BULAN UNTUK BINTANG

BULAN UNTUK BINTANG
bab 29


__ADS_3

Di malam yang penuh Bintang dan dihiasi cahaya Bulan, nampak satu persatu mahasiswa universitas xx sampai di aula tempat diadakannya pesta dansa yang pertama kali diselenggarakan itu.


Ada yang datang dengan pasangan, ada juga yang data seorang-seorang. Berbagai macam model dan warna dress juga kemeja jas dan celana telah menghiasi tubuh masing-masing mahasiswa tidak terkecuali Bulan dan Bintang.


Keduanya berjalan masuk dengan bergabung dengan tangan. Semua mata mahasiswa yang sudah hadir di aula tersebut terus menatap pasangan baru itu. Bintang terlihat sangat tampan dan macco, sedangkan Bulan nampak cantik, anggun dan elegan.


Bintang meminta izin pada Bulan untuk pergi ke belakang panggung karena nanti saat acara dimulai dia akan memberikan beberapa patah kata sambutan. Bulan pun mendekati dua sahabat baiknya yang berdiri tak jauh dari tempatnya berdiri.


" Lan, lo sama senior cocok banget serasi dan saling melengkapi " celetuk Septi.


" Betul.. Betul.. Betul... Apalagi baju yang kalian pakai keren abis pokoknya. " puji July. Dipuji seperti itu Bulan nampak malu-malu.


" Kalian bisa aja sih. Tapi dress kalian cocok ko kalian pakai. " ujar Bulan.


Ketiga memilih mengobrol sambil menunggu acara akan di mulai. Masih banyak mahasiswa yang belum datang karena ini masih awal dari jam yang ditentukan.


Bulan melihat-lihat dress yang dipakai oleh mahasiswi yang lain. Terlihat cantik-cantik sekali dress yang dikenakan mereka. Ada yang model Sabrina, ada yang berbahan sifon juga ada yang unik sekali dress nya.


Pukul tujuh malam tepat, ruangan yang tadinya ramai dengan suara para mahasiswa yang bsk aing menyapa sekarang justru senyap saat melihat sang rektor sudah berdiri di panggung hendak memberi sambutan.


" Selamat malam mahasiswa universitas xx. " sapa rektor mereka.


" Selamat malam Pak. " serempak semua yang hadir di sana.


" Sebelum bapak memberi sepatah dua patah kata, bapak ingin sekali mengundang seseorang uang sudah mencetuskan ide pesta malam ini. Mari kita sambut Bintang. " semua bertepuk tangan dengan meriah menyambut Bintang ketua dari SEMA.


" Terima kasih pak atas waktu yang sudah diberikan pada saya. Selamat malam semua teman-teman yang hadir di pesta malam ini. " jeda Bintang saat seluruh orang yang ada di sana membalas salamnya.

__ADS_1


" Saya sebelumnya ingin meminta maaf apa biak saya ada salah kepada semua mahasiswa yang hadir maupun yang tidak hadir. Mungkin ada tutur kata dan tindakan saya yang sudah membuat kalian sakit hati. Mulai malam ini saya resmi mengundurkan diri sebagai ketua SEMA, dan pesta dansa malam ini sebagai pesta menyambut ultah universitas kita tercinta, menyambut ketua SEMA yang baru dan menyambut saya untuk bisa menikmati peran sebagai mahasiswa biasa. Terima kasih. " Kata-kata yang diucapkan oleh Bintang ini memancing gelak tawa semua yang hadir di aula.


Bintang pun kembali mempersilahkan rektor mereka pak Rudi untuk kembali berpidato. Pak Rudi juga memberi wejangan kepada mahasiswanya agar bisa terus berprestasi sampai nanti diwisuda.


Pesta pun akhirnya di mulai. Para mahasiswa semua dipersilahkan untuk menyantap hidangan terlebih dahulu baru nanti akan diminta untuk ke lantai dansa. Para dosen yang juga hadir akan menjadi juri untuk beberapa kategori yang akan dilombakan. Dansa terbaik, pasangan dansa terbaik, dress tercantik, baju pria terbaik dan juga Putra dan putri kampus.


Hal ini yang membuat mahasiswa yang tidak memiliki pasangan tetap antusias mengikuti pesta karena perorangan pun juga akan dinilai.


Saat-saat bersantap ria inilah yang dimanfaatkan para dosen untuk memberi penilaian kepada par mahasiswa. Mereka akan menulis di sebuah kertas nama mahasiswa yang mereka pilih lalu dimasukkan ke sebuah kotak. Nama yang ada di dalam kertas itu nantinya akan dihitung. Dan yang paling banyak mendapat dukungan akan jadi juara.


" Pengen diambilin apa nih buat kamu makan? " tanya Bintang.


" Pengen makan yang manis-manis sama minum es ya. " pinta Bulan.


" Pudding mau? " Bintang menawarkan. Bulan pun mengangguk mengiyakan.


Melisa sebelumnya tadi sudah meminta maaf pada Bulan dan menjelaskan permasalahan yang sebenarnya terjadi. Bulan juga memaafkan dan tidak terlalu mengambil pusing hal itu toh itu semua hanya salah paham.


Bulam sebelumnya sudah diberitahu Bintang perihal Hydra yang bertunangan dengan Melisa dan kejadian yang membuat mereka salah paham. Jadi Bulan bisa memaklumi hal itu.


Bintang kembali dengan membawa dua piring dimana salah satu piring tersebut berisi semua pesanan sang istri. Dia juga membawa es teh dan es jus untuk mereka berdua. Bulan langsung memakannya dengan lahap. Tadi di rumah dia hanya makan sedikit karena tidur siangnya yang lambat untuk bangun. Jadilah hanya makan ala kadarnya yang penting perut tak kosong.


Setelah puas menyantap hidangan, satu persatu pasangan dansa mulai turun ke lantai dansa yang ada di tengah aula tempat pesta tersebut. Bintang pun mengajak Bulan untuk ikut berdansa bersama pasangan yang lain. Bintang dan Bulan nampak sangat kompak sudah seperti pasangan dansa profesional saja.


" Udah yuk capek. " rengek Bulan meminta Bintang menghentikan dansa mereka.


"Oke, kami duduk di sana dulu aku ambilan kamu minuman. " ucap Bintang.

__ADS_1


Bulan duduk di tempatnya tadi yang dia gunakan untuk makan. Bulan nampak memperhatikan mahasiswa yang sedang berdansa dan yang hanya seorang saja. Bulan juga bisa melihat Orion dan Septi nampak serasi saat berdansa.


Bintang datang membawa dua gelas berisi es teh manis lalu memberikan kedua gelas itu kepada Bulan. Dia tadi sudah meminum di tempat mengambil minuman.



Bintang pun mulai mengabadikan kebersamaan mereka dengan membuat videonya dan foto keduanya. Saling berdekatan dan memeluk satu sama lain menjadi gaya keduanya. Bintang yang sudah menemukan foto yang paling bagus pun langsung mengunggah foto itu di media sosial miliknya bertuliskan ' KAU TEMPAT UNTUK AKU PULANG. '


" Apa musti nunggu acara selesai baru boleh pulang? " tanya Bulan.


" Kenapa? kau bosan? " bukan menjawab bintang malah mengajukan pertanyaan.


" Enggak bosen tapi aku pengen banget makan roti bakar selain strawberry dan nanan sekarang juga. " rengek Bulan menggoyang kan lengan kekar milik Bintang.


" Di depan kampus ada orang jualan roti bakar, aku beliin ke sana dulu ya. Kamu musti sabar ya. " Bulan mengangguk.


Sambil menunggu suaminya kembali dari membeli roti bakar, Bulan memoloh bermain ponsel. Dia iseng melihat status media sosial milik. Bulan terkejut kala mendapati foto-foto mereka berdua banyak yang selama ini mereka kumpulkan.


Dari banyaknya status yang dibuat Bintang hanya satu yang menarik perhatian Bulan.



Foto saat keduanya berada di mansion utama Hillar untuk merayakan ultah opa Mark kala itu. Bintang memakai sweater tebal berwarna putih dan Bulan memakai sweeter berwarna hitam.


Ada uang tertulis di sana adalah.


Kau yang pertama berhasil menguasai hatiku sekarang kau adalah orang yang berhasil menguasai hidupku.

__ADS_1


__ADS_2