
So Hee menelan salivanya saat mendengar ancaman dari kakak sepupunya. Dia ketakutan jika Bintang sampai menghukumnya pasalnya saat ini dia sedang mengandung. Usia kandungan So Hee adalah 4 minggu, tepat satu bulan dari acara syukuran kehamilan Bulan. Bintang menarik kesimpulan pasti peristiwa malam panas Yanuar dan So Hee terjadi saat itu.
" Kau masih tidak mau membuka suara. " hardik Bintang.
" Aku.... Aku.... Aku... waktu itu tak sengaja bertemu dengan kak Yanuar sehari setelah acara syukuran kehamilan Onesan........ " So Hee menceritakan semuanya.
Malam itu So Hee datang ke club karena salah seorang temannya mengatakan bahwa pemilik club tersebut ingin meminta bantuan So Hee yang sangat pandai dalam hal pemasaran. Jadilah So Hee datang ke club. So Hee kemudian melihat Yanuar ribut dengan sepasang kekasih yang juga ada di club tersebut.
Yanuar marah karena sahabatnya sendiri sudah merebut kekasih hatinya yang rencananya akan dia lamar akhir tahun ini. Tapi semua itu harus hancur kalau melihat sang kekasih justru bercumbu dengan wanita lain.
So Hee menemani Yanuar yang kalau itu sudah sangat mabuk. Karena tubuh mereka yang sangat dekat berhasil memancing hasrat Yanuar, dan terjadilah malam panas diantara keduanya.
Keesokan harinya Yanuar yang kaget saat mendapati dirinya tidur bersama So Hee sudah mengatakan akan bertanggung jawab tapi So Hee menolak karena tak ingin jika harus menikahi Yanuar karena rasa tanggung jawab dari pria itu.
" Kau bodohnya, kenapa menolak saat Yanuar ingin tanggung jawab? " tanya Bintang.
" Menikah dengan seseorang tanpa cinta terlebih orang masih terperangkap dalam masa lalu hanya akan menyakiti perasaanku. " terang So Hee.
" Lalu kenapa sekarang kau menikah dengannya? " tanya Bintang telak. So Hee terdiam tak bisa menjawab.
__ADS_1
" Onesan, jangan memojokkan unni. Mereka menikah karena So Hee unni hamil tapi kak Yanuar yang mengalami morning sickness, setelah tahu penyebab kak Yanuar seperti itu dia berniat tanggung jawab. " So Hyang yang menjelaskan.
" Benarkah, wah keponakan ku masih diperut sudah pintar. Bagus siksa terus ayahmu ya biar dia tahu rasa. Dan kau setelah masalah So Hee selesai ganti kau yang harus menghadap ku. " Bintang menunjuk So Hyang.
" Mati aku. " batin So Hyang.
Sidang selesai, semuanya kembali ceria seperti sebelumnya. Bintang bahkan terus menggoda So Hee karena berhasil menyiksa kakak iparnya uang nantinya akan menikahi sepupunya. Bulan hanya geleng kepala melihat tingkah suaminya itu. Tidak menyangka suaminya itu adalah tipe pria bertanggung jawab pada seluruh keluarganya.
Bulan duduk di sebelah So Hyang, gadis yang sebentar lagi akan tinggal dengannya itu ternyata sangat asyik dan pandai sekali membuat orang uang di sampingnya terpesona dengan kedewasaan dan sifatnya yang periang.
" Onesan, jangan takut jika melihat suami mu seperti tadi. Dia selalu bertanggung jawab atas kami sedari dia masih kecil. Jadi wajar jika dia sedikit keras pada kami mengingat kami semah sepupunya adalah perempuan. " terang So Hyang. Bulan mengangguk, ternyata suaminya memang sudah mengagumkan bahkan sedari kecil.
" Apa dia sering begitu? " tanya Bulan membuka obrolan mereka berdua.
" Pantas saja kau itu sangat mengutamakan aku, ternyata kau sudah seperti ini sejak kecil. Beruntungnya aku memiliki mu. " batin Bulan menatap suaminya yang sedang bergurau senang Eilo dan Nara.
Malam hari yang ditunggu tiba juga, keluarga Narita dan Hillar sudah menanti keluarga Narendra yang akan melamar cucu, anak, dan adik mereka So Hee. Pukul tujuh malam, keluarga Narendra sudah datang. Mereka bahkan membawa serta kakek dan nenek Bulan yang selama ini tinggal di Bandung. Kakek dan Nenek dulu melewatkan pernikahan Bulan karena sedang sakit, tapi kali ini mereka ingin bisa hadir dalam hati bahagia cucu mereka.
" Selamat malam pada semua yang hadir malam ini, saya sebagai kakek dari Yanuar Narendra ingin meminta maaf sebelumnya karena kesalahan dari cucu saya membuat sekeluarga dari Han So Hee menjadi malu. Malam ini saya mewakili dari putra saya, dan cucu saya datang untum meminang saudari So Hee untuk menjadi istri dari Yanuar Narendra. Apakah pihak keluarga besar memberikan restu pada keinginan cucu saya ini?" tanya kakek Bayu.
__ADS_1
" Saya Hoshi Narita sebagai perwakilan dari keluarga besar So Hee ingin sesuatu yang terbaik untuk adik saya dan calon keponakan saya. Ada pun saudara Yanuar apakah bisa menjanjikan kepada kami semua akan memperlakukan So Hee sebagai seorang istri, sebagai seorang ibu dari anak-anak mu dan berusaha melindungi So Hee bagaimana pun caranya?" ujar Bintang sebagai wakil dari keluarga. Bintang sudah mengambil tanggung jawab sebagai wakil dari keluarga sejak dia masih remaja.
" Saya Yanuar Narendra akan berusaha sekuat tenaga dan dengan keadaan ikhlas akan memperlakukan So Hee sebagai wanita yang berharga." ujar Yanuar lantang.
" So hee, kau mau menerima pria ini sebagai suamimu?" tanya BIntang.
" Aku bersedia Nisan." ujar So hee.
Acara lamaran pun dilanjutkan dengan makan malam seluruh keluarga Narendra dan keluarga Han. Jika beberapa bulan lalu keluarga Narendra berbesan dengan Narita sekarang dengan Han. Sungguh dunia ini sangat sempit.
" Aku tidak menyangka sekarang aku berada di posisimu beberapa bulan yang lalu. Dulu kau menghadiahiku bogem mentah, lalu haruskah aku melakukan hal yang sama?" ujar Bintang.
" Aku siap menerima jika kau juga melakukan hal yang sama. Ini memang salahku." Yanuar menutup matanya siap menerima hadiah dari adik iparnya itu.
" Hadiah itu akan aku berikan bila kau menyakiti adikku lagi. Aku adalah orang yang mendapat tanggung jawab menjaga mereka. Kejadian kau sampai bisa bersama dengan So Hee juga salahku. Tapi tak akan aku ampuni kau jika melukai adikku lagi meski Bulan nantinya akan membenciku." Bintang memberi peringatan.
" Oh ya, setelah kau menikah dengan So Hee kau mungkin akan mengetahui hal yang sebenarnya tentang siapa keluarga ku. Saranku jangan mengatakan apapun pada Bulan, biar nanti aku sendiri yang mengatakan padanya, dan sekaligus memperlihatkan hal itu padanya."
" Kenapa begitu?"
__ADS_1
" Karena aku masih harus menyelesaikan apa yang sudah aku tunda selama enam belas tahun. Setelah semua selesai Bulan akan aku beritahu. Untuk sekarang ini aku tidak bisa membagi pikiranku dengan hal yang lain. Karena apa yang harus aku selesaikan adalah demi keselamatan Bulan dan ketiga calon anakku." terang Bintang.
Dia harus berkonsentrasi penuh agar bisa menaklukan musuhnya agar tunduk padanya. Selama mereka ada di bawah naungan BIntang maka mereka tak akan berani mencari masalah dengannya.