BULAN UNTUK BINTANG

BULAN UNTUK BINTANG
Bulan Mendapat Teror


__ADS_3

Terhitung sudah tiga hari terlewat setelah pesta ulang tahun opa Markus. Keluarga Narita pun langsung bertolak kembali ke Jepang sehari setelahnya.Duo Bal dan kedua orang tuanya kembali ke Jerman kemarin. Sedangkan Bulan dan Bintang melewati hari-hari seperti biasanya, yaitu kuliah.


Bulan mendapat kuliah pagi hati itu, sedangkan Bintang kuliah siang. Keduanya hanya ada satu mata kuliah hari itu. Bulan berangkat bersama Bintang ke kampus. Bulan dan Bintang tetap menjadi buah bibir walau hari di mana mereka bersama sudah lewat beberapa minggu.


" Aku ke kelas dulu ya. " pamit Bulan. Dia mengusap lembut lengan suaminya.


" Belajar yang rajin biar cepet wisuda." Bintang mengusap pucuk kepala istrinya.


Bulan melihat kepergian suaminya sampai tubuh atletis milik suaminya sudah tak terlihat lagi.


Hubungan Bulan dan Sandra sama sekali tidak ada perubahan, hanya saja Sandra tidak lagi mengajak ribut istri Bintang.


" Lan, sini duduk di sampin gue. " July melambai saat melihat tubuh sahabatnya memasuki ruang kelas.


" Ini seragam olah raga punya lo. Tadi Prabu yang bagiin. " July menyerah laperbag putih pada Bulan.


" Ihhh... Nggak nyangka kalo pesta kampus minggu depan udah di mulai. " seru Septi ikut bergabung.


" Heem... Enak nih Bulan tahu ini nggak kesepian lantaran udah ada yayang Bintang. " July menggoda Bulan. Sedang yang digoda hanya tersenyum biasa.


" Kelas kita jadi jual alat-alat olahraga? " tanya Bulan


" Nggak, Anak-anak pada pengen bikin kedai kopy ntar kita gantian jagainnya. Jam dan harinya diatur sama Prabu, jadi kalo nggak lagi jaga kita bisa keliling. " seru July.


" Yes... " Bulan kesenangan.


" Cieh... Cieh... Yang seneng banget bisa ada waktu kencan sama yayang. " ledek Septi.


Bulan tersipu malu. Hubungannya dengan Bintang berkembang dengan sangat baik. Dihati kecil Bulan sudah mulai tumbuh rasa nyaman dan sayang. Bukankah biasanya cinta berawal dari rasa sayang dan nyaman.

__ADS_1


Bintang juga sudah mengutarakan keseriusannya membangun hubungan yang solid dengan Bulan. Ingin nikah cuma sekali dalam hidup dan memang sudah ada kecocokan, membuat Bintang berusaha keras membuat suasana rumah tangga nya harmonis dan bahagia.


Keduanya selalu menyempatkan mengobrol ringan sebelum tidur. Saling berpelukan, berbagi kisah bersama, dan juga melakukan tugas sebagai suami istri. Bulan juga sudah mengijinkan jika Bintang ingin bermain panas di atas ranjang bergoyang. Tentu saja hal itu membawa kedekatan mereka semakin intens.


Di tunggu-tunggu oleh seluruh mahasiswa di kelas Bulan, sang dosen tak kunjung datang. Prabu tiba-tiba masuk dan mengatakan jika dosen tidak bisa mengajar. Jam kosong itulah yang paling menghibur semua mahasiswa dari penatnya mengikuti mata kuliah yang ada.


" Guys, Pak Max nggak bisa ngajar karena cuti. Jadi ini jam kosong ya, tapi maaf sebelumnya gue pengen banget menginformasikan ke kalian tentang jadwal kalian nanti di kedai boleh. " ijin Prabu. Semua satu kelas sepakat Prabu yang menjadi ketua mereka lantaran selain tanggung jawab, Prabu itu tutur katanya sangat sopan. Membuat teman sekelasnya nyaman dalam kepemimpinan Prabu.


Prabu nampak menulis jadwal tunggu kedai dari hari senin sampai hati jumat. Jumlah siswa ada 48 orang langsung dibagi 6 hari oleh Prabu


Bulan mendapat jadwal tunggu kedai pada hati jumat bersama Septi, July bersama lima temannya. Tak masalah baginya mau hari apapun, setelah Bintang mengatakan jika dia jadi panitia lapangan membuat waktu bersama mereka semakin dekat.


" Ini jadwalnya ya. Nanti kalian atur sendiri lah gimana tugas di sana nanti. Gue minta yang akur jangan ada lagi yang berantem. Malu sama umur ya. " Prabu menekankan setia ucapannya.


" Nanti seragamnya sesuai yang sudah dibaginya. Tiap harinya warna seragam beda walaupun desing nya sama. Gue juga mau adain lomba buat masing-masing kelompok, siapa yang nantinya mendapat penjualan paling banyak akan mendapat hadiah langsung dari Bu Mega. " jelas Prabu


" Masing-masing tim boleh menambahkan yang untuk apa yang akan di jual. Yang jelas cocok dengan kedai kopi kita. " Prabu menambahkan.


" Boleh mulai sekarang ya didikusikan melihat waktu nggak banyak. " ujar Prabu


Bulan dan timnya kini sedang duduk berkumpul mendiskusikan tentang apa yang nantinya akan mereka lakukan. Mulai promosi sampai uang nanti menjadi tambahan untuk dijual di sana. Sepakat delapan mahasiswa itu menunjuk Bima sebagai ketua.


Sedang asyiknya berdiskusi, ponsel milik Bulan bergetar. Bulan segera mengeluarkannya dari saku celananya. Dia pikir mungkin saja itu suaminya yang tentunya tahu ada jam kosong di kelas Bulan.


Tanpa melihat nama pengirim Bulan lansung membuka message tersebut.


Degh


Jantung Bulan berhenti sepersekian detik, netra membulat kala melihat isi pesan itu adalah video malam panasnya dengan Bintang saat ultah Sandra. Keringat dingin keluar dari dahi putih milik Bulan. Telapak tangannya yang berkeringat itu menggengam erat ponsel miliknya.

__ADS_1


Wajah Bulan seketika pucat, beruntung tidak ada satu pun dari timnya uang menyadari perubahan raut wajahnya.


Ponsel Bulan kembali bergetar, masih dengan nomer yang sama dengan yang mengirimnya video dirinya dan Bintang. Ada massage tertulis


Dalam satu detik video ini akan menyebar ke seluruh isi kampus. Lo harus nemuin gue untuk bisa mencegah video panas ini tersebar luas. Gue tunggu lo nanti siang di gang belakang kampus lo.


Pikiran Bulan sudah kacau, dirinya takut jika video itu tersebar. Meskipun hubungan keduanya sudah sah, tapi yang menjadi masalahnya video itu memperlihatkan kejadian itu secara detail. Bulan tidak ingin mempermalukan keluarganya dan keluarga Bintang.


Bulan pamit ke toilet pada semua teman satu tim dengannya. Bulan keluar dari kelas sambil meletakkan ponselnya ke samping telinga kirinya. Dia menelfon Bintang. Ketakutan sudah menguasainya, Satu-satunya yang bisa membantunya hanyalah suaminya yang juga korban dari peristiwa itu sama sepertinya.


" Anata. " sapa Bintang.


" Kamu di mana. Aku pengen ketemu sekarang. " suara Bulan tidak bisa menutupi ketakutannya lagi. Bintang menyadari ada yang tidak beres dengan istrinya.


" Aku di taman depan gedung D. " terang Bintang.


Tanpa menunggu lagi Bulan menutup telfun itu dan langsung berlari ke arah gedung D. Dirinya tak memperdulikan mata para mahasiswa yang melihatnya dengan tatapan yang entah.


" Anata. " panggil Bintang saat melihat tubuh Bulan tak jauh dari tempatnya. Rupanya Bintang sedang bersama sahabatnya, Hydra dan Orion.


Bulan langsung menarik Bintang ke tempat yang lebih sepi. Belum sampai Bintang buka suara, Bulan sudah memperlihatkan video yang dikirim orang tak dikenalnya.


Nafas Bintang naik turun, tangannya mengepal kuat rahang yang mengeras dan gigi yang bergemelatuk menandakan dirinya sedang emosi. Bintang tidak terima istrinya menjadi ketakutan karena ulah orang yang tidak bertanggung jawab.


Bintang menghirup nafas lalu membuang, berulanh sampai emosinya turun. Dapat Bintang lihat tubuh istrinya itu bergetar, langsung direngkuh nya tubuh istrinya itu.


" Semua akan baik-baik saja. I'm always beside you. Don't be afraid. " Bintang mengecup puncak kepala Bulan berulang kali.


" Mampus lo di tangan gue. beraninya lo ngancem istri gue dan bikin istri gue ketakutan. "

__ADS_1


__ADS_2