
Hari giliran Bulan dan timnya untuk menjaga kedai tiba juga. Pagi ini dia dan Bintang bangun lebih awal dari biasanya, Bulan menyetel alarm jam 4 pagi karena dia harus membuat beberapa kue yang akan dijual di kedai kopinya. Bintang juga ikut membantu karena dapur bukan hal baru untuknya.
Bulan membuat kue gula Malaka pandan, black Forest, cruffin dan juga croissant. Bulan membuat kue-kue itu dengan bentuk sederhana sehingga kalau harus dijual sedikit murah dia masih bisa mendapat untung walau tak banyak.
Setelah semua siap, jam tujuh tiga puluh tepat Bulan berangkat ke kampus di temani oleh Bintang. Hari ini Bintang pun meminta izin pada Orion untuk ganti jadwal keliling lapangan memantau jalannya bazar dengan jam siang karena paginya dia ingin membantu Bulan bersiap di kedai.
" Pagi semua. " Sapa Bintang.
" Pagi juga senior. " sapa balik teman Bulan
" Eh tunggu kayaknya ada anggota baru ya? " tanya Bintang. Dia melihat ada satu cewek yang kemarin tidak dia lihat saat tim Bulan diskusi di rumahnya.
" Bukan baru kak, tapi kemarin pas ke rumah kakak dia nggak bisa ikut karena jaga adiknya. " terang Bima. Bintang hanya menganggukkan kepalanya lalu berjalan mendekati Bulan.
" Yomesan.... " bisik Bintang di telinga Bulan.
" Ya? " Bulan berjengit kaget kalau telinganya terkena sapuan nafas Bintang.
" Itu teman kamu kok gitu lihatnya ke aku. Jadi merinding. " bisik Bintang menunjuk teman Bulan yang baru dilihatnya itu.
" Oh.... Namanya Ruri, menurut gosip yang beredar dia termasuk cewek yang fanatik sama kamu. " terang Bulan terkekeh.
" Haish.... Aku balik ke stan aku aja ya. Nggak kalo sampai tuh cewek bikin kita berantem. " sewot Bintang langsung pergi begitu saja setelah memberi kecupan penuh cinta di kening Bulan.
" Eh senior kok main pergi aja. " celetuk Wisnu.
" Mau ke kamar mandi dia. " ujar Bulan. Dia malas menjelaskan alasan kepergian Bintang jadi paling gampang tinggal bilang ke kamar mandi.
Bulan dan Mimi menata kue yang mereka buat di etalase. Jika Bulan membuat kue dalam bentuk cake lain dengan Mimi yang berupa jajanan pasar seperti risoles, kue kukus, terang bulan dan beberapa kue lainnya.
__ADS_1
" Wah sip, kemarin gue lihat di kedai ini dari Senin sampai Kamis cuma kita lo yang ada acara jual beginian. Moga aja lancar jaya dan banyak keuntungan. " ujar Akbar
" Jual aja belum dan mikir untung aja lo Bar. " seloroh July yang diiringi gelak tawa yang lain.
" Lan... " panggil Ruri.
" Emang lo beneran ya pacaran sama senior Bintang? " tanya Ruri.
" Lo tadi lihatnya gimana? Gue tahu elo termasuk ke jajaran fans Bintang tapi gue mohon elo nggak kayak Sandra. Elo harus hormati keputusan Bintang apa pun itu. Gue akan nggak suka kalau elo sama seperti Sandra yang seenaknya sendiri. " tegur Bulan. Rasanya Bulan nggak akan sanggup jika harus mengurusi fans fanatik Bintang lagi. Menguras tenaga dan air mata.
" Nggak. Gue nggak akan kayak gitu. Gue sadar kok perasaan gue nggak mungkin dibalaa sama senior, dia dulu juga udah bilang ada yang disuka sama dia. Eh ini, aku bawa cemilan yang bisa dijual di kedai kita. " Ruri menyerahkan beberapa cemilan kering ke Bulan.
" Wah keren Ruri, nggak kepikiran kita waktu itu. Elo malah inisiatif bikin. Thanks ya. " puji Bulan.
" Semoga tim kita jadi juara ya. " seru Ruri.
Keduanya menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan kedai sambil berbincang. Ruri jiga bercerita tentang dirinya yang dulu sekali pernah nyatain perasaannya sama Bintang tapi ditolak. Bintang waktu itu berkata sudah tertarik dengan salah satu mahasiswi di kampus ini. Bulan hanya tersenyum mendengar cerita Ruri, sebenarnya dia juga penasaran siapa mahasiswi yang sudah menarik perhatian Bintang. Tapi dari yang Bulan lihat tadi sepertinya Bintang lupa tentang Ruri.
" Lan, senior tadi kemana, katanya mau bantu kok malah kabur. " sewot Septi
" Nggak nyaman dia di sini lo tahu kan pastinya alasannya apa. " ujar Bulan.
" Oh ya ampun gue baru sadar lo. " Septi nyengir kuda.
Bintang duduk santai di stan miliknya menikmati es booba yang juga dijual di stan kelasnya. Panas-panas memang paling mantap jika ditemani segelas es. Orion mendatangi Bintang yang sedang asyik duduk tidak memperhatikan orang sekitar.
" Woi. Bocah kurang garam, kurang sambel, kurang dijemur. Wah lo parah, gue keliling semua stan gantiin tugas lo malah lo nya enak-enakan santai minum es booba. " Orion mengeplak punggung Bintang.
" Auw.. auw.. auw.. Sakit tahu. " sentak Bintang. Punggungnya berasa nano-nano, perih panas asem manis. 😅😅
__ADS_1
" Lagian lo nggk kasian ma gue sendirinya tugas. " sewot Orion.
" Hydra mana? " tanya Bintang sambil menyeruput es booba miliknya.
" Biasalah sama si Melisa. Tang lo emang nggak bisa bantu mereka gitu biar nggak perang Dunia terus. " jawab Orion. Sebenarnya Bintang dan Orion sudah tahu masalah hubungan Hydra dan Melisa. Tapi mereka tetap diam karena tak Hydra sendiri memilih diam tak ingin bercerita.
" Bisa. " jawab santai Bintang.
" Bantu lah kalau gitu. Tega amat sama temen sendiri lo. " ujar Orion.
" Boleh. Tapi hari ini lo gantiin tugas gue ya. Gue nggak enak badan. " tawar Bintang.
" Wah pamrih nih sama temen sendiri. Lagian yang ada masalah Hydra kenapa gue yang musti mengabulkan syarat dari elo. " kesal Orion.
" Yang nyuruh gue bantu Hydra kan elo, jelas gue minta ke elo lah. " Bintang tersenyum smirk.
Akhirnya Orion pun setuju, memang selama beberapa hari ini dia juga sudah menggantikan tugas Bintang. Jadi apalah susahnya ditambah hari ini. Yang penting salah paham antara Hydra dan Melisa beres.
" Kita ngopi yuk ke stan bini gue. " ajak Bintang.
" Ceilah yang dah diakui bini. " goda Orion.
Keduanya berjalan ke arah stan Bulan yang memang tak terlalu jauh dari stan jelasnya. Bisa Bintang dan Orion lihat kedai kopi milik kelas Bulan sangat ramai pelanggan. Akhirnya Bintang dan Orion memilih untuk duduk di belakang stan kelas Bulan. Duduk di kursi sisa dan meja yang kecil sebagai temannya.
" Maaf ya senior, jadi musti duduk di sini deh. " sesal Septi yang mengantar pesanan kopi milik Bintang dan Orion.
" Nggak papa, nggak usah sungkan gitu. Bagus kalau stan kalian ramai. " Orion tersenyum manis ke arah Septi. Si Septi tertunduk malu melihat senyum manis Orion.
Tak lama setelah itu Bulan datang dan langsung bergelayut manja pada Bintang. Bulan bahkan tidak malu pada Orion kalau dirinya menempel pada lengan Bintang.
__ADS_1
" Kok sekarang si Bulan jadi bucin akut ya. Wah... Wah... gue ketinggalan gosip menarik nih. "