BULAN UNTUK BINTANG

BULAN UNTUK BINTANG
bab 28


__ADS_3

Bulan dan Bintang sekarang menuju ke sebuah butik langganan keluarga Narita dan Hillar. Di butik inilah Bintang memesan pakaian yang akan dia dan Bulan pakai saat pesta dansa nanti malam..


Dengan tema Cassual, Bintang pun memesan dengan tema yang sama akan tetapi dibuat sederhana namun mewah. Sebuah dress cantik untuk Bulan dan pakaian untuk nya.


" Apa masih jauh jaraknya? " tanya Bulan.


" Enggak kok di depan mall itu tempatnya. " jawab Bintang masih fokus menatap jalanan.


" Boleh nggak mampir di toko es krim di sekitar mall itu? " Bulan yang meminta.


" Boleh, tapi kita ke butik dulu ya. Nggak lama kok cuma ambil aja trus balik. " ujar Bintang. Bulan mengangguk setuju,


" Selamat siang tante. " sapa Bintang.


" Siang juga ganteng. " sapa tante Yura. " Eh ini pasti istri Hoshi ya. Cantik banget, kamu mimpi buruk apa nikah sama Hoshi. " seloroh tanta Yura.


" Tan, nggak boleh gitu. Dia beruntung lo tan dapat aku jadi suaminya. " ujar Bintang pongah.


" Alah.... Kamu itu sok ganteng banget. " ledek tante Yura.


" Emang ganteng. " ketiga oleh itu tergelak. Bulan nggak nyangka kalau ternyata tante Yura yang Bintang bilang pemilik butik itu ternyata orangnya lucu juga.


" Kamu sini. " panggil tante Yura saat melihat salah seorang pegawainya berjalan di sekitarnya.


" Iya saya Bu. " ujar pegawai itu mendekat.


" Tolong ambilkan paperbag warna abu-abu yang ada di kursi kantor saya ya. " pinta tante Yura. Pegawai wanita tadi mengangguk kemudian berlalu pergi ke ruangan tante Yura.


" Kok kalian lama banget baru ke sini. Tahu gitu tante antar aja ke rumah kalian. " protes tante Yura. Pesanan Bintang itu sudah siap beberapa jari yang lalu, tapi tak kunjung diambil juga.


" Kita pulangnya malam banget tan. Semalam aja jam 9 trus langsung tepar. Capek tan. " terang Bintang.


" Bu ini yang tadi ibu minta. " pegawai wanita tadi menyerahkan paperbag abu-abu kepada tanta Yur.


" Terima kasih ya. " Tante Yura menyambut ukuran paperbag itu.


" Ini baju kalian. " Tante Yura menyerahkan pada Bintang.


" Thanks tante, kita langsung balik ya. " pamit Bintang.


" Eh... Kok buru-buru. Kita ngobrol dulu baru pulang. " ajak tante Yura.

__ADS_1


" Maaf tante lain kalo aja ya. Kita nanti malam masih harus ke kampus lagi. " tolak halus Bintang.


Akhirnya setelah ribuan alasan terlontar dari mulut Bulan dan Bintang, Tante Yura tak lagi mengajak mereka untuk ngobrol bersama.


Bintang masih tetap mengendari mobilnya walaupun jatah dari buktikan tante Yura dengan toko es krim tak terlalu jauh. Cuaca sangat terik sekarang ini. Bintang hanya takut Bulan kelelahan.



Bintang mengajak Bulan masuk kemudian keduanya memesan. Empat buah hidangan es krim keduanya pesan. Cuaca yang panas memang akan adem jika menikmati es krim.






Jika Bulan cenderung memesan es krim yang bercampur strawberry, lain Bintang yang lebih memilih coklat dan cream. Bulan memang sangat menyukai es krim yang memiliki rasa Strawberry, rasa manis asam menjadi satu.


" Oh ya kamu inget cewek yang namanya Ruri? " tanya Bulan. Dirinya terus menyendokkan es krim masuk ke mulutnya.


" Yang kemarin kamu bilang pada di stan aku ada cewek yang ngliatin kamu aneh itu lo. " terang Bulan


" Oooooo.. kenapa? "


" Kemarin dia nanya aku apa bener pacaran sama kamu. Mau aku bilang enggak takutnya ngasih harapan. " cerita Bulan.


" Kenapa kamu mau begitu? Mau banyak cewek pada kayak Sandra yang waktu itu. " tanya Bintang sedikit sewot.


" Yah kan kita bukan pacaran, tapi udah nikah. Bener dong kalau aku pengen ngomong bukan pacar. Kamu itu suami aku ya. " ujar Bulan tak kalah sewot. Bintang tersenyum mendengar ungkapan istrinya barusan.


" Katanya Ruri itu pernah nembak kamu dulu tapi kamu tolak. Katanya waktu itu kamu udah ada yang ditaksir gitu. Siapa? " Bulan penasaran.


" Iya, waktu itu kalian pas udah semester dua. Jelas aku tolak lah orang aku suka cewek lain. " cerita Bintang.


" Cewek itu pasti sedih deh, kamu nya udah sama aku. " ujar Bulan yang masih menikmati es krim nya.


" Dia malah seneng lah. Ngapain juga dia sedih. Mestinya dia itu seneng. " ujar Bintang. Bulan jadi bingung kok ada cewek bahagia cowok yang suka dia milih cewek lain.


" Hahahahaha.... Jelas dia seneng lah orang sekarang dah jadi istriku. " seloroh Bintang. Melihat wajah Bulan yang terlihat bingung akhirnya dia memberitahukannya.

__ADS_1


Jadilah Bintang cerita tentang pertemuan pertama kali mereka saat OSPEK. Bintang waktu itu yang jadi ketua OSPEK kebagian kakak pendamping jelas Bulan menggantikan temannya yang sedang izin sakit selama tiga hari.


Selama tiga hari itu Bintang terus memperhatikan Bulan, ingin mendekati tapi bingung harus bagaimana. Ini adalah pengalaman pertamanya mendekati gadis cantik jadilah dia bingung musti gimana.


Bulan juga terlihat sangat cuek pada setiap cowok yang mendekatinya. Bingung Bintang justru mengusili Bulan. Setidaknya Bulan jadi tahu ada cowok yang namanya Bintang.


" Ada ya cowok deketin gadis kayak kamu gitu. " kesal Bulan setelah mendengar cerita Bintang.


" Habisnya kamu cuek banget jadi gadis. " ledek Bintang.


Keduanya masih melanjutkan obrolan mereka sampai es krim mereka tandas. Bintang mengajak Bulan untuk pulang dan beristirahat sebelum nanti jam tujuh malam akan ke kampus.


Siang ini keduanya tidur saling berpelukan tanpa selimut. Mereka yang tadinya tidur bersebelahan sekarang justru Bulan sudah tertidur dengan kepala di atas dada Bintang.


" Yomesan kamu udah siap belum. " panggil Bintang dari dalam kamar. Bulan sedang berganti baju di walk ini closer saat ini.


" Sebentar... Sebentar lagi keluar. " teriak Bulan dari dalam.


Tak lama Bulan keluar juga dari walk in closet. Bintang sampai terkagum dan langsung berdiri melihat Bulan yang seperti bidadari malam ini.



Bulan yang memakai drees berwarna navy dengan kain denim yang halus dan kancing di depan sebatas paha atas dan ke bawah berwarna hitam yang tembus pandang. Sepatu heels berwarna hitam dan rambut yang bergelombang digerai.


" Ya ampun ini bidadari turun darimana sampai-sampai kok udah berdiri di depan aku. " Bintang menarik pinggang Bulan mendekat padanya.


" Cantik sekali nyonya Hoshi Narita malam ini. " puji Bintang sambil mengecup pipi Bulan.


" Kamu juga ganteng banget malam ini. " puji Bulan dengan wajahnya yang malu-malu.


" Berarti aku nggak ganteng dong kemarin-kemarin. " ujar Bintang. Bulan yang tahu suaminya itu sedang menggodanya langsung saja mencubit perut Bintang.



Bintang malam ini terlihat sangat tampan dengan kemeja navy lengan panjang yang lengannya ditekuk sampai ke bawah siku dan celana jeans berwarna biru muda.


Malam ini Bulan dan Bintang mengenakan pakaian dengan warna navy. Sangat serasi sekali kaki ini keduanya. Bulan yang memoles wajahnya dengan make up natural, sangat memperlihatkan kecantikannya.


" Apa Anda siap untuk ikut dengan saya Tuan putri. " Bintang sedikit membungkukkan badannya dimana lengan kiri berada di belakang tubuhnya dan lengan kanan terulur di depan Bulan.


" Let' s go. Kita harus berpesta malam ini. "

__ADS_1


__ADS_2