BULAN UNTUK BINTANG

BULAN UNTUK BINTANG
bab 95


__ADS_3

Bintang sesekali berenang sendiri di kolam besar, sesekali juga ikut bergabung bersama anak dan istrinya di kolam kecil. Merilekskan tubuhnya tyang tegang selama beberapa hari belakangan ini. Dia yang juga melihat istrinya yang juga merasa tertekan karena masalah yang menimpa mereka akhir-akhir ini, saat ini juga nampak senang.


Merasa bosan hanya bermain itu-itu saja, Bintang yang pada dasarnya sangat usil memiliki sebuah ide untuk membuat hari ini menjadi lebih menyenangkan. Dia mengumpulkan semua pengawal yang ikut dengannya hari ini. Para pengawal itupun mengikuti perintah Bintang tanpa merasa curiga sedikitpun.


" Semuanya sudah berkumpul? " teriak Bintang.


" Sudah tuan muda. " jawab serempak para pengawal itu.


" Bagus. Saya punya challenge untuk kalian semua. Dan pemenangnya akan mendapatkan hadiah uang tunai sebesar dua juta kontan dari saya. Apa kalian siap? " Bintang terlihat begitu semangat. Sekalipun dia tidak menghiraukan tatapan malas dari semua pengawalnya.


Jelas para pengawal itu sudah malas menanggapi challenge dari tuannya itu. Sudah sering sekali mereka dikerjai oleh tuan mereka. Memang benar apa yang Bintang katakan, hadiahnya juga akan sebesar itu bahkan terkadang lebih. Hanya saja, proses untuk mendapatkan hadiah itu sangat melelahkan dan juga menyiksa batin mereka.


" Hai... Kenapa kalian tidak semangat begitu? " tanya Bintang dengan raut wajah kesal.


" Kami semangat tuan. " jawab Toru. Lampu merah karena tuannya sudah berwajah kesal. Bisa kena hukum mereka nanti.


" Nah begitu baru bagus. Challenge nya adalah kalian harus mengitari semua wahana yang ada di tempat ini dan siapa yang kembali kemari setelah tiga putaran akan mendapat hadiahnya!!! " ujar Bintang sudah kepalang semangat.


" Sial... Kalau bukan karena Ryo pasti bukan aku yang sekarang ini di sini dan menghadapi challenge yang gila ini. Banyak wanita dari segala usia bermain disini, dan dengan hanya mengenakan boxer ini aku harus berkeliling??!!! Oh God memalukan sekali. " batin Toru kesal.


" Tuan bolehkah saya tidak ikut? " tanya Toru memberanikan diri.


" Alasan? " tanya Bintang


" Menjaga anda dan keluarga tuan. Jika semua ikut dalam challenge ini tidak akan ada yang bisa membantu Anda menjaga keluarga anda tuan. " jawab Toru sok sekali.

__ADS_1


" Ehmmmmm... " Bintang mengetukan jari telunjuk nya ke dagu. Memikirkan tentang kata-kata Toru. Sedangkan Toru saat ini sudah harap-harap cemas.


" Baik, kau boleh tinggal tapi gaji mu aku potong separo untuk dibagikan pada anak buah mu. "


" Baik tuan muda. Silahkan potong gaji saya. "


" Daripada harus menjual harga diri saya. " batin Toru senang.


Dari tempat yang tidak begitu jauh, Bulan sudah terpingkal melihat suami dan juga para pengawal nya. Toru apalagi, setelah diizinkan Bintang untuk tidak ikut challenge wajahnya terlihat sangat bahagia sekali. Beda dengan saat Bintang mengatakan akan mengadakan challenge.


Hal semacam ini sudah biasa Bulan lihat. Pertama kali dia tahu tentang hal ini, dalam hati dia langsung berkata bahwa bukan hanya di kampus saja suaminya itu usil, tapi dimana pun dia berada apalagi sedang gabut. Langsung deh keluar siluman jahilnya.


" Aduh... aduh.... perutku sampai sakit. Itu orang kenapa nggak sembuh-sembuh dari dulu tetap aja usil bin jahil. " Ujar Bulan ditengah tawanya yang kian meledak saat melihat para pengawalnya itu sudah berlarian memulai challenge dari Bintang.


" Nyonya muda nggak usah ketawa sampai segitunya dech, entar itu gantian nyonya muda yang dikerjai tuan muda baru deh nggak bisa ketawa lagi. " ledek Toru.


Toru dan Bukan asyik mengomentari orang-orang yang sedang mengikuti challenge dengan Bintang. Keduanya juga senang-senangnya menghibahkan Bintang. Bulan beberapa kali sampai sakit perut saking keseringan tertawa karena mendengar cerita dari Toru tentang suaminya itu.


Bintang yang sedang seru-serunya menjahili anak buahnya tidak terlalu memperhatikan sangat istri yang ternyata sedang menggosipkannya. Sesekali memang Bintang melihat ke arah sang istri dan salah satu pengawal rahasianya itu, tapi melihat sang istri bisa tertawa senang juga Bintang cuek bebek. Terserah lah jika sang pengawal rahasianya itu menceritakan tentang dirinya pada istrinya.


" Ayo semangat.... semangat.... kurang satu putaran lagi. " teriak Bintang menyemangati anak buahnya.


" Seneng juga bisa dapat hiburan seru begini. " gumam Bintang cekikan. Hilang sudah image keren dan juga kesan dingin pada pewaris bisnis keluarga Narita itu.


Sekitar sepuluh menit, sudah ada satu orang anak buahnya yang sampai lebih dulu. Dengan nafas ngos-ngosan anak buah Bintang itu hendak melapor pada tuannya.

__ADS_1


" Iya paham gue, lo sampai duluan. Sana atur nafas dulu, entar pingsan lagi. Malas gue ngangkat elo. " sarkas Bintang sambil menahan tawanya melihat wajah anak buahnya yang shock mendengar kata-kata nya.


Bulan yang sedikit penasaran pun akhirnya mendekat juga ke arah suaminya. Melihat sebahagia itu suaminya berhasil mengerjai anak buahnya, Bulan sampai geleng kepala. Bulan memberikan air pada anak buah Bintang yang satu persatu datang.


Melihat nyonya muda mereka yang begitu baik, senyum indah terbit di setiap bibir milik anak buah Bintang. Melihat hal itu, Bintang sampai terpingkal lucu juga anak buahnya itu.


" Baik yang datang pertama sampai ketiga maju ke depan. " titah Bintang. Langsung saja tiga orang yang datang bergantian tadi maju.


" Ini hadiah kalian. Jangan bosen kalau dapat challenge dari saya. " ujar Bintang menyerahkan tiga buah amplop berisikan uang yang cukup tebal.


" Untuk kalian semua yang belum beruntung, di rekening kalian sudah nyonya muda kalian transfer bonus untuk kalian semua. " ujar Bintang memenangkan hati anak buahnya.


" Terima kasih tuan dan nyonya muda. " serempak anak buah Bintang mengucapkan Terima kasih.


Karena semua sudah dilakukan, dan semuanya sudah mereka senang dan bebas dari beban mereka, kini mereka semua bersiap untuk pulang. Disaat sedang bergantian pakaian, Bintang mendapatkan kabar yang tidak mengenakkan dari anak buahnya. Segera saja Bintang bergegas menuju ke tempat dimana anak buahnya itu melaporkan hasil temuannya.


Bintang hanya meminta kelima belas pengawalnya membawa Bulan dan triplet ke mobil terlebih dahulu. Bintang juga meminta mereka menjaga ketat mobil yang didalamnya ada nyonya muda dan penerus keluarga Narita.


" Belum puas ditegur dan kau masih berulah. " ujar Bintang langsung di depan pria yang ternyata sejak tadi mengikutinya dan keluarga.


" Sampai aku mendapatkan apa yang aku inginkan maka aku belum puas. " Anthony berujar tak kalah sinisnya dari Bintang.


" Kau berpikir mendapatkan istriku lalu menjadikan dia seperti mantan istri mu itu. Yang ternyata memiliki wajah yang mirip dengan istri ku? Cih kau itu bukan cinta tapi terobsesi pada istriku hanya karena istriku mirip dengan mantan istri mu yang meninggalkan mu demi pria lain. " sentak Bintang.


...*******...

__ADS_1


Hai maaf ya readers yang suka sekali ngikuti Bulan dan Bintang. Aouthor mau meminta maaf karena kemarin tidak bisa up cerita ini. Fisik aku sedang down dan kemarin rasanya udah nggak kuat mau gimana.


Aouthor usahain kalau fisik dah bener fit, terus up tiap hari nanti. Terima kasih atas dukungannya ya untuk semua karya aouthor.


__ADS_2