
HN Group merupakan perusahaan yang bergerak dibidang IT. Kesuksesan perusahaan ini tidak diragukan lagi, berdiri empat tahun yang lalu kemudian tepatnya satu tahun yang lalu sudah menyandang predikat perusahaan IT nomer satu di Asia.
Identitas CEO dari HN Group sejak awal dirahasiakan. Hanya vice president nya saja yang selalu wara wiri di berita ataupun majalah bisnis. Karyawan perusahaan itu pun juga belum tahu bagaimana wajah CEO mereka.
Bulan yang selama ini mendengar keberhasilan HN Group begitu terkejut saat tahu bahwa CEO yang identitasnya disembunyikan itu adalah suaminya.
" Itu.. Itu... Itu... coba kamu lihat. " Bulan tergagap.
Bintang menoleh ke arah yang ditunjuk oleh Bulan, namun tidak ada yang aneh di sana.
" Kamu bisa lihat hantu? " tanya Bintang.
" Bukan hantu, itu yang di atas meja. " tunjuk Bulan. Bintang masih kebingungan dengan maksud Bulan.
" Anda benar nyonya, apa yang anda lihat itu adalah benar adanya. " seseorang bicara.
Seseorang itu adalah vice presiden HN Group yang bernama Ryo Kobuki. Orang kepercayaan Bintang, berusia delapan tahun lebih tua dari Bintang.
" Memangnya apa sih. Kok dia tahu gue kagak. " sinis Bintang.
" Tuan, istri anda sedang melihat nama anda yang tertulis di sana. " tunjuk Ryo ke arah meja.
Bintang mangguk-mangguk, kini dia tahu apa yang dimaksud oleh istrinya.
Bintang mendirikan sebuah perusahaan di bidang IT empat tahun yang lalu. Dirinya tak ingin menyia-yiakan ilmu yang sudah didapatnya. Terbukti karena kepintaran dan kecerdikannya dalam kurun waktu tiga tahun perusahaan miliknya sudah menjadi nomer satu di Asia.
Keluarga Bintang baik yang ada di Jepang atau di Indonesia tidak ada yang mengetahui perihal ini. Sengaja ingin merahasiakan, karena pasti ditentang keluarga Narita alasannya perusahaan turun temurun di keluarga Narita nantinya akan menjadi milik Bintang.
" Kamu kok bisa jadi CEO di sini? " bisik Bulan.
" Bisa lah kenapa musti nggak bisa. " jawab Bintang.
" Tapi kamu kan masih kuliah. " desak Bulan.
" Kamu dengar aku baik-baik ya. Eh lupa Ryo kamu lanjutin aja kerja kamu. Sekalian bilang OB nyiapin makan siang buat aku sama istriku. " titah Bintang.
__ADS_1
Ryo membungkukkan badannya laku bergegas pergi ke ruangannya untuk menghubungi OB untuk menyiapkan makanan untuk tuannya.
" Cepet katanya mau ngomong. " desak Bulan
" Anata, aku ini udah lulus kuliah S2 saat usiaku sembilan belas tahun. Karena kejeniusanku aku sering lompat kelas saat masih sekolah. " terang Bintang.
" Ya Tuhan kok bisa kamu punya otak encer begitu. Tapi kenapa kamu yang udah lulus S2 malah kuliah lagi S1 di sini. Kayak kurang kerjaan aja. " seloroh Bulan.
" Karena aku sedang menyembunyikan identitas asli ku dari sekelompok orang. " ujar Bintang enteng.
" Maksudnya? cerita itu yang full dong jangan setengah-tengah. " omel Bulan. Bintang langsung tergelak, dirinya memang sengaja membuat istrinya itu penasaran akut baru cerita.
" Ish... nyebelin banget. " kesal Bulan.
Bintang akhirnya menceritakan kisahnya. Bintang pindah ke Indonesia dan mengganti nama dari Hoshi ke Bintang dengan tujuan untuk bersembunyi. Dirinya harus bersembunyi dari sekelompok mafia dunia hitam.
Saat Bintang berusia tujuh tahun, dirinya pernah diculik oleh saingan perusahaan milik kakeknya. Kebetulan yang dibayar untuk menculiknya adalah mafia. Organisasi mafia uang menculik Bintang kalau itu berbeda dengan kelompok mafia lainnya. Kelompok itu justru beranggotakan orang-orang penting yang bekerja di pemerintahan.
Bintang yang kalau itu berusaha melarikan diri secara tidak sengaja membaca nama-nama orang yang bergabung dengan kelompok mafia itu. Orang-orang yang namanya ada pada daftar yang dilihat Bintang saat itu mulai mengincar nyawa Bintang.
Hingga hari ini pun Bintang masih ingat nama-nama itu. Sekali ingat dia tidak akan bisa melupakan. Saat usianya sembilan belas tahun, kelompok mafia yang lama vakum itu mulai menyelidiki dan mengincar Bintang. Hingga Bintang harus datang ke Indonesia sebagai bentuk perlindungan. Indonesia yang terkenal dengan negara hukum tidak akan mungkin membuat kelompok mafia itu mengejar Bintang sampai Indonesia.
" Ya Tuhan kenapa serumit itu. " sesal Bulan.
" Aku mendirikan perusahaan ini selain untuk mendapat keuntungan juga akan menguatkan posisiku di sini. Aku berganti dipanggil Bintang dan kuliah lagi untuk membuat mereka kesulitan menemukan ku. " terang Bintang.
Bulan tidak menyangka dibalik ketengilan suaminya itu tersimpan kenangan yang tidak mengenakan di hidupnya. Bulan jadi tahu sikap suaminya yang usil itu hanya untuk menutupi luka di hatinya.
" Suatu saat nanti aku pasti akan menghadapi mereka. Ku mohon bila saat itu tiba tetaplah menjadi istriku dan jangan tinggalkan aku. Apa kau bisa berjanji? " ucap Bintang.
" Aku janji. " balas Bulan.
Seorang OB datang mengantar makan siang untuk Bulan dan Bintang. Mereka berdua pun berhenti mengobrol dan mulai menikmati hidangan yang ada di depan mereka.
Waktu sudah menunjukkan pukul empat sore. Bintang mengajak Bulan untuk pulang. Mobil merah milik Bintang kembali membelah jalanan untuk pulang ke rumah mereka.
__ADS_1
Sesampainya di rumah mereka langsung membersihkan diri dan kemudian menuju ke ruang kerja Bintang untuk mengerjakan tugas kuliah keduanya. Tidak banyak yang mereka bicarakan. Bulan juga memahami tentang cerita Bintang tadi.
" Oh ya, kamu juga jaga stan nggak pas bazar minggu depan? " tanya Bulan. KiniBulan dan Bintang sedang duduk disofa ruang kerja Bintang.
" Enggak. Aku panitia lapangan jadi aku jaga di lapangan tiap hari, dibebaskan tugas di stan kelas aku. " jawab Bintang.
" Aku dapat tugas jaga hari jumat. Nanti si hari yang lainnya kalao aku cari kamu boleh nggak? " tanya Bulan lirih.
" Boleh tapi jangan pagi ya sampai siang ya. Tugas keliling. " jawab Bulan.
Keduanya tadi memutuskan untuk memesan makanan lewat jasa pesan online.. jadi setelah keduanya makan barulah mereka belajar tadi.
" Besok boleh aku izin habis kuliah aku mau ketemu temen-temen di cafe? "
" Ngapain di cafe, di rumah ini aja juga nggak apa kan. "
" Mereka nanti curiga dong kok aku satu rumah sama kamu. "
" Bilang aja kamu ke sini juga main. "
" Iya juga ya, oke deh besok aku ajak teman aku ke sini. Terima kasih ya. "
" Anata, boleh kita melakukannya lagi seperti pertama waktu itu? " tanya Bintang.
" Boleh tapi pelan-pelan ya. " jawab Bukan tersipu.
" Yes...... " Bintang mengepalkan tangan di depan dada.
Tanpa basa basi, Bintang langsung mengangkat tubuh Bulan ala bridal style menuju kamar mereka. Bintang sudah tidak sabar merengkuh nikmat dunia bersama istrinya lagi. Bintang pria normal, wajar jika dia menginginkan Bulan.
Malam panas kedua kalinya bagi mereka itupun terjadi. Seakan tidak pernah ada puasnya, mereka terus memacu tubuh mereka mencari kepuasan.
Bintang langsung ambruk di samping Bulan saat untuk keempat kalinya dia mendapat pelepasan. Jangan ditanya Bulan, entah sudah berapa kali mendapat pelepasan.
Keduanya terbang ke alam mimpi bersama, keduanya saling memeluk masih dengan keadaan polos. Berbagi kehangatan bersama setelah terbang ke atas surga dunia bersama.
__ADS_1