
Pagi yang sangat cerah hari ini kini dihiasi dengan suara tiga bayi yang ternyata terbangun karena lapar. Bintang langsung melompat ketika mendengar suara bayi ada di dalam kamar rawat inap istrinya.
" Oh God.... " Bintang segera bangun saat sudah melihat Bulan menyusui salah satu anaknya dan kedua lainnya menangis karena tak segera mendapat giliran minum ASI.
" Sayang kenapa nggak bangunin. " Bintang mendekat lalu menggendong kedua putra si tangan kanan dan kirinya.
" Kamu kelihatannya capek banget makanya nggak aku bangunin. Lagian mereka itu sudah disini setengah jam low kamunya aja yang nggak denger. "
" Benarkah? Hehehehe maaf ya sayang. " Bintang mulai kedua putranya agar berhenti menangis.
" Apa ASI kamu lancar sayang? "
" Malah sampai tumpah-tumpah sayang saking banyaknya. Suster tadi ngajari kalau asinya dipompa aja lalu ditaruh di lemari pendingin khusus kalo mau minum baru dipanasin. " terang Bulan yang tadi sudah dipesan oleh suster agar bisa menyimpan ASI nya agar ketiga putranya bisa minum bersamaan.
" Lalu, apa perlu kita taruh lemari pendingin di kamar ini? " tanya Bintang. Bulan sampai geleng kepala melihat tingkah konyol suaminya itu.
" Ya enggak lah, besok aja aku udah boleh pulang. Sambil nunggu pulang sejam sekali sebelum triplet bangun dan minta susu. " jawab Bulan persis seperti yang suster tadi katakan.
" Ok... Aku beli alat buat pompa ASI kamu dulu ya. " Bintang pun tanpa cuci muka terlebih dulu langsung keluar kamar Bulan dan berjalan menuju ke swalayan kecil yang juga bagian dari rumah sakit Kasih Ibu ini.
Bulan dengan telaten dibantu oleh dia suster yang tadi sempat dimintai tolong oleh Bintang untuk membantu istrinya, Bulan memberikan ASI kepada tiga anaknya secara bergantian. Karena anak laki-laki jadi minumnya sangat banyak, tapi syukur juga bahwa ASI Bulan juga melimpah.
Bulan terus memandangi wajah ketiga putranya, tak pernah dia sangka bahwa anaknya itu laki-laki semua, karena pada saat USG Bulan dan Bintang sepakat bahwa itu akan menjadi kejutan untuk mereka.
Dai artinya besar Daigo artinya tanah besar... Bintang ingin anak pertamanya ini memiliki hati yang lapang seperti tanah dan kekuatan yang besar untuk melindungi adiknya.
Kai artinya pemaaf Kaien artinya laut yang dalam... Bintang ingin anak keduanya memiliki hati yang sedalam lautan untuk bisa memaafkan kesalahan saudaranya.
__ADS_1
Ryuu artinya naga Ryuzaki artinya kuat dan berkembang dengan baik. Anak ketiganya ini Bintang berharap bisa kuat seperti naga dan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik bersama saudara lainnya.
Bulan berharap anaknya nanti akan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dan akan menjadi kebanggaan Bulan dan Bintang selalu untuk q1selamanya. Bulan menciumi gemas pipi ketiga anaknya. Rasanya bersyukur juga karena kejadian kemarin justru membawanya cepat bertemu dengan anaknya.
" Kalian sudah tidak sabar ya bertemu mommy dan daddy sampai-sampai keluar begitu cepat padahal belum waktunya. " ucap Bulan kepada ketiga anaknya.
" Iya mom.... "
Bulan mendonggak melihat Bintang datang dan menirukan suara anak kecil menjawab kata-kata Bulan.
" Sudah dapat? " tanya Bulan menerima uluran sebuah paper bag dari Bintang.
" Iya, tadi sempat habis trus mereka cariin makanya agak lama aku keluar. "
" Terima kasih. "
Lama berkutat di laptop Bintang sampai tak menyadari sat Bulan sudah tertidur. Bintang pun akhirnya menyelimuti istrinya itu lalu berjalan ke arah tiga box bayinya yang ternyata juga sedang tidur. Bintang satu jam lagi akan membangunkan Bulan agar memompa ASI nya.
Tak berapa lama setelah Bintang kembali mengerjakan tugas kantornya, So Hyang datang bersama So Hee membawakan makan untuk mereka berdua juga membawakan pakaian ganti untuk Bintang. Bintang pun akhirnya baru menyadari bahwa sejak karin siang dia belum mengganti bajunya.
" Cih... Aku tetap ganteng meski tak ma di seminggu sekalipun. " sewot Bintang saat mengerti dengan arti tatapan kedua adik sepupunya itu.
" Terlalu PD sekali anda. " ledek So Hyang.
" Lebih baik percaya diri karena diri ini dapat dipercaya daripada percaya diri tapi justru tidak dapat dipercaya. " sergah Bintang lalu masuk ke dalam kamar mandi.
" Sabar... Sabar.... " So Hee mengelus pundak adiknya yang sudah ingin mengajak kakak sepupu mereka untuk bertanding.
__ADS_1
" Mulutnya selama dua puluh lima tahun tak ada perubahan sama sekali. " kesal So Hyang. Kata-kata Bintang tadi sebenarnya menyindirnya karena masalah dengan Lee Ryeon. So Hyang dipercaya bisa jaga diri nyatanya justru membuat keluarganya kalang kabut.
" Semoga saja keponakan ku yang ganteng ini tak akan menurunkan sifat menyebalkan daddy nya. " ujar So Hyang melihat tiga anak Bintang yang tertidur dengan sangat lucu di box bayi mereka bertiga masing-masing.
" Tentu saja akan mirip, dia itu bapaknya yang menyumbang gen-gen pada ketiga putranya. " ujar So Hee yang langsung mendapat tatapan tajam sari So Hyang.
Bulan terbangun dari tidurnya karena mendengar ada suara lain di kamarnya. Ketiga wanita itu pun bercengkrama sambil Bulan memompa ASI nya lalu ditaruhnya di botol karena yakin sebentar lagi tripletnya akan terbangun karena haus.
Tiga botol penuh sudah Bulan memompa ASI nya. Baru saja meletakkan botol yang ketiga, Kei menangis kehausan yang langsung disusul tangisan Dai dan Ryuu. So Hyang mengambil Daigo lalu memberikannya pada Bulan, sedangkan dia menggendong Kai dan So Hee memangku Ryuu. Ketiga wanita itu sama-sama memberikan susu pada anak-anak dari Bintang.
" Wih.... Kalian berdua sudah cocok jika jadi seorang ibu. Terutama kau So Hyang. Aku akan segera memberi ragu Lee Ryeon untuk meminang mu. " Bintang yang keluar kamar mandi langsung saja menggoda So Hyang saat melihat adik sepupunya itu sudah pantas menjadi seorang ibu.
" Kau harus banyak berlatih, kalau tak salah ada anaknya yang bernama Lee Shin kan. " Bintang semakin menjadi.
" Kau..... Oppa, lihat saja kau. " So Hyang mati kutu.
" Apa.... Kau mau apa? " tantang Bintang.
" Aku akan adukan kau ke imo. " ujar So Hyang.
" Dan bersiaplah uang jajan mu dariku aku potong sampai tak bersisa. " ujar Bintang yang langsung membuat So Hyang diam.
" Mau bicara apa kau? Kalian ini seharusnya merasa beruntung, kalian sudah punya jodoh juga masih minta aku untuk memberi kalian uang jajan. " cibir Bintang.
" OPPA.. " Bintang terkejut karena bukan So Hyang yang berteriak tapi So Hee. So Hyang juga terkejut mendengar hal itu.
Rupanya tak jauh dari pintu baru saja Yanuar membukanya dan masuk bersama kedua orang tuanya. So Hee tentu saja malu dan merasa tak bila sampai cibiran kakak sepupunya itu didengar suaminya.
__ADS_1
" So Hee... Tidak boleh berteriak seperti itu, nanti keponakan kita bangun. " ujar Yanuar me atap tajam So Hee.