
beberapa hari kemudian Bintang sudah kembali dari perjalanan ke luar kota. Kebetulan di rumah keluarga Narendra akan di adakan syukuran enam bulanan putra dari Yanuar dan So Hee. Keluarga So Hee yang ada di Seoul pun juga akan datang nantinya.
Moiz Narendra cucu untuk Keluarga Narendra dan Keluarga Han. Bayi laki-laki tampan yang memiliki garis wajah mirip dengan sang bunda. Yang menurun dari ayahnya hanya sifatnya saja. Sungguh menyebalkan bagi Yanuar karena dia yang bekerja keras tapi anaknya justru mirip dengan So Hee, istrinya.
" Shujin, kamu mau kasih kado apa buat Moiz? " tanya Bulan. Mereka sedang berada di dalam kamar mereka. Tadi siang Bintang tiba di rumah, malam ini digunakan untuk melepas rindu keduanya. Sebelum mereka bersantai dan mengobrol terlebih dahulu mereka berdua praktek membuat anak terlebih dahulu.
" Aku mau sumbang sapi dua, sama kasih hadiah tabungan masa depan buat Moiz, nomobalnyaasih aku pikirin ini. " jawab Bintang.
" Samakan aja sama triplet sayang. " pinta Bulan. Triplet mendapatkan bekal masa depan mereka dengan nilai yang fantastis. Selain dari keluarga Bintang lainnya, Bintang sendiri juga membuat rekening untuk masa depan putra-putranya.
" Oke dech... Nanti biar lebihnya biar ditanggung kakek dan nenek Moiz. " canda Bintang. Mereka berdua terkekeh.
" Acaranya besok lusa tapi besok sehabis pulang kuliah aku ajak triplet langsung ke sana ya. Buat bantu-bantu. "
" Bantu-bantu buat onar maksudnya. " Bulan tergelak. Betul perkataan suaminya. Bantu buat onar Iya, apalagi triplet itu aktif sekali.
" Kamu bisa aja sih sayang. " rayu Bulan.
Keduanya mengobrol, tertawa bersama dan menceritakan kejadian masing-masing selama terpisah jarak selama beberapa hari ini. Pukul. satu dini hari mereka baru memejamkan mata mereka, siap menyambut mimpi indah malam ini.
Keesokan harinya, setelah menyiapkan keperluan suami dan ketiga putranya, Bulan berangkat ke kampus dengan di antar oleh Bintang. Nanti pulangnya Bintang akan menjemput dan langsung menuju ke kediaman Narendra bersama-sama. Bintang hanya melihat-lihat kantornya sebentar lalu langsung pulang nantinya.
Dengan langkah penuh semangat, Bulan berjalan memasuki kampus tempat dia menimba ilmu. Bulan sangat menantikan untuk bisa diwisuda bersama temannya, juga pindah ke Kyoto. Dulu Bulan enggan jika Bintang mengajaknya pindah, tapi setelah Yanuar menikah Bulan rela tinggal. di luar negeri karena sudah ada So Hee yang menemani bunda Dessy.
" Lan,... " panggil Septi. Salah satu teman baik Bulan itu kebetulan berada di sekitar taman kampus menuju ke gedung D tempat ruang dosen berada.
" Elo udah selesai skripsi kenapa juga masih mondar mandir di kampus. Bosen mata gue liat elo. " sarkas Bulan.
__ADS_1
" Yaelah yang skripsi ditolak mulu sensi amat. " ledek Septi.
" Tahu gue, lo pasti ke sini sama senior kan. "
" Nah itu tahu. " kedua wanita itu pin tergelak bersama. Rasanya lama sekali mereka tak saling bersenda gurau seperti saat ini. Sayang July tidak ada karena memang teman mereka satu itu malas ke kampus jika tidak ada kepentingan.
" Mau kemana lo Lan? " tanya Septi.
" Ke ruangan pak Anthony, mau bimbingan skripsi. " jawab bulan pandangannya fokus menatap arah depan.
" Hah.... Ngapain? Kita aja nggak pake acara begituan kok. " Septi merasa ada modis di balik layar mengenai cerita Bulan barusan.
" Pak Anthony yang ngusulin, katanya biar aku bisa cepet sidang biar bisa wisuda bareng kalian bulan depan. " ujar Bulan polos.
" Yah ini orang, udah mak-mak masih aja polos. Dikibulin sama dosen nggak paham. " batin Septi tertawa geli.
Di tempat lain, tepatnya di HN group, dalam ruangan CEO Hoshi Narita, seorang pria yang sudah memiliki tiga putra tengah duduk mendengarkan informasi yang dia perintahkan pada asisten pribadinya lima hati yang lalu.
" Dia adalah cucu dari Edward Stuard tuan. Fokker adalah nama keluarga ayahnya sedang tuan Edward adalah kakeknya dari pihak ibu. " terang Ryo. Dia awalnya juga terkejut sama seperti Bintang sekarang ini. Pasalnya tuan Edward Stuard adalah tekan bisnis dari kakek Bintang.
" Hanya itu yang kau dapatkan? " tanya Bintang terkesan meremehkan.
" Tentu saja tidak tuan. Pria ini statusnya adalah duda yang bercerai karena masalah istrinya yang selingkuh dan memiliki anak dengan pria lain, kebetulan mantan istrinya memiliki wajah yang mirip dengan nyonya muda. " tambah Ryo.
" Wow... wow... wow.... Jadi dia itu sensi dengan istrimu karena masalah itu lalu tertarik karena hatinya yang belum bisa move on. Sialan pria itu, rasanya ingin gue geprek aja. " kesal Bintang. Nasib istrinya hanya dijadikan sebagai bayangan dari mantan istri dosennya itu.
" Lanjutkan. " titah Bintang setelah puas menyelami pikirannya sendiri.
__ADS_1
" Yang terakhir tuan, orang ini bukan seseorang yang bersifat putih melainkan abu-abu. " akhir dari penjelasan Ryo.
" Abu-abu? " beo Bintang. Ryo mengangguk.
" Bagus, selidiki lebih dalam tentang yang kau sebut abu-abu itu. " Bintang menyeringai. Dengan dia tahu kelemahan dari Anthony, maka dengan mudah dia akan mengusir pria itu dari kehidupan Bulan.
Bintang yang merasa sudah selesai dengan urusannya di kantor, memilih untuk segera pulang ke rumahnya. Bulan akan pulang sekitar dua jam lagi, jadi masih ada waktu untuk Bintang menjemput triplet lalu ganti menjemput Bulan.
Dalam perjalanan pulang, Bintang tak berhenti tersenyum merasa dirinya kini berada di atas angin. Bukan bermaksud sombong, tapi kenyataannya untuk bisa mengalahkan dirinya seorang Anthony masih belum bisa. Status Bintang yang akan membuat Anthony menyerah.
" Lihat saja akhir dari petualangan mu, Anthony Fokker. "
Bulan masih berada di ruangan Anthony untuk membicarakan mengenai halal yang berhubungan dengan skripsi Bulan. Tidak ada kecurigaan sedikit pun yang dirasakan Bulan, padahal Anthony sengaja membuat mereka sering bertemu agar Bulan bisa semakin dekat dengannya.
Bulan masih terus mengetik apa yang dijelaskan oleh dosen pembimbing nya itu. Bulan berusaha menjabarkan beberapa hal yang diajarkan dosennya. Untung saja Bulan termasuk mahasiswi smart jadi bukan hal susah untuk menjabarkan satu kata menjadi beberapa kalimat.
" Apa besok kamu ada acara Bulan? Kamu mengambil curi tiga hari bimbingan dari saya. " tanya Anthony. Matanya tak bisa lepas menatap Bulan yang notabene termasuk wanita yang sangat cantik.
" Keluarga saya ada acara syukuran pak, enam bulan keponakan saya. " jawab Bulan santai. Fokusnya masih pada layar laptop di hadapannya
" Kok nggak ada undangan yang disebar di kampus? " tanya Anthony lagi. Meski Bulan merasa jengah dengan pertanyaan dosen itu, tapi karena nilai dia harus bisa menanggapi dosennya itu dengan baik dan sopan.
" Kan yang ada acara abang saya pak, buat apa sebar undangan di kampus. Kami cuma mengundang anak yatim dan keluarga besar saja. " jawab Bulan malas.
Bulan berulang kali melihat ke arah jam tangannya. Sepertinya karena serius menggarap skripsinya, Bulan tidak menyadari bahwa waktu sudah berjalan sangat cepat. Bulan segera membereskan barang-barangnya lalu berpamitan dengan dosennya. Bulan akan menunggu sangat suami dan putranya menjemput.
...**************...
__ADS_1
Maaf ya untuk readers yang membaca novel-novel author, sinyal di HP author lagi troubel jadi mohon maaf kalau lama author up nya.
Kemarin malam sebenarnya author up tapi entah karena sinyal atau sistem jadi baru tadi siang author lihat lulus review. Jadi sekali lagi mohon sabar ya karena author juga bersabar untuk tidak melempar HP author ke tempat sampah😂😂😂😂