
Keesokan harinya, nampak Bulan sedang bersiap untuk ke kampus dengan penuh percaya diri karena dia sudah memiliki judul untuk skripsinya dimana suaminya lah yang memberikan ide itu. Bintang juga menjelaskan beberapa hal mengenai judul tersebut agar ketika ditanya oleh dosen menyebalkan Bulan akan bisa menjawabnya.
Bulan memaksa ingin menyetir mobilnya sendiri, padahal Bintang sudah menawarkan tumpangan tapi Bulan dengan halus menolak. Bintang sendiri nampak bersiap dengan pakaian kantor, tapi endah akan kemana dia dengan pakaian kantor itu.
" Aku berangkat ya. Mbak tolong jaga triplet ya. " Bulan berpesan pada tiga baby sitternya. Baby sitter ini hanya memiliki jam kerja setengah hari, karena jika Bulan dan Bintang sudah berada di rumah makan mereka berdua yang akan mengurusnya bergantian.
" Iya Bu. Jangan khawatir triplet aman bersama kami. " ujar Sinta salah satu baby sitter, dia memegang Ryu.
" Ok.. Mommy berangkat ya sons... " Bulan mencium pipi gembul ketiga putranya.
" Shujin... Aku berangkat dulu ya. " Bulan berpamitan dengan suaminya dengan sedikit berteriak karena suaminya sedang di kamar atas.
" Ya.. Hati-hati. "
Bulan mengendarai mobilnya yang berwarna biru menuju ke kampus. Mobil berjenis mini cooper yang baru saja dibelikan oleh Bintang dua bulan yang lalu. Bintang memang penuh persiapan, terbukti sebulan sebelum istrinya masuk kampus lagi dia sudah menyediakan sarana dan prasarana untuk istrinya.
Tak butuh waktu yang lama Bulan sampai di kampusnya. Dia memarkirkan mobilnya di parkiran khusus mahasiswa. Jika dulu Bintang bisa parkir sesuka hatinya karena dia tukang parkir, eh salah karena dia adalah anggota senat Mahasiswa. Untuk Bulan seperti itu tentu saja tidak bisa, dia hanya mahasiswi biasa bukan seperti suaminya yang istimewa itu.
Bulan berjalan dengan penuh percaya diri menuju ke ruangan dosen pembimbingnya. Dia yakin kali ini judul skripsinya akan diterima. Semalam dia sudah berjanji pada suaminya jika judul ini lulus mereka berdua akan melakukan quality time tanpa hadirnya triplet.
" Selamat pagi pak. " sapa Bulan yang sudah berada di ruangan Anthony setelah tadi mengetuknya terlebih dahulu.
" Pagi. Ada urusan apa kamu ke sini? " tanya Anthony yang masih tetap mengarahkan kedua matanya ke tugas mahasiswanya.
" Saya ingin menyerahkan judul skripsi saya pak. " jawab Bulan. Dia menyodorkan kertas yang sudah ditulis judul skripsinya.
__ADS_1
" Baru kemarin saya tolak judul kamu, tapi sekarang kamu sudah setor lagi. Itu hasil pemikiran kamu sendiri atau bantuan orang lain. " ujar Anthony mencibir Bulan. Tentu saja Bulan langsung shock saat Anthony menyuarakan kecurigaannya. Memang itu adalah judul yang dipikirkan oleh suaminya, bukan dia.
" Bapak coba lihat saja, saya semalam tiba-tiba mendapatkan ilham jadi langsung saya tulis. " ujar Bulan ngeles.
" Nanti saya kabari kamu, sekarang kamu pergi dulu. " Anthony mengusir Bulan secara halus. Mendengar hal itu pun Bulan bergegas keluar dari ruangan dosen yang dia anggap sangat menyebalkan itu.
Di luar ruangan dosen yang tadi di masuki oleh Bulan, nampak dari jarak lima meter ada seorang pria yang nampak mengawasi ruangan itu. Pria itu adalah Bintang, dia sengaja mengikuti istrinya karena ingin melihat wajah dosen yang sudah mengancam kesejahteraannya di rumah.
Bintang tentunya tidak sendiri di sana karena ada Orion dan juga Septi. Semalam Bintang mengirimkan pesan pada Orion yang berisi ingin mengunjungi kampus untuk melihat para juniornya, Orion yang sedang menjalin kasih dengan Septi pun menyetujui karena dalam pikirannya bisa bertemu dengan kekasihnya. Selama tiga minggu ini mereka tidak bertemu lantaran Septi sibuk menyiapkan skripsinya.
" Haish... Lo kenapa malah ngintai dosen sih. Lo udah pindah haluan sekarang? Udah nggak suka sama gunung dan lembah seperti ninja hatori? " omel Orion kesal. Benar dia bisa bertemu dengan kekasihnya, tapi bukannya ngobrol mesra tapi malah musti ikut Bintang dengan hobi barunya.
" Lo itu bisa diem nggak, orang ini sudah mengusik kesejahteraan gue di rumah. Gara-gara ini dosen, Bulan jadi sableng selama tiga minggu. Gue jadi tempat sampah di rumah tiap hari. " Bintang balik mengomeli lawannya itu. Tidak tahu saja Orion tersiksa nya Bintang selama tiga minggu belakangan ini.
" Terus mau lo apa coba sekarang? " tanya Orion.
" Ya udah sana kenalan, lo ngapain masih di sini? "
" Entar, gue mau lihat dulu bini gue judulnya masih ditolak apa nggak. " Setelah mengatakan hal ini, tanpa memperdulikan Orion dan Sherly, Bintang langsung bergegas pergi dari tempatnya tadi. Dia mau kembali ke kantor karena jam sebelas siang nanti dia ada rapat.
" Yah tuh bocah sableng juga kan. Main pergi-pergi aja ninggal gue. " kesal Orion. Dia pun berlalu pergi bersama dengan kekasih hatinya.
Bulan duduk di kantin sambil mencoba menghubungi salah satu pengasuh anaknya. Dia ingin melakukan video call karena sudah merasa rindu dengan triplet. Biasanya jam segini ketiga anaknya akan bermain.
" Halo nyah... " sapa Bety pengasuh Dai.
__ADS_1
" Anak-anak mana ya? " tanya Bulan. Tidak menjawab, Betul seolah tahu maksud majikannya, dia mengubah kameranya menjadi kamera belakang agar Bulan bisa melihat ketiga putranya tengah tengkurap dan bermain.
" Hai, triplet.... " sapa Bulan. Ketiga putranya langsung melihat ke arah suara mommy mereka. Ketiga nya berceloteh tak jelas seolah menyambut mommy mereka.
" Pada nakal ndak? " tanya Bulan pada ketiga putranya. Ketiganya kompak menggeleng.
" Good boy. Anak mommy yang terbaik. " puji Bulan memberikan kedua jempol pada ketiga putranya.
Sedang asyik bercengkrama dengan putranya, Tiba-tiba ada pesan masuk dari dosen pembimbingnya, Pak Anthony yang berisi Bulan harus segera ke ruangannya. Bulan pun mematikan telefon nya, bergegas menuju ruangan dosennya itu.
" Ya pak. " ujar Bulan tanpa basi-basi setelah berasa di depan dosennya.
" Ini bener kami yang bikin judulnya? " tanya Anthony, dia memincingkan matanya curiga pada mahasiswi nya satu ini.
" Kalau bukan saya terus siapa pak? Adakah yang mau bantu mengurus halal seperti ini? Bapak itu nggak percaya banget sama saya. " jawab Bulan mengelak tuduhan dari dosennya.
" Ya bukan begitu, menurut saya otak kamu nggak akan sampai kalau membuat judul seperti ini. " ujar Anthony telak menusuk hati Bulan.
" Duh busyet dah ini dosen. Lama-lama gue tenggelam ini nih orang, rese amat deh. Pakai acara nggak percaya segala, iya-iya ini judul yang buat laki gue. " teriak Bulan dalam batin.
" Ngapain kamu melotot begitu lihat saya? "
" Eh, siapa juga yang melotot pak, mata bapak udah rabun ya. "
" Saya pakai kaca mata Bulan. "
__ADS_1
" Yang bilang bapak pakai helm juga siapa. " Bulan langsung berpamitan dari ruangan dosennya itu..
Bulan pergi menuju kantin lagi, dia ingin minum es segar biar bisa menyiram amarah yang ada di dalam dadanya. Jika bukan karena rencana dia dan Bintang untuk kembali ke Jepang sebelum triplet berumur satu tahun, Bulan sangat enggan mengharap skripsinya kalau dosen pembimbingnya seperti Pak Anthony.