BULAN UNTUK BINTANG

BULAN UNTUK BINTANG
bab 118


__ADS_3

Kediaman keluarga Narita kini tak lagi dipenuhi dengan suara tangisan bayi. Hal ini karena triplet telah tumbuh dewasa menjadi pria yang tampan dengan sejuta pesonanya. Triplet kini sudah berusia dua puluh tujuh tahun. Ketiganya juga sudah memiliki pekerjaan masing-masing sesuai dengan apa yang mereka inginkan.


Hotels Narita Group, kini sudah dipimpin oleh Daigo Narita, sedangkan Bintang sudah pensiun dari dari dua tahun yang lalu. Kaien Narita menjadi seorang pembalap yang namanya sudah terkenal di seluruh dunia karena prestasinya. Namun publik mengenalnya dengan nama Kai N saja. Ryuzaki, si bungsu kini telah menjadi dosen jurusan psikologi di salah satu universitas terbaik di Kyoto. Cita-citanya yang selalu ingin menjadi panutan bagi banyak anak-anak pun akhirnya memilih menjadi dosen. Meski begitu, Kaien dan Ryuzaki masih membantu Daigo untuk mengurus perusahaan.


Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan dari Bulan dan Bintang. Dan triplet sengaja ingin memberi kejutan dengan mengadakan pesta kecil-kecil untuk menyambut kedua orang tuanya sekaligus ingin merayakan ulang tahun kedua orang tuanya.


Bintang satu bulan yang lalu mengajak Buan untuk pergi ke Maldives dan tinggal di sana. Kebetulan mereka punya sebuah mansion di sana. Jadilah Bulan dan Bintang meninggalkan ketiga putra manja mereka untuk berlibur. Dan hari ini adalah hari kepulangan mereka, sehingga triplet sengaja menyambut mereka di rumah utama.


" Welcome home, mom, dad..." ketiganya berseru menyambut kedatangan kedua orang tuanya.


" Kalian ini mengangetkan saja. Siapa yang mengatakan tidak bisa hadir malam ini?" tanya Bulan dengan merentangkan kedua tangannya agar bisa memeluk ketiga putranya.


" Mom, kami sudah bukan anak kecil lagi. Jangan memeluk kami seperti ini. " protes triplet versi dewasa. Bulan dan Bintang terkikik bersama.


Benar, kini triplet mereka telah tumbuh menjadi pria dewasa dan memiliki kadar ketampanan yang berbeda tapi pada dasarnya mereka bertiga sangat tampan. Bulan merasa begitu bahagia, karena keluarga mereka kini telah melewati semua rintangan hingga sampai pada titik di mana Bulan dan Bintang hidup bahagia bersama dengan ketiga putra mereka.


" Ayo mom, dad, kita masuk ke dalam. Mau sampai kapan kita akan di sini? " ujar Daigo mengajak semuanya untuk langsung ke ruang makan dan makan bersama. Makanan yang tersaji di meja makan, semuanya adalah masakan triplet. Selain dibekali dengan ilmu pengetahuan, dan bisnis. Bintang dan Bulan juga mengajarkan cara memasak agar kelak bisa membantu istri mereka, sama seperti daddy mereka yang pandai memasak dan menyenangkan mommy mereka.


" Ehm... Masakan putra-putra mommy, semuanya sangat enak. Menurun dari daddynya ini. " puji Bulan saat mencicipi masakan yang tersedia di depannya. Dari masakan Indonesia, masakan Jepang dan masakan Eropa. semuanya adalah makanan kesukaan mommy dan daddy triplet.


" Terima kasih atas pujiannya nyonya besar Narita

__ADS_1


.. " Kaien tersanjung.


" Kita buka saja restoran dan kita bertiga menjadi kokinya. " usul Kaien yang terdengar sangat konyol karena pada dasarnya mereka bertiga sudah memiliki pekerjaan masing-masing


" Cih... Kau akan meninggalkan dunia otomotif deni dunia memasak? Apa kau yakin? Aku takut kau mengacaukan segalanya... " sarkas Ryuzaki yang terkenal dengan mulut tanpa Filternya.


" Bilang saja kau tidak ingin kehilangan kesempatan memperhatikan mahasiswimu yang cantik dan seksi itu... " balas Kaien.


" Hei aku tidak seperti itu, jangan samakan aku dengan playboy cap nano nano yang ada di samping mu itu. " sarkas Ryuzaki yang kali ini ditujukan pada Daigo.


" Hei.... Hei..... Aku tidak ikut dalam pembicaraan kalian tapi kalian membicarakan ku. Lagi pula siapa yang playboy, kalian tahu sendiri aku sudah punya tunangan. " ujar Daigo tidak Terima.


" Kau benar, Daigo adalah definisi pria setia di dunia ini.... " puji Kaien dengan maksud mengejek.


" Sorry mom, Ryuzaki yang mulai.. " ujar Kaien penuh sesal..


Acara makan keluarga ini pun kembali dilanjutkan setelah drama sabun colek dari triplet. Mereka yang sudah dewasa dan memiliki pekerjaan yang menjadikan mereka dihormati banyak orang, namun sama sekali tidak mengubah sifat kekanak-kanakan mereka jika sudah berkumpul seperti saat ini.


Daigo kini sudah menambah menjadi CEO di Narita tower, pusat dari Hotels Narita group. Kaien sediri memilih menjadi pembalap yang sudah banyak sekali menorehkan prestasi yang membanggakan negara meski sang mommy tidak menyukai pekerjaannya ini. Sedangkan Ryuzaki telah menjadi dosen di mata kuliah Psikologi. Ryuzaki mengajar di universitas yang ada di kota Kyoto.


pekerjaan yang triplet miliki memang berbaur dengan banyak masyarakat maupun pekerja perusahaan, namun bagi masyarakat awam identitas mereka sama sekali tidak diketahui sebagai tuan muda dari keluarga Narita. Triplet jika sudah keluar dari rumah akan menjadi orang lain tanpa membawa nama keluarga mereka kecuali Daigo. Namun Daigo yang bekerja di perusahaan hanya akan berada di ruangannya saja, untuk rapat dan bertemu klien itu semua dikerjakan oleh asisten pribadinya. Daigo hanya berdiri di belakang layar saja.

__ADS_1


Bukan dengan maksud mereka bertiga menyembunyikan identitas mereka yang sebenarnya, tapi mereka hanya tidak ingin menjalani hidup dengan disorot oleh masyarakat mirip dengan kehidupan aktor dan aktris. Triplet hanya ingin hidup dengan berbaur dengan masyarakat tanpa harus dihormati dan dipuja sebagai seorang bangsawan. Mereka ingin kehidupan normal layaknya hidup orang lain.


" Bagaimana dengan pekerjaan kalian? " Bintang bertanya pada ketiga putranya. Hal yang selalu Bintang lakukan untuk membangun komunikasi yang baik dengan ketiga putranya.


" Semuanya lancar dad, meski ada sedikit masalah namun bisa kami kendalikan. " Daigo yang menjawab.


" Betul dad, dan aku akan segera mengikuti kejuaraan dunia. Balapan kali ini akan dilakukan di Tokyo, maukah kalian datang untuk mendukung ku? " tanya Kaien memasang wajah memelas.


" Berani taruhan? Jika kau berani taruhan aku akan datang saat kau lomba. " ujar Daigo menantang Kaien.


" Apa taruhannya? " tanya Kaien cukup penasaran dengan tantangan yang diberikan saudara sulungnya itu


" Yang menang mendapatkan koleksi terbaru yang kalah. Jika kau menang aku akan memberikan pada mu mobil terbaru ku dari bugatti. Aku baru dapat dari klien ku, dan jika kau kalah Rolls royce milik mu akan menjadi milik ku, bagaimana? " tantang Daigo.


" Oke, deal.... " Kaien menjabat tangan Daigo. Keduanya ini sejak kecil selalu bersaing seperti ini, lalu bagaimana dengan Ryuzaki, jawabannya tentu saja malas untuk ikut-ikutan. Dia yang sifatnya susah sekali diajak bergurau, dan tidak suka barang miliknya disentuh sentuh orang lain, pasti tidak mau ikut kedua saudaranya yang gila itu.


Pada dasarnya Triplet adalah introvert semua, tapi dalam batasan yang berbeda. Dan yang paling introvert adalah Ryuzaki. Sedangkan Daigo dan Kaien masih dalam standar. Meski begitu ketiganya juga tidak pernah terlibat pertengkaran yang sampai saling memukul. Semuanya mereka selesaikan dengan kepala dingin dan Daigo menjadi moderatornya. Karena dia yang tertua dan memiliki jiwa kepemimpinan sehingga bisa menjaga kedua saudaranya.


...*****...


Maaf banget lama baru up disini, aku lagi sibuk ini bikin cerita tentang Kaien Narita ya. Kalau pada yang pengen tahu tentang cerita dari salah satu triplet ini, pada kunjungi aja IG aku di @ara shincla. di sana ada info tentang cerita anak dari bulan sama bintang ini.

__ADS_1


semoga kalian suka, dan aku selalu menunggu dukungan dan kritik kalian supaya aku bisa lebih baik lagi


__ADS_2