
Sudah seminggu berlalu sejak kedatangan Bulan dan Bintang ke kampus untuk membicarakan tentang keinginan Bulan untuk tetap mengikuti kuliah mesti harus dari rumah. Pihak kampus pun menyetujui hal tersebut, setiap harinya Bulan akan menerima video tentang penjelasan materi kuliah dan tugasnya akan di antarkan oleh Bintang ke kampus.
Hari ini adalah hari yang dipilih oleh seluruh keluarga Bintang dan Bulan untuk mengadakan acara syukuran kecil-kecilan dengan mengundang anak yatim piatu juga beberapa kerabat keluarga untuk mengadakan doa bersama sebagai bentuk syukur atas kehamilan Bulan dan bentuk doa agar Bulan dan ketiga anak yang di kandungnya akan lahir dengan selamat dan tidak ada rintangan.
Keluarga Narendra sejak pagi sudah datang ke mansion utama tempat diadakannya acara syukuran itu. Bunda sudah sibuk dengan oma dan juga okaasan di dapur untuk membuat hidangan untuk nanti malam.
Jangan ditanya jika para pria, pasti akan lebih memilih mengobrol dengan ditemani secangkir kopi dan juga cemilan. Ayah Febri, opa, Yanuar dan Otousan sedang asyik berbincang mengenai bisnis yang sedang marak pada tahun ini.
Jika ditanya dimana calon orang tua berada, mereka sekarang sedang di kamar bergelung dalam selimut, alias masih tidur. Lelah dengan kegiatan panas semalam membuat mereka bangun kesiangan. Sebenarnya pada awalnya Bintang menolak tapi karena yang menginginkan pergumulan panas itu adalah Bulan, pada akhirnya Bintang mengikuti arus saja. Bersama berdua mendaki puncak kenikmatan dunia.
" Oh ya paman, calon orang tua baru pada kemana ya? " tanya Yanuar pada otousan.
" Masih tidur mereka, mungkin habis kerja keras semalaman. " jawab ambigu Otousan. Yanuar pun langsung tergelak mendengarkan penuturan dari ayah mertua adiknya itu.
" Yanuar jangan iri ya. Kalau pengen cepet nikah biar bisa cepet kasih penerus buat keluarga Narendra. " ujar opa menggoda Yanuar.
" Opa bisa aja. Ini juga masih sibuk cari pendamping yang cocok opa. " terang Yanuar mali.
" Apa perlu opa kenalin sama anak dari kolega opa? " tawar opa.
" Jangan opa kalau sama dengan anak dari kolega opa saya yang minder secara opa pebisnis handal pasti koleganya jiga pebisnis semua. Aku aja cuma punya usaha kecil-kecilan opa. " Yanuar menolak halus.
Para pria yang mendengar perkataan dari Yanuar hanya tertawa saja. Yanuar sampai malu dibuat para pria dewasa di hadapannya itu. Salahnya juga malah nimbrung ke obrolan orang dewasa.
" Opa... " teriak Han So Hee berlari memeluk opa Mark.
" Wah gadis opa sudah datang. Kamu sama siapa aja? apa kakek kamu ikut? " tanya opa.
__ADS_1
" Aku sama eomma dan appa. Juga dengan so hyang. " jawab Sohee. .
" Tidak apa-apa Yumiko, kau tahu sendiri aku tidak punya cucu perempuan, semua cucuku adalah pria yang usil seperti oma mereka. Sohyang kau tidak ingin memeluk opa? " Opa Mark merentangkan tangannya menyambut anak kedua dari pasangan Han Ji Hoon dan Yumiko Narita.
" Of course i'm miss you opa. " Sohyang langsung memeluk opa Mark.
Jika di lantai satu orang-orang sedang menyambut kedatangan keluarga Han dari Seoul sebagai perwakilan dari Ojichan Bintang yang tidak bisa datang. Maka lain dengan calon orang tua baru yang baru saja bangun tidur.
Bulan mengucek matanya untuk menyesuaikan cahaya yang sudah memenuhi kamarnya dengan suaminya. Saat melihat ke arah jam dinding Bulan sangat terkejut karena jam dinding sudah menunjukkan pukul 11.00 siang. Pantas saja perutnya sejak tadi berdemo minta dimasuki makanan.
Bulan lalu membangunkan suaminya. Dia sangat ingin makan masakan suaminya saat ini. Namun berkali-kali dibangunkan Bintang nyatanya masihkamarll
nyaman berada di alam mimpinya.
" Ya Tuhan ini manusia atau batu dibangunkan beberapa kali nggak bangun-bangun. " kesal Bulan.
" Sayang kenapa kau menganggu tidurku
" protes Bintang dengan mata yang masih tertutup.
" Bangun ini sudah jam sebelas dan aku lapar. Anak kita ingin kau yang memasak untuk kami. " pinta Bulan merengek pada Bintang.
Bintang pun bangun dan berjalan ke arah kamar mandi dengan tubuh yang masih polos. Bulan sampai geleng kepala melihat tingkah konyol suaminya itu Sepuluh menit berlalu, Bintang keluar dari kamar mandi dengan keadaan yang lebih segar.
Keduanya pun langsung turun ke lantai satu dan menuju dapur untuk membuat sarapan. Tanpa mereka sadari orang-orang yang ada diruang keluarga menatap mereka berdua dengan tatapan yang berbeda-beda.
" Eh calon orang tua baru sudah bangun. " Bunda Dessy menggoda.
__ADS_1
" Iya nih, yang sedang menikmati kebersamaan jadi lupa ma yang lainnya. " okaasan menambahkan.
" Jangan digoda lagi, tuh wajah Bulan udah merah kaya tomat. " celetuk Bintang. Bulan jadi semakin malu saja sekarang ini. Jika bisa dia ingin bersembunyi di gua saja.
" Kamu ngapain ikut-ikuy nimbrung di dapur. " protes Okaasan.
" Mau masakin Bulan, dia pengen aku yang masak. " ujar Bintang.
Dengan telaten dan cekatan Bintang mengambil alat dan beberapa bahan makanan untuk diolahnya. Ingin membuat sandwich isi daging dan keju. Lalu membuat beef yakiniku serta nasi gurih sesuai apa yang dipesan sangat Ratu tadi.
Bulan tak mengalihkan sedikit pun pandangannya dari tubuh Bintang yang bergerak kesana kemari memasak untuk nya. Menurut Bulan itu sangat keren saat suami kita bisa memasak dan memanjakan lidah kita.
" Dih yang lagi bucin, sampai nggak berkedip memandang pangeran berkuda putih. " ledek Yanuar yang entah kapan sudah berada di belakang Bulan.
" Ih ganggu orang aja abang. " kesal Bulan.
Yanuar langsung tertawa begitu juga dengan semua orang yang ada di dapur. Memang benar orang bucin itu membuat orang jadi lupa daratan. Karena pengennya terus melayang ke indahnya angkasa.
" Jangan diganggu bang. Kalian enak tinggal ganggu entar aku yang kena imbasnya lho. " Bintang menegur Yanuar, pasalnya Bintang ingat beberapa hari yang lalu, Bulan digoda oleh temannya dan Bintang yang kena marahnya.
" Ya kan udah resiko Tang, mau buat anaknya juga harus mau dibuat pusing sama anaknya. " seloroh Yanuar mengundang tawa semua yang di sana.
Tapi tenang bumil satu ini nggak terpengaruh sediki pun. Masih tetap tenang menyantap hidangan yang dibuat oleh Bintang. Masakan Bintang selalu bisa membuat lidah Bulan termanjakan, bahkan anak yang ada di dalam kandungannya juga mengakui nikmatnya masakan daddy mereka.
Bulan sekarang tak pernah absen memakan makanan yang dimasak oleh suaminya. Selain rasanya yang enak, masakannya juga beragam. Setiap hari pasti ganti menu, jangankan setiap hari pagi, siang dan malam saja berbeda masakannya.
Nikmatnya punya suami yang bisa masak jadi terus dimasakin. Ada nggak readers yang suaminya pinter masak. Kalau author jangan ditanya ya? 😆😆😆
__ADS_1