
Mendengar namanya di panggil Bulan dan Bintang sangat terkejut. Jika Bulan sangat senang lain dengan Bintang yang tidak suka dirinya yang terpilih menjadi pasangan paling serasi. Dia sangat tahu bagaimana melelahkan nya hal itu.
" Mari mas Bintang dan dek Bulan untuk dipersilahkan naik ke atas panggung menerima penghargaan. " ucap Orion yang langsung tertawa.
Bintang tahu betul jika saat ini Orion tengah menertawakan dirinya. Sahabatnya yang satu itu senang sekali saat dirinya harus menderita.
Dengan langkah gontai, Bintang mengikuti Bulan naik ke panggung. Belum jiga sampai ke tengah, Orion sudah kembali tertawa, bahkan tawanya kalo ini lebih heboh dari yang tadi.
" Selamat.... Bintang.... Elo berhasil keluar dari kandang singa tapi justru masuk kandang buaya. " seloroh Orion.
" Ck menyebalkan kau. " ketus Bintang.
Bu Mega nampak mendekati mereka untuk memberikan penghargaan pada setiap mahasiswa yang sudah jadi pemenang. Saat hendak memberikan penghargaan pada Bintang, bu Mega justru tertawa keras.
" Selamat ya, seneng bisa lihat kamu jadi putra kampus lagi. " ucap bu Mega. Bintang langsung melotot tatkala bu Mega mengucapkan kata ' lagi '.
Pertama kali Bintang masuk sebagai mahasiswa di kampus ini, dia langsung diangkat putra kampus karena selain tampan dirinya juga sangat pintar. Tapi karena kemudian dia diangkat menjadi ketua SEMA, akhirnya perannya digantikan oleh mahasiswa lainnya.
" Ini pasti disengaja kan bu. " tuduh Bintang.
" Nggak lah, kenapa juga disengaja. Kami lihat kalian sangat serasi. Kan nggak mungkin Bulan yang tadi datangnya sama kamu trus jadi pasangan orang lain. Memangnya mau? " ledek bu Mega.
" Ah alasan aja Bu. Pada nggak rela dan ikhlas aja aku jadi mahasiswa biasa. Pada seneng bangat aku susah ya. " balas Bintang. Bu Mega dan Pak Max pun tertawa keras.
" Elo memang yang paling the best Yang, jadi ya Terima aja. Nggak usah banyak protes. " timpa Orion yang langsung tergelak.
__ADS_1
Bintang langsung melotot melihat tingkah temannya yang satu ini. Menjadi putra dan putri kampus bukan hanya sebatas gelar saja, tapi ada juga tugas dan tanggung jawabnya. Bagi Bulan ini hal baru yang pasti menyenangkan tapi bagi Bintang ini adalah hal yang sama saja dengan ketika dia menjadi ketua SEMA keinginan menjadi mahasiswa biasa pun gagal juga.
" Wah Selamat buat senior. Akhirnya senior mengantikan tugas gue juga. " nampak William naik ke panggung bersama dengan Tantri. Keduanya adalah putra dan putri kampus tahun kemarin.
" Sengaja kan kalian ini pada gitu ke gue. " protes Bintang.
" Sayang nggak boleh gitu. Kamu dari tadi ngomel terus kenapa sih. " bisik Bulan. Sejak tadi dia diam saja melihat suaminya terus mengomel tak jelas.
" Sayang mereka tuh sengaja ya nggak pengen aku jadi mahasiswa biasa. Pada kompak ngerjain aku sayang. " rengek Bintang. Yang melihat tingkah Bintang itupun tersenyum.
" Ya nggak mungkin lah. Kamu ada-ada aja sih. " ujar Bulan.
" Iya lo nggak usah asal nuduh deh. " Orion menimpali.
" Udah senior ini gue serahin tugas dan tanggung jawab gue ke senior. Semoga tahun ini lebih baik jika dipegang oleh senior. " Willian menyerahkan mahkota kepada Bintang sebagai bentuk penyerahan tanggung jawab. Tantri pun juga melakukan hal yang sama pada Bulan.
" Kamu kayak nggak pernah skripsi saja Bintang. Bukannya dulu banget sudah pernah ya. Dua kalo malah. " ledek sangat rektor.
" Kok udah dua kali pak. Maksudnya? " tanya Bulan bingung.
" Bintang ini punya IQ diatas orang normal lo. Kamu beneran nggak tahu? " tanya rektor. Bulan hanya menggelengkan kepalanya tapi detik berikutnya langsung menatap tajam suaminya seolah meminta penjelasan.
Drama penyerahan tugas dan tanggung jawab putra dan putri kampus pun akhirnya usai sudah. Pesta juga sudah berakhir, mahasiswa yang lain pun sudah pulang kecuali Bintang dan Bulan. Orion juga ikut tinggal karena memang masih ingin berkumpul dengan temannya.
Bulan seolah meminta penjelasan tentang maksud dari kata-kata rektor tadi. Bintang pun akhirnya menceritakan tentang dirinya yang hanya sedikit orang yang tahu. Karena hanya sedikit saja yang tahu demi untuk menyembunyikan latas belakang Bintang yang sesungguhnya.
__ADS_1
Bintang sejak kecil sudah dibebani tanggung jawab menjadi pewaris perusahaan keluarga Narita. Apalagi dia memiliki keistimewaan dimana hanya dalam sekali lihat dia bisa mengingatnya. Ingatan fotografis dimana seseorang mampu mengingat secara detail dari apa yang dia lihat, dia lakukan, dia cium.
Akan tetapi karena kemampuan itu Bintang menjadi buronan kelompok mafia yang dulu pernah dibayar oleh lawan bisnis keluar Narita dengan menculik Bintang sebagai sandra. Fisik yang sudah ditempa semenjak kecil, Bintang yang berusia delapan tahun itu pun bisa dengan mudah membebaskan diri dari jerat para penculik. Namun tanpa Disengaja Bintang melihat daftar nama orang yang menjadi anggota dari kelompok tersebut.
Kelompok mafia yang menculik Bintang adalah kelompok yang terdiri dari orang-orang yang memiliki pengaruh di dunia. Mereka mengatasnamakan keseimbangan dunia maka dari itulah membuat kelompok mafia.
Merasa terancam karena Bintang melihat daftar nama itu, mereka pun mengejar Bintang. Kalah dalam strategi dan kekuatan kelompok itu pun membubarkan diri sementara untuk mengamankan diri mereka. Sampai ketika Bintang yang berusia 17 tahun berulang tahun, kelompok mafia tersebut kembali mengejar Bintang. Berlindung di Indonesia sebagai negara yang memiliki hukum kuat, Bintang aman sampai saat ini.
" Saat 17 tahun, aku sudah selesai gelar S1 infomatika, dan melanjutkan S2 setelahnya. Aku mengulang kembali kuliahku dengan tujuan berbaur dengan mahasiswa identitas ku akan aman. " ujar Bintang diakhir cerita.
Bulan tak bersuara, dirinya terlalu terkejut mendengar cerita suaminya barusan. Menurut apa yang ditangkap oleh Bulan, suaminya itu sudah lulu kuliah S2 di usia yang sangat muda. Benar-benar luar biasa sekali.
" Kenapa diam, kau takut padaku? " tanya Bintang.
" Aku bukan takut tapi hanya terkejut saja. Kemampuanmu sangat luar biasa tapi juga membahayakan. " ujar Bulan lirih diakhir kalimat.
" Jangan khawatir, aku punya orang uang mendukung dan melindungiku serta seluruh keluargaku. Kau jangan takut. " Bintang mengusap telapak tangan Bulan yang digenggam nya.
" Iya aku tidak akan takut asal kau selalu di sisiku. " Bulan tersenyum melihat mata yang sangat indah milik suaminya.
" Suatu hari aku harus pergi menyelesaikan masalah ini. Tapi aku janji akan segera kembali. " ijin Bintang.
" Dan harus dalam keadaan yang baik dan sehat. Apa kau paham? " Bulan masih tersenyum, Bintang pun juga akhirnya mengangguk dan tersenyum juga.
Aku harus pergi suatu hari nanti bukan untuk meninggalkanmu, tapi untuk berjuang agar kau bisa disisiku untuk di waktu yang sangat- sangat panjang sekali.
__ADS_1
Author mau meminta maaf ya semalam cuma upload satu bab aja. Mendadak author pusing jadi langsung bobo...
Diusahain hari ini bisa 3 bab, tapi nggak janji ya.