
Dua bulan telah berlalu, Bintang sekarang ini tidak lagi duduk di bangku kampus tapi duduk di kursi CEO HN group. Setelah diwisuda dua bulan yang kalau, sambil menunggu Bulan menyelesaikan pendidikannya makan Bintang kembali ke HN group. Tidak adanya orang-orang yang berniat menghancurkan dirinya membuat Bintang lebih leluasa bergerak.
Bulan sekarang ini sudah memasuki fase membuat skripsi dengan Pak Max yang menjadi dosen pembimbing nya. Sesekali memang Bulan pergi ke kampus untuk membicarakan masalah skripsinya dengan Pak Max, lalu dia akan mengerjakan di rumah.
Selama dua bulan ini juga So Hyang tetap tinggal di rumah Bintang dan Bulan meski pujaan hatinya telah bercerai dan resmi menyandang duda. Lee Ryeon masih menunggu waktu uang tepat untuk melamar dan mempersunting So Hyang. Sambil menunggu So Hyang memilih tinggal di Indonesia karena dua saudaranya tengah hamil, Bulan dan So Hee.
" Tuan, ini laporan keuangan yang anda minta dan ini adalah laporan dari Departemen perencanaan. " Ryo masuk ke ruangan Bintang dan memberikan beberapa berkas yang harus diperiksa Bintang.
" Ryo apa jadwal ku nanti siang? Jika bisa tolong dibatalkan saja ya. Aku ada janji ke dokter kandungan dengan Bulan. " ujar Bintang.
" Siang nanti anda tak memiliki jadwal penting Tuan. Jadi tidak ada yang perlu dibatalkan karena saya bisa menggantikan anda. " tutur Ryo.
" Bagaimana tentang proyek terbaru kita? Sudah sampai mana perkembangannya? " tanya Bintang. HN group sedang membuat proyek baru, sebuah game terbaru yang menawarkan keseruan bagi pemainnya.
" Tim produksi sedang melakukan testing pada game ini tuan. Mereka masih berusaha menyempurnakan karena masih ada beberapa big dalam game itu. " lapor Ryo.
" Pastikan bulan depan semuanya lancar. Aku ingin game itu memiliki banyak peminatnya. Kau katakan itu pada tim produksi dan tim pemasaran. " titah Bintang.
" Baik tuan. Saya permisi. " Ryo undur diri untuk segera menjalankan perintah Bintang.
HN group adalah perusahaan yang bergerak di bidang IT ,menjadi perusahaan yang menjadi nomer satu di Asia dan itu semua adalah kerja keras Bintang selama enam tahun berada di Indonesia. Sebagai jenius kuliah selama enam tahun adalah hal yang terlalu lama, tapi Bintang memang sengaja melakukannya agar tak begitu mencolok dan juga untuk tetap bisa bersama Bulan.
Bintang bisa saja lulus dalam waktu kurang dari tiga tahun. Tapi ingin saja dia sekali dalam seumur hidup bisa menjalani kehidupan seperti semua anak yang lain. Tanpa harus memiliki beban keluarga dan juga tanggung jawab pada posisinya.
__ADS_1
" Huft..... Lama tak pernah bekerja setelah datang ke sini dan sekarang harus seperti ini sungguh melelahkan. " keluh Bintang.
" Aku harus cepat selesaikan jam satu nanti harus menjemput tuan putri. " Bintang terkekeh sendiri.
Kembali berjibaku dengan semua berkas yang ada di atas mejanya, Bintang kini mulai bersemangat. Dia juga harus terbiasa karena jika kembali Ke Kyoto akan jauh lebih sibuk lagi dari sekarang ini.
Sebagai pewaris kerajaan bisnis keluarga, sangat jelas sekali banyak tanggung jawabnya. Di tangan ,,dan bahunya, bergantung hidup karyawan dan keluarganya bukanlah itu adalah suatu yang sangat berat. Salah sedikit ceroboh sedikit teledor sedikit makan semua yang bergantung padanya akan ikut hancur jika dia hancur.
Di rumah Bulan dan Bintang, kini Bulan sedang menikmati cemilan ibu hamil yang dibuat oleh Titik. Kue bolu dengan tiga selain yang dioles dibagian tengahnya. Bulan menikmati cemilannya sambil melihat televisi di ruang keluarga. Dia hanya sendiri karena So Hyang sedang menginap di rumah keluarga Narendra.
Bicara tentang keluarga Narendra, hubungan Yanuar dan So Hee mulai hangat. Keduanya sudah saling menerima satu sama lain. Mungkin juga karena mereka sudah mau punya anak jadinya harus ada kekompakan mereka nantinya.
Yanuar juga mengaku sudah mulai tertarik pada So Hee, karena istrinya itu sangat pandai memasak dan melayani Yanuar. Pernah ada orang mengatakan jika kita memanjakan perut suami makan suami akan mengingatnya selalu.
Kembali lagi pada pasangan Bulan dan Bintang. Semua pekerjaan di kantornya sudah selesai makan Bintang pulang lebih dulu untuk mengantar sangat istri ke rumah sakit. Dengan menggunakan mobil moni Cooper, Bintang membelah jalanan ibu kota menuju ke rumah pribadinya.
Bintang segera melakukan mobilnya lebih cepat lagi agar segera sampai ke rumahnya. Bintang bergegas turun lalu masuk ke rumah melewati warga yang bergerombol di depan pintu gerbang rumahnya.
" Aden... Aden... Cepet ke sini, ini nyonya muda bagaimana aden. " teriak Mbok Warni saat melihat Bintang memasuki rumah.
" Kota bawa ke rumah sakit mbok. Mbok Warni ikut saya ya. Dan kamu Titik hubungi semua keluarga saya termasuk yang ada di Jepang. " Bintang segera menggendong tubuh Bulan ala bridal style keluar dari rumah dan memasukannya di dalam mobil.
Bintang menyetir di depan, sedangkan Bulan bersama mbok Warni di kursi belakang. Dengan kecepatan penuh Bintang melajukan mobilnya ke rumah sakit kasih Ibu yang berada tak jauh dari tempat mereka tinggal. Sepuluh menit, mereka sampai di rumah sakit tersebut. Bintang berteriak seperti orang gila dengan menggendong istrinya memanggil tenaga medis.
__ADS_1
Tenaga medis di rumah sakit itu langsung bergerak cepat membawa Bulan ke IGD. Semua tahu pasien yang mereka tangani ini adalah cucu menantu pemilik rumah sakit tempat mereka bekerja. Bintang duduk di bangku depan ruang IGD bersama mbok Warni.
" Tadi itu ada peristiwa apa mbok sampai Bulan jadi begini? " tanya Bintang setelah berhasil menetralkan debaran jantungnya.
" Mbok tadi di dapur den, nyonya muda di ruang keluarga nonton TV. Mbok nggak tahu kenapa trus nyonya muda teriak. Mbok langsung nyamperin den tapi nyonya muda udah pingsan terus di pahanya keluar darah. " jawab mbok Warni takut-takut.
" Dia tadi posisinya di bawah atau di atas pas mbok nyamperin? "
" Di atas aden, pas mbok nyamperin nyonya cuma bilang kalau perutnya sakit. "
" Terima kasih ya mbok. Kalau nggak ada si mbok di sana pasti Bulan ketakutan. "
" Sama-sama aden, itu kan tugas mbok. "
Tak berselang lama opa, oma dan kedua orang tua Bintang datang. Mereka menanyakan apa yang sebenarnya terjadi dan Bintang hanya menjawab sesuai dengan cerita dari mbok Warni. Mereka semua menunggu di depan ruang IGD dengan perasaan campur aduk karena khawatir pada Bulan dan anak yang di kandungnya.
Ceklek...
" Bagaimana kondisi istri saya dok? " Bintang langsung maju menghadap dokter yang menangani Bulan sesaat setelah dokter itu keluar. Di dokter juga sampai kaget begitu berbalik sudah ada Bintang di depannya.
" Pasien harus segera di operasi, jadi saya mohon suami pasien untuk menandatangi surat izin diambilnya tindakan pada pasien. "
" Bukannya ini masih tujuh bulan dok, kok sudah musti di operasi? " tanya oma.
__ADS_1
" Pasien mengalami pendarahan karena waktu melahirkan sudah tiba, mungkin tak ada tanda-tanda jadi munculah pendarahan. Kasus seperti ini untuk bayi kemar memang sering terjadi nyonya. Jadi jangan khawatir. " terang Dokter menjelaskan.
" Anak ki mau lahir. Semoga mereka selamat. "