
Mansion utama keluarga Hillar malam ini sangat ramai. Banyak anak yatim piatu dari beberapa panti asuhan juga keluarga besar, dan beberapa teman Bulan dan BIntang juga hadir malam ini. Dosen dan rektor kampus Bintang dan Bulan juga hadir untuk mengikuti acara doa bersama sebagai ucap syukur karena Bulan tengah hamil. Juga memanjatkan doa agar ibu dan bayi yang dikandung dapat selamat dan selalu di lindung malaikat sampai hari persalinan tiba.
Pelayan yang ada di mansion utama nampak sibuk untuk menghidangkan makanan dan minuman kepada para undangan. Anggota keluarga pun juga harus ikut turun tangan untuk membantu para pelayan agar tidak kewalahan.
" Ramai sekali yang datang, apa hidangan yang disiapkan akan cukup? bagaimana kalau sampai kurang?" So Hee sedikit panik. Takut bila apa yang sudah disiapkan akan kurang.
" Tidak perlu khawatir, keluargaku juga sudah mempersiapkan beberapa hidangan semoga saja akan cukup." ujar Yanuar menenangkan.
Acara doa bersama pun dimulai dengan dipimpin seorang pemuka agama. Semuanya nampak sedang khusuk memanjatkan doa dan puji syukur kepada Allah. Setelah acara berdoa bersama usai kini acara akan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan kepada panti asuhan yang diundang hadir pada malam ini.
Opa, Otousan, Ayah Febri dan juga Bintang menyerahkan santunan berupa uang dan juga sembako.Nominal masing-masing panti asuhan sama baik uang ataupun sembako.
Kemudian baru dilanjutkan dengan acara makan bersama. Berbagai menu masakan khas Indonesia dihidangkan di meja panjang di mana nantinya semua orang yang hadir dapat memilih sendiri mana masakan yang akan mereka santap.
Bintang dan Bulan lebih memilih bergabung dengan rombongan dari kampus mereka. Terlebih Bulan sudah dibuat rindu dangan teman,dosen dan suasana kampus karena dirinya yang akan cuti panjang.
Bahkan Bulan tadi sempat menangis kala memeluk dua sahabat baiknya, Septi dan July. Saat berpelukan dengan bu Mega Bulan malah semakin menangis lantaran di setiap video pembelajaran dari bu Mega selalu ada pesan terselip di akhir video tersebut.
Bulan malam ini merasa sangat bahagia karena dia merasa dicintai dan disayangi bukan hanya oleh keluarga dan teman tapi juga oleh suami yang senantiasa mendukung dan menemani Bulan dikala susah maupun senang seperti janji yang diucapkan oleh suaminya itu kala mereka menikah.
" Terima kasih karena mau menyempatkan diri untuk datang ke acara kami malam ini. Semoga apa yang kami sudah siapkan ini berkenan dengan para undangan. Dan mohon maaf yang sebesar-besarnya bila ada tutur kata dan perbuatan dari kami yang mungkin menyinggung perasaan saudara sekalian yang hadir." ucap Opa Mark yang bisa didengar oleh semua yang hadir.
" Silahkan dinikmati hidangan yang ala kadarnya dari kami ini, semoga sesuai dengan saudara sekalian yang hadir." ucap opa mengakhiri.
__ADS_1
" Thanks kalian udah pada mau hadir malam ini." jar Bintang.
" Nggak usah sungkan kita seneng kok toh anak lo kan nantinya bakalan jadi keponakan gue." seloroh Orion.
" Modus lo, emang anak gue mau kalau elo yang jadi pamannya. Buktinya tiap deket sama elo bini gue langsung mual." seloroh Bintang. Beberapa waktu yang lalu saat Orion dan Bulan berjumpa di kampus Bulan langsung mual dan muntah-muntah.
" Emang bener ya?" bu Mega ikutan nimbrung.
" Iya bu, kata Bulan bau badan Orion bikin dia mual bu." cerita Bintang.
" Hahahahaha..... Kasian banget kamu Orion, nanti pas besar anak BIntang pasti dendam sama kamu tuh." seloroh BU Mega. Orion mencebik bibirnya.
BIla BIntang sedang asyik menggoda Orion, lain dengan Bulan yang uring-uringan lantara keinginannya tidak dipenuhi oleh kedua sahabatnya. Bukan Septi dan July tidak mau belikan, tapi karena itu junk food dan mereka berdua takut kena amukan seniornya.
" Bukan kita nggak mau beliin Lan, tapi kita takut dimarah sama senior BIntang karena beliin istrinya makanan junk food." bela Septi.
" Alasan aja kalian, bilang aja nggak sayang sama anak dalam kandungan aku." Bulan sudah mulai menangis.
Bila tangisan Bulan sudah keluar itu tandanya mereka berdua harus segera membelikan apa yang dimaksud oleh Bulan, kalau idak bisa kena semprot langsung dari Bintang. dan pastinya akan memakan waktu yang tidak sebentar.
Semua tamu yang diundang nampak menikmati hidangan yang disajikan dengan lahap. Mungkin rasanya sudah sangat enak, dan hal seperto jarang terjadi akhirnya mereka makan lahap.
Rejeki nomplok jangan ditolak, itulah kata yang paling pantas diucapkan sekarang. Tak butuh waktu lama semua hidangan sudah habis disantap oleh para tamu undangan. Hal ini tentu saja membuat tian rumah senang karena apa yang disajikan berkenan bagi para tamu undangan.
__ADS_1
Jam dinding di mansion utama sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Semua orang yang tadinya memenuhi mansion utama Hillar sudah kembali ke kediamannya masing-masing. Mereka semua pulang degan senyum yang mengembang menandakan bahwa keluarga besar Hillar,Narita dan Narendra telah berhasil menyambut undangan dengan baik.
Bulan dan BIntang kini sudah berbaring di ranjang besar milik mereka bila mereka menginap di mansion utama. Bulan berbaring dengan memeluk erat tubuh sang suami. Bulan selalu saja mengendus dada bidang milik Bintang setiap kali akan tidur, jika tidak semalaman penuh dia hanya akan merem melek tapi bukan yang enak-enak melainkan karena tak bisa tidur.
Bintang terus mengelus surai hitam milik Bulan yang hitam dan panjang. Menikmati harum tubuh pasangan, juga berbagi kehangatan bersama adalah hal yang sangat membahagiakan untuk Bintang di setiap malam.
' Besok kamu kuliah jam berapa?' tanya Bulan memecah keheningan.
" Aku kuliah jam 9, memangnya kenapa?" tanya Bintang.
" Pengen ikut....." rengek Bulan.
" Yomesan, jangan ikut ya. Di rumah aja ya, aku khawatir kalau kamu keluar rumah sayang." pinta Bintang. Bulan saat ini tengah mengandung bukan hanya satu tapi tiga. Bahkan diusia kehamilan yang baru dua bulan perut Bulan sudah membuncit sperti usia kehamilan empat bulan.
Bila dibilang orang posesif juga tak masalah karena Bintang tidak ingin hal buruk terjadi pada wanita yang paling dicintainya dan juga calon bayinya.
" Aku janji bakal pulang cepet. Toh aku udah nggak ada kegiatan apapun di kampus sayang. Aku sekarang cuma mahasiswa biasa jadi nggak perlu berlama-lama di kampus.' ujar Bintang.
" Janji bakalan pulang cepet?' Bulan memajukan jari kelingkingnya ke depan dada polos suaminya.
" Janji. Aku bakalan pulang cepet. Jadi istriku tersayang lebih baik tunggu aku aja di rumah ya." rayu Bintang. Bulan pun mengangguk. Dia tahu suaminya itu bukan tipe orang yang suka mengumbar janji. Bila sudah mengucapkan janji Bintang akan dengan sekuat tega menepati janjinya itu.
Seperti malam-malam biasanya kedua pasang anak manusia itu tidur saling berpelukan memberikan kehangatan bagi pasangannya. Dua manusia yang dulu seperti kucing dan tikus kini bisa semua lihat keduanya lengket tak terpisahkan. memang kuasa Allah tidak akan bisa ditebak manusia.
__ADS_1