, kamu itu perhatian dan penyayang ya. Rasanya hati ini mulai bisa menerima mu. Apa kamu juga begitu? " Bulan bermonolog dalam hati.

__ADS_1


Hai semua, Terima kasih atas dukungannya buat karya author. Author pengen para pecinta novel tidak akan pernah bosan membaca karya author ya. Jangan lupa baca, ikuti, like dan komen Bulan untuk Bintang ya.


Terima kasih


__ADS_2