BULAN UNTUK BINTANG

BULAN UNTUK BINTANG
bab 42


__ADS_3

Mendengar apa yang dikatakan oleh Bintang secara tidak langsung telah membuat hati dari Yumiko dan Jo Hoon. Awalnya mereka berdua merasa sangat tidak enak, bagaimanapun juga Yanuar adalah kakak dari Bulan istri dari Bintang keponakan mereka.


Benar yang dikatakan oleh Bintang, pernikahan entah bagaimana awalnya hal itu terjadi pernikahan tetaplah hal yang membahagiakan. Sekarang Yumiko dan Ji Hoon tak perlu lagi merasa tak enak karena semua ini adalah suratan takdir.


" Tapi tunggu dulu, yang akan menikah adalah So Hee kenapa jadi So Hyang yang dititipkan di sini? Dan apa tadi bibi bilang masalah di Seoul. Ada apa ini sebenarnya? " tanya Bintang sedikit khawatir ketika raut wajah paman dan bibinya berubah sendu ketika membahas anak gadis mereka yang bungsu.


" So Hyang, dia terjerat dengan cinta duda yang perceraiannya belum resmi Hoshi. Kami sudah tak tahu harus bagaimana lagi. " ujar paman.


Jika paman dan bibinya sedang bersedih lain dengan Bintang yang sudah tertawa keras saat mendengar bahwa adik sepupunya terjerat cinta dengan seorang duda. So Hyang sekarang ini baru berusia delapan belas tahun, Bintang yakin adik sepupunya itu pasti nekat.


" Ish kau itu kenapa malah tertawa. Paman dan bibi sedang bersedih. " bisik Bulan di telinga Bintang, tangannya kini sudah bersemayam di pinggang Bintang. Bulan mengeluarkan jurus cubitan maut karena tingkah suaminya yang menurutnya keterlaluan.


" Sorry bi, tapi bagaimana bisa gadis kecil nakal itu sampai membuat seorang pria dewasa apa lagi duda tertarik dengan nya? " tanya Bintang yang masih berusaha menahan dirinya untuk tak tertawa lepas seperti tadi.


Paman Ji Hoon pun menceritakan awal cerita So Hyang sampai dekat dengan seorang duda itu. Ternyata So Hyang adalah gadis yang sudah menyelamatkan anak dari duda tersebut dari pembullyan di sekolah gadis itu. Lalu bagaimana So Hyang ada di sekolah anak SD, tentu karena dia adalah guru yang mengajar tentang seni pada murid di sekolah SD tersebut. Jadilah kenal dengan seorang pria duda bernama Lee Ryeon yang adalah seorang pebisnis pertambangan di Korea Selatan.


" Wah hebat juga dia bisa menggaet seorang pebisnis.... Auw auw auw.... Sayang sakit kenapa dicubit lagi. " protes Bintang. Dia bicara saja belum selesai tapi sudah mendapat cubitan maut dari sang istri.


" Kalau ngomong itu yang bener, apanya yan reg hebat kalau nantinya di cap sebagai pelakor. Kami itu tahu nggak sih yang jadi pikiran paman dan bibi. " Bulan sudah berdiri berkacak pinggang. Dia dibuat emosi mendengar penuturan suaminya yang sejak tadi nglantur itu.


" Bulan nggak apa-apa sayang, bibi sama paman sudah terbiasa dengan sikap suami kamu. Jangan marah ya sekarang kita duduk dengan baik dan dibicarakan dengan baik juga. "tutur bibi menjadi penengah.

__ADS_1


" Tidak apa-apa So Hyang disini bi, aku akan mengawasinya. Dia juga bisa menemani Bulan di rumah jika aku sedang keluar. Sama-sama saling membantu jadi tak masalah. " ujar Bintang. Sebenarnya alasan dia menerima So Hyang di sini karena sebentar lagi dia akan sangat jarang di rumah. So Hyang bisa menemani dan menjaga Bulan. Bintang tahu adik sepupunya yang satu ini sangat pandai beladiri dan memiliki insting yang kuat.


" Terima kasih sayang. " ujar Bibi dan Paman tulis.


Paman dan bibi pun langsung kembali ke kediaman dimana orang tua Bintang tinggal. Orang tua Bintang tinggal terpisah dengan opa dan oma. Mereka memiliki rumah sendiri yang tak kalah mewahnya juga. Rumah itukah yang besok malam akan menjadi saksi bisu Yanuar dan So Hee.


Keesokan harinya Bintang mengajak Bulan ke kediaman kedua orang tuanya yang ada di Jakarta. Bintang yang mendapat jadwal kuliah pagi langsung menjemput Bulan sebelum makan siang karena mereka akan makan siang di kediaman orang tua Bintang.


Begitu sampai di kediaman orang tua Bintang, seluruh keluarga sudah menyambut keduanya. Bintang berjalan menggandeng Bulan memasuki rumah yang terlihat sangat luas dan mewah itu.



Kediaman orang tua Bintang berlantai empat dengan balkon yang luas di lantai dua. Rumah kaca yang terlihat sangat nyaman untuk di tinggali.


So Hyang memalingkan wajahnya agar tak perlu melihat Bintang yang sedang mengejeknya itu. Tatapan yang tadinya biasa saja kini berubah tajam saat melihat adik sepupu yang lain, So Hee langsung menunduk tak berani melihat tatapan Bintang. Melihat So Hee menunduk, Bintang jadi semakin ingin mengerjakan adiknya itu.


Bintang berdiri di depan So Hee, kedua tangannya terangkat. So Hee sudah menutup matanya karena takut melihat adegan selanjutnya.


"Aaaaaaa..... Nisan sakit.... " teriak So Hee yang merasakan panas di kedua telinganya yang dijewer dengan kasar oleh Bintang.


" Tahu sakit kau, apa pernah kau memikirkan karena ulahmu itu orang tuamu juga merasa sakit. Aku sudah membuat kesalahan kenapa kau juga mencontohnya. Dengan kakak iparku lagi, kenapa tidak dengan pria lain saja jika kau ingin dihamili. " ujar Bintang.

__ADS_1


" HOSHI NARITA. " hardik otousan.


" Nani? " jawab Bintang dengan santainya.


(apa)


" Kenapa bicara begitu, seharusnya kau bicara So Hee tidak boleh melakukan hal itu dengan siapapun. Kau mengajari adikmu itu hal yang buruk. " tegur otousan.


" Sekalian saja kalau dia mau jadi wanita murahan. "


" Nisan. " protes So Hee.


" Apa? Kau ingin bilang apa? " tanya Bintang menantang. Bintang sengaja memancing So Hee untuk bicara.


" Aku tahu aku salah. Nisan, tidak bisakah kau bicara baik-baik padaku. " pinta So Hee yang langsung menangis.


Kini semuanya sudah duduk di ruang keluarga. Atmosfirnya di ruangan itu sangat menegangkan seperti sedang dilakukan introgasi pada pelaku kejahatan di mana di sini So Hee pelakunya.


" Kenapa aku harus bicara baik-baik padamu? " tanya Bintang sinis. Seluruh keluarga besar diam saja. Mereka tahu jika Bintang sudah seperti ini mereka pun tak akan bisa menghentikan nya. Bagi semua cucu keluarga Narita, yang paling mereka takuti, adalah Bintang bukan orang tua mereka karena Bintang lebih tegas dan selalu menghukum mereka dengan tegas.


" Sekarang ceritakan padaku apa yang terjadi sampai kau hamil dengan Yanuar. Kalau sampai kau berbohong lihat saja hukuman yang aku berikan padamu. " titah Bintang.

__ADS_1


Bulan langsung menelan salivanya melihat suaminya seperti itu. Ini adalah hal yang pertama baginya melihat Bintang yang seperti orang lain baginya. Dingin dan arrogant itulah yang dirasa oleh Bulan.


__ADS_2