
Bulan yang merasa sakit hati lantaran diteriaki suaminya sendiri terus berlari menjauh. Bintang yang melihat istrinya berlari pun langsung mengejar istrinya. Bintang khawatir dengan keadaan istri barunya itu. Bintang yang seorang lelaki ditambah kakinya yang jenjang memudahkan dirinya mengejar Bulan. Bintang menggengam tangan Bulan dan menarik Bulan langsung ke dalam pelukannya. Bulan meronta, tapi tetap tak bisa melepaskan diri dari Bintang.
" Lepas, sana pergi mengurus fansmu itu. Lepas.. " Noura berbicara dengan nada ketus.
" Nggak, aku nggak bakalan lepasin kamu sampai aku lihat kondisi kamu sekarang. " elak Bintang.
" Kenapa kami khawatir sama aku, sana lebih baik kamu khawatirin Sandra. " Bulan mulai tenang lantaran capek. Bintang memeluknya dengan erat sehingga percuma saja dia terus memberontak.
" Kamu ngomong apa sih. Ngapain aku khawatirin dia kan istri aku kamu. " Bintang berucap dengan pelan sambil mengelus rambut Bulan untuk menenangkan istrinya.
" Trus kenapa kamu teriakin aku, yang salah itu Sandra dinampar aku duluan karena nggak Terima aku pacaran sama kamu. Tapi kamu malah teriakin nama aku. Maksudnya apa coba. " Bulan berbicara pelan tapi penuh penekanan. Dia malu karena diteriaki Bintang sekeras itu. Bukan dia yang salah kenapa nama dia yang diteriaki itu pikirnya
Bintang menghela nafas sebentar menetralisir seru nafas setelah berlari mengejar Bulan.
" Aku lebih baik meneriaki nama kamu daripada meneriaki nama cewek lain. Kamu istriku tapi aku malah nyebut nama cewek lain apa terima. aku itu berusaha jaga hatiku biar nggak sakit kalau aku teriakin nama cewek lain. " Bintang berujar
" Tapi ini konteks nya beda, aku nggak salah. " Bulan kekeh tidak terima.
" Anata kamu tahu kan posisi aku itu gimana"?.
" Nggak tahu dan nggak mau tahu. " potong Bulan.
Bintang mengacak rambutnya frustasi. Istrinya kini sedang dalam mode ngambek. Bintang binggung gimana menjelaskan posisinya yang adalah ketua SEMA dimana itu artinya dia harus adil dalam menghadapi masalah apapun yang berhubungan dengan mahasiswa.
" Pliss kamu ngerti posisi aku. Aku dituntut adil Lan. Aku nggak bisa membenarkan kamu atau menyalahkan Sandra begitu saa tanpa mendengar pembelaan kalianlah berdua. Jadi tolong sekarang ikut aku ya kita selesaikan masalah ini dulu. Kalau kamu marah karena aku tadi teriak, kamu boleh hukum aku. " Bintang membujuk Bulan.
" Yakin aku boleh hukum kamu? " tanya Bulan memastikan.
Bintang mengangguk mantap, dia pasrah karena memang salahnya meneriaki istrinya itu.
__ADS_1
Bulan akhirnya menurut saja saat Bintang membawa nya ke ruangan SEMA. Kini mereka berempat berada di ruangan Bintang. Ada Bulan, Sandra, Hydra dan terakhir siapa lagi kalau bukan yang punya ruangan.
" Maaf sebelumnya harus membawa kalian kemari, tapi bisa salah satu dari kalian menceritakan apa alasan perkelahian kalian!! " Bintang melihat kedua tersangak dengan tatapan mengintimidasi.
Sandra sudah bergetar ketakutan lain halnya dengan Bulan. Dia malah semangat bercerita pada Bintang apa tadi terjadi.
" Maaf saya harus tegas kepada kalian ini untuk memberikan efek jera dan peringatan pada mahasiswa yang lain agar tidak melakukan perkelahian.. " Bintang menjeda sejenak perkataanya dia menelisik wajah kedua tersangka guna melihat adakah gurat penyesalan pada keduanya.
" Dengan sangat terpaksa saya memberikan kalian hukuman selamat 3 hari kedepan membersihkan taman kampus selama satu jam. Sandra di taman geduanh AB dan Bulan di taman gedung CD. Nanti akan ada yang mengawasi kalian berdua. "
" Dan untuk kamu Sandra, saya tekankan sekali lagi bahwa kami bukan siapa-siapa saya, jadi kamu tidak berhak ikut campur dalam kehidupan pribadi saya. Lain kali jika kamu kedapatan mengganggu Bulan saya akan bertindak tegas bukan sebagai ketua SEMA tapi sebagai kekasih Bulan. " Bintang menekankan setiap kata yang keluar dari mulutnya. Sejujurnya dia sangat emosi mengetahui istrinya ditampar Sandra, jika tidak melihat posisinya sekarang sudah pasti Sandra akan mendapatkan balasan dari Bintang.
" Sekarang kalian keluar dan hukuman kalian dimulai besok pagi. " Bintang mempersilahakan mereka keluar dari ruangannya.
Bintang memijit pelipisnya, dia yakin istrinya itu pasti tambah ngambek karena mendapat hukuman darinya. Tapi apalah dayanya, dia adalah panutan mahasiswa lain jadi harus bersikap adil pada siapapun tanpa pandang bulu.
" Dra, lo tolong panggilin cewek gue dong. " pinta Bintang pada Hydra temannya.
" Udah sana cepet. " usir Bintang.
Tadi dia menyuruh Bulan keluar karena tidak mau Sandra nanti berpikir yang bukan- bukan dan malah menyebarkan gosip buruk tentang istrinya.
Bulan berjalan meninggalkan ruangan Bintang. Mulutnya terus komat kamit memaki Sandra dan Bintang karena mereka lah dia harus dihukum.
" Apes banget nasib aku. Kenapa harus punya suami idola kampus jadi kena damprat fans nya kan. Mana kena hukum lagi. " omelnya.
" Bulan.... Bulan... Tunggu. " suara seorang berteriak memanggil nama Bulan.
Bulan menengok ke belakang dilihatnya Hydra berjalan setengah berlari menhampiri nya.
__ADS_1
" Ada apa ya senior? " tanya Bulan
" Lo dipanggil Bintang disuruh ke ruangannya. " jawab Hydra.
" Tadi bukannya disuruh keluar, " suara Bulan terdengar kesal.
" Lo jangan marah, tadi Bintang gitu biar nggak dikira pilih kasih secara lo ceweknya. " Hydra menjelaskan.
" Bintang bebannya berat, sebagai ketua senat dia punya tanggung jawab terhadap seluruh mahasiswa yang disini. Kalau dia nggak adil apalagi itu menyangkut elo, yang ditakutkan Bintang elo jadi gunjingan semua mahasiswa. Bintang juga pasti kena batunya karena nggak bisa adil karena salah satunya cewek dia. "lanjut Hydra
Bulan nampak berpikir, benar juga apa kata seniornya itu. Posisi Bintang itu serba salah dan nggak seharusnya Bulan kesal. Dia malah justru harus bersyukur punya suami tanggung jawab macam Bintang.
Mereka berdua berjalan beriringan kembali ke ruangan Bintang. Sedang Bintang sendiri justru bolak balik macam setrikaan karena resah takut istri ngambek lagi.
CEKLEK..
Pintu terbuka dan nampak lah Bulan. Hydra jangan ditanya kemana, dia kabur nggak mau jadi JONES liat orang pacaran.
" Anata, akhirnya kamu datang juga. Aku daritadi nggak tenang takut kamu ngambek lagi. Aku minta maaf sudah menghukum kamu, aku nggak ada pilihan. Aku terpaksa hukum kamu bukan disengaja ya. Plisss tolong maafin aku dan jangan marah. " Bukan melongo bingung baru datang sudah dicerca pernyataan oleh Bintang.
Melihat wajah Bintang yang memelas, hati Bulan terenyuh juga. Kasian suaminya itu harus berada di posisi netral tanpa memihak siapapun dan Bulan mengerti itu. Tiba-tiba terlintas sebuah ide untuk menjahili suami nya itu. Balas dendam lah masak dijahili terus.
" Kamu keterlaluan setidaknya kami kasih hukuman bedalah kan aku korban masak hukumannya sama. Aku istri kamu lho mestinya kamu itu belain aku, sebel aku sama kamu." Kini ganti Bintang yang melongo mendengar istrinya nyerocos seperti kereta api.
" Maaf, iya aku salah ya. Kamu jangan marah lagi ya. " Bintang menyatukan tangan di depan dadanya memelas pada istrinya.
" Mau dimaafin, " tanya Bulan yang dibalas anggukan oleh Bintang.
" Oke aku maafin, tapi sebagai gantinya besok kamu juga harus ikut dihukum nemenin aku. Karena kamu ikut andil dalam pertengkaran aku dan Sandra. Kamu itu jadi alasan Sandra buat berantem sama aku jadi adilnya kamu yang biang kerok harus ikut dihukum juga. " Bulan tersenyum miring. " rasain, salah sendiri jahil sekarang ganti aku jahilin kamu," Bulan bermonolog dalam hati
__ADS_1
yaelah yang bales dendam. yang mau tahu kelanjutannya jangan lupa baca, like dan komentar. karena itu sangat author butuhkan. Thanks