BULAN UNTUK BINTANG

BULAN UNTUK BINTANG
bab 75


__ADS_3

Bulan menghampiri mbok Warni di dapur untuk bertanya dimana tamu yang mencari dirinya. Di ruang tamu tidak ada, Bulan jelas tak sampai berpikir tamu itu di teras karena memang tak pernah ada tamu yang dibiarkan menunggu di teras selama ini.


Mbok Warni mengatakan bahwa tamunya berada di teras pun Bulan sangat terkejut. Tapi setelah mendengar penjelasan dari mbok Warni, Bulan mengerti dan bergegas keluar dari rumahnya untuk menemui tamunya itu.


" Kamu ngapain di rumah aku? " tanya Bulan reflek berucap karena saking terkejutnya.


" Kamu kok nggak sopan sama dosen kamu sendiri. " tegur pria itu. Pria bernama Anthony itu mendatangi rumah mahasiswi yang berhasil membuatnya gelisah.


" Eh maaf Pak, saya kaget ngapain bapak di rumah saya. Kenapa nggak kirim pesan aja kalau ketemu saya kan bisa ke kampus. " Bulan berucap sopan. Untung suaminya sedang keluar kota, Bila-bila perang Dunia ke lima kalau suaminya ada di rumah saat ini. Meski di rumah banyak CCTV tapi setidaknya Bintang tidak akan bisa langsung pulang saat mengetahui dosen pembimbing Bulan bertamu di rumah mereka.


" Saya kebetulan lewat depan rumah kamu, jadi saya mampir sekalian mau bertanya gimana skripsi kamu. " ujar Anthony bohong.


" Oh..... Skripsi saya lancar pak. " ujar Bulan.


Anthony pun mulai basa basi pada Bulan, menanyakan halal yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan skripsi yang tengah dikerjakannya itu. Bulan tidak punya pikiran macam-macam tentang dosennya itu, pasalnya dia berpikir pasti dosennya itu tahu bahwa dia sudah punya suami.


Segala macam bidang kehidupan ditanyakan oleh Anthony, hanya satu yang tidak yaitu status Bulan. Dia tidak tahu tentang pernikahan Bulan, karena saat itu dia tidak berada di Indonesia. Benar dia sudah mengajar di kampus Bulan tapi dia saat itu menjenguk kakeknya di London.


" Kamu nggak lagi sibuk kan? " tanya Anthony.


" Sibuk lah pak, saya kan lagi ngerjain skripsi. Ini ada waktu luang bapak malah datang ke sini. " ketus Bulan. Sudah biasa baginya bersikap seperti itu pada dosennya yang satu ini.


" Jadi kamu nggak senang ya kalau saya datang ke sini. "


" Kalau bapak mau bantu saya menyelesaikan skripsi saya seneng-seneng aja pak. "


" Baik saya bantu kamu deh, ambil laptop sana saya tunggu disini. "


" Nggak usah pak. Besok saja di kampus ya. " tolak Bulan halus. Bisa digorok Bintang dia jika mengundang masuk pria lain ke rumah.

__ADS_1


" Kenapa nggak sekarang aja? " tanya Anthony heran.


" Saya baru inget kalau saya mau pergi ke rumah orang tua pak. Mau jenguk keponakan. " Bulan ngeles.


" Oke. Saya tunggu besok siang ya, setelah makan siang. "


Anthony berpamitan pada Bulan untuk pulang kembali ke alamnya. Bulan tersenyum canggung saat Anthony dosen menyebalkan itu bersikap lembut padanya. Apakah besok dunia akan kiamat, pikir Bulan.


Bulan kembali berkutat di depan laptopnya. Tiba-tiba saja ponselnya bergetar lama menandakan ada yang sedang menelfonnya. Dan benar saja, Bintang nampak melakukan panggilan VC dengannya. Dengan santai Bulan mengangkat telefon dari sang suami.


" Iya sayang. " sapa Bulan saat layar ponselnya menampilkan wajah tampan nanti rupawan suaminya.


" Itu dosen kamu ngapain datang ke rumah? Mau apa dia? " tanya Bintang to The point.


" Hehehehe... Kamu lihat ya sayang. " Bulan cengar cengir.


" Kenapa? Aku nggak boleh lihat gitu. " sewot Bintang.


" Awas aja itu orang, bini orang pake disamperin. Minta dicabein tuh orang. " kesal Bintang.


" Ngomong apa aja dia? "


Bulan menjelaskan apa saja yang tadi diobrolkan oleh dirinya dengan dosennya. Semuanya Bulan katakan, dari pada nanti muncul kesalahpahaman antara mereka berdua malah jadi berabe.


Apa pun yang ditanyakan oleh Anthony Bulan menceritakan. Bintang mendengarkan dengan konsentrasi penuh, seperti mahasiswa yang sedang memperhatikan dosennya yang sedang menjelaskan materi pelajaran.


" Ini orang nggak bener nih. Masak istri aku main diserobot aja. " batin Bintang.


" Sayang, menurut aku dosen kamu itu kayaknya naksir kamu deh. " Bintang mengutarakan pemikirannya setelah mendengar cerita dari Bulan.

__ADS_1


" Yah berarti itu orang gaptek dong sayang. Masak dia nggak tahu pas kamu adain konferensi pers itu kita sama triplet disorot wartawan lho. "


" Maka dari itu, tapi masak dia nggak lihat sayang. Padahal itu disiarkan di seluruh dunia lho. "


" Kalau bukan karena skripsi aku nggak mau deket-deket dia sayang. Nyebelin gitu orangnya, masih baik kamu kemana-mana. "


Setelah percakapan panjang kali lebar, perbincangan mereka berdua lewat VC itu terpaksa dihentikan karena Bulan mendengar suara tangisan triplet.


Bintang mondar mandir di dalam kamar hotel nya. Pagi ini dia berada di Bandung, besok ke Semarang, Yogyakarta dan terakhir Surabaya. Bintang menggigit kuku jempolnya untuk bisa menyalurkan kekalutan nya mendengar cerita dari istrinya.


" Haish... Musti diapain itu orang... Enak aja main PDKT sama istri orang. Gue bikin rempeyek tahu rasa lo. " gumam Bintang. Dirinya benar-benar tak habis pikir tentang dosen istrinya itu.


" Masa iya dia nggak lihat konferensi pers itu. Beritanya sampai seminggu lebih lho. Orang planet kan dia?"


" Gimana ya caranya biar dia nyadar diri gitu. " terus saja Bintang bermonolog memikirkan cara agar dosen pembimbing istrinya itu tahu tentang status Bulan.


Bintang mengirimkan pesan pada Ryo untuk menyelidiki tentang dosen pembimbing Bulan. Melalui situs resmi media sosial kampus, Bintang mendapatkan foto dosen yang sekarang ini sudah ditandainya sebagai musuh.


Ryo sedikit kebingungan saat tuannya memerintahkannya mencari tahu tentang seorang pria. Memangnya tuannya itu sudah belok. Meski kebingungan pada akhirnya pun Ryo mencari tahu tentang Anthony Fokker.


" Tuan ngapain ingin mengetahui latar belakang pria ini. Apa hubungannya sama tuan ya? Nggak mungkin kan tuan sudah belok. " gumam Ryo.


Tak lama Ryo mendapatkan pesan lagi dari Bintang. Pesan itu sukses membungkam mulut Ryo, pesan yang berisikan teguran tingkat berat dari tuannya.


* Awas lo kalau sampai mikir gue belok. Gue hapus bonus tahunan lo baru nyahok. *


Isi pesan dari Bintang. Ryo tak lagi berani memikirkan tentang perusahaan selera tuannya lagi. Ryo fokus saja me cari tahu latar belakang pria itu. Bonus tahunan miliknya tidak boleh hilang, dia ingin melamar kekasihnya dengan uang bonus tahunannya itu.


Ryo mulai menghack database milik kampus tempat tuan dan nyonya nya menuntut ilmu. Ryo yang segalanya bisa dia lakukan, tak merasa kesulitan sama sekali dengan tugas dari tuannya kali ini.

__ADS_1


Ryo sedikit terkejut saat mengetahui latar belakang dari seorang Anthony Fokker. Jati diri pria itu tak sesederhana seperti yang dia pikirkan.


" Lawan yang sulit untuk tuan. " gumam Ryo.


__ADS_2