
Bintang masih terus mengejar Bulan yang berlari menjauh darinya. Bintang tidak tahu ada masalah apa, tapi saat melihat Bulan menangis pasti ada sesuatu yang buruk terjadi.
" Bulan... Tunggu Lan.. " teriak Bintang yang masih mengejar Bulan.
Bulan terus berlari tak mendengarkan teriakan Bintang. Bulan menulikan telinga dari suara-suara yang sedang memanggilnya.
Brrrrruuuuukkkkkk
Bulan langsung menenggok ke belakang saat mendengar suara sesuatu yang terjatuh dengan keras. Bulan membelalakan kedua matanya saat mengetabui benda jatuh yang didengarnya tadi adalah suaminya sendiri.
Bintang nampak berusaha berdiri. Karena khawatir pada istrinya Bintang sampai tidak melihat ada jalan yang bergelombang.
" Bintang kamu nggak apa-apa? " tanya Bulan yang sekarang ada disamping Bintang dan berusaha membantu Bintang berdiri.
Bulan menuntun Bintang untuk duduk di bangku yang tak jauh dari sana. Untung tempat di mana mereka berada ini sangat sepi jadi tidak ada yang melihat kejadian itu.
Bintang pasti malu karena terjatuh dengan sangat keras, menurut Bulan. Jadi lebih baik tidak ada yang melihatnya. Masak the most wanted kampus terjatuh begitu.
" Kamu kenapa nangis trus pergi gitu aja ninggalin aku. Lihat aku sampai jatuh karena kamu ninggalin aku gitu aja. " omel Bintang. Bintang sengaja nyalahin Bulan agar supaya istrinya itu mau jujur apa yang membuatnya pergi sambil menangis.
" Maaf.... Maafin aku ya. " ucap Bulan sesenggukkan.
Bintang jadi nggak tega saat melihat raut wajah bersalah Bulan. Bintang memeluk Bulan berusaha untuk menenangkan sang istri.
" Kita sudah berjanji tak ada yang disembunyikan dan kau sekarang memilih untuk melanggar janji kita. " desak Bintang.
" Aku nggak tahu kenapa, tapi akhir-akhir ini aku jadi sering nangis padahal masalah sepele. Biasanya aku nggak gini low. " cerita Bulan, " Tadi pas di stan kamu ada yang tahu-tahu ngomong di belakangku bilang katanya aku ini kampungan. Hati aku sakit denger omongan itu. " Bulan kembali terisak.
" Suara cowok apa cewek? " tanya Bintang.
" Cewek" makin keras Bulan terisak.
" Udah jangan nangis, hatiku sakit lihat kamu nangis. Apalagi nih kedua lutut sama siku ku sakit. Antar ke mobil ya. " pinta Bintang.
" Kok ke mobil, mestinya kan ke UKS. " protes Bulan
__ADS_1
" Ke mobil lebih deket sayang. Tuh mobil kita kelihatan terparkir di sana. " tunjuk Bintang.
Akhirnya Bulan menuruti permintaan suaminya. Dengan memapah Bintang, Bulan berjalan tertatih menuju mobil tesla x plaid berwarna navy. Bintang membeli mobil ini untuk dihadiahkan ke Bulan. Fitur mobil ini sangat unik di mana pintu baris kedua bisa dibuka secara gullwing atau seperti burung mengepakkan sayapnya.
Bulan dan Bintang masuk ke pintu baris kedua agar memudahkan Bulan mengobati luka Bintang. Bintang menunjuk laci dashbor dimana di dalamnya ada kotak P3K.
Bulan langsung membersihkan luka Bintang terlebih dahulu baru kemudian mengobatinya. Biar tidak infeksi harus terlebih dulu dibersihkan.
" Sudah, masih sakit? " tanya Bulan mengkhawatirkan Bintang.
" Nggak. thanks. " Bintang mengecup pelipis Bulan. Bulan langsung menundukkan tersipu malu mendapat perlakuan manis dari Bintang.
Keduanya memilih melanjutkan obrolan mereka di dalam mobil. Selain tidak ada yang menganggu juga mengantisipasi sikap Bulan yang lagi melow.
Langit mulai berubah warna, matahari sudah mulai tergantikan oleh Bulan. Bintang dan Bulan masih berada di dalam mobil. Bintang merendahkan sandaran mobil sehingga keduanya bisa berbaring di kursi.
Bulan dan Bintang keduanya terlelap, bener-bener lagi tidur, nggak ada mobil goyang ya. Bintang lebih dulu terjaga setelah mengerjakan matanya beberapa kali.
" Egggh... " Bulan menggeliat dalam pelukan Bintang.
" Bangun sayang, sudah malam low." Bintang mengusap lembut pipi chubby istrinya.
" Hah.... Sudah malam, kok nggak bangunin sih. Kan aku ada janji sama Septi dan July mau lihat konser. " rengek Bulan
" Aku juga baru bangun sayang, ya udah kita ke kamar mandi cuci muka dulu. Kamu kumpul sama temen kamu dulu aku ada urusan sebentar nanti aku susul. " ujar Bintang.
Septi dan July sedari tadi sampai bosan menunggu satu sahabatnya yang lagi dimabuk kepayang. Mereka janjian di depan stan kelas mereka, tapi sudah satu jam yang ditunggu belum juga kelihatan.
" Sorry.. sorry gue ketiduran tadi. " ujar Bulan saat sudah berada di depan kedua temannya.
" Ketiduran. " beo Septi dan July bersamaan.
" Di mana? " tanya July kemudian
__ADS_1
" Di mobil gue. " jawab Bulan.
" Mobil Bulan?? Bukannya dia tadi pagi datang bareng sama senior. Masak iya keduanya tidur siang bareng di mobil... " gumam July dalam hati.
" Yuk kota beli dulu minuman sama cemilan buat nonton konser. Gue yang traktir deh. " seru Bulan.
Akhirnya dengan sedikit rayuan kedua temannya tak lagi mengorek tentang yang terjadi tadi siang. Mereka berjalan menyusuri setiap stan untuk mencari yang sesuai selera mereka.
Entah kebetulan atau tidak, Septi dan July justru ingin makan es krim yang dijual di stan kelas Bintang. Bulan mengiyakan karena takut kedua temennya curiga
" Kak es krim strawberry coklat sedang tiga ya. " pesan July.
" Salah kak sedang dua yang jumbo 1" ralat Bulan. Sontak pesanan Bulan yang sudah jadi jumbo itu membuat Septi dan July terheran heran. Biasanya juga nggak habis kalau pesen sedang yang kalo ini malah jumbo.
" Hai Bulan, cari Bintang ya. Tuh anak lagi ke kelas mau nyelesain tugas katanya. " goda Orion.
" Tugas apa senior? " tanya Bulan.
" Ada deh. Pokoknya nanti juga nyari lo. Seneng-seneng aja ma temen lo. Nggak usah lo mikirin tuh Bintang. " jawab Orion.
Sudah dapat sajen, mereka bergegas ke arah lapangan olahraga yang sudah dihiasi panggung dan sound sistem. Salah satu band menengah ke atas sudah bertengger di panggung menyanyikan beberapa lagu.
Karena datang terlambat ketiga gadis cantik itu harus duduk dibelakang. Uppz yang satu sudah bukan gadis lagi ya. Hehe
Tembang demi tembang telah dinyanyikan oleh salah satu band terkenal itu, tapi nyatanya Bintang tak juga menyusul Bulan. Bulan jadi khawatir apalagi tadi Bintang sempet terluka.
Bulan meminta izin temannya untuk pergi ke kamar mandi. Tapi bukannya ke kamar mandi Bulan malah berjalan menuju gedung B, letak kelas Bintang.
" Lo dengerin gue baik-baik, sekali lagi lo nyakiti cewek gue, nggak peduli lo cewek gue tetep bikin perhitungan. " sentak Bintang. Bulan sampai berhenti melangkah mendengar suara Bintang menggelegar.
" Apa yang lo lihat dari cewek itu, masih bagus gue ke mana-mana, Yang. " seru Melisa.
" Yang jelas Bulan yang terbaik. Bagi gue Bulan adalah yang pertama, begitu pula sebaliknya. Cina kalau elo, udah yang ke berapa Mel. " seloroh Bintang.
" Gue tetep suka sama elo dan bakal ngrebut lo dari dia, gue..... " ucapan Melisa langsung dipotong.
__ADS_1
" Gue nggak akan melepaskan Bintang apa lagi demi cewek kayak lo. Punya cermin nggak di rumah, liat muka lo, pantes gitu lo ngehina gue padahal lo gak lebih baik dari gue. " sentak Bulan