
Anthony tersentak kaget mendengarkan Bintang bicara tentang mantan istrinya, tentang masa lalunya. Namun dia sudah mengira sebelumnya, apalagi jika mengingat siapa Bintang sebenarnya. Anthony sejenak berpikir mungkinkah apa yang Bintang katakan itu benar adanya. Ini semua hanya obsesinya, bukan cinta. Tapi jika ini semua hanya obsesi, mengapa dia merasa hancur saat tahu bahwa Bulan sudah menikah dan memiliki anak.
" Dengar, aku selama ini hanya diam dan mengikuti semua permainan mu. Tapi ada kalanya aku akan menyeretmu dalam permainan ku. Maka bersiaplah kalah saat itu juga. Disini kau yang salah bukan aku atau istriku, kau yang masuk diantara kami berdua, maka lihatlah siapa yang akan dihujat nantinya. " Bintang segera menyusul sang istri yang sudah lebih dulu menunggu di mobil.
Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut Bintang setelah dia pergi sebentar tadi. Bulan juga tidak memiliki keberanian untuk bertanya, takut jika suaminya sedang bad mood. Bintang orang yang sabar pada dasarnya, tapi dia akan berubah mengerikan saat ada orang yang menguji kesabarannya.
Seharusnya Anthony sadar diri, bahwa lawannya kali ini sangat berat apalagi gerak kakeknya sudah ditekan oleh teman baik dari Bintang. Lebih baik mundur sekarang dari pada nantinya dia akan kehilangan harga dirinya. Yang jelas Bintang tidak akan pernah mundur, jika itu ada sangkut pautnya dengan keluarganya.
Sesampainya di rumah mereka, pun Bintang masih asyik dalam diamnya. Memang beraktifitas seperti biasa, bahkan memasak untuk semua penghuni rumah, tapi setiap kegiatan itu tidak di iringi dengan kata barang satu pun. Bulan yang tidak tahan dengan diamnya sang suami, memilih menarik tangan suaminya yang masih sibuk memasak. Tentu dengan appron warna pink gambar hello kitty yang dipakai Bintang tak sempat dia lepas.
" Mbok tolong lanjutkan kerjaan suami Bulan ya. Ada penting yang mau kami bicarakan. " Bulan meminta tolong pada mbok Warni.
" Baik nyonya muda. " ujar mbok Warni ikut cemas. Dia tahu bagaimana wajah tuan mudanya ditekuk seperti itu. Mbok Warni pikir tuan dan nyonya mudanya sedang bertengkar.
Bulan membawa Bintang ke halaman belakang, setidaknya di sana mereka bisa leluasa bicara daripada di kamar yang pasti diganggu oleh triplet. Bulan mendorong tubuh Bintang sehingga tubuh suaminya itu terjatuh duduk di kursi teras halaman belakang.
" Sekarang ngomong nggak kamu ada masalah apa!!! Kalau kamu tetep diam kek gini, aku ajak triplet keluar dari rumah ini. Itu mau kamu.. " ujar Bulan pelan tapi penuh penekanan disetiap kata yang keluar dari mulutnya.
" Kamu kenapa kok jadi ancem mau keluar dari rumah, masalahnya apa coba? " tanya Bintang nampak terlihat tidak berdosa sama sekali. Bulan sampai dibuat cengo melihat tingkah suaminya.
" Terus ngapain kamu dari pulang renang tadi sampai sekarang diem aja. Nggak lagi sariawan kan? Atau lagi akting bisu gitu. " omel Bulan.
__ADS_1
" Ih... Doa nya ke laki sendiri jahat amat. Do'ain suami sendiri bisu ya. "
" HOSHI NARITA....... " Bulan berteriak sekencangnya tepat di samping telinga Bintang. Meski sudah menutupi kedua telinganya, tapi tetap saja telinga Bintang berdengung karena teriakan sang istri yang sangat dekat dengan telinganya.
" Yomesan, .... "
" Apa... Mau marah kamu? Dari tadi kamu ngomong puter-puter kek bianglala. Seneng ngerjain istri sendiri. Hah..... " Bulan kesal langsung saja berlari keluar rumah. Terserah lah nanti dia lari sampai mana, yang penting dia bisa pergi dari depan suaminya sebentar saja.
Siapa yang nggak kesel coba kalau lagi serius nanya malah jawabnya laki nggak ada dosa kek Bintang gitu. Masih mending nggak dibejek-bejek itu Bintang karena sudah membuat singa mengamuk.
Melihat istrinya yang marah dan berlari keluar, sontak Bintang juga berlari keluar rumah. Tak terlalu banyak orang di luar rumah di permukiman rumah mewah itu. Tapi setidaknya pasti mereka tahu saat istrinya keluar dari rumah.
" Maaf mbak, lihat istri saya keluar dari rumah nggak? Tadi arahnya kemana ya mbak? " tanya Bintang sudah panik.
" Terima kasih mbak... " Bintang langsung berlari ke arah dimana mbak tadi tunjukkan. Dia tidak lagi peduli saat mendengar mbak tadi dan beberapa tetangga tertawa terbahak dibelakangnya.
Setahun Bintang, arah yang sedang dia tuju ini adalah arah taman yang ada di permukiman rumah mewah di daerah Jakarta ini. Untung saja Bintang masih mengantongi ponsel miliknya. Segera saja dia menghubungi anak buahnya yang memang dia pinta menguntit sang istri kemana pun Bulan pergi.
" Di mana nyonya muda? " tanya Bintang tanpa basa basi.
" ........ "
__ADS_1
" Oke. Saya ke sana sekarang, tetap awasi dan jaga nyonya muda kalian. Jika lecet sedikit saja, kalian akan menghadapi saya. " ujar Bintang memperingatkan.
Menurut kata anak buahnya, Bulan sedang duduk manis di taman yang dimaksud Bintang tadi. Pasti sang istri sedang menangis saat ini. Bintang meruntuki kebodohannya yang bisa-bisanya dia malah mengerjai sang istri disaat sang istri sedang sedih.
" Aish.... Nggak nyangka dia sampai bertindak begitu. Ini kan memang bulan salah dia... " gumam Bintang yang berlari sekencang mungkin untuk sampai di taman.
Nampak sang istri duduk di kursi taman yang dekat dengan air mancur. Bintang langsung duduk di samping Bulan, berusaha memeluk Bulan namun dihindari oleh Bulan. Dia masih kesal dan emosi dengan tingkah suaminya yang menyebalkan itu.
" Yomesan... Maaf... " hanya itu yang bisa Bintang ucapkan. Namun sepertinya Bulan masih enggan untuk menanggapinya..
" Huft... " Bintang menghela nafasnya. Bingung juga harus bicara dari mana.
" Maaf, hanya itu yang bisa aku katakan. Mood ku sedang jelek sepulang kita dari berenang. Tapi aku tidak ingin membuatmu tertekan kembali jika aku mengatakan yang sebenarnya. Aku sengaja membawa mu untuk pergi ke wahana wisata, agar kau bisa melepas rasa tidak nyaman mu karena masalah yang mendera kita akhir-akhir ini. " Bintang terdiam sebentar.
" Anthony mengikuti kita sampai ke wahana berenang tadi. Aku sempat menemuinya sebelum kita pulang. Aku emosi, ingin sekali menghajarnya. Tapi jika itu aku lakukan aku yang kalah, aku bingung bagaimana membuat dia jera. Menyadarkan nya bahwa kau itu istriku bukan garis lajang di luaran sana. " Bintang akhirnya menceritakan keluh kesahnya.
Bulan yang mendengarkan penjelasan suaminya meski tidak mau menatap pada suaminya, perlahan mulai melihat mata sang suami. Mata yang menatapnya teduh dengan sejuta cinta dan kasih sayang untuk Bulan. Tidak sanggup lagi menahan rasanya, Bulan langsung berhamburan ke pelukan sang suami. Bulan terisak di sana.
Bulan selama ini terus menyalahkan dirinya atas masalah yang disebabkan oleh Anthony. Dia yang tidak peka hingga tidak menyadari mantan dosennya itu memandangnya dengan kacamata lain selain antara dosen dan mahasiswinya. Bintang tahu bahwa wanita yang paling dia cintai itu mengalahkan dirinya sendiri atas peristiwa yang mereka akhir-akhir ini. Karena itu Bintang diam tak mau bicara apapun karena jika dia bicara pasti dia akan kelepasan.
Hai semua..... Author masih belum bisa up lebih dari satu bab ya, karena sedang sibuk dengan urusan di rumah dan juga kondisi yang masih belum fit betul...
__ADS_1
Tapi author harap kalian nggak akan meninggalkan Bulan untuk Bintang ya... Salam sehat untuk kalian semua.