
Semua tamu undangan saat kini tengah memfokuskan diri mereka ke arah mini panggung yang ada di sisi kanan meja dan kursi yang ada di cafe tersebut. Mini panggung ini biasa digunakan oleh beberapa penyanyi yang memiliki kontrak dengan cafe milik Bintang ini.
MC di acara pesta merayakan lulus sidang skripsi dari pemilik cafe ini, tengah bicara panjang dan lebar untuk memulai acara ini. MC yang diketahui adalah salah satu MC terkenal di dunia pertelevisian di Indonesia.
" Baik, Terima kasih atas kehadiran dari para tamu undangan yang merupakan teman dari Bintang dan Bulan. Saya mewakili pemilik acara ini untuk mengucapkan Terima kasih yang sebesar-besarnya. " MC pria itu tersenyum manis. Dia ingin melihat reaksi dari para tamu undangan baru dia memuliakan untuk bicara kembali.
" Baik mari kita sambut hal baru kita yang akan mulai terjun di masyarakat, bersosialisasi dan mulai dunia pekerjaan. Pastinya akan lebih sibuk dari saat kalian semua membuat skripsi. " para tamu undangan semuanya tertawa.
" Baik sekarang sudah waktunya pemilik acara untuk mengucapkan sepatah dia patah kata. Jika saya yang bicara terus nanti bisa-bisa honor manggung saya dipotong. " canda dari MC pria itu.
Bintang maju ke atas panggung untuk sekedar mengucap sepatah dia patah kata. Bintang ingin memanfaatkan acara ini untuk secara langsung menyambut perang yang digenderangkan oleh Anthony Fokker. Pengagum sangat istri, dan Bintang cukup terganggu akan hal itu..
Bintang menyeringai saat tatapan matanya bertemu dengan tatapan mata dari Anthony. Bintang sudah tidak sabar melihat bagaimana ekspresi dari lawannya itu kalau mengetahui kenyataan yang disembunyikan oleh Bintang.
" Selamat malam semua teman dan juga junior saya. Senang bisa berkumpul dengan kalian semua malam ini. Sengaja saya mengundang kalian berpesta agar bisa kembali mengenang jasa-jasa di kampus. Kalian kan selalu manggil-manggil senior, senior. " Bintang menirukan suara gadis-gadis yang selama ini menjadi penggemarnya. Hal itu membuat semua yang hadir tertawa keras. Banyak sekali diantara mereka yang merindukan banyolan dari seorang Bintang.
" Tapi maaf ya, pesta ini bukan untuk kita bernostalgia, tapi karena aku ingin merayakan kesuksesan istriku menjalani skripsi dan sidangnya. Bulan depan dia akan diwisuda bersama dengan para juniorku lainnya. Tahukan siapa istriku? Yuk kita panggil sama-sama." ajak Bintang.
Mereka semua yang hadir mulai memanggil Bulan untuk segera naik ke panggung. Pak Max dan juga Bu Mega yang kebetulan duduk di meja yang sama dengan Anthony juga menyerukan nama Bulan. Anthony sempat tertegun sebentar saat nama dari gadis yang dia cintai dipanggil sebagai istri dari alumni kampus tempat dia mengajar itu.
Pintu ruangan VIP dibuka Bulan dari dalam, dia mulai berjalan mendekati tempat dimana suaminya berada. Bulan langsung memeluk tubuh kekar sang suami yang ada di sampingnya itu. Tidak pernah mengira jika Bintang akan membuat pesta tentangnya.
__ADS_1
" Thank you.." bisik Bulan ditelinga Bintang.
" Your welcome sayang."
Anthony menatap nanar dua insan yang tengah saling berpelukan itu. Hatinya terang saja hancur kala mendapati wanita yang dia sukai sudah menjadi istri dari pria lain. Tapi kenapa dari informasi yang dia dapatkan, Bulan itu masih single. Mungkinkah seseorang memberikan informasi palsu.
Anthony menetap ke arah Bintang, dan betapa kesalnya Anthony saat Bintang tersenyum mengejek padanya. Jika bukan tempat yang ramai, sudah pasti Anthony akan membuat perhitungan pada Bintang.
" Pak Anthony kenapa kek nya kaget gitu ya?" tanya bu Mega.
" Saya hanya kaget bu." jawab Anthony ngeles.
" Kaget karena mahasiswa didik bapak sudah menikah ya. Bulan dan Bintang itu sama-sama idola kampus. Yang satu tampan dan satu lagi cantik. Keduanya juga tidak menyangka bahwa takdir menyuratkan keduanya untuk berjodoh." terang bu Mega.
" Benar itu pak, kami saja para dosen saat tahu langsung kaget. Nggak lama setelah itu Bulan mengajukan cuti hamil." bu Mega menambahkan. Tidak tahukah bu Mega, bahwa sekarang ini dia sedang menuang bensin dalam api.
Dari atas mini panggung itu, Bintang tersenyum sangat puas. Rasanya senang sekali melihat wajah Anthony terlihat bodoh.
" Itu adalah akibat jika kau berani mengusik apa yang aku miliki." batin Bintang.
Dia masih memeluk tubuh sang istri tercintanya. Semakin erat tanpa ada keinginan diantara keduanya untuk melepaskan pelukan mereka. Sungguh membuat jiwa para jomblo meronta-ronta karena iri melihat mereka berdua.
__ADS_1
Bintang mengajak Bulan untuk turun dari mini panggung dan mengambil duduk mereka di meja yang sama dengan kedua teman Bintang. Orion dan Hydra kompak memberikan dua jempol untuk Bintang, yang telah berhasil menggepuk mundur musuhnya.
" Keren bro.'" Orion berbisik dan menepuk pelan pundak Bintang.
" Thanks." bisik Bintang.
Keduanya sama-sama tersenyum penuh arti. Orion memang tahu permasalahan diantara sahabatnya itu dengan dosen dari kekasihnya. Dulu dia juga pernah mengantar Bintang mengawasi dosen itu saat pertama kali Bulan membuat skripsi.
Orion juga tahu tentang informasi palsu yang diberikan sahabatnya pada informan dari Anthony. Orion pun ikut menyusun rencana mereka hari ini. Saat dia memperhatikan wajah Anthony, Orion jadi tidak mampu lagi menahan tawanya. Wajah dari dosen itu sangat lucu sekali.
" Kau tak mengatakan padaku bahwa kau akan melakukan hal seperti ini. Seperti bukan gayamu saja. " tegur Bulan pada Bintang.
" Ada yang seseorang ingin mengusik kehidupanku lalu aku akan diam saja memberikan lampu hijau pada orang itu untuk melakukan apapun yang dia inginkan. " ujar Bintang.
" Lalu menurutmu apa yang akan dia lakukan? " tanya Bulan penasaran.
" Jika dia masih saja tidak mundur, berarti dia siap jika aku melakukan hal yang diluar batasan dari kesabaranku selama ini. " dengan tenang Bintang menjawab pertanyaan dari Bulan. Namun hal itu terlihat jauh lebih menyeramkan bagi orang lain.
Bulan tidak lagi bertanya, takut jika Bintang jadi emosi kepadanya. Bintang adalah tipekal orang yang akan langsung marah saat halal yang menyangkut pribadinya diusik oleh orang lain. Apa lagi yang diusik itu adalah istrinya sendiri. Singa yang terpendam dalam dirinya akan keluar saat itu juga..
Bintang mengusap pelan lengan Bintang, meredakan emosi yang mungkin belum sampai ke ubun-ubunnya. Bintang yang mengetahui bahwa istrinya itu sedang takut, akhirnya mengeluarkan senyuman maut miliknya. Bulan pun ikut tersenyum.
__ADS_1
" Jangan khawatir, aku punya kalian yang akan selalu mengingatkan ku untuk tidak gegabah dalam mengambil keputusan dan bertindak. Aku menyayangimu kau dan triplet, dan aku akan menjamin kebahagiaan kalian. " Bintang mengusap puncak kepala sang istri..
" Dan kita akan bahagia sampai ajal menjemput kita. Itu akan aku wujudkan. " Bulan memeluk Bintang.