BULAN UNTUK BINTANG

BULAN UNTUK BINTANG
bab 24


__ADS_3

Matahari pagi ini nampak sudah meninggi, tapi hal itu sama sekali tidak membuat sepasang sejoli yang tertidur sambil berpelukan terbangun. Bintang dan Bulan tertidur sangat nyenyak bahkan alarm yang berbunyi pun tidak membangunkan keduanya.


Sebenarnya keduanya terbangun pada jam dua malam. Ralat, yang terbangun awalnya cuma Bintang tapi kemudian dirinya membangunkan sang istri hingga terjadilah main kuda-kudaan di pagi buta.


" Enggh... " Bulan menggeliat. Sesaat matanya memerjab lucu sekali.


Dirinya langsung terbangun dan melihat jam yang ada di nakas samping ranjang. Mata Bulan langsung melotot saat melihat jam sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi.


" Shujin ayo cepat bangun.. Kita telalu ke kampus nih. " rengek Bulan membangunkan Bintang.


" Oh God, kok bisa sampai alarm bunyi nggak ke bangun. " Bintang geleng-geleng kepala langsung turun dari ranjang.


" Yomesan, kau mandi di sini saja, aku mandi di ruang gym. Hemat waktu sayang. " ujar Bintang uang langsung mengambil bathrobe keluar kamar.


Lima belas menit keduanya sudah siap dengan pakaian yang sudah rapi. Tanpa sarapan mereka langsung berangkat ke kampus. Mereka akan sarapan saja di kampus, pikir keduanya.


Sesampainya di kampus ternyata suasana sangat ramai, jauh lebih ramai dari hari kemarin. Mungkin masyarakat awam sudah mengetahui adanya bazar di kampus xx.


Bintang langsung menuju tempat panitia berkumpul ditemani oleh Bulan. Orion dan Hydra sudah berkacak pinggang saat tahu Bintang baru saja datang.


" Sorry gue kesiangan. " Bintang mengucapkan alasan keterlambatannya setelah menetralkan nafasnya sehabis berjalan cepat.


" Wah lo keterlaluan, bisa-bisa lo telat Yang. " tegur Orion.


" Maaf senior, Bintang kakinya terluka jadi semalam tidurnya agak terlambat karena lututnya sakit. " Bulan mencoba untuk ikut menjelaskan.


" Cieh yang dibelain sama istri. " ledek Hydra.

__ADS_1


" Lhoh kok... " ucapan Bulan langsung dipotong oleh Bintang.


" Mereka udah tahu dari awal. Orion nggak sengaja nemuin foto pernikahan kita di dompet aku. Jadilah mereka tahu. " terang Bulan.


" Tenang aja Lan, mulut kita nggak ember kok. " ujar Hydra. Bulan mengangguk tersenyum. Setidaknya sahabat Bintang pada tahu, jadi ada yang bantu Bulan jagain suaminya biar nggak digoda mahasiswi lain.


" Kaki lo sakit kenapa? " tanya Orion.


" Jatuh. " jawab Bintang malas.


" Hahahahaha..... Gila lo Yang. Udah gede masih juga jatuh kayak anak TK lo. " ledek Orion sampai tertawa. Bintang langsung mendelik tajam menatap dia sahabatnya yang sedikit diluar kebiasaan itu.


" Lo duduk tenang aja sama bini lo di sini. Biar kita yang urus tugas lo. " ujar Hydra.Meski kedua sahabat Bintang itu banyak konyolnya tapi tetap selalu setia kawan.


" Thanks. " ucap Bintang.


Saat susunan panitia dibuat, Bintang dengan keras menolak untuk dijadikan ketua acara tahun ini. Orion lah yang akhirnya mengalah dan menggantikan tugas yang tiap tahun menjadi tanggung jawab Bintang. Orion juga sadar bahwa Bintang tak lagi sendiri, jadi jelas Bintang ingin memiliki banyak waktu dengan sang istri.


" Ayuk sarapan dulu ke kantin aku laper banget. " ajak Bulan. Perutnya sudah berdemo sedari tadi.


Bintang mengangguk, keduanya berjalan bergabung dengan tangan menuju kantin. Sesampainya di kantin Bintang dan Bulan langsung menuju warung soto ayam. Keduanya memesan soto ayam dan beberapa gorengan lalu dengan minum teh hangat. Tidak baik jika masih pagi sudah meminum es.


Sedang asyiknya makan pagi yang terlambat, Wisnu dan Septi datang. Mereka berdua juga ingin membeli makanan untuk makan siang yang terlalu awal.


" Wah dicari dari tadi nggak tahunya kencan di kantin. " ledek Wisnu.


" Ya elah Nu, ada ya kencan di kantin. Nggak etis banget. " balas Bulan.

__ADS_1


Akhirnya keempat orang itu makan bersama. Wisnu dan Septi juga menanyakan perihal masalah kedai yang akan mereka tangani hari jumat. Wisnu yakin pada hari jumat akan semakin banyak orang yang datang untuk melihat bazar di kampus mereka.


Sudah kenyang, Bulan mengajak Bintang untuk duduk-duduk saja di kursi yang ada di depan stabil para dosen. Menurut Bulan, akan aman untuk mereka jika duduk di dekat stan dosen karena seluruh dosen sudah tahu tentang hubungan mereka.


Para dosen awalnya kaget dengan pernikahan keduanya, memang tidak dilarang tapi tetap saja akan ada saja berita yang tidak sedap beredar. Para dosen justru kagum dan salut pada Bintang dan Bulan yang mampu mempertanggung jawabkan kesalahan mereka walau sebenarnya mereka berdua dijebak.


" Kalian berdua dulu aja kayak tikus sama kucing, tapi lihat sekarang lengket kayak perangko. " ledek Bu Mega yang bertanggung jawab di kelas Bulan.


" Tuh baju emang kamu mau ke mall Tang. " tegur pak Max yang melihat Bintang berpakaian seperti anak muda yang akan pergi ke mall.


Baju kaos warna hitam yang pas body, jaket denim sebagian outernya, dan celana chinos pendek warna hitam. Jangan lupa sandal jepit yang dipakainya.


" Maaf Pak, tapi kaki Bintang bagian lutut sakit pak. Kalau pakai celana panjang nanti tambah sakit lukanya. " terang Bulan yang tidak ingin Bintang ditegur oleh para dosen. Pasalnya Bulan yang memaksa Bintang berpakaian seperi itu.


" Jangan dengerin pak Max Lan. Dia itu cuma ledekin Bintang aja. Nggak papa kok pakai baju begitu, kan bebas. " bela bu Mega.


Bu Mega mengambilkan es buah untuk Bulan dan Bintang serta dirinya dan Pak Max. Cuaca sepanas ini memang paling enak makan es buah. Seger banget..


" Bu Terima kasih ya untuk es nya. Kalau boleh nambah lagi. Nanti saya bayar bu. " pinta Bulan malu-malu.


Bu Mega tersenyum lalu meminta pak Max yang mengambilkan untuk Bulan. Bermacam buah-buahan tersedia di dalam es buah yang dijual para dosen. Buah naga, melon, apel, semangka, garis dan ada juga nanas. Mantap banget pakai sirup buah warna merah plis susu putih. Jadi ngiler author bayangin makan es buah. 😁😁😁


" Kalian tidak berbuat mengurus orang yang sudah menjebak kalian? " Tanya pak Max.


" Tidak Pak. Jika aku menuntutnya Bulan bisa mendapat tekanan mental yang berat. Belum lagi jika mahasiswa lainnya ikut membicarakan. Bukan saya pak yang akan dihujat, tapi Bulan jadi saya memutuskan menyelesaikan masalah ini secara diam-diam. " terang Bintang.


Pak Max juga setuju dengan pemikiran Bintang, begitu pula dengan Bu Mega. Benar apa kata Bintang, bila hal ini tersebar Bulan lah yang akan dihujat oleh mahasiswa. Dibilang menggoda lah menjebak, atau menjual tubuh pada Bintang.

__ADS_1


Bulan sudah mendapat tekanan fisik karena sudah diperkosa Bintang, belum lagi jika masyarakat tahu tekanan mental juga akan Bulan alami. Secara diam-diam, Bintang sudah melindungi Bulan meski dengan cara yang berbeda. Dengan penyelesaian semacam ini tidak ada yang akan menderita.


__ADS_2