BULAN UNTUK BINTANG

BULAN UNTUK BINTANG
bab 116


__ADS_3

Seminggu berlalu sejak Bintang menawarkan pada Bulan untuk mau menghadapi masyarakat dengan mengatakan bahwa dirinya adalah nyonya muda Narita yang selama sepuluh tahun ini dirahasiakan identitasnya. Bulan kini telah memutuskan untuk menghadapi semuanya dan berhenti bersembunyi. Alasannya keluar dari cangkang nyamannya selama ini adalah karena ketiga putranya. Bulan tidak ingin anak-anaknya harus menghadapi cacian dari banyak orang sedangkan dia asyik dengan persembunyian nya.


Bintang mendukung penuh semua keputusan yang Bulan buat. Walaupun keputusan itu tidak sama dengan keinginannya, sebisa mungkin Bintang tetap menghormati itu. Tapi kali ini, keputusan Bulan begitu sesuai dengan keinginan dari Bintang. Karena itu dia mengerahkan segala upayanya untuk mendukung sangat istri dengan semua keputusannya.


Dan disinilah sekarang seorang Bintang Narita, disalah satu hotel milik keluarganya. Bintang sedang menyiapkan Konferensi pers untuk mengatakan pada dunia siapa istrinya. Tentunya jika Bulan tampil di publik, maka semua orang akan tahu tentang kondisinya yang tak sempurna. Bintang rencananya akan mengungkapkan penyebab kelumpuhan pada Bulan, dai tidak ingin lagi semua orang menghujat keluarganya. Bulan telah seperti ini demi menjaga kehormatannya sebagai suami dari Bulan, karena itu Bintang ikut andil dalam semua derita dari Bulan. Dan ini adalah bentuk pertanggungjawaban nya pada kesalahannya itu.


" Tuan semua sudah disiapkan dengan matang dan baik. Besok, semuanya akan lancar, saya bisa pastikan itu. " lapor manager dari hotel milik Narita ini, yang dipercaya oleh Bintang mengurus acara konferensi pers besok.


" Oke... Saya serahkan semua sama kamu. Masalah keamanan kamu bicarakan dengan Ishita. Saya ingin besok tidak ada masalah dari awal acara hingga akhir. " ujar Bintang.


" Baik Hoshi-san. " manager tadi segera meninggalkan Bintang dan melihat-lihat lagi semua persiapan acara besok.


Bintang yang merasakan sudah cukup untuk mengamati tempat diadakannya acara besok, memilih untuk pulang. Dia sudah merindukan anak dan istrinya yang sekarang pasti dengan cemas menantikan kepulangannya. Bintang pun segera menuju ke mobil miliknya, dan menjalankan mobil itu ke kediaman Narita.


Butuh waktu sekitar dua puluh lima menit dari hotelnya tadi sampai ke rumah. Bintang segera memarkirkan mobilnya di parkiran yang memang dikhususkan untuk kendaraan yang dimiliki oleh seluruh anggota keluarga Narita. Jadi parkirannya begitu luas dan berada di indoor.


" Sayang aku pulang.... " teriak Bintang di depan pintu utama.

__ADS_1


" Kok telat banget pulangnya? " tanya Bulan yang sekarang sedang di kursi rodanya didorong oleh Fuyami agar bisa menyambut kedatangan suami.


" Maaf ya sayang, tadi aku ke hotel dulu buat lihat persiapan dari panitia untuk acara besok. " jawab Bintang. Dia mengecup kening sang istri mesra sekali.


" Sayang, aku takut besok..... "


" Nggak usah parno. Yakin aja semua lancar. Ya... " ujar Bintang langsung memotong ucapan sang istri.


" Dah yuk ke kamar, biar kamu bisa mandi terus ganti pakaian santai. " Ajak Bulan. Fuyami kemudian memberikan kendali kursi roda pada Bintang. Sehingga Bukan dan Bintang ke lantai dua bersama


Di dalam kamar pasangan Bulan dan Bintang, terlihat Bulan membantu suaminya untuk membuka jas dan kemeja. Lalu Bulan meletakkan pakaian kotor suaminya ke keranjang khusus pakaian kotor. Bintang dengan bertelanjang dada dan hanya menggunakan boxer pendeknya berjalan menuju ke kamar mandi. Dia sudah merasa gerah karena dari tadi pagi hingga menjelang malam begini dia berada di luar ruangan. Baru tadi di dalam ruangan pas berada di hotel mengecek persiapan acara besok.


Semua wanita dan gadis di keluarga narita yang hadir hari ini serempak menggenakan pakaian berwarna hijau dan, sedangkan para pria memakai jas bewarna senada, hitam semua. Mereka akan berangkat bersama dari kediaman Narita menuju ke hotel yang masih milik Narita group, dengan menggunakan mobi yang dikawal oleh beberapa mobil lainnya yang berisikan para penjaga.


" Apa semuanya sudah siap?" tanya Daisuke. Jam tangan di lengan kananya sudah menunjukkan jam sembilan kurang tiga puluh menit, artinya acara akan dimulai setengah jam lagi. Dengan begini berarti mereka harus berangkat ke sana sekarang, karena jarak tempuh dari kediaman Narita sampai ke hotel adalah dua puluh lima menit. Nanti akan sisa lima menit yang bisa digunakan untuk menyempurnakan penampilan.


" Sudah ojiichan. Kita berangkat sekarang ya, waktunya sudah mepet." ajak Bintang.

__ADS_1


Satu per satu anggota keluarga narita yang akan ikut ke acara konferensi pers hari ini, keluar dari pintu paviliun utama menuju ke mobil mereka masing-masing. Ada sekitar lima mobil yang digunakan untuk mengantarkan anggota keluarga pebisnis yang merajai perhotelan di Asia dan Afrika itu.


Mobil yang membawa iring-iringan keluarga narita menarik perhatian para pengguna jalan yang dilewati oleh pawai mobi itu. Semua orang yang turun ke jalan menatap ke beberapa mobil yang melaju berbaris membelah jalanan kota Kyoto. Mereka semua tahu bahwa iring-iringan mobil itu adalah milik keluarga narita. Keluarga yang masih memiliki darah bangsawan dan juga pebisnis nomer 1 di Jepang dan Asia.


" Huft.....huft...." bulan beberapa kali terlihat sedang mengatur nafasnya. Sepertinya dia sangat gugup karena selain nafasnya yang terlihat tidak beraturan, tangannya juga sangat dingin.


" Sayang, rileks ya."ujar Bintang mengecup punggung tangan Bulan yang sangat dingin itu.


" Ini sedang dicoba untuk rileks, tapi susah banget. Jantung aku rasanya mau melompat keluar saking gugupnya.." keluh Bulan. Melihat sang istri yang terlihat sangat tertekan itu, Bintang mengulas senyum yang tipis sekali. Bulan sudah dipastikan tidak dapat melihat senyum tipis yang tersungging di bibir Bintang sekitar sepersekian detik saja.


" Lihat aku." Bintang menangkup kedua pipi Bulan, dan mengarahkan kepala dan mata Bulan untuk menghadapnya.


" Jangan khawatir, arena aku akan selalu di samping mu dan mendukung mu dengan semua yang aku miliki. Jangan takut karena aku akan menjadi kekuatan yang memberi mu keberanian. " ujar Bintang bermulut manis.


" Langsung leleh hati dedek bang." canda Bulan. Keduanya langsung tertawa bersama.


" Aduh dedeknya abang.' Bintang menambahkan ucapan Bulan. Keduanya semakin tertawa keras sekali hingga perut keduanya sakit karena kelamaan tertawa.

__ADS_1


Bintang terus saja melontarkan candaan dan dibalas oleh Bulan. Tadi yang awalnya Bulan terlihat diam dan juga berkeringat dingin. Sekarang terlihat sangat semangat dan wajahnya begitu cerah secerah rembulan purnama. Bintang sengaja melakukan ini untuk membuat rasa gugup yang menghinggapi Bulan bisa pergi jauh dari tubuh istrinya itu.


Bertepatan dengan rileks nya Bulan, mobil yang membawa keluarga Narita kini sudah sampai di depan pintu hotel yang merupakan milik keluarga narita. Satu per satu dari anggota keluarga ini keluar dari mobil dan memasuki area gedung. Tentunya dengan banyaknya wartawan yang meliput mereka, baik diluar maupun di dalam.


__ADS_2