
Berita tentang Bintang dan Bulan yang mengundurkan diri dari putra dan putri kampus menjadi trending topik bagi mahasiswa. Mereka ada yang menyayangkan ada juga yang suka karena memang tidak menyukai Bulan. Septi dan July pun dibuat bingung dengan keputusan mendadak itu. Apalagi sudah dia hari Bulan ijin tidak masuk.
Untuk menuntaskan rasa penasarannya Septi dan July berencana mencari Bintang untuk bertanya tentang Bulan.
" Eh Sep, itu senior. " July menunjuk ke arah seberang mereka.
" Senior... Senior Bintang... " teriak Septi memanggil Bintang. Merasa ada yang memanggil Bintang akhirnya menengok ke belakang.
" Ya? " Bintang memandang kedua teman istrinya yang sudah memanggilnya.
" Senior, Bulan nggak masuk kenapa ya? " tanya July.
" Bulan di rumah lagi badrest. Dia sedang dalam kondisi yang lemah sekarang jadi butuh istirahat banyak. " jawab Bintang.
" Memangnya Bulan sakit ya senior? " tanya Septi.
" Sakit sih enggak tapi kalo kalian pemasaran hubungi dia aja dech. Bingung juga aku mau jelasinnya. " jawab Bintang. Dirinya kemudian pamit pergi karena hendak pulang dan langsung membelikan es krim yang diminta Bulan tadi. Septi dan July hanya bisa memandang penuh tanya kepergian Bintang.
" Yomesan aku pulang. " seru Bintang saat kedua kakinya sudah menginjak lantai rumahnya.
" Shujin..... " teriak Bulan langsung memeluk Bintang. Entahlah ini karena hormon kehamilan atau tidak tapi Bulan jadi lebih agresif sekarang dan Bintang menyukai hal itu.
" Sudah makan siang? " tanya Bintang. Bulan hanya menjawab dengan anggukan saja.
Mereka berdua kemudian berjalan ke arah dapur yang menjadi satu dengan ruang makan. Bulan sudah tidak sabar menyantap es krim strawberry kesukaannya. Bintang nampak sibuk membuka paperbag kecil yang berisikan es krim pesanan Bulan tadi.
Tiga porsi es krim sedang habis disantap oleh Bulan. Bintang menatap nanar wadah es krim yang berjumlah tiga itu sudah kosong. Tapi Bintang tak pernah protes walaupun Bulan makan dengan porsi jumbo karena dia menyadari istrinya tengah hamil anaknya.
Bulan pun menghabiskan waktu dari siang sampai sore hari dengan terus menempel pada Bintang. Bahkan untuk ke kamar mandi saja Bintang mendapat pengawalan dari istrinya. Bintang sampai dibuat malu oleh Bulan.
__ADS_1
Malam menjelang, Bintang mengajak istrinya untuk makan diluar karena Bulan ngidam ingin makan seafood yang ada di restoran mewah di Jakarta. Syukur lah kalau anak yang dikandung Bulan punya selera bagus makan minta ditempat yang mewah.
Setibanya di restoran yang dimaksud, Bintang memesan beberapa hidangan yang kesemuanya ada hubungannya dengan seafood. Gurame bakar, udang goreng tepung, udang goreng mentega saus tiram, cumi udang lada hitam, dan cumi goreng asam.
Air liur Bulan sampai menetes menatap hidangan seafood yang dipesan oleh suaminya. Tak mau menunggu lama, Bulan langsung menyikat semua hidangan yang ada di depannya. Tidak ada jaim lagi dalam diri Bulan, dia dengan santainya makan dengan lahap seperti orang yang tidak makan satu minggu saja.
Bintang hanya memakan menu gurame bakar saja karena yang lainnya sudah dimakan oleh Bulan. Tak apa dia mengalah untuk anak dan istri apakah yang tidak dilakukan. Bulan sampai menambah nasi dia mangkok lagi untuk membuat perutnya kenyang.
" Sudah. Ini enak semua. " ujar Bulan.
Akhirnya Bintang memutuskan untuk berjalan kaki di sekitar restoran itu untuk membuat makanan dalam perut Bulan turun agar nantinya tidak begah.
Berjalan berdua melewati jalan trotoar yang dikhususkan untuk pejalan kaki. Menatap langit malam yang berhiaskan Bulan dan Bintang, jalan saling bergandengan dan juga saling menghangatkan.
Sudah mulai merasa lelah dan mengantuk, Bulan pun mengajak sangat suami untuk pulang. Bulan sudah merindukan ranjang yang empuk juga bantal dan gulingnya. Rasanya sudah tak sabar berbaring disana bersama suaminya.
Pukul 21.30, pasangan suami istri itu baru sampai di rumah. Kelihatan sangat sepi jadi Bulan yakin mbok Warni dan Tutik sudah beristirahat. Berjalan menaiki tangan satu per satu kemudian langsung masuk ke dalam kamar. Membersihkan diri sebentar lalu mulai untuk beristirahat.
__ADS_1
Bulan meminta Bintang agar besok saja mereka menemui dosen dan rektor untuk membahas masalah Bulan yang ingin tetap mengikuti pelajaran mesti dirinya sedang cuti kuliah.
" Sayang bangun. " Bulan menggoyangkan tubuh Bintang yang masih terlelap padahal Bulan sudah bersiap untuk ke kampus.
Bulan yang sudah kesal, akhirnya memukul punggung suaminya yang tidak mengenakan kaos karena terbiasa tidur bertelanjang dada.
Mendapat tabokan maut, Bintang pun mulai membuka matanya. Masih mengantuk dan faktor kelelahan membuatnya malas untuk bangun.
" Aku masih ngantuk ini. " ujar Bintang.
" Tapi ini udah mau jam delapan lho, katanya mau ke kampus buat ketemu sama dosen dan rektor. " omel Bulan. Dirinya dibuat naik darah dengan tingkah suaminya itu.
Dengan terpaksa dan masih memejamkan mata, Bintang berjalan menuju ke kamar mandi. Melihat tingkat suaminya Bulan mengulas senyum dan bergeleng kepala. Sudah besar tapi susah sekali dibangunkan. Bulan pun berjalan ke walk in closet untuk mengambilkan pakaian ganti untuk sang suami tercinta.
Bulan dan Bintang kini sudah dalam perjalanan menuju universitas xx, kampus mereka. Selama diperjalanan keduanya saling diam, fokus dengan apa yang sedang mereka pikirkan saat ini.
Sesampainya di kampus, Bintang langsung mengajak Bulan pergi ke kantor rektor. Rupanya di kantor rektor sudah ada Bu Mega selaku dosen yang bertanggung jawab di kelas Bulan, juga ada Pak Max yang merupakan perwakilan dosen dan yang terakhir Pak Ahmad selaku rektor.
" maaf sebelumnya pak, saya membawa istri saya ke sini hendak membicarakan dua hal. Yang pertama pengunduran diri kami dari posisi putra dan putri kampus dan kedua tentang pengambilan cuti untuk istri saya karena sedang mengandung saat ini. " terang Bintang.
" Tidak perlu tegang begitu, kami sudah mendengar perihal masalah ini dari tuan besar Hillar jadi saya juga sudah memutuskan untuk memberi cuti pada Bulan dan juga menyetujui pengunduran diri kalian dari gelar putra dan putri kampus. " pak Ahmad sudah membuat keputusan ini saat pertama kali kabar kehamilan Bulan dia dengar dari tuan besar Hillar yang adalah sahabatnya dulu.
pak Ahmad dulunya adalah mantan kekasih oma sebelum akhirnya opa datang dan mengambil hati oma. Tapi meski begitu hubungan ketiganya justru sangat baik.
" Pak maaf sekali lagi, apakah boleh walaupun istri saya cuti tapi masih bisa mengikuti pelajaran. Jadi tidak bisa disebut cuti juga tapi Bulan hanya mengikuti pelajaran dari rumah. Akan ada video saat dosen menerangkan materinya dan nanti setiap tugas saya yang akan mengumpulkannya. Apakah jika seperti itu boleh?" tanya Bintang.
__ADS_1
Pak Ahmad dan kedua dosen yang dad di ruangan itu nampak tengah berpikir. Apa yang diusulkan Bintang ini adalah hal baru yang selama ini belum pernah mereka pikirkan. Ini mengenai kebijakan bagi mahasiswi yang tengah mengandung dan mengambil cuti biasanya akan mengulang setelah cuti mereka usai. Ide Bintang ini apakah boleh digunakan untuk seterusnya atau hanya untuk Bulan saja.