
Langit siang ini sungguh bersahabat sekali dengan keluarga Narita yang sedang piknik di kebun buah. Mereka masing-masing berpencar untuk memetik buah yang menjadi favorit mereka. Banyaknya jenis buah-buahan yang ditanam di kebun milik keluarga Narita ini dapat memuaskan siapa saja yang datang ke sana.
Jika Takumi dan Fuyami memetik banyak sekali apel merah dan hijau. Bulan dan Bintang lebih minat pada buah semangka dan melon yang dirasa cocok dimakan saat cuaca panas. Duo Bal justru memetik jeruk yang beraneka ragam besarnya. Opa dan oma lebih memilih untuk memetik sayuran saja karena sayuran yang ditanam di sini adalah sayuran yang sama sekali tak kena obat.
Bulan dan Bintang yang sudah membawa banyak melon dan semangka memilih pulang karena hari sudah semakin siang dan matahari sangat terik. Saat sampai di rumah ternyata semua anggota yang tadinya ikuti berpiknik ke kebun justru sudah berkumpul semua di dalam rumah. Fuyami dan oma membuat pie di dapur, sedangkan yang lainnya menikmati buah-buahan yang tadi dipetik oleh Duo Bal.
" Kalian ini terlalu sekali, acara sudah selesai kalian baru datang. " Bintang sedang memarahi Duo Bal.
" Kita ngurus perusahaan tau. " celetuk Derik.
" Cih.. Alasan saja. " olok Bintang.
" Lagian juga elo kan dah nikah dulu, kita juga udah ngasih hadiah gitu aja marah. " seloroh Dewin
" Emang ngasih hadiah apa? Kok aku nggak tahu? " Bulan ikut nimbrung
" Villa di Munich sayang. " jawab Bintang yang meraih pinggul istrinya ditarik untuk duduk di dekatnya.
" Oooooo.... Ngasih villa kenapa jauh amat sih? Aku sama Bintang juga belum tentu sempet ke sana. " celetuk Bulan. Duo Bal sampai tercengang.
" Kalian kan pasti datang kalo si kembar nikah. " ujar aunty Maurin.
" Masih lama aunty, orang mereka sampai setia ini belum juga punya pacar. Nikah boro-boro deket cewek aja enggak. " olok Bintang.
Duo Bal yang kesal langsung melempar bantal ke Bintang. Untung ditangkis jadi tak sampai mengenai Bulan. Obrolan ringan pun dilanjutkan dengan banyolan Duo Bal dan Bintang. Sampai akhirnya Yanuar, So Hee dan Daisuke pulang dari markas keluarga Ishita.
__ADS_1
" Wah pengantin baru datang.. Kemana aja nggak ngajak-ngajak. " Derik langsung meledek Yanuar dan So Hee.
" Mau tau apa mau tahu. " So Hee mencoba untuk menggoda duo Bal.
" Ogah tau, nanti gue tiba-tiba pengen nggak ada lawannya. " timpal Dewin.
" Oppa mana So Hyang? " tanya So Hee menanyakan keberadaan adiknya.
" So Hyang ke dapur lagi bikin jus buat kita. " jawab Bintang yang sedang asyik menggoda istrinya.
" Hoshi kun bisa ikut sebentar ke ruang kerja. Takumi kun juga. " ucap Daisuke.
Kedua pria tampan meski dengan usia yang berbeda jauh itu mengekor kepala keluarga mereka menuju ke ruang kerja milik Daisuke.
Daisuke nampak sedang membuka brankas dan mengambil beberapa berkas yang ada di dalam brankas itu. Dibawanya berkas itu ke depan Takumi dan Bintang.
" chi chi, apa anda tak salah memutuskan hal ini? Anda masih baik-baik saja kenapa membagi saham anda pada kami? " tanya Takumi bingung.
" Aku ingin istirahat. Usiaku sudah tak muda lagi apa kalian benar-benar tega membuatku memimpin perusahaan di usia ku yang sudah senja ini. " jawab Daisuke.
" Bukan begitu ojiichan. Kan bisa saja otousan diangkat menggantikan anda tapi tak perlu membagi saham, jadi anda tetap pemegang saham tertinggi dan masih memiliki hak di perusahaan. " ujar Bintang.
" Aku ingin menikmati masa tuaku bersama dengan kenanganku tentang obachan. Aku ingin mengenangnya disisa hidupku. Jadi tolong Terima keputusanku. " kekeh Daisuke.
Takumi dan Bintang menanda tangani berkas pengalihan saham yang diberikan oleh Daisuke tadi. Besok Daisuke akan meminta Yamato untuk mengesahkan berkas pengalihan saham itu. Sekarang ini Takumi memiliki saham 48% sedangkan Bintang 35%.
__ADS_1
Perusahaan milik keluarga Narita dimana kantor pusatnya hanya ada tiga pemegang saham dari pihak keluarga Narita, Daisuke, Takumi dan Bintang. Sedangkan adik Takumi dan keturunannya memiliki masing-masing satu hotel yang mereka urus. Kantor pusat, tidak hanya menggeluti bisnis perhotelan tapi juga bisnis dibidang lainnya.
" Selesaikan sekolahmu secepatnya di Indonesia, aku menunggumu di sini. " ujar Takumi menepuk pu dak anaknya.
" Aku usahakan sebelum Bulan melahirkan aku sudah berada di sini. " janji Bintang pada keluarga dan dirinya sendiri.
" Baik nak, " Takumi kembali ke ruang keluarga dengan Bintang yang mengekor di belakangnya.
Sesampainya di ruang keluarga, Takumi masih belum melihat sosok istrinya. Akhirnya dia menyusul istrinya yang masih membuat pie apek kesukaannya di dapur. Tingkah Takumi pun menarik perhatian keluarga yang ada di ruang keluarga.
" Duh, lemari es enam belas pintu sekarang bisa juga romantis nemenin istri masak di dapur. " celetuk Yumiko.
" Siapa yang lemari enam belas pintu? " tanya Bulan yang tak nyambung dengan pembicaraan yang lain.
" Siapa lagi kalau bukan ayah mertuamu." jawab Bintang.
" Eh kok bisa?" Bulan semakin dibuat penasaran. Bintang pun mengode bibinya untuk menceritakan tentang kisah lemari es enam belas pintu yang akhirnya menjadi pria romantis.
" Nisan dulu sejak kecil memiliki sifat angkuh, dingi, pendiam dan sangat arogan. Tapi karena bertemu dengan kakak ipar, dia mulai menjadi pribadi yang hangat walaupun sifatnya itu mash ada........" Yumiko pun akhirnya menceritakan kisah dari sang kakak.
Untuk menjadi pewaris bisnis keluarganya, Takumi pun dibuang ke Indonesia. Dia harus bisa bertahan hidup di sana dan bisa menghasilkan uang tanpa bantuan keluarga. Takumi tak boleh membawa apapun yang dapat menghubungkannya dengan keluarga Narita.
Takumi pun mengganti identitasnya menjadi Takumi putra agar tak ada yang tahu jati dirinya yang sebenarnya. Awal bekerja pun, Takumi hanyalah seorang OB di sebuah perusahaan kosmetik yang ada di Jakarta. Namun siapa tahu kejadian yang dia alami ini justru membawanya untuk bertemu dengan jodohnya.
Perusahaan kosmetik itu adalah milik dari mommy nya Fuyami yang sekarang ini adalah istri Takumi. Pertemuan pertama karena Takumi yang diminta untuk menjemput Fuyami di bandara. Fuyami kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan pendidikan S2 nya di New York.
__ADS_1
Saat pertama kalo saling tatap keduanya sudah sama-sama saling tertarik. Takumi yang tak pernah merasakan perasaan semacam ini namun pernah membacanya dalam sebuah teori yang ada di buku bahwa yang dia rasakan saat ini adalah jatuh cinta. Tidak berusaha mengelak, Takumi justru ingin mengenal Fuyami agar dia bisa tahu, apakah gadis yang bisa membuatnya jatuh cinta itu pantas sebagai nyonya Narita.
" Gadis ini pastilah unik hingga aku bisa jatuh cinta padanya. " gumam pelan Takumi