BULAN UNTUK BINTANG

BULAN UNTUK BINTANG
bab 51


__ADS_3

Satu hari sebelum diadakannya pesta pernikahan dua cucu dari keluarga Narita, nampak seluruh keluarga menjadi semakin sibuk untuk mempersiapkan semuanya. Meski acara nanti akan dilaksanakan di salah satu hotel mewah milik keluarga Narita dan sudah ada pekerja hotel yang membantu, tapi seluruh keluarga begitu bersemangat karena ini adalah pernikahan dari pewaris kerajaan bisnis Narita.


Bulan bahkan sudah berulang kali mencoba gaun pengantin seharian ini tapi masih kurang cocok dihadapan para wanita keluarga Narita.setahu Buan tadi saat So Hee yang mencoba baju pengantinnya tidak seribet dirinya. Terhitung sudah lima belas gaun pengantin yang dicobanya.


Saat melihat Bintang datang menengoknya Bulan sudah berharap suaminya itu akan membantunya lepas dari para wanita keluarga narita, namun harapan hanya harapan nyatanya Bintang justru pergi meninggalkannya.


Bintang, otuosan dan ojjichan sedang memeriksa keamanan untuk pesta pernikahan besok. Tak tanggung-tanggung ojiichan mengerakkan hampir 80% bawahan miliknya untuk menjamin keamanan acara akbar keluarga Narita besok.


Bintang juga meminta pada seluruh anak buahnya yang sedang tak memiliki misi untuk ikut memantau jalannya pesta pernikahan besok. Pada acara pernikahannya besok, Bintang berencana untuk memancing ikan agar masuk ke dalam umpannya lalu mengeksekusinya.


" Apa kau yakin akan menjadikan pernikahanmu sebagai umpan untuk membuat orang-orang itu keluar? Apa Bulan akan baik-baik saja dengan hal ini?" tanya otousan. Takumi khawatir menantunya yang tengah mengandung itu akan terkejut dan membuat bayi dalam kandungannya bermasalah.


" Nanti aku kan membicarakan masalah ini dengannya. Hadirnya wartawan dalam acara ini pastinya akan membaut mereka mengetahui tentang Bulan, jika aku tak menyelesaikannya saat itu juga nyawa Bulan dan ketiga anakku akan berada dalam bahaya kedepannya." terang Bintang.


Mendapatkan jawaban yang masuk akal dari Bintang, Takumi dan Daisuke hanya bisa menolong dan memantau dari kejauhan. Bukan tak ingin membantu, keduanya tahu siapa saja orang yang saat ini tengah dihadapi oleh Bintang, salah-salah keluarga Narita akan menjadi musuh banyak orang yang memiliki kekuasaan di seluruh dunia ini.


Sore harinya Bintang mengajak Bulan untuk berjalan-jalan. Tujuannya adalah untuk membicarakan rencana yang sudah disusunnya. Dalam hatinya Bintang sangat gugup dan gelisah takut jika Bulan salah paham padanya. Tapi jika tak katakan pasti istrinya itu akan terkejut dan ketakutan.


" Kau ingin membawaku kemana?" tanya Bulan. Pandangannya fokus ke depan memandang hamparan rumput hijau yang dipijaknya.


" Rumah pribadiku." jawab Bintang singkat.


" Maksudnya rumah pribadimu bagaimana?" tanya Bulan yang begitu penasaran.

__ADS_1


" Area tanah milik keluarga kami sangat besar. Dan masing-masing anggota keluarga membangun kediaman pribadi mereka di tanah ini. Aku juga membangun rumah yang sederhana di tepi danau tapi letaknya di sebelah sana." jawab Bintang menunjuk ke arah yang ada di depannya.


Langkah kaki mereka melangkah ke arah yang ditunjuk Bintang tadi. Semakin mendekat semakin terlihat sebuah rumah yang sederhana dibangun tepat disebelah danau buatan yang ada di wilayah kediaman Narita. Bintang membangun rumah itu setahun sebelum pindah ke Indonesia untuk menyembunyikan identitasnya.


" Yomesan ada yang ingin aku bicarakan padamu. Tapi sebelumnya aku ingin minta maaf apa yang aku lakukan ini sama sekali tidak berniat menghancurkan sucinya pernikahan yang akan kita selenggarakan besok." ujar Bintang membuka pembicaraan di antara keduanya.


" Apa maksudmu? Aku tak paham. " Bulan bertanya karena penasaran dengan maksud Bintang.


" Kau tahu kan aku sedang berusaha untuk menyelesaikan urusanku dengan orang-orang yang dulu pernah menculik ku. Rencananya aku akan membuat mereka datang ke acara besok lalu membuat perhitungan dengan mereka. Kalau aku menunda lagi kau dan anak kita akan dalam bahasa cepat atau lambat. Apa kau tak marah jika aku menjadikan acara besok seperti apa yang aku katakan tadi.? " Bintang nampak sedikit ragu.


" Boleh. Asalkan kau menggantinya dengan liburan babymoon ke pulau pribadi keluargamu. " jawab Bulan. Sebenarnya dia sudah tahu hal ini dari otousan tadi siang saat mereka makan siang bersama.


" Tahu dari mana kau keluarga kami punya pulau pribadi? "


" Haish kenapa juga otousan mengatakannya. " batin Bintang.


" Oke. Aku akan ganti babymoon di pulau pribadimu saja. Ada dokter dan perawat yang bisa memantau kehamilanmu. " ujar Bintang akhirnya.


" Awas sampai kau membatalkannya. " ujar Bulan.


Langit sudah muncul semburat awan berwarna hitam. Malam mulai tiba, lampu-lampu yang ada di kediaman Narita mulai menyala. Bulan diajak Bintang untuk masuk ke sebuah rumah yang tak sebesar kediaman utama tapi sangat indah sama seperti kediaman utama.


__ADS_1


" Ini adalah rumahku. Agak jauh masuk ke sana ada rumah So Hyang. Kami membangun secara bersamaan kalau itu. " terang Bintang.


" Wah, design nya sangat unik. Ada juga balkon yang mengarah ke danau. Kita suatu saat bisa tinggal di sini? " tanya Bulan.


" Bisa. Tunggu semua urusanku selesai juga kuliah kita. Kita akan langsung pindah ke sini. " jawab Bintang. Dia juga sudah tak sabar untuk mengajak istrinya tinggal di rumahnya yang ada di Kyoto. Meski tinggal di Indonesia sangat menyenangkan tapi tak ada yang lebih baik selain tinggal di rumah sendiri.


" Baik. Aku akan segera menyelesaikan kuliah ku laku kota akan segera pindah ke sini. Tapi bagaimana dengan perusahaan milikmu yang ada di Jakarta? "


" Bukankah masih ada abangmu di sana nanti. Biar dia saja yang kelola lagian dia sudah menjadi keluarga Narita harus bisa terjun ke dunia bisnis dan mengurus perusahaan. "


Bulan menjelajahi setiap ruangan yang ada di rumah sederhana milik suaminya. Benar-benar sangat indah dan unik adalah kata yang bisa mengungkapkan rumah ini. Bintang mendesign rumahnya dengan sangat baik.


Bulan memasuki kamar utama yang ada di lantai satu karena rumah milik suaminya ini hanya berlantai satu, ruangan yang juga dibuat dari kayu sama seperti bagian luar rumah ini. Suasana hitam dan coklat menyatu membuat kamar ini sangat mengesankan. Apalagi tata barang yang ada di dalam kamar ini.



" Wah..... Luar biasa. Kamu yang mendesign kamar ini? " tanya Bulan.


" Semua aku yang mendesainnya. Ini adalah rumah impianku sejak aku kecil. Tapi aku rasa harus merenovasi nya karena kita akan punya anak tiga. Rumah ini terlalu sempit untuk mereka nantinya. " jawab Bintang.


Dia berencana akan menambahkan beberapa ruangan untuk anaknya nanti. Meski suatu saat nanti dia akan menempati kediaman utama tapi tetap saja ingin merenovasi rumahnya karena mereka akan tinggal di sini untuk sementara waktu.


Untuk saat ini pengganti Daisuke masihlah Takumi, sedangkan Bintang adalah penerus mereka berdua. Di kediaman utama dan di seluruh keluarga Narita, apa yang Takumi katakan bersifat mutlak karena dia adalah pemimpinnya.

__ADS_1


Keluarga Narita tersebar di seluruh wilayah Jepang dan negara di sekitarnya dan sejak dulu keluarga dari Kakek Bintanglah yang menjadi pimpinan mereka semua. Perusahaan milik keluarga Narita sudah merajai wilayah Asia dan Afrika. Sangat besar kekuatan keluarga ini dan Bintang yang nantinya akan memegang kekuasaan ini.


__ADS_2