
Suasana di depan ruang IGD masih dipenuhi dengan kekhawatiran. Keluarga Hillar dan Narita keduanya sama-sama khawatir pada kondisi Bulan yang harus segera melahirkan padahal usia kandungannya masih tujuh bulan lewat dua minggu.
Sesaat kemudian ada seorang suster dan dokter yang keluar dari ruang IGD menuju ke lantai empat tempat dimana bagian obgyn berada. Bulan akan dioperasi di sana bersama dengan dokter kandungan dan beberapa dokter lainnya yang tentunya sudah bersiap di lantai empat.
Bintang pun diarahkan ke lantai empat setelah melakukan prosedur proses penanganan dengan operasi pada pasien. Dia berdiri di depan ruangan yang akan dijadikan sebagai ruang operasi Bulan. Bintang langsung menyambut tangan Bulan saat berpapasan di depan pintu ruang operasi.
" Jangan takut ya sayang. Kita akan baik-baik saja. " Bintang membisikkan itu di telinga Bulan meski istrinya itu dalam keadaan tak sadarkan diri.
"lebih dari Dokter saya ikut masuk ke dalam apakah boleh? " tanya Bintang.
" Silahkan tuan suster ini akan membantu Anda qq berganti pakaian steril. " ujar dokter kandungan Bulan.
Bintang dan rombongan dokter, suster tadi semuanya masuk ke dalam ruang operasi. Bintang dibuat gugup setengah mati saat dia masuk ke ruang operasi setelah berganti pakaian. Perut Bulan sudah di sayat oleh dokter bedah.
Bintang terus membisikkan kata-kata penguat untuk Bulan dan menciumi seluruh bagian wajah Bulan.
" Aku besama mu sayang jadi jangan takut ya. Kita sama-sama harus kuat menyambut jagoan kota sayang. " bisik Bintang ditelinga Bulan.
Di luar ruangan operasi ini, keluarga Hillar dan Narita masih menunggu dengan perasaan yang nano-nano. Senang, sedih, khawatir, takut melanda setiap batin dari empat orang yang sudah tak muda lagi itu.
Derap langkah terdengar di telinga Takumi, sehingga di menengok ke samping dan dapat tdia lihat So Hyang dan keluarga Narendra sudah datang. Bunda Dessy yang terlihat paling cemas karena dia tak menyangka bahwa Bulan akan melahirkan dalam kondisi kurang bulan seperti ini.
" Kita doa sama-sama ya, semoga bayi dan ibunya selamat semua. " ujar opa. Daripada harus bingung lebih baik berdoa saja karena Tuhan pasti mendengar doa mereka.
__ADS_1
" Iya tuan besar, anda benar kita harus berdoa agar semuanya baik-baik saja. " sahut ayah Febri.
" Opa tapi kenapa jadi begini, aku tadi pagi pergi. ke rumah eonni, onii-chan masih baik-baik saja. " tanya So Hyang yang khawatir sekali, dia. jadi menyalahkan diri sendiri karena meninggalkan Bulan.
" Opa juga belum tanya sama Bintang sayang, tapi kamu jangan khawatir mereka semua akan baik-baik saja. " opa Mark memeluk tubuh So Hyang yang bergetar. Memberi kekuatan agar cucunya itu tak menyalahkan dirinya sendiri. Nama juga sudah takdir, meski So Hyang tak ke rumah keluarga Narendra pun jika takdir Bulan seperti itu hal ini akan tetap terjadi.
" Kita berdoa sama-sama ya So Hyang. " ajak oma. So Hyang pun mengangguk.
Suasana yang tadinya sepi tiba-tiba saja terdengar suara tangisan bayi yang sangat keras dan kuat. Semua yang berada di luar ruang operasi merasa sangat lega mendengar suara tangisan itu.
" Sayang kami dengar itu, cucu kita nangisnya kencang sekali. " ujar Fuyami yang tersenyum bahagia meski air matanya juga ikut tumpah. Air mata bahagia seperti itulah keadaannya.
" Kau benar kita sudah jadi ojisan dan obasan sekarang ini. " Takumi menimpali.
" Hei itu cicit ku. " opa menyerobot. Semuanya tergelak mendengar para orang tua itu berebutan.
" Hai Dai... Daigo Narita... Welcome to the world Son... " ujar Bintang menyambut kedatangan sangat anak pertamanya.
Lima menit berselang terdengar lagi suara tangisan bayi yang lebih kuat dari yang pertama. Seperti pada anak pertamanya Bintang kini juga tengah me dekap tubuh mungil anak keduanya.
" Hai Kei.... Keien Narita.... Welcoma ti the world my Son. " ucap Bintang pada anak keduanya.
Berselang tiga menit anak ketiganya telah lahir. Para dokter dan suster tertawa saat anak ketiga itu lahir. Seperti sedang terburu-buru ingin cepat lahir agar tak ditinggal kedua saudaranya. Tangisan nya juga lebih keras dari yang pertama dan kedua.
__ADS_1
" Hai Ryuu.... Ryuzaki Narita. Selamat datang di dunia ini Son. "
Setelah cukup berinteraksi dengan ketiga anaknya, Bintang mendekati Bulan yang masih tertidur karena pengaruh obat bius. Bintang mencium kening turun ke mata, hidung, pipi lalu ke bibir.
" Thanks my Love ko sudah menghadirkan tiga jagoan yang tampan ke dunia ini. " ujar Bintang tepat di telinga sang istri.
Semua keluarga begitu bahagia saat melihat tiga suster mem awal tiga bayi dengan inkubator ke ruang bayi yang khusus dengan inkubator. Para orang tua pun mengikuti ketiga suster tadi karena yakin bahwa itu cucu mereka.
Setibanya di ruang khusus itu, seorang suster mencegah mereka masuk bersamaan. Harus satu per satu agar tak menganggu bayi dan lebih aman karena ruangan ini adalah ruangan steril.
" Kita lihat dari luar saja, nanti bila sudah bersama dengan mommy nya baru kita gendong bergantian. " ujar opa Mark.
" Tuan besar benar, bukankan hanya malam ini saja mereka berada di inkubator karena menurut suster tadi hanya untuk observasi semalam karena mereka lahir belum cukup waktu. " terang ayah Febri.
" Lihat lah love anak kita ternyata bisa juga memberi nama pada anak-anak nya. Daigo, Keien, dan Ryuzaki, bukankah adalah nama yang sangat indah. " ujar Fuyami terharu..
" Kau benar, tanah besar, lautan yang dalam dan kuat tumbuh dengan baik. Bagus juga artinya tapi aku rasa dia mengambil tiga huruf di depan Dai Kei, dan Ryu... "
" Iya kau benar, aish anak itu bisa juga berpikir nama yang keren begini. " Fuyami menambahkan.
Tak ada yang tahu dari mereka semua bahwa langit kini sudah berubah menjadi malam. Karena fokus pada anggota keluarga yang baru sampai tak menyadari hal tersebut. Bulan sudah siuman dan sekarang ini sudah berada di ruangan VVIP yang penuh dengan anggota keluarga itu.
Daisuke yang mendapat kabar tentang cicitnya yang akan lahir itu langsung terbang menuju ke Indonesia. Tepat jam delapan tadi orang-orang dari opa Mark menjemput besannya itu di bandara. Daisuke langsung di antar ke ruangan bayi terlebih dahulu untuk melihat cicitnya kemudian baru ke ruangan Bulan.
__ADS_1
" Nak, aku memberimu hadiah-hadiah ini untuk mu. " ucap ojiichan memberikan hadiah yang membuat mulut Bulan ternganga. Bagaimana tidak, Daisuke memberikan tanah yang lima hektar di daerah Kyoto, apartemen dan surah berharga yang bertuliskan 50 batang emas yang disimpan di bank internasional.
Bulan menelan ludahnya kasar saat tangannya dipaksa menyambut apa yang Daisiuke berikan. Mata Bulan tak berkedip. sama sekali membaca tulisan-tulisan itu. Dalam semenit saja dia sudah jadi orang kaya.