
Langit di hari minggu pagi ini sangat cerah, nampak sepasang insan manusia kini tengah duduk bersantai di dekat kolam untuk melepas penat setelah hari-hati menyibukkan mereka selamat seminggu ini.
Bulan nampak duduk dengan Bintang yang berbaring menggunakan pangkuannya sebagai bantalan kepalanya. Mereka berdua tengah asyik mengobrol dan juga memakan cemilan. Nampak keduanya tertawa bersenda gurau bersama.
Mereka berdua sudah memutuskan jika hari minggu adalah waktu yang mereka gunakan untuk quality time mereka. Dengan tujuan semakin mendekatkan mereka juga bisa menambahkan lebih banyak lagi cinta pada pasangan.
Mereka berdua akhirnya bisa menjalani sebuah pernikahan ini tanpa adanya paksaan atau dilandasi rasa tanggung jawab. Kini kedua hati itu telah menyatu kedua hati itu seolah saling mengucapkan kata cinta.
" Shujin. " panggil Bulan.Bintang yang tadinya terpejam langsung membuka matanya menatap wajah Bulan yang semakin lama semakin bertambah cantik.
" Aku ingin es buah boleh? " pinta Bulan.
Bintang langsung bangkit kemudian mengajak Bulan ke dalam rumah. Kebetulan letak kolam renang bersebelahan dengan dapur.
" Lihatlah di dalam lemari es, buah apa saja yang kau inginkan akan aku buatkan sekarang. " titah Bintang.
Bulan langsung mengeluarkan beberapa buah yang diinginkan. Mengupas kulitnya lalu memberikan pada Bintang. Bintang pun memotong dadu buah-buahan yang sudah dikupas oleh Bulan.
Lima belas menit es buah ala Bintang sudah siap untuk disantap. Bulan pun terlihat sangat menikmati hal itu. Satu per satu buah yang sudah dipotong kecil oleh Bintang masuk ke dalam mulutnya. Senyuman Bukan terus menghiasi wajah cantiknya.
Hari ini pun terus mereka lewati dengan banyak momen yang sengaja mereka buat bersama. Untuk mendekatkan diri dan untuk lebih bisa saling menerima satu sama lain bukan hanya di atas ranjang saja.
Hari pun berganti, hari ini Bulan dan Bintang sudah harus kembali ke rutinitas mereka yaitu berkuliah.
Namun pagi itu di kamar Bintang terjadi hal yang menghebohkan seluruh kampung. Bulan yang sedari bangun tadi sudah memuntahkan seluruh isi perutnya, sedangkan Bintang terlihat mondar mandir tidak tahu mau berbuat apa.
__ADS_1
" Yomesan, kami kenapa? kita ke rumah sakit ya. " Bintang masih setia meminta tengkuk Bulan agar mualnya sedikit reda.
" Nggak udah mungkin aku cuma masuk angin. " tolak Bulan halus. Dia juga sering seperti ini jika sedang masuk angin.
" Jangan disepelein dong, kita ke rumah sakit sekarang. Kamu jadwal kelas siang kan. Masih sempet. " Bintang langsung membopong tubuh.
Kini mereka sudah berada di dalam mobil milik Bintang. Bintang langsung memajukan mobilnya ke rumah sakit terdekat.
Tak butuh waktu lama mobil yang dikendarai Bintang sudah memasuki halaman pelataran rumah sakit swasta yang tak jauh dari rumahnya.
Bintang langsung meminta salah seorang suster untuk membawa kursi roda karena Bulan sudah sangat lemah tak memiliki tenaga sedikitpun untuk berjalan.
Suster tadi langsung membawa tubuh Bulan ke dalam ruang IGD. Bintang yang tadinya ingin itu langsung ditahan suster lain dan diminta untuk menunggu di luar ruangan saja.
" Selamat pagi, apa anda keluarga dari pasien bernama Bulan? tanya seorang dokter pria yang baru saja keluar dari ruang IGD.
" Istri dan kandungannya sangat baik tuan. Hanya efek terlalu banyak mengeluarkan cairan jadi pasien dehidrasi. Pasien harus menghabiskan beberapa infus untuk menjaga tubuhnya agar tak kembali dehidrasi. " terang dokter.
" Baik dok saya mengerti. " ucap Bintang. " Eh tunggu dok, tadi anda bilang istri saya hamil dok? " tanya Bintang.
" Benar tuan, istri anda hamil saat ini. Untuk lebih jelasnya nanti setelah selesai diinfus bisa langsung ke dokter obgyn untuk memastikannya. " jawab dokter tadi ramah. Dokter itupun pergi meninggalkan Bintang yang masih kebingungan.
" Bulan hamil, berati aku akan jadi ayah. Wah..... yes. " Bintang bersorak kegirangan . Dengan senyuman yang terus mengembang di bibirnya, dia memasuki kamar yang sudah disiapkan oleh pihak rumah sakit untuk istrinya. Bulan nampak masih terlelap, dengan hari-hati Bintang menggenggam tangan istrinya dengan penuh kasih sayang.
" Terima kasih sayang, aku janji akan menjaga kau dan bayi kita dengan taruhan nyawa sekalipun. Tetap lah disisi ku ya. " ucap lirih Bintang.
__ADS_1
" Kau tidak marah aku hamil. " tanya Bulan. Bintang yang terkejut mendengar suara istrinya pun langsung menatap wajah cantik milik istrinya meski masih pucat.
" Pertanyaan bodoh macam itu, bagaimana aku marah bila benih itu tumbuh dariku. " jawab Bintang dengan suara yang sangat lembut.
" Nanti ke dokter kandungan ya, kita lihat kondisi bayi kita yang ada di perut kamu. " ajak Bintang. Bulan pun menganggukkan kepalanya. Tak ingin bicara karena masih sangat lelah.
Hampir satu jam sudah Bulan diinfus, seorang suster masuk ke ruangan itu untuk melepas jarum dan selang infus yang tadi terpasang ditangan kanan Bulan. Suster itupun pergi meninggalkan calon orang tua itu setelah pekerjaannya.
Bulan dan Bintang berjalan menuju ruangan dokter kandungan dengan ditemani seorang suster. Awalnya tadi mereka tidak tahu bahwa pasien yang mereka tangani adalah cucu menantu keluar Hillar yang merupakan pemilik rumah sakit swasta ini.
" Silahkan masuk tuan dan nyonya muda dokter Fitri sudah menunggu anda. " ucap suster itu sopan. Tangan kanannya memutar handle pintu ruangan dokter kandungan.
Bulan dan Bintang langsung masuk ke ruangan itupun mendapat sambutan hangat dari dokter Fitri.
Dokter Fitri kemudian melakukan sedikit perbincangan menanyakan perihal keluhannya yang dialami pasien pada masa kehamilan semester pertama yang sarat dengan banyak keluhan.
Dokter Fitri kemudian mengarahkan pasien ke brankar yang disediakan khusus untuk melakukan USG. Nampak suster yang juga ada diruangan itu membantu untuk menaikkan drees Bulan hingga ke perut lalu menutupinya dengan selimut.
Duk... Duk.. Duk..
" Nah itu dia suara detak jantung bayi ya. sangat kuat karena sehat, silahkan orang tua melihat dimonitor ya. Bulatan kecil itu adalah calon bayi ya. Masih sebesar kacang merah, karena baru berusia delapan minggu. Sudah mulai ada proses pembentukan pada anggota bagian tubuh ya. Jadi mommy nya harus banyak makan makanan bergizi tinggi agar nanti dedek bayinya sehat dan dapat tumbuh kembang sesuai usia. Dan bisa saya informasikan dengan pasti, bayi anda kembar tiga ya pak. " ucap Dokter Fitri panjang kali lebar menjelasjan.
" Kembar tiga dok? " pekik Bulan dan Bintang bersamaan.
" Iya anda benar tuan, jadi saya sarankan untuk aktifitas juga dikurang dan tidak melakukan pekerjaan berat. Harus diketahui kandungan pada semester pertama sangat rawan keguguran. " terang Dokter Fitri. Kini dia sudah kembali duduk di kursi miliknya dan mulai menuliskan resep obat dan vitamin untuk Bulan.
__ADS_1
" Saya mohon untuk waktu menjenguk bayinya jangan terlalu lama dan jangan sering-sering. Harus diperhatikan agar berlaku lembut ya tuan. " pesan Dokter Fitri. Wajah Bulan langsung memerah kalau mendengar candaan dari dokter Fitri.
" Terima kasih banyak dok. " Bintang dan Bulan berpamitan untuk kembali pulang ke rumah mereka.