
Enam bulan telah berlalu, Bulan sudah mulai aktif masuk kuliah, dan sekarang ini dia sedang menulis skripsinya. Dia sudah berjanji pada Bintang bahwa sebelum usia triplet genap satu tahun, Bulan sudah wisuda. Rencana mereka akan merayakan pesta ulang tahun anak mereka di Kyoto dan sekaligus pengangkat triplet menjadi pewaris bisnis keluarga Narita.
Bulan sendiri sekarang ini masih dilema lantaran bingung judul untuk skripsinya. Sudah tiga kali dia pengajian judul tapi belum juga di acc dosen pembimbingnya. Dosen pembimbingnya ini adalah dosen baru yang dulunya mengajar di Harvard University di London. Dosen yang sangat sulit sekali diajak kompromi.
Dosen baru ini mulai mengajar enam bulan yang lalu, tepat dihari Bulan melahirkan. Dosen bernama Anthony Fokker, merupakan lulusan S2 di Harvard lalu mulai mengajar di sana. Alasan kenapa dosen ini yang menjadi pembimbing Bulan karena dia sendiri yang meminta agar Bulan menjadi anak bimbingnya.
" Aaargggghhhh.... Kenapa skripsi ki sulit sekali? lulusnya, jangan kan skripsi yang lulus baru judul saja sudah ditolak tiga kalo. Nasib-nasib. " Bulan terlihat uring-uringan di ruang belajarnya.
Tanpa sepengetahuan Bulan, Bintang suaminya itu sedang mengintip di depan pintu yang hanya dia buka sedikit sekali, yang penting wajah istrinya kelihatan. Sudah tiga minggu Bulan menjadikan Bintang sebagai pelampiasan emosinya. Bulan selalu saja memarahi suaminya, padahal Bintang sedikitpun tek berbuat salah.
" Triplet kalian lihat mommy kalian, kerjaannya marah-marah mulu. " ujar Bintang mengajak ketiga putranya mengintip. Triplet perkembangan dan tumbuhnya sangat pesat, usia enam bulan saja ketiga putra Bintang sudah bisa berjalan, dan sangat mengerti saat diajak bicara orang dewasa. Mereka juga sudah mulai bisa berceloteh menanggapi ketika diajak bicara oleh daddy ataupun mommynya.
" Kalian lihat tidak? " Bintang menunduk memandang ketiga putranya yang sekarang ini berada di samping kakinya.
Triplet tertawa renyah sekali menanggapi kegalauan sang daddy. Jika saudara Bintang yang lain tahu, bisa setahun penuh dia dijadikan bahan olokan saudaranya yang lain.
" Kita wajib mencari tahu masalah ini anak-anak. Tunggu dulu ayo kita pindah tempat perlindungan sebelum mommy kalian mengamuk seperti monster. " ujar Bintang menggendong ketika anaknya menuju ke kamar si triplet. Tempat yang paling aman saat Bulan sedang dalam emosi tingkat tinggi.
Bintang dan ketiga putranya sekarang ini naik ke ranjang besar dengan adanya penyekat di setiap pinggiran ranjang untuk melindungi triplet agar tidak sampai terjatuh dari ranjang. Bintang nampak mengambil ponsel yang ada di saku depan celananya, entah apa yang dia lakukan tahu-tahu ponsel itu sudah nangkring di telinga kanannya
" Halo... " sapa Bintang setelah di panggilan ke 4 baru diangkat oleh si pemilik ponsel di seberang.
__ADS_1
" Halo senior. Ada apa ya? " tanya Septi. Rasanya aneh saja seniornya ini telefon. Septi dekat dengan Bintang karena dia sedang berkencan dengan Orion saat ini, bahkan keduanya sudah tunangan sebulan yang lalu.
" Sep, apa judul skripsi Bulan ditolak lagi? " tanya Bintang.
" Iya senior, padahal punyaku dan July baik-baik saja, Bima yang satu dosen pembimbing dengan Bulan satu sekali setorin judul langsung di acc kok. " jawab Septi.
" Siapa dosen pembimbingnya Bulan Sep? "
" Dosen baru senior, baru ngajar pas Bulan lahiran enam bulan lalu. S2 Harvard yang dulu juga ngajar di Harvard. "
" Trus ngapain dia di sini kalau sudah ngajar di Harvard. Aneh banget tuh orang. "
Septi kemudian menceritakan tentang Anthony Fokker dosen baru mereka yang mengajar di fakultas Bulan. Menurut perkenalannya waktu itu, beliau pindah ngajar ke Indonesia lantaran ada kakek di sini yang musti dia jaga.
Setelah panjang kali lebar mereka berbincang, Bintang mematikan ponsel nya karena merasa sudah cukup mendengar cerita Septi. Bintang sepertinya harus mencari tahu tentang Anthony, dan besok dia akan ikut ke kampus bersama Bulan.
" Ini kalau bukan dosen itu suka sama Bulan trus cemburu karena Bulan udah nikah, berarti dia itu nggak suka Bulan karena masih kuliah tapi udah nikah. Perlu ini gue selidiki, nggak boleh dibiarin atau nasib gue sama kayak judul skripsi bini gue yang ditolak mulu. " gumam Bintang serius.
Dia pun menidurkan ketiga putranya, jam dinding kamar triplet sudah menunjukkan pukul setengah delapan malam dan itu tandanya, ketiga putra Bulan dan Bintang ini harus segera tidur.
Tak perlu waktu lama, setengah jam saja Bintang menidurkan putra-putranya dan triplet sudah tertidur. Bintang kemudian beranjak dari kasur, menutup penghalang yang ada di samping ranjang laku keluar menuju ke dapur.
__ADS_1
Bintang rencananya ingin membuat waffle karena menurutnya setiap makan makanan itu mood Bulan bisa berubah yang tadinya uring-uringan menjadi tenang. Waffle strawberry dengan jus strawberry langsung dibuat oleh Bintang.
" Shujin, lagi buat apa? " Bulan berdiri di belakang Bintang dan memeluk suaminya itu dari belakang. Bulan tahu sudah tiga minggu ini dia jadi melampiaskan semua emosinya pada suaminya, padahal kurang apa coba Bintang. Pulang kerja langsung mengurusi ketiga putranya sedangkan Bulan masuk ruang belajar untuk mengerjakan skripsi. Siapa suami yang bisa seperti Bintang.
" Waffle strawberry dan juga jus strawberry yomesan. " jawab Bintang.
" Wah pas banget nih. Shujin, aku mau minta maaf akhir-akhir ini aku selalu bersikap nggak baik sama kamu. Aku jengkel banget sayang judul skripsi ku nggak dulu lusin sama dosen pembimbing ku. " Bulan mengadu dan terisak.
Bintang mengepalkan kedua tangannya tanpa sepengetahuan Bulan. Memang urusan skripsi itu hanya antara dosen dan anak didiknya, tapi saat melihat Bulan menangis rasanya Bintang ingin sekali menghajar seseorang untuk dijadikan pelampiasan emosi.
Dia saja selalu menjaga istrinya dengan baik, ini malah ada orang yang sudah bikin istrinya nangis. Bintang semakin memantapkan rencananya untuk mencari tahu tentang dosen pembimbing Bulan, dia juga akan menemui dosen itu secara langsung jika dugaannya tadi benar adanya.
" Aku buatin judulnya mau? " tawar Bintang.
" Aku takut nggak bisa mengembangkan judul jika kamu yang buat sayang. Level kita ini beda lho. " tolak Bulan. Secara suaminya itu jenius dia biasa-biasa saja kok, bisa gawat kalau dia nggak bisa mengembangkan judul skripsi dari Bintang padahal judul itu sudah di acc.
" Aku bantu sayang. Aku nggak tega kamu stress kayak gini. Triplet juga masih butuh kamu lho. " ujar Bintang berusaha membuat Bulan mengerti.
" Tapi... "
" Nggak ada tapi-tapian, kalau judul dari aku masih ditolak berarti itu dosen pembimbing kamu yang mau cari masalah. " kekeh Bintang.
__ADS_1
" Enakan saja kau bikin istriku jadi begini? aku yang kena imbasnya. Lihat saja nanti kalau sampai kota bertemu. " batin Bintang meronta