
Pagi ini opa dan oma bersiap untuk datang ke acara salah satu teman opa yang akan mengadakan makan siang bersama. Opa dan Oma akan terlebih dulu sarapan di mansion barus setelah itu pergi untuk memberikan kado untuk teman opa yang kebetulan berulang tahun itu.
Opa dan oma menurun tangga menuju lantai satu. Keduanya sedang berjalan menuju ke ruang makan dimana koki utama mereka sudah menyiapkan hidangan di atas meja.
Oma yang tadinya akan ke ruang makan langsung? berbalik ke ruang tamu karena ada yang membuatnya sedikit merasa ada yang aneh.
" Aaaakkkkhhhhhhh...... " teriak oma langsung mengundang seisi mansion berdatangan ke arahnya.
" Kenapa oma? Apa ada maling? " tanya Bintang yang terbangun karena teriakan oma.
" Kalian.... kalian.... " oma tergagap.
" Kami kenapa oma? " Bintang memindai tubuhnya dan tubuh Bulan.
" Kalian itu.... Kalian kenapa tidur di sofa. Trus kapan kalian datang? " tanya oma. Para maid yang tadi berdatangan kini langsung meninggalkan oma dan melanjutkan pekerjaannya lagi.
" Hoah.... Kami lemari tadi jam tiga. Bulan ngidam pengen nasi goreng buatan koki utama mansion ini. Jadilah kami kemari. " terang Bintang yang masih terus menguap.
" Jam berapa sekarang oma? " tanya Bulan.
" Jam 07.00 lebih kelihatannya. " jawab oma berlalu ke meja makan.
Karena sudah ada di mansion utama dan memang waktunya makan pagi, Bulan dan Bintang pun jadi nimbrung ikut sarapan di mansion utama.
Bintang mengambilkan beberapa slice roti Johnny dan juga roti gandum isi berry dan walnut. Bulan yang sudah menjadi banyak makan itu tak malu lagi untuk menyantap sarapan paginya. Toh juga demi ketiga bayi yang ada di kandungannya.
__ADS_1
" Mumpung kalian ke sini. Nanti biar mbok Warni dan Tutik anaknya ikut kalian pulang ke rumah kalian ya. " usul oma
" Nggak bisa oma. Bintang pakai mobil sport ke sini. Trus mbok sama anaknya mau naik di atapnya gitu. " seloroh Bintang, yang mengundang tawa mbok Warni dan Tutik yang kebetulan sudah bersiap dan menunggu tuannya itu yang sedang sarapan.
" Aden mah bisa aja atuh. Masa si mbok disuruh naik ke atap mobil sport milik aden. Bila-bila nyungsep nanti den. " seloroh mbok Warni. Bintang yang mendengar itu langsung tergelak.
Setelah selesai sarapan bersama, Bintang dan Bulan memilih pulang ke rumah mereka. Mbok Warni dan Tutik jiga ikut namun perginya mengunakan mobil lain yang ada di mansion utama.
Sesampainya di rumah Bintang, mengantarkan mbok Warni dan Tutik ke kamar yang mulai saat ini akan menjadi kamar mereka. Satu ruangan tapi ada dua tempat tidur yang lumayan besar jika untuk satu orang.
" Mbok, kalau butuh apa-apa bilang saya sama Bulan ya. Jangan sungkan lo juga Tik. "
" Siap aden. " jawab keduanya serentak.
Bintang kembali ke kamarnya setelah mengantar mbok Warni dan Tutik ke kamar. Bintang harus bersiap karena jam sembilan nanti dia harus sudah sampai di kampus. Bintang memiliki kepentingan perihal SEMA dan juga putra kampus.
" Shujin kenapa jam segini udah mau berangkat. Bukannya kamu kuliah jam 11.00 ya. " protes Bulan. Entah karena dirinya atau bawaan bayinya, Bulan selalu ingin dekat dengan Bintang dan tak ingin ditinggal lama.
" Maaf ya, tapi aku sedikit ada urusan di kampus. Aku musti bikin laporan tentang kita yang nggak bisa jadi putra putri kampus. Masalah Ketua SEMA juga. " terang Bintang.
" Baiklah tapi langsung pulang ya. Sama bawain es krim yang tempo hari kita makan ya. " pinta Bulan
" Ok sayang ku. " ucap Bintang mengecup kening dan bibir merah cherry Bulan.
Bulan berpesan pada mbok Warni dan Tutik untuk mengawasi dan menjaga Bulan. Bintang juga meminta tolong agar kedua pembantu baru di rumahnya itu mau menemani Bulan mengobrol dan beraktifitas. Setelahnya barulah Bintang berangkat ke kampus. Tapi kali ini dia mencoba mobil baru miliknya yang sudah dibeli beberapa minggu yang lalu.
__ADS_1
Bugatti Centodieci berwarna putih, mobil baru yang akan dikendarai Bintang hari ini.
Lima belas menit mobil yang Bintang kendarai sampai di parkiran kampus tempat dia menimba ilmu. Banyak mata memandangnya karena dia datang sendiri ke kampus. Gosip tak sedap pun mulai beredar Bintang sudah putus dengan Bulan.
Tak ingin terlalu ambil pusing, Bintang langsung berjalan menuju ruang SEMA yang ada di gedung D. Bintang melihat jam ditangannya, dia terlambat lima menit. Biarlah toh hari ini terakhir dia menjabat sebagai ketua SEMA.
" Selamat pagi semuanya. Maaf ya terlambat tujuh menit. Saya memiliki kepentingan di rumah bersama dengan istri saya. " sapa Bintang. Semua mata yang ada di ruangan itu melotot saat Bintang mengatakan tentang istri. Sejak kapan itulah yang dipikirkan oleh semua orang tentunya kecuali Orion dan Hydra.
" Iya benar saya sudah menikah dan sudah punya istri. Dan tentunya semua yang ada di sini sudah tahu siapa istri saya. Tapi saya minta jangan beritahu siapapun ya. Kalian adalah teman dan rekan saya selama saya jadi ketua di sini, karenanya saya mengatakan tentang rahasia yang coba saya tutupi ini. " jeda Bintang.
" Saya pada hari ini resmi mengundurkan diri dari jabatan saya sebagai ketua SEMA. Saya juga akan mengundurkan diri sebagai putra kampus dan istri saya juga mengundurkan diri dari posisi putri kampus. " Bintang menengok ke arah Rudi, " Rudi, sebagai ketua yang baru saya minta agar kau mengadakan ulang pemilihan putra dan putri kampus ya. " Bintang nyengir kuda.
" Yaelah senior bukannya dikasih kenang-kenangan berupa barang kek duit kek atau minimal nraktir makan lah. Ini malah dikasih tugas lagi. " seloroh Rudi. Sontak semua yang ada di ruangan itu tertawa keras mendengar candaan dari ketua SEMUA yang baru.
" Ngarep lo, gue aja pas gantiin ketua yang lama malah lebih banyak dikasih tugas dari pada lo. " ujar Bintang.
" Tang, " panggil temannya.
" Hem. "
" Kenapa musti mengundurkan diri dari putra dan putri kampus? Perasaan elo dan Bulan cocok banget deh dengan posisi dan tanggung jawab itu. " tanya teman tadi yang masih bingung dengan alasan sampai Bintang memutuskan hal itu.
" Istri gue hamil bro. Dan anak gue calonnya ada tiga jadi ya gue musti jadi suami siaga kan. " jawab Bintang bangga.
__ADS_1
Semua yang di sana langsung mengucapkan selamat padanya. Hebat dah si Bintang sekali celup langsung jadi tiga.
Rapat pun diakhiri Bintang Orion dan Hydra langsung menuju kelas mereka karena kelas akan segera dimulai dalam beberapa menit lagi.