BULAN UNTUK BINTANG

BULAN UNTUK BINTANG
bab 101


__ADS_3

Hari ini adalah hati dimana Bulan dan juga teman seangkatannya diwisuda. Bulan akan ditemani oleh ayah dan bunda, serta Bintang yang adalah suaminya. Hari ini dai dan Bundanya akan mengenakan kebaya dengan warna yang sama meski beda model. Bulan juga mengenakan baju toga serta toganya langsung dari rumah. Bintang akan menggenakan jas dengan warna navy dengan dasi bergaris berwarna maroon. Menambah kadar ketampanannya jika dia mengenakan pakaian berwarna navy.


Jam dinding di rumah Bintang dan Bulan sudah menunjukkan pukul delapan pagi. Sedangkan acara wisuda Bulan akan diadakan jam sembilan pagi. Bintang memutuskan untuk menjemput mertuanya, setelah mendapatkan telefon bahwa mobil milik mertuanya dipakai Yanuar, karena mobil abang Bulan masuk bengkel. Bintang dan Bulan pun bersiap untuk menjemput orang tua Bulan.


" Sayang triplet bagaimana? " tanya Bulan saat sudah masuk ke dalam mobil.


" Nanti Ryo akan jemput mereka, pasti nangis tuh anak kalau ditinggal di rumah, orang tuanya kencan. " jawab Bintang mengundang tawa.


" Kencan apaan, orang mau wisuda juga. " tampik Bulan.


" Habis wisuda kan rencana kencan sayang. Aku pengen kita ke taman bermain, pengen banget nih naik bianglala." ujar Bintang.


" Dih.. udah gede masih aja pengen naik bianglala. " ledek Bulan.


" Ngomong aja kamu takut naik bianglala sayang. " ganti Bintang meledek.


" Tahu aja.... " keduanya lalu tertawa bersama. Bintang mulai melakukan mobilnya menuju ke rumah orang tua Bulan.


Jalanan kota Jakarta untungnya sedikit lenggang, kalau sampai macet pasti nantinya Bulan dan Bintang akan telat sampai ke kampus. Dua pulut menit, mobil Bintang sudah terparkir di depan rumah Bulan. Ayah dan Bunda nampak sudah menunggu di teras rumah mereka. Tidak banyak bicara, keduanya langsung masuk ke dalam mobil dan kemudian Bintang segera menjalankan mobilnya menuju ke kampus.


Sesampainya di kampus, mobil yang membawa triplet sudah terparkir di parkiran yang sudah menjadi langganan parkiran mobil Bintang saat berada di kampus sejak masih menjadi mahasiswa. Triplet dan pengasuhnya sedang bermain di taman tak jauh dari sana dengan penjagaan yang sangat ketat.


" Kok kamu bawa pengawal banyak banget, Bintang? " tanya ayah Febri.

__ADS_1


" Biar nggak kecolongan, ayah. " jawab Bintang santai.


" Kecolongan apa coba yang bisa dicolong?" tanya ayah Febri semakin bingung.


" Eh lupa, ayah belum tahu. Nanti deh Bintang cerita sama ayah dan bunda. " ujar Bintang. Dengan begini ayah dari istrinya itu tidak akan semakin banyak bertanya padanya.


" Apa kalian ada masalah? " tanya ayah Febri.


" Nanti aku ceritakan dan jelaskan semuanya sama ayah, sekarang kita hadiri dulu acara wisuda Bulan. " jawab Bintang melenceng dari pertanyaan ayah Febri.


Bulan dan keluarganya memasuki aula kampus yang dijadikan sebagai tempat diadakannya acara wisuda. Sudah ada beberapa orang tua dan mahasiswa yang sudah datang dan duduk di kursi mereka masing-masing. Bulan pun berpisah dengan keluarganya, menuju kursi yang sudah bertuliskan namanya. Sedangkan kedua orang tua Bulan dan Bintang duduk di kursi khusus untuk anggota keluarga.


Tempat duduk Bulan kebetulan diapit oleh keduanya sahabatnya, Septi dan July. Bulan pun dengan senang hati mengajak kedua sahabatnya itu bercerita. Rasanya lama sekali mereka tidak saling berkumpul seperti ini.


" Tentu saja, kita nanti sediakan waktu untuk bertemu dan berkumpul. Bisa juga kita main ke rumah Bulan. " tambah Septi.


" Betul banget. Kita lama nggak ketemu jadi gimana gitu rasanya. " July ikut bicara.


" Heem.. Jadi kayak ada yang mengganjal gitu ya. " Bulan membenarkan.


Lalu mereka bertiga berbincang sambil menunggu acara di mulia. Banyak yang mereka obrolkan, salah satunya adalah tema pasangan yang menjadi favorit mereka. Bulan yang jelas pasti selalu dicerca banyak pertanyaan oleh keduanya sahabatnya itu. Pasalnya hanya Bulan yang statusnya menikah, sedangkan kedua sahabatnya masih single.


" Selamat pagi semuanya... " sapa dekan. Semuanya yang hadir di ruangan itu langsung memusatkan perhatian mereka ke panggung yang ada di depan.

__ADS_1


" Saya selalu dekan di Universitas xx mengucap beribu kebanggan saya karena pada hari ini kampus akan melepas banyak sekali mahasiswa yang akan mulai terjun di masyarakat. " jeda dekan.


" Saya berharap, lulusan tahun ini bisa menjadi orang yang bermanfaat di masyarakat. Bisa memberikan kontribusi yang baik untuk masyarakat. Baik, mari kita mulai acara wisuda ini. " ujar dekan kampus yang langsung mendapatkan tepuk tangan meriah dari semua orang yang hadir pagi ini.


Satu per satu mahasiswa yang akan diwisuda hari ini dipanggil ke depan. Kebetulan sekali fakultas Bulan menjadi pertama yang dipanggil ke depan untuk melakukan ritual wisuda. Bulan dipanggil sebelum July dan Septi. Dengan langkah yang sangat percaya diri Bulan berjalan menuju ke panggung. Bintang dan kedua orang tua Bulan tidak hentinya mengucap syukur dengan rasa bangga pada anak dan istri.


Tali pada topi toga Bulan sudah berpindah tempat. Bulan telah resmi melepas status mahasiswinya. Tak hentinya bulan tersenyum ketika turun dari panggung itu, saat akan menapaki tangga terakhir panggung, Bulan melihat ke arah keluarganya duduk. Bulan melambaikan tangannya sebagai bukti bahwa dia sudah bukan lagi seorang mahasiswa,dia telah diwisuda dengan nilai yang baik.


Acara wisuda mahasiswa dan mahasiswi di universitas xx kini telah usai. Di luar gedung aula mereka semua berfoto bersama teman dan juga keluarga. Tak sedikit juga yang berfoto dengan pasangan mereka. Seperti Bulan dan Bintang saat ini, berfoto berdua, lalu dengan anak-anak mereka, kemudian dengan kedua orang tua Bulan. Tak lupa juga dengan semua teman dan sahabat Bulan.


" Kita langsung ke acara selanjutnya ya!" ajak Bintang. Dia sudah menyiapkan kejutan untuk merayakan wisudanya Bulan.


" Memangnya kita mau kemana Bintang?" tanya bunda Dessy.


" Ada deh bunda, kalau aku bilang namanya bukan kejutan dong." jawab Bintang.


" Kamu ini ada-ada saja.' ujar ayah Febri. Menantunya yang satu ini selalu saja bisa membuat siapa saja menjadi senang dan juga gembira.


Mobil yang dikendarai oleh Bintang membelah jalanan ibukota menuju ke suatu tempat yang sudah dia persiapkan jauh hari memang untuk merayakan diwisudanya sang istri tercinta. Mobil ini nampak mengarah ke sebuah hotel mewah yang ada di Jakarta. Dan benar saja, mobil ini masuk ke basement sebuah hotel yang Buan tahu pasti harus merogoh kocek sangat banyak hanya untuk sekedar makan di restoran yang ada di hotel ini. Apalagi jika sampai menyewa tempat, tidak terbayang harus mengeluarkan uang sebanyak apa. Tapi tidak perlu khawatir karena Bintang memiliki banyak uang.


Dari basement, keluarga Bulan masuk ke lift yang Bintang tekan tombol rooftop. Lift ini pun membawa mereka ke atas atap hotel mewah ini yang memiliki resto dan bar di rooftopnya.


ting

__ADS_1


Pintu lift terbuka. Mata Bulan membulat sempurna saat melihat pemandangan yang ada di depannya. Bulan memandang ke arah depan, lalu memandang ke arah Bintang secara bergantian. Sungguh takjub dan tidak percaya dengan kejutan yang diberikan oleh suaminya itu.


__ADS_2