
" Seonsaengnim . " panggil seorang anak laki-laki yang seusia anak sekolah dasar. Anak laki-laki itu berlari menuju ke So Hyang yang merupakan gurunya. Tapi entah mengapa satu bulan yang lalu guru kesayangannya itu mengundurkan diri.
" Lee Shin. " So Hyang sangat terkejut. tubuhnya tiba-tiba membeku dan tak merespon saat mantan muridnya itu memeluk kakinya.
" Omo... Omo.... siapa pria kecil tampan ini? " tanya oma yang mendekat ke arah So Hyang.
" Hai halmeoni, aku Lee Shin aku murid dari So Hyang ssaem. " jawab Lee Shin memperkenalkan dirinya.
" Eh..... " oma terkejut. Diam sebentar oma kemudian mengerti anak laki-laki di depannya ini siapa.
" Mau bermain dengan Halmeoni dan So Hyang ssaem di belakang nak. " aja oma.
Shin yang mengangguk akhirnya membuat para wanita di ruang keluarga langsung ke halaman belakang untuk mengajak jalan-jalan anak kecil itu. Oma takut sana jika para pria di depan akan membuat keributan padahal tanpa dia ketahui para pria di ruang tamu malah sangat akrab.
" Ryeon apa pekerjaanmu di Seoul? " tanya Daisuke.
" Saya bisnis di bidang pertambangan kakek. Saya terkadang juga mengadakan lelang batu delima ya g nantinya 60% bagian saya 30% penyelenggara dan 10% akan kami donasikan. " jawab Ryeon.
" Bagus.... Bagus..... jika nanti kau sudah resmi bercerai baru cari So Hyang ya. Kakek tak ingin ada banyak orang yang menghujat So Hyang hanya karena pernikahan kalian tak sehat. " tutur Daisuke.
" Tidak perlu khawatir kakek, saya mengerti. "
" Ayo ke belakang! Para wanita sudah di sana duluan." ajak Bintang.
" Ayo Ryeon kita mau adakan barbeque an bersama keluarga besar kami maka kamu juga ikutlah. " aja Ji Hoon.
" Ye. "
Para pria pun juga akhirnya ke belakang untuk ikut membantu para wanita menyiapkan acara barbeque an keluarga ini. Sudah lama sekali tidak pernah dilakukan apalagi sejak Bintang berada di Indonesia.
Sesampainya di halaman belakang ada beberapa wanita yang mencuci sayuran, ada yang mengurus daging ada yang menyiapkan piring dan peralatan lainnya. Tugas para pria adalah membuat apinya.
Langit juga sudah sore jadi mereka bersiap saja untuk memulai acara barbeque an ini. Bintang mengajak Ryeon untuk bergabung di bagian tengah untuk membuat api. Bintang harus membina hubungan baik dengan iparnya karena mereka adalah keluarga.
" Hyeong, kenalkan ini Yanuar dia adalah suami So Hee kakaknya So Hyang. " Bintang memperkenalkan sesama iparnya.
__ADS_1
" Hai, saya Ryeon. "
" Saya Yanuar.."
" Kalian akan kado saudara jadi jangan kaku ya. " ujar Bintang.
" Appa.... " Shin memanggil ayahnya.
" Hai sayang dari mana saja kamu itu? appa cari kamu dari tadi low. "
" Aku bersama dengan ssaem, halmeoni dan juga para imo. " jawab Shin menunjuk ke arah para wanita keluarga Narita.
Ryeon menundukkan kepalanya menyapa saat para wanita Narita mulai memperhatikannya. Apalagi saat tatapan matanya bertemu dengan So Hyang. Gadis muda yang sudah memporakporandakan hati dan hidupnya.
Ryeon tersenyum dan menunduk saat itu juga. Dia belum berani mendekati karena teringat akan pesan kakek Daisuke agar mencari So Hyang saat dia sudah resmi bercerai nantinya. Ryeon ingin mematuhi hal itu agar tidak mendapatkan penilaian buruk dari keluarga Narita.
" Sepertinya dia menjalankan ucapanku. Bagus calon yang baik untuk xiao Hyang. " batin Daisuke
Inilah ujian yang diberikan Daisuke pada Ryeon. "Carilah So Hyang saat kau sudah bercerai nantinya. " Maksud dari hal ini adalah Daisuke ingin melihat kesabaran dan kesungguhan Ryeon. Daisuke juga ingin melihat seberapa besar Ryeon menghormati Cucunya itu. Dan terbukti dengan Ryeon tak mendekati So Hyang itu membuktikan semua ujian
dari Daisuke, Ryeon sudah lulus.
" Saya Lee Ryeon anda bisa memanggil saya Ryeon saja. " ujar Ryeon menjabat tangan Bintang.
" Panggil oppa boleh? " tanya Bintang.
" Tentu saja. "
" Ryeon oppa. "
" Aaaaaaaa.... sayang aku bisa manggil oppa Korea sekarang ini " sorak gembira Bulan.
" Ganteng mana aku ma oppa Korea? " tanya Bintang.
" Semuanya ganteng kok. " jawaban Bulan membuat Bintang mencebik kesal. Hal itu menjadi bahan ejekan untuk keluarga Narita.
__ADS_1
Ryeon dan Shin memperhatikan bagaimana keluarga Narita berinteraksi satu sama lain. Ryeon kagum akan hal itu. Dia yang besar di panti asuhan tak pernah merasakan hal semacam ini. Shin pun juga begitu, rusaknya pernikahan Ryeon dan Hyun Na membuat kehidupan Shin tak jauh beda dengan hidup ayahnya saat kecil.
" Appa, naneun yeogiseo haengboghada. "
( Ayah aku disini bahagia) ".
" Appado. "
( ayah juga)
Kedua orang yang tumbuh dengan rasa kesepian sebagai temannya itu terus memperhatikan keluarga Narita. Dari yang tua sampai yang muda semuanya sangat kompak. Sangat menyenangkan bila bisa menjadi bagian dari keluarga ini. Begitu mungkin pemikiran kedua pria beda usia itu.
Ji Hoon mengajak Ryeon dan Shin untuk bergabung. Ryeon memilih untuk bergabung dengan pria dewasa sedangkan Shin di dekat So Hyang. Biarlah daripada nanti Ryeon dianggap tak bisa menepati ucapannya.
" Bakar saja sepuasnya nak. Daging ini asli langsung dari peternakan keluarga kami. " ujar Daisuke.
" Benarkah hal itu kek? " Ryeon memastikan benar dan tidaknya.
" Tentu saja. Ketika orang tuaku pensiun mereka memilih untuk membeli peternakan sapi dan ayam . Jadi semua daging ini adalah dari peternakan itu. " terang Daisuke.
" Siapa yang mengurusnya sekarang ini kek? "
" Aku meminta orang ku untuk mengurus itu semua. Aku yang kemarin-kemarin belum bisa mengurus karena masih di perusahaan menggantikan putraku. " Masalah itu saya pernah dengar dari xiao Hyang kek. Saya tak menyangka Hoshi kun sangat keren sekali. Saya jadi ngefans dengannya. " tutur Ryeon.
" Bisa saja kamu. " Daisuke tergelak.
Keduanya berbincang ringan dan dari situ Daisuke semakin menyukai Ryeon. Dewasa dan juga sangat mengayomi, cocok untuk So Hyang yang manja dan susah diatur itu. Ryeon yang tak pernah merasakan yang namanya kasih sayang ayah atau kakek mendapatkan itu dari Daisuke jadilah dia sangat terharu sekali.
" Kek, saya adalah yatim piatu. Bolehkah saya menjadi bagian dari keluarga ini? Saya sangat ingin untuk bisa jadi bagian di keluarga ini. Boleh kah kek. " Tentu saja nak. " Daisuke merasa bahwa Ryeon yang sebenarnya tak sekuat kelihatannya. Ryeon bahkan menangis dan memeluk Daisuke saat ini.
" Jika kau tak berjodoh dengan So Hyang aku tetap akan mengangkatmu menjadi bagian dari keluargaku. "
" Oh ... Chi chi anda ingin mencari kan ku adik baru rupanya. " Takumi datang dan ikut nimbrung. Tadi dari jauh dia melihat ayahnya itu tertawa lepas yang sejak lama tak pernah dilihatnya.
" Anda luar biasa Tuan Lee, Anda bisa membuat ayah saya tertawa lepas seperti barusan. "
__ADS_1
" Anda terlalu memuji tuan Takumi. "
Ketiga pria dengan jarak umur yang cukup jauh itu berbincang dengan dipenuhi senyum, dan canda tawa. Dari jauh anak perempuan Daisuke melihat ketika ayah dan kakak mereka yang jarang tertawa bisa seperti itu membuat mereka yakin bila Lee Ryeon itu adalah jodoh yang cocok untuk So Hyang karena mampu melengkapi keluarganya.