
Sebulan telah berlalu, Bukan dan Bintang masih seperti biasanya menjalani aktifitas mereka. Kondisi kandungan Bulan juga baik dan sehat, masih morning sickness tapi asal langsung Bintang cium mual dan muntah Bulan langsung berhenti. Sepertinya anak dalam kandungannya selalu menyukai daddy mereka dalam keadaan apapun.
Siang ini Bulan dan Bintang sudah membuat janji temu dengan dokter Fitri, dokter kandungan yang menangani kehamilan Bulan. Dokter Fitri bahkan difasilitasi oleh keluarga Hillar untuk memberikan tindakan yang terbaik untuk Bulan dan bayi dalam kandungannya.
" Yomesan.... " panggil Bintang dari lantai bawah.
" Iya.... Aku turun.... " ganti Bulan teriak dari kamar mereka yang ada di lantai atas.
Bulan turun menggunakan lift yang sengaja dibangun Bintang agar istrinya tak perlu turun tangga. Selain karena bahaya bagi wanita hamil juga pasti akan kelelahan. Sebulan yang lalu setelah acara syukuran kehamilan Bulan, Bintang langsung menyuruh orang kepercayaannya untuk membuat lift di rumah mereka. Selama pembangunan lift itu, Bulan dan Bintang memilih tinggal di mansion utama bersama opa dan oma
Lima belas menit mobil rolls royce sweptail yang dikemudikan Bintang sudah sampai di parkiran rumah sakit yang merupakan milik keluarga Hillar. Keduanya pun turun dengan Bintang yang membantu bulan.
Sesampainya di depan ruangan dokter Fitri, seorang suster langsung mempersilahkan masuk karena dokter Fitri sengaja bertemu di siang hari agar cucu dan cucu menantu pemilik rumah sakit itu tidak harus mengantri. Padahal hari ini jadwal dokter Fitri hanya sampai jam sebelas siang, dan sekarang sudah jam dia siang tapi Dokter Fitri tidak pulang hanya untuk menunggu keluarga dari pemilik rumah sakit tempat dia bekerja.
" Selamat siang calon orang tua. " sapa dokter Fitri tersenyum ramah.
" Selamat siang juga bu dokter. " sapa balik Bintang dan Bulan.
" Baik bagaimana kabarnya nyonya Narita? Apa ada keluhan yang kurang nyaman selama satu bulan ini? " tanya Dokter Fitri.
" Keluhan yang kurang nyaman nggak ada dok. Cuma jadi nggak mau ditinggal sama suami aja. " jawab Bulan malu. Bulan memang selalu terus terang jika menyangkut anak dan suaminya.
" wah berarti ini calon dedek nya sayang sama daddy nya. " dokter Fitri tertawa kecil.
__ADS_1
" Dok, istri saya kok jadi suka sekali beli mobil mewah ya. Tiap seminggu sekali pasti minta dibeliin mobil baru. Memang orang hamil begitu ya dok? " tanya Bintang. Bulan langsung saja mencubit lengan Bintang karena telah membongkar ngidam ala orang kaya yang dialamiya.
" Wah memang benar nih cucu sama anak Sultan, di perut mommy aja udah minta mobil mewah. Itu hal yang wajar tuan muda, mengidam nya seorang ini hamil itu bermacam-macam jadi ya dituruti aja selagi mampu. " ujar dokter Fitri.
Dokter Fitri pun mengajak Bulan untuk berbaring di brankar untuk dilakukan tindakan USG. Saat melihat ke arah monitor bisa dilihat bahwa bayi yang aja di dalam kandungan Bulan memiliki berat badan idela untuk seusianya juga sangat sehat dengan tumbuh kembang yang baik pula. Tidak ada cacat semuanya baik.
" Adek bayinya sehat ya tuan dan nyonya muda. Harus lebih diperhatikan lagi ya makanannya. Harus bergizi agar tumbuh kembang ketiga dedek bayinya bisa sempurna. " saran dokter Fitri.
Setelah bertemu dengan dokter kandungan Bulan, Bintang mengarahkan mobil mewah yang dibeli karena Bulan lagi ngidam itu ke arah kantor HN corp. perusahaan milik Bintang. Orang kepercayaan Bintang tadi menelfon agar Bintang mau singgah sebentar ke kantor karena ada hal penting yang harus dibicarakan.
" Yomesan kamu tinggal disini sebentar ya aku mau ke ruang rapat bersama dengan Ryo" Bulan mengangguk, Bintang lun langsung bergegas mengikuti Ryo ke ruang rapat.
Betapa terkejutnya Bintang saat melihat anak buah kepercayaannya yang berjumlah lima belas orang telah duduk di kursi yang ada di ruang rapat. Perasaan Bintang langsung tak enak, Kelima belas anak buahnya itu adalah orang uang dia tugaskan untuk mengikuti kelima belas pimpinan tertinggi di dalam kelompok mafia uang dulu pernah menculiknya.
Pimpinan kelompok mafia itu akan bergerak berarti Bintang lah yang akan mereka cari. Sudah saatnya Bintang melaksanakan rencananya yang sudah dia susun sejak enam tahun yang lalu.
" Akhirnya aku melihat kalian semua. " sapa Bintang yang sudah dalam mode dingin.
" Salam tuan muda. " ucap kelima belas orang itu berbarengan.
" Apa kalian sudah siap semuanya? " tanya Bintang.
" Sudah tuan, kami sudah melancarkan serangan pertama. " jawab salah satu dari mereka.
__ADS_1
" Bagus, ancam dan terus awasi mereka sampai mereka ingin bertemu denganku. Aku akan membuat merek menyesal karena telah mencari gara-gara dengan ku." titah Bintang.
Sejak Bintang diculik saat usianya delapan tahun, Bintang terus memperkuat dirinya bukan hanya otaknya saja yang pintar tapi Bintang mulai melatih fisiknya untuk siap bila harus menghadapi lawannya secara fisik. Belajar beladiri, menembak, memanah bahkan Bintang adalah sniper terbaik di Jepang yang identitasnya dirahasiakan.
Saat usia delapan belas tahun dimana Bintang harus pergi ke Indonesia dia sudah membentuk pasukannya sendiri. Bukan untuk kabur tapi untuk mempersiapkan dengan matang rencananya untuk menekan kelompok mafia itu sampai bertekuk lutut dibawah kakinya.
" Mulai besok kalian harus melancarkan serangan berikutnya, jangan berhenti sampai mereka meminta untuk bertemu denganku. Semakin cepat semakin baik karena aku sidah berjanji akan menemani istriku saat melahirkan. Jadi kalian musti cepat waktu kita hanya 5 bulan. " terang Bintang.
" Tuan bukannya biasanya wanita itu melahirkan ketika usia kandungannya sembilan bulan. Berarti kita masih punya waktu enam bulan tuan. " ujar salah satu anak buah Bintang.
Huuuhffff.
Bintang menghela nafas panjang. Dirinya benar-benar terlihat seperti orang bodoh bila bertemu dan berinteraksi dengan anak buahnya yang satu ini. Jalan pikirannya terlalu lemot tapi dia adalah pembuat strategi yang bagus. Apa mungkin karena terlalu pandai membuat strategis fungsi otak yang lainnya menurun.
" Koisuke Kudo, apa kau ingin melihat White di Afrika sana? " tanya Bintang geram.
" Eh... Jangan tuan muda. White lebih suka Ryo daripada saya, jadi utus Ryo saja. " ujar Koisuke yang langsung membuat Bintang berdiri hendak menggeplak kepala anak buahnya agar bisa lebih pintar sedikit.
" Tahan tuan muda, jika anda memukulnya maka dia akan lebih parah dari sekarang. Mohon bersabarlah tuan. " bujuk Ryo menenangkan tuannya.
" Awas kau Koisuke. " tunjuk Bintang ke arah tersangka yang sudah membuat darahnya naik. Yang lain hanya bisa menahan tawa, karena setiap pertemuan diadakan pasti akan berakhir dengan Bos dan salah satu anggota mereka yang paling lemot itu bertengkar.
Untung saja Koisuke termasuk ahli strategi kalau tidak sudah bisa dipastikan kalau Bintang akan memecat anak buahnya yang satu itu.
__ADS_1