
Seluruh keluarga dari Bintang dan Bulan yang ada di Indonesia sekarang sedang berada di bandara Soekarno-hatta untuk bertolak ke Jepang. Mereka akan menggunakan dua pesawat pribadi milik Bintang dan keluarga Narita sebagai alat transportasi.
Noura duduk dengan tenang di kursi yang ada di dalam pesawat pribadi milik suaminya. Penasaran jelas iya, sekaya suaminya sampai punya pesawat pribadi. Tapi mengingat suaminya adalah seorang CEO dan juga penerus keluarga kaya jelas pesawat pribadi hanya hal yang biasa.
0
Bahkan di dalam pesawat pribadi milik Bintang juga terdapat kamar tidur juga. Biasa digunakan jika pesawat harus mengudara selama lebih dari sepuluh jam. Yanuar dibuat berdecak kagum melihat interior yang ada di dalam pesawat itu. Seberapa kaya kah besan keluarga Narendra itu.
" Tidak usah seperti itu, biasa saja. So Hee juga punya pesawat pribadi. " ejek Bintang. Dia melihat kakak iparnya itu seperti orang kampungan saja. 😁😁
" Benarkah? ya ampun aku jadi malu istriku lebih kaya dari aku. " gumam Yanuar. Bintang yang ada di dekatnya cekikikan saat mendengar gumaman dari Bintang.
" Biasa kalo bang. Selamat datang di the most rich family in Asia. " sorak Bintang dengan mengangkat keduanya ke atas.
Bulan tersenyum melihat tingkah suaminya itu. Dia tahu bahwa apa yang sekarang ada di depannya adalah sosok suaminya yang bukan sesungguhnya. Seperti kata So Hee dan So Hyang, Bintang sebenarnya adalah pria yang dingin dan arrogant. Tapi Bulan mengingat Bintang pernah berkata.
" Mau seperti apa aku yang dulu atau yang akan datang. Yang sekarang ini ada di depanmu adalah suami mu. Karena aku tak akan bersikap dingin padamu. Kau adalah wanita yang aku cintai. "
" Sayang, .. " panggil bunda Dessy membuyarkan lamunannya.
" Iya Bun. " Bulan kaget.
" Kenapa melamun? Oh ya bunda lupa mau bertanya. Untuk pakaian nanti apa pakaian bunda dan ayah sudah disiapkan oleh Bintang? " tanya bunda.
" Sudah Bun, semua sudah dipersiapkan. Tapi jika di sana panggil suami ku Hoshi ya bun. Karena di sana tak ada uang kenal dengan nama Bintang. " ujar Bulan. Bunda mengangguk, sebelumnya okaasan Bintang juga sudah mengatakan hal itu.
Obrolan mereka saat seorang pramugari datang membawa troli makanan. Pramugari yang terlihat sangat cantik itu mulai menyusun makanan dan minuman yang dibawanya ke atas meja. Makan siang untuk mereka semua karena pesawat akan mendarat sore.
Bulan terlihat antusias langsung menyantap dengan rakus makanan yang ada di depannya. Bintang berjalan mendekat lalu mulai menyuapi sang istri. Bisa gawat kalau tak disuapi karena Bulan pasti tersedak saking cepatnya dia makan.
__ADS_1
" Aku mau yang itu. " Bulan menunjuk ke arah piring yang berisi shishi kebab.
Bintang mengambilkan kebab yang ditusuk dengan isi sayur dan daging. Bulan menikmati semua makanan yang disediakan dengan senang. Rasanya sangat kenyang ketika berhasil menghabiskan tiga piring..
" Ya Tuhan ini yang makan manusia atau dedemit. " ujar Yanuar saat tiba di meja tempatnya duduk dan melihat hidangan yang tinggal sedikit itu.
" Siapa yang abang bilang dedemit? " tanya Bulan.
" Bagi yang merasa saja. " jawab Yanuar santai.
Bintang langsung mengunci kepala Yanuar lalu mengajaknya pergi dari sana saat melihat istrinya sudah mau Bintang membawa Yanuar ke ruangan yang lain di dalam pesawat pribadinya.
" Bang, jangan ganggu Bulan dong. Aku yang nanti susah kalau dia sudah marah. Ntar kualat lho bang, bisa dibalas So Hee nanti. " pinta Bulan dengan sungguh-sungguh.
" Apa maksudnya dibalas sama So Hee? ".
Setelah mengatakan hal itu Bintang tertawa meninggalkan Yanuar yang masih bingung dengan apa yang diucapkan adik ipar lucknut nya itu.
Tujuh jam lebih telah berlalu, kini pesawat pribadi milik Bintang sudah datang di bandara International Kansai. Kedatangan mereka dua jam sesudah pesawat pribadi Narita datang. Bulan turun ditemani Bintang begitu terkejut melihat banyaknya mobil berderet menjemput mereka.
Salah seorang dari sekian banyaknya sopir yang datang menjemput memberi hormat dan menyapa
tuan muda mereka. Mereka diutus langsung oleh Daisuke Narita untuk menjemput serta mengawal kedatangan penerus keluarga bersama besan keluarga Narita.
" Hoshi san. " sapa Akeru.
" Hai Akeru, lama tak berjumpa. " sapa Bintang pada pria bernama Akeru yang merupakan pelayanan dan sekaligus asisten pribadinya saat masih tinggal di kediaman Narita.
" Silahkan tuan. " Akeru membukakan pintu untuk Bintang dan juga Bulan. Seorang sopir yang mengemudi mobil di belakang mobil Bintang juga membukakan pintu untuk orang tua Bulan dan Yanuar.
__ADS_1
Perjalanan dari Bandara ke Kyoto membutuhkan waktu yang sedikit lama satu jam dua puluh satu menit waktu yang harus ditempuh dengan mobil auntuk sampai ke Kyoto. Mobil-mobil itu pun mulai menuju Kyoto, beriringan seperti iringan presiden. Sesampainya di kediaman Narita yang ada di Kyoto, seluruh keluarga Narendra dibuat terpesona dengan keindahan dari kediaman Narita.
Rumah bergaya Jepang klasik dengan beberapa bangunan di sekitar bangunan utama. Belum lagi dengan danau buatan yang berada di dekat kediamannya. Taman yang ditumbuhi rerumputan hijau yang pendek dengan beberapa pohon yang rindang namun tak terlalu tinggi.
Saat rombongan dari Indonesia datang, berderet pelayanan menyambut kedatangan besan dari keluarga Narita yang masih memiliki darah bangsawan kekaisaran Kyoto.
" Ojiichan. " panggil Bintang sedikit membungkukkan badannya menyapa kakeknya. Tuan besar Daisuke Narita.
" Cucuku sudah pulang. Rasanya rumah besar ini jadi hidup karena kedatanganmu. " Ojii-chan memeluk Bintang dengan sangat erat. Dia sangat merindukan kehadiran cucu laki-laki tunggal itu di kediaman besar miliknya.
Keluarga Narita membeli tanah yang sangat luas untuk membangun kediaman mereka. Tanah yang sangat luas mengelilingi danau buatan, menjadi pilihan mereka karena melihat ketenangan dan kedamaian yang akan mereka rasakan di kediaman yang mereka bangun nanti.
Kediaman utama yang bergaya Jepang kuno, dengan beberapa bangunan lainnya disekitarnya.
Keluarga Narendra langsung dipersilahkan masuk. Mereka memilih duduk sebentar di ruang tamu yang luas dengan nuansa hitam dan putih gading. Ada televisi juga yang menempel di dinding yang ada di ruangan itu.
Dalam obrolan mereka meski untuk pertama kalinya berbincang dalam suasana yang kekeluargaan, mereka terlihat sudah saling akrab. Daisuke bersikap dengan ramah dan sopan, membuat keluarga Narendra tak perlu merasa canggung.
" Maaf apa bila anda sekalian tak berkenan dengan rumah sederhana milik keluarga kami ini. " ujar ojiichan tersenyum.
" Tidak tuan, rumah ini sangat bagus. Bisa melihat pemandangan alami dalam rumah ini bisa membuat hati menjadi tentram. " ujar ayah Febri basa basi.
Setelah berbincang sebentar, tuan rumah meminta beberapa pelayanan untuk membawa mereka ke kamar masing-masing. Mereka berjalan menuju lantai dua. Ketika sampai di lantai dua ada ruangan yang dapat digunakan untuk berkumpul bersama dengan pemandangan alam yang indah dari lantai dua.
Rasanya sangat menyenangkan berada di rumah milik keluarga Bintang. Bulan bahkan ingin sekali tinggal di sini dan malas kembali ke rumah mereka. Tempat ini sangat cocok untuk bumil, karena bisa sekalian healing.
__ADS_1
" Aku ingin tinggal di sini, apakah boleh? "