BULAN UNTUK BINTANG

BULAN UNTUK BINTANG
ban 25


__ADS_3

Siang harinya Bintang dan Bulan masih asyik bercengkrama dengan Bu Mega dan Pak Max. Mereka berempat berbicara tentang banyak hal, termasuk tentang dunia percintaan mereka.


Bu Mega ternyata tidak sepolos itu dalam percintaan terbukti dari banyaknya pria yang sudah dia kencani. Sedangakan Pak Max justru sudah akan menikah dalam waktu dekat bersama kekasihnya yang adalah teman semasa kuliahnya.


Bintang kemudian izin pamit menjauh saat ponselnya mendapatkan telfun dari seseorang. Bu Mega dan Pak Max juga pamit ke stan karena stan milik dosen sudah dipenuhi pembeli.


Tak lama Bintang kembali dan mengajak Bulan untuk berjalan-jalan. Saat itulah Bulan bertemu dengan July dan Septi.


" Shujin, bolehkah aku mengundang mereka ke rumah kita? " Bulan membisikkan hal ini ke Bintang.


" Boleh, aku juga harus ke perusahaan untuk mengerjakan sesuatu jadi biar mereka menemanimu sampai aku pulang. " jawab Bintang juga berbisik.


" Tak apa mereka tahu pernikahan kita? " tanya Bulan ragu. Bintang tersenyum dan mengangguk, tak ada gunanya juga menutupi pada teman terdekat. Pasti akan sangat tidak nyaman seperti kucing-kucingan.


" Kita pulang sebentar lagi, kau bicaralah dengan temanmu dan tunggu aku di parkiran mobil. Aku izin dulu pada Orion untuk pulang cepat. " ujar Bintang yang langsung bergegas pergi dari sana.


" Kalian ke rumah gue ya, sekalian pilih dress yang mau kalian pake. " ajak Bulan.


" Boleh tuh, " seru Septi.


Bulan mengajak kedua temannya berjalan menuju parkiran, mereka akan pulang awal. Hal ini tidak masalah karena selama satu minggu ini mereka bebas asal ada absen masuk.


Tak lama Bintang datang juga, mereka berempat akhirnya pulang menuju rumah Bulan dengan kendaraan Masing-masing. Tentunya Bulan masih satu mobil dengan Bintang.


Septi dan July yang menggunakan satu mobil dibuat heran saat mendapati arah tujuan mereka bukan ke rumah Bulan.


" Ini mau kemana, tuh senior nggak salah jalan ya. " ujar July binggung. Septi pun membenarkan.


Empat puluh lima menit mereka sampai, sedikit lebih lama karena terjebak macet. Bintang tidak turun langsung pergi menuju perusahaan. Bulan nampak menggeser gerbang agar mobil Septi bisa masuk ke dalam.


" Lan, kita ngapain ke sini? " tanya Septi yang sudah turun dari mobilnya


" Nanti gue jelasin sekarang masuk dulu yuk. " ajak Bulan.

__ADS_1


Betapa terkejutnya July dan Septi kalau mendapati di ruang tamu terpajang foto pernikahan yang diyakini keduanya adalah Bulan dan Bintang sebagai mempelainya.


Bulan hanya tersenyum kalau mendapat tatapan dari kedua temennya yang meminta penjelasan. Bulan pun mengajak mereka ke dapur untuk mengambil minum dan cemilan sebagai teman ngobrol.



Foto pesta pernikahan Bulan dan Bintang (mohon maaf bila ada yang kurang berkenan dengan visual Bulan dan Bintang)


" Lan, sepertinya lo punya kewajiban buat kasih kita penjelasan deh. " ucap Septi.


" Bener tuh, apa coba maksud foto yang ada di ruang tamu itu. Dan lo ngapain ada di rumah ini. Bukannya lo bilang ini rumah senior Bintang ya. " July menambahkan.


" Sorry gue baru cerita sama kalian. Gie butuh waktu untuk menerima ini semua. Jadi ceritanya Gue dan Bintang sudah menikah. Gue istri sah Bintang begitu pula sebaliknya. Ceritanya...... " Bulan menceritakan asal muasal yang membuatnya harus menikah dengan Bintang. Bulan tidak menutupi apapun dari kedua temannya. Bulan juga bercerita bahwa sekarang ini Bulan sudah bisa menerima Bintang sebagai suaminya, dan dia juga mulai memiliki perasaan pada Bintang.


" Wah kurang ajar tuh orang yang ngejebak lo. Musti dilaporin tuh sama rektor. " seru July yang sudah emosi mendengar cerita Bulan yang dibius dan harus mengalami malam panas bersama Bintang dengan terpaksa.


" Udah lo nggak usah emosi, Bintang udah ngiris semua masalah ini sampai tuntas kok. Memang kita berdua musti tanggung jawab dengan yang sudah terjadi, kata Bunda walau tanpa cinta setidaknya kami harus bertanggung jawab karena telah melakukan hal yang tidak pantas itu " terang Bulan.


Bulan terus tersenyum pada temannya dia ingin temannya bisa tahu bahwa dia sudah baik-baik saja dan sudah menerima peristiwa itu dengan lapang dada.


" Iya juga ya. Kalian pasti kaget banget waktu itu. " ujar Bulan.


" Kaget pake bingits Lan. " Septi menimpali.


Ketiganua mengobrol tentang kehidupan baru Bulan. Gimana sikap Bintang pada Bulan lalu dengan hubungan kedua keluarga dan masih banyak lagi. Lelah bercerita Bulan akhirnya mengajak Septi dan July naik ke lantai dua menuju ke kamar pribadinya.


Bulan mengajak Septi dan July masuk kamar itu. Kamar yang sangat mewah dan lumayan besar. Di kamar itu juga terdapat banyak foto Bulan bersama Bintang. Dari foto itu Septi dan July percaya bahwa hubungan sahabat mereka dan suami sangat harmonis.




__ADS_1



" Wah banyak banget foto kalian di kamar ini, yang sudah jatuh cinta. " ledek Septi kalau melihat foto Bulan dan Bintang bertengger di nakas dan dinding kamar itu.


" Kata Bintang, harus ada satu kenangan dalam satu hari. Karena disetiap harinya kami sudah mulai tumbuh rasa jadi musti diabadikan. " terang Bulan dengan wajah yang merona.


Kedua sahabat Bulan dibuat terpana kalau masuk ke walk in closer yang juga sangat mewah. Mereka kagum dengan dekorasi dan juga banyaknya baju milik Bulan di salah satu sisi walk in closet.


Ada tas, sepatu dari hak tinggi sampai sepatu kets, tas mulai dari ransel sampai tas mini yang dipakai ke pesta, baju rumahan, dan juga dress yang sanagy cantik.


" Yang di sebelah sana yang belum gie pakai. Kalian pilih aja yang ada di sana. " tunjuk Bulan ke sisi paling kanan rak baju miliknya.


Septi dan July mulai memilih-milih dress mana yang akan mereka pakai. Mirip seperti belanja di toko baju karena ruang ini persis seperti toko.


Lama dipilih Septi dan July akhirnya sudah mendapatkan dress pilihan mereka yang dikira cocok dengan bentuk tubuh mereka.



Baju pilihan septi.



Baju pilihan July


" Lan, dress yang bakalan elo pakai yang mana? " tanya Septi.


" Masih di butik, ntar rencana baru sabtu siang kita ambilnya. " jawab Bulan.


" Enak ya yang udah punya suami, ada yang ngurusin. " ledek July, mencolen lengan Bulan. Yang dicolek lengannya hanya tersenyum menampilkan deretan giginya yang putih.


Ketiga wanita cantik itu kembali ke lantai satu. Mereka bertiga memilih menonton film romantis komedy di ruang keluarga sambil menunggu Bintang pulang. Bintang tadi berpesan meminta tolong pada Septi dan July untuk menemani Bulan sampai dia kembali ke rumah.


Mereka bertiga tertawa keras saat adegan di film sedang lucu. Mereka juga menangis kalau adegan di film menunjukkan cerita yang menyentuh hati.

__ADS_1


Pukul empat sore tepat, Bintang sudah pulang ke rumahnya. Septi dan July berpamitan pulang setelah menggoda pengantin baru terlebih dahulu.


__ADS_2