
Di sebuah rumah yang besar yang berada sedikit jauh dari kediaman Narita, nampak Daisuke Narita baru saja turun dari mobil disusul Hanya So Hee dan Yanuar Narita. Tujuan mereka kemarin adalah untuk memperlihatkan Yanuar pada tanggung jawab barunya sebagai bagian dari keluarga Narita.
Nampak Yamato Ishita pemilik rumah itu keluar untuk menyambut Daisuke diikuti seluruh anak buah Yamato. Mereka semua membungkuk saat Daisuke melewati mereka dan masuk ke kediaman Ishita.
" Selamat datang Daisuke sama. " ujar Yamato memberi hormat pada Daisuke.
" Yamato kun kenalkan ini cucu menantuku Yanuar kun. " Daisuke memperkenalkan Yamato pada Yanuar. Tak ada kata yang keluar dari Yamato, dia hanya membungkuk memberikan hormat pada anggota Narita yang baru.
" Abang, ini adalah rumah dari keluarga yang sudah tujuh generasi mengabdikan diri pada keluarga Narita. " teran So Hee. Dia sudah mengetahui ini sebelumnya karena memang dia keluarga Narita.
" Salam kenal Yamato san. " Yanuar menyapa.
" Salam kenal juga Yanuar san. " balik Yamato menyapa.
Setelah acara sapa menyapa selesai, Yanuar diajak untuk masuk ke dalam rumah besar itu lebih dalam Di paling belakang bagian dari rumah besar ini ada sebuah pintu yang tinggi sekali sampai ke ujung dinding bagian teratas. Pintu yang terbuat dari kayu terbaik dengan ukiran unik dai daun pintunya.
Begitu Yamato membuka pintu itu, Yanuar dibuat terperanjat melihat isi dari ruangan yang besarnya hampir sama dengan lapangan bola. Di dalam ruangan itu ada tiga ruangan yang besarnya sama. Yamato mengajak untuk melihat ke ruangan pertama, ternyata berisi alat untuk ngegym. Ada beberapa pria bertubuh kekar juga ada di dalam ruangan itu.
" Ini adalah ruang latihan anggota kami Yanuar san. " ujar Yamato.
Kemudian mereka berjalan menuju ke ruangan ke 2.Ruangan yang tepat berada di sebelah ruangan pertama. Begitu dibuka ternyata adalah cafetaria, seperti kantin besar yang ada di perkantoran.
" Masakan disini sudah disesuaikan oleh chef untuk memenuhi protein dan nutrisi untuk anggota kami yang tinggal di sini. " Yamato menjelaskan. Yanuar mangut-mangut mendengarkan penjelasan Yamato.
__ADS_1
Rombongan keluarga narita berjalan ke ruangan ketiga yang justru berada di seberang ruangan kedua dan pertama. Yamato membuka pintu itu ternyata adalah mess untuk anggota yang ada disini.
" Bagi anggota yang belum memiliki keluarga, mereka akan tinggal di ruangan ini. Bagi yang menikah akan kami sediakan rumah yang juga bersebelahan dengan anggota kami yang sudah menikah lainnya." terang Yamato.
" Apakah ada yang Yanuar san tanyakan?" tanya Yamato.
" Pelatihan anggota ini apakah untuk menjadi pengawal dari keluarga Narita?" tanya Yanuar yang sebelumnya sudah mendengar sepintas tentang hal ini dari Bintang.
" Anda benar tuan, tapi juga salah. Kami bukan hanya menjadi pengawal saja, tapi juga senjata keluarga Narita. Apa anda mengetahui apa maksud dari senjata keluarga Narita?" Yamato bertanya untuk mengetes kemampuan pikir dari cucu menantu keluarga tuannya ini.
" Kalian adalah senjata yang akan membunuh jika diperintahkan untuk membunuh, juga akan menghancurkan sesuatu jika kalian juga disuruh." jawab Yanuar penuh percaya diri. Sekarang ini Yanuar mulai mengerti tentang apa yang diceritakan Bintang beberapa hari yang lalu.
Yamato tersenyum, " meski tidak sekuat Hoshi san tapi sepertinya lumayan juga." batinnya.
yamato kemudian mengajak rombongan tur kediaman Ishita ini untuk menuju ke sebuah ruangan yang ada di sebelah ruang ketiga tapi memiliki pintu yang mengarah keluar dari ruangan besar ini.
" Ini adalah ruangan dimana kami meletakkan senjata yang mendukung kami dalam sebuah misi. Kami bebas memilih untuk menggunakan senjata yang mana ketika kami berada di luar untuk menjalankan misi." terang Yamato.
' Maf aku ingin bertanya, apa pemerintahan tak mengetahui tentang semua yang ada disini?" tanya Yanuar. Bagaimana mungkin ada keluarga atau organisasi ilegal yang bisa mendapatkan banyak sekali senjata jika pemerintahan tak mengetahui.
" Jelas pemerintah tahu karena kami juga menjalankan misi yang mereka perintahkan. Tapi untuk senjata sebanyak ini Hoshi san yang mendapatkannya dari beberapa koleganya yang ad di seluruh dunia." jawab Yamato.
" Wah ini sangat luar biasa." puji Yanuar berdecak kagum.
__ADS_1
Yamato mengajak mereka keluarga dari ruangan yang menyatu dengan rumah ini menuju ke ruangan yang ada di luar, lebih tepatnya berada di halaman belakang rumah miliknya. Sebuah bangunan yang kemarin digunakan untuk menyekap musuh dari tuan muda keluarga Narita.
Ada jalan setapak yang mengarah dari ruangan tadi sampai ke ruangan yang ada di halaman belakang. Bangunan yang diwarnai hitam dan abu-abu tua, menambahkan kesan mencekam untuk bangunan itu.Yanuar menelan salivanya saat pitu itu sudah dibuka dan yang nampak dihadapannya adalah seorang pria yang keadaannya sudah sangat mengenaskan.
" Siapa dia?" gumam yanuar yang masih bisa didengar Yamato. Yanuar langsung melihat ke samping ke arah istrinya yang sedang mengandung itu. Kaget, Yanuar rasakan saat melihat istrinya itu biasa saja saat melhat ada manusia dalam keadaan mengenaskan dihadapan mereka.
" kamu tak takut Love?" tanya Yanuar pada istrinya. Love adalah nam panggilan sayang dari Yanuar untuk So Hee.
" Tidak, kenapa aku harus takut. Aku pernah melihat yang lebih parah dari ini." jawab So Hee santai sekali. Yanuar kembali menelan salivanya saat tahu ternyata istrinya tak sing dengan keadaan saat ini.
" Dulu wesamchon pernah pernah melakukan lebih parah dari ini." ujar So Hee saat melihat suaminya melihatnya dengan wajah penuh tanda tanya.
" Wesamchon siapa?" tanya Yanuar bingung.
" Takumi san. Putra tungga Daisuke sama. Beliau pernah menghajar pria yang menculik sepupu kecil dan menghajar Hoshi san sampai pernah koma." jawab Yamato membantu So Hee untuk menjelaskan.
" Cerita ini tabu jika dibahas di depan wsamchon karena beliau sangat sensitive dengan masalah ini." ujar So Hee mengatakan yang tidak boleh dibahas di depan keluarga besarnya.
Yanuar tambah terkejut lagi saat mendengar tentang adik iparnya tadi. Sungguh tak menyangka Bintang pernah mengalami hal menyakitkan seperti itu. Sungguh tak terlihat sama sekali jika mengenal Bintang.
Padahal Yanuar tak tahu saja jika adik iparnya itu sangat dingin dan arrogan sat harus menjadi Hoshi Narita bukan Bintang Narita. Dengan kata lain, sifat bintang yang sekarang ini adalah benteng pertahanan dirinya agar tak ada orang lain yang tahu tentang kehidupannya.
" Hoshi kun adalah cucuku yang paling dicintai dan disayang oleh semua keluarga. Sifatnya yang selalu mendahulukan keluarganya menjadikan dia penjaga untuk kami semua. Senang rasanya memiliki cucu yang sangat berdedikasi tinggi pada keluarga tapi juga aku sangat melihat hoshi kun tak lagi bisa bahagia seperti anak usianya pada umunya."
__ADS_1
" Yanuar, kau sekarang adalah bagian dari keluarga kami, bolehkah jika aku meringankan beban cucu kesayanganku dengan memberikan sebagian tugasnya padamu?" tanya daisuke memandang mengiba pada Yanuar.
" Tolong jaga So Hee dengan sebaik mungkin agar cucuku tak perlu lagi memikirkan So Hee. Agar beban cucu kesayanganku sedikit berkurang."