
Dua rujak buah level sepuluh sudah berada di atas meja yang diduduki Bulan dan Bintang. Di tambah minuman es teh menjadi pelengkapnya.
Tak mau menunggu lagi, keduanya langsung menyantap rujak buah itu hingga tandas. Manis, asam, gurih dan pedas membuat lidah Bulan dan Bintang bergoyang nikmat.
" Enak banget ini sambelnya. Wih dosen kita kalo bikin sambalnya mantap. " puji Bulan.
" Kita tumben banget kok bareng pengen rujak buahnya. " ujar Bintang.
" Iya juga ya. " Bulan terkekeh. Memang nggak biasanya mereka pengen makan makanan yang sama. Di rumah juga pasti masak dua hidangan atau lebih.
" Aku udah free sampai jam delapan malam nanti. Pengen ditemani jalan-jalan? " ajak Bintang.
" Boleh, tapi kantin dulu yuk aku lapar nih. " rengek Bulan.
Entah apa yang sebenarnya dirasa Bulan. Sudah beberapa hari ini dia pengen banget nempel terus sama Bintang. Pernah juga sampai minta mandi bareng karena nggak mau di tinggal.
Bintang bukannya risih tapi justru seneng aja Bulan jadi nempel kayak perangko. Berarti hubungan mereka sudah semakin dekat dan baik, pikir Bintang.
Sampai di kantin Bulan dan Bintang memilih duduk di bangku yang ada di pojok dekat dengan taman. Biar bisa hirup udara yang segar. Mahasiswa yang lain sekarang kalau melihat sepasang sejoli itu sudah biasa saja. Tidak seperti awal-awal yang tiap hari ngomongin Bulan dan Bintang.
" Aku pengen makan soto ayam ya dua porsi, minumnya es lemontea. " Bulan mengatakan yang ingin dipesan pada suaminya.
" Dua porsi, dia nggak salah. " gumam Bintang pelan. Porsi makan istrinya kini makin tambah banyak aja. Tapi biarlah yang penting sang istri bahagia.
Bintang berjalan ke kedai uang menjual soto ayam untuk memesankan pesanan Bulan. Kemudian dirinya berjalan ke kedai yang menjual nasi padang.
Tak perlu menunggu lama, sepuluh menit hidangan sudah tersedia di hadapan mereka. Bulan langsung menyambar mangkok yang berisi soto ayam. Makan dengan lahap, lalu berganti ke mangkok uang kedua karena di mangkok yang pertama sudah kosong. Bintang geleng-geleng kepala melihat tingkah istrinya.
" Eh ya, mau izin boleh? " tanya Bulan saat dua mangkok soto ayam sudah masuk ke dalam perutnya
__ADS_1
" Izin apa, mau kemana, sama siapa? " Bintang mendesak Bulan dengan banyak pertanyaan.
" Baju yang dulu pernah kamu beliin ka ada yang nggak ke pakai. Boleh nggak aku kasih ke Septi sama July. Lagian sayang kalao nggak ke pakai. Aku pengen izin masalah ini, kenapa kamu nanyanya banyak banget. " sewot Bulan.
" Udah di kasih ke kamu ya terserah kamu mau dikasih ke temen kamu. Lagian kamu juga bisa beli baju lagi pake kartu yang aku beri waktu itu. " terang Bintang.
" Aku nggak pengen beli baju, pengen beli perhiasan buat simpanan hari tua. " ucap Bulan.
" Perhiasan kamu di brankas di dekat rak baju kamu kan udah ada. Jangan-jangan kamu nggak tahu ya brankasnya. " Bintang memincingkan matanya, wajah istrinya terlihat binggung saat membahas brankas. Jadi sudah bisa dipastikan sang istri tidak tahu tentang hal itu.
" Hehehehe..... Emang brankas ya dimana? " Bulan nyengir kuda.
" Di samping rak baju kamu yang ada di walk in closet. Brankas warna hitam yang miring loker itu. " Bintang menjelaskan.
" Oh......... Aku pikir itu loker biasa. Pernah sih pengen buka tapi nggak bisa. " Bintang langsung menepuk pelan dahinya. Istrinya itu akhir-akhir jadi lebih LOLA kalau diajak ngomong.
Nggak terasa jam sudah menunjukkan pulum tiga sore. Bulan tiba-tiba pengen makan es krim. Dan kebetulan sekali stan Bintang ada jual es krim. Langsung deh keduanya jalan ke stan Bintang.
" Tang wah loh parah deh. Seharian nggak ada nongol ngecek stan malah mejeng. " protes teman sekelas Bintang.
" Sory bro, udah bukan masa gue nih jagain cafe. Ada cewek cantik masak dianggurin cuma buat nunggu cafe. " ujar Bintang membuat beberapa temannya yang ada di sana tergelak.
" Pesen es krim sedang rasa coklat ada almond nya 1 sama es krim jumbo rasa coklat strawberry. " pesan Bintang.
" Bayar lo, awas aja nggak bayar. " sargah Orion yang tahu-tahu sudah ada di stan itu.
" Hahahahaha.... Gue kira gratis bro. " goda Bintang.
" Enak aja lo ngomong, ini juga pake modal. " protes Orion.
__ADS_1
Bintang mengambil uang merah satu lembar. Lalu memberikan nya pada kasir, " Kembaliannya buat kalian aja. " terang Bintang.
Es krim sudah ada di tangan, dirinya langsung menghampiri Bulan yang ada di dekat sana. Bintang mengajak Bulan duduk di dalam stan kelas Bintang yang memang ada beberapa kursi dan meja.
" Wah enak banget. " Bulan langsung memakan es krim jumbo miliknya.
" Dasar kampungan, kayak nggak pernah makan es krim aja. " sindir seorang gadis yang sejak tadi memperhatikan Bulan dan Bintang.
Degh...
Jantung Bulan langsung berhenti sekian detik, walau pelan tapi jelas Bulan mendengar gadis uang ada di belakangan sedang menyindir dirinya. Entah kenapa air mata Bulan langsung jatuh tanpa permisi.
Bulan akhir-akhir ini jadi lebih sensitive ketimbang waktu dulu. Kalau kejadian seperti ini menimpanya dulu, dirinya bisa langsung melabrak orang itu. Tapi kini seolah dirinya berubah menjadi mellow. Dikit-dikit nangis.
" Anata kami kenapa kok nangis? " tanya Bintang keheranan. Bintang tidak mendengar saat temen satu kelasnya ada yang mengolok Bulan, istrinya.
Bulan menggelengkan kepalanya pelan, lalu segera berlari keluar dari stan kelas Bintang tanpa menghabiskan krim tadi.
" Kalian buatin laginya. Nanti lo bawa ya Yon. Gue nanti cari lo. " Bintang pamit langsung mengejar Bulan.
"Lo gila, Mel. Kalau Bintang dengar yang barusan lo omongin sama ceweknya pasti Bintang marah. " Orion menatap tajam Melisa. Orion yang tadi berdiri di samping kursi yang diduduki Bula jelas mendengar sindiran yang dilontarkan Melisa.
" Kalau lo nggak ember Bintang juga nggak akan tahu. Biarin aja tuh cewek marah kek nangis kek. Biar sekalian putus sama Bintang. Bintang itu milik gue. " ketus Melisa.
Melisa teman satu kelas Bintang yang langsung suka saat pertama kali melihat Bintang. Paras tampan keturunan Indonesia Jepang membuat wajah Bintang terlihat sangat tampan dan maskulin. Sikapnya yang ramah walau sedikit usil, membuat Malisa semakin menyukai Bintang.
Melisa tahu Bintang menjalin hubungan dengan juniornunya, langsung marah dan tidak terima. Dia yang suka lebih awal, dia yang deket lebih awal kenapa gadis lain yang bersama Bintang.
" Lo nggak usah ngarep yang lebih, jelas pasti Bintang nggak akan putus sama Bulan. " Karena mereka dah nikah gadis bodoh.
__ADS_1