BULAN UNTUK BINTANG

BULAN UNTUK BINTANG
bab 102


__ADS_3

Mata Bulan membulat saat melihat rooftop ini sudah diubah menjadi tempat yang penuh dengan bunga. Beberapa meja ada di sana lengkap dengan hidangan yang sudah tersedia di atas meja itu. Di sana juga sudah ada orang tua Bintang dan juga keluarga besar Narita yang ada di Jepang dan Korea Selatan. Ada juga keluarga Hillar lengkap dengan dou bal yang sudah membawa pasangan mereka masing-masing.


Bulan bergegas mendekat ke seluruh keluarga suaminya itu. Terlebih dulu Bulan memeluk kedua mertuanya baru setelah itu dia memeluk keluarga yang lain bergantian. Mereka semua mengucapkan selamat pada Bulan karena telah lulus dengan nilai yang sangat baik.


" Ini hadiah untuk adik ipar kesayangan kami." Derik dan pasangannya menyerah sebuah hadiah pada Bulan.


" Itu untuk mu Buan." Dewin juga memberikan hadiah.


" terima kasih. Kenapa kalian repot-repot sih." ujar Bulan berterimakasih.


" Asal kau tahu, suami mu ribut sekali jika kami tidak memberikan hadiah pada mu. Jadi kami siapkan hadiah untuk mu." ujar Derik membongkar aib Bintang.


" Kapan aku begitu? Kalian jangan memfitnah ku." protes Bintang tidak terima.


" Cih... Kau benar-benar tida ingin mengaku?" ledek Dewin.


" Sudah jangan berdebat lagi, ayo ita makan saja!!" ajak oma.


Oma paling tahu saja jika cucunya yang satu ini sedang terpojok, lalu datang membantu. Bagi oma, jika sampai Bintang marah, maka tidak akan ada teman baginya untuk berbuat usil. Karena itu sebisa mungkin oma selalu membantu cucunya yang satu ini.


Tidak ada pembicaraan apapun saat keluarga besar ini tengah menikmati makan siang mereka kalo ini. Untuk saja Bintang sudah meminta pihak hotel untuk memberi atap pada rooftop ini agar tidak terlalu panas siang ini, karena Bintang ingin memberi kejutan makan siang dengan sang istri.


" Kakak ipar, ini hadiah untuk mu. " So Hyang menyerahkan lima tiket perjalanan yang ke Swiss untuk keluarga iparnya itu.

__ADS_1


" So Hyang, kenapa kau repot-repot mempersiapkan ini semua. Ini terlalu berlebihan, maaf aku tidak bisa menerimanya. " Ujar Bulan menolak dengan halus.


" Tolong terimalah, ini semua sudah dipersiapkan oleh Ryeon. Akan sangat sia-sia jika kalian menolaknya. Oppa, please bujuk kakak ipar untuk mau menerimanya. " rengek So Hyang di depan kakak sepupunya itu.


" Terima saja sayang, kasian dia dan suaminya bahkan harus merelakan waktu untuk membuat dedek untuk Shin hanya demi memberikan kamu hadiah. "


" Ish.... Kenapa ngomongnya gitu? " protes So Hyang. Mulut kakak sepupunya itu memang paling bisa membuat orang kesal.


" Terimalah kakak ipar, ya!!!! " So Hyang mengatupkan kedua tangannya memelas.


" Baiklah. Dan sampai Terima kasih ku pada suami mu juga. Thanks So Hyang. " akhirnya Bulan mau menerima hadiah dari adik sepupu suaminya itu.


So Hyang sudah menikah dengan Lee Ryeon setelah penantian yang cukup panjang. Keduanya sudah bahagia sekarang bisa saling menjaga dan mencintai. Lee Ryeon memperlakukan So Hyang dengan sangat baik. Hubungan mereka berdua terlihat begitu harmonis dan penuh dengan cinta.


Kembali pada keluarga besar Narita dan Hillar. Mata Bulan menyapu seluruh keluarga mereka itu, Baik Narita, Hillar maupun Narendra nampak sangat akrab seperti hubungan antar saudara, padahal mereka hanya besan. Mata Bulan fokus menatap kakak sepupu Bintang. Bulan menyadari perubahan sikap kedua sepupu suaminya itu. Derik dan Dewin nampak sangat jauh lebih dewasa dari saat pertama kalo Bulan bertemu dengan kakak sepupu Bintang itu.


" Sayang, kamu ngerasa nggak kalau kakak sepupu kamu itu berubah? " tanya Bulan. Matanya masih tetap menatap ke arah Dou Bal.


" Berubah jadi apa sayang? Mungkin mereka jadi power rangers biru sama merah? " canda Bintang.


" Ih... segitunya kamu sama mereka bilang begitu. " protes Bulan


" Yang berubah itu apanya sayang? Perasaan juga mereka nggak berubah sama sekali, tetap duo bal yang menyebalkan kalau menurut aku. " ujar Bintang tidak membenarkan ucapan istrinya. Dia berkata seperti ini karena tadi sudah melihat kedua kakak sepupunya itu tetap menyebalkan. Mereka berdua sok dewasa karena ada kekasih mereka sedang bersama mereka.

__ADS_1


" Masa sih? Perasaan jadi dewasa dan tenang deh. " gumam Bulan tidak setuju pendapat suaminya.


Jelaslah Bulan nggak setuju, secara tadi pas duo bal ngerjain Bintang, dia sedang tidak ada di samping suaminya itu. Duo bal, tadi sempat menyembunyikan dompet dan ponsel milik Bintang, saat adik sepupunya itu sedang ke kamar mandi. Alhasil, Bintang sampai ke lobby hotel untuk bertanya apakah ada dompet atau ponsel yang jatuh.


Dengan kejadian yang menimpanya tadi dan itu adalah ulah dari kedua kakak sepupunya, Bintang dengan tegas menentang pernyataan Bulan yang mengatakan bahwa saudaranya itu sudah berubah. Bintang jadi ingat kejadian setengah jam yang lalu pun kembali merasa kesal pada saudara sepupunya itu.


Acara makan siang sudah selesai dilanjutkan lagi dengan acara bercengkrama, lebih tepatnya seperti sedang melakukan reuni keluarga. Bulan berbincang dengan para wanita sedangkan Bintang berbincang dengan para pria. Ketika sedang asyiknya bercerita tentang kehidupan pribadi masing-masing, Bula tiba-tiba merasa ingin pergi ke kamar mandi.


" Maaf, aku ke toilet sebentar ya." pamit Bulan, diangguki semuanya.


Sembari sedikit berdendang, Bulan masuk ke lift dan turun satu lantai menuju ke toilet. Area rooftop semuanya dipenuhi dengan restoran dan bar, jadi untuk kamar mandi berada di satu lantai di bawahnya.


Saat Bulan berjalan menuju ke toilet, suasana di sana nampak sepi. Bergegas Bulan masuk ke area toilet, menuju ke toilet khusus wanita. Dia masuk ke salah satu bilik kamar mandi yang terbuka lebar, untuk segera menuntaskan rutinitasnya.


" AAAArrrggghhhhh......." teriakan Bulan menggema di seluruh area toilet itu. Bulan merasakan tiba-tiba saja ada seseorang yang menggendongnya seperti sedang menggendong karung beras.


Bintang melihat ke sekeliling, namun tidak dapat menemukan keberadaan sang istri. Bintang segera bangkit dari tempat duduknya menuju ke area berkumpulnya para wanita ketiga keluarga ini.


" So Hee, mana Bulan?" tanya Bintang.


" Ke kamar mandi , oppa." jawab So Hee biasa saja. Sepertinya karena asyik berbincang, para wanita ini tidak menyadari bahwa kepergian Bulan ke kamar mandi sudah sangat lama.


Baru saja ingin membuka mulutnya untuk kembali bertanya pada adik sepupunya itu, ponsel Bintang berdering. " Halo?"

__ADS_1


" Apa? Cepat kejar!!!!,, Aaaaargggghhhh Sialan." Bintang membanting ponselnya. Tanpa mengatakan apapun pada keluarganya, Bintang segera pergi dari tempat itu untuk mengejar keberadaan sang istri...


__ADS_2