
Hari ini adalah hari yang sudah disepakati Bintang dan Daisuke untuk mengatakan yang sebenarnya tentang keluarga Narita pada Yanuar dan memberikan tanggung jawab pada Yanuar sebagai bagian dari keluarga Narita saat ini. Bintang juga berencana menceritakan yang sebenarnya tentang dirinya dan juga mengungkap jati diri keluarga Narita. Bintang tak ingin suatu saat nanti Bulan mengetahui dari orang lain.
Opa dan oma yang tahu rencana dari besannya itu, akhirnya mengajak para wanita dan keluarga Narendra untuk piknik di kebun buah-buahnya yang ada di jauh sekali dari rumah utama. Tujuannya agar memberikan waktu pada Daisuke untuk mengatakan pada cucu menantunya.
Bulan yang awalnya akan diajak oleh Bintang malah justru lebih tertarik dengan ide dari opa dan oma. Alhasil Bintang mengalah, dan ikut ke acara piknik opa dan oma. Bintang pikir nanti akan membicarakan ini dengan Bulan di sana.
" Shujin aku ingin sekali ikut dengan oma dan opa. Please ya!! " rengek Bulan saat suaminya itu justru mengajak ke tempat lain.
" Tapi sayang aku musti ngomong sesuatu penting sama kamu. Ikut aku ya. " rengek Bintang tak kalah dari istrinya.
" Pokoknya mau ikut oma sama opa. Kamu ini jadi suami nggak peka banget sih, ini anak kamu yang pengen lho. Aku ngidam. " Bulan pura-pura menangis dan mengatasnamakan ngidam agar Bintang mau mengajaknya ikut oma dan opa.
" Ya udah... Ya udah ya jangan nangis kita iku opa sama oma. " ujar Bintang menenangkan Bulan yang sudah menangis kencang.
" Yeay...... Asyik... " sorak Bulan langsung ketika suaminya menyetujui keinginannya.
Bintang geleng kepala melihat Bulan yang tadinya menangis lalu sekarang malah senang bukan main. Mereka pun kembali berganti pakaian dengan pakaian santai untuk piknik dengan opa dan oma. Tadinya mereka sudah memakai pakaian formal, tapi malah Bulan merengek minta ke tempat lain.
Bintang kemudian mengirimkan pesan pada Daisuke bahwa dia mengubah rencana kerena Bulan lebih meminta ikut dengan opa Markus. Daisuke pun memahami karena memang cucu menantunya itu sedang hamil jadi ya jelas keinginannya harus dipenuhi daripada nanti cicitnya ileran.
" Wah indah sekali tempat ini." bulan terkagum melihat perkebunan buah milik keluarga narita.
" Obachan yang dulu membuat kebun ini. Indah kan." ujar Bintang yang kini berdiri di belakang bulan. Tangan miliknya dilingkarkan di pinggang milik istrinya. Walau sekarang pelukan tangannya dari belakang tak bisa lagi sempurna terganjal perut Bulan yang sudah membesar.
" Obachan kamu meninggal karena apa?" tanya Bulan sedikit penasaran tapi sedetik kemudian dia menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya.
__ADS_1
" Maaf....." ujar Bulan pelan penuh sesal.
" Karena dulu obachan pernah diganggu oleh seorang pria, obachan jadi sedikit memiliki gangguan mental. Meski terlihat nampak normal tapi terkadang obachan berteriak histeris meminta tolong, dan akan marah jika melihat ada pria yang bukan anggota keluarganya memasuki rumah utama. Dan setelah obachan meninggal, ojiichalah yang merawat kebun ini hingga seperti sekarang ini." terang Bintang. Tak masalah baginya menceritakan pada Bulan karena sekarang ini Bulan adalah istrinya.
" Yomesan, i have something to tell you. Do you wanna hear it?" tanya Bintang. Tatapan masih lurus ke depan.
" Tentu saja, apapun yang kau katakan aku pasti akan mendengarnya.' jawab Bulan, wajahnya memancarkan senyum yang tulus saat mengatakan itu.
" janji kau takkan meninggalkan ku?" Bintang kembali bertanya.
" No.Aku tak akan meninggalkanmu." jawab Bulan mantap.
" Aku sudah pernah mengatakan ini pada Yanuar tapi tak terlalu detail karena sekarang ini dia juga menjadi bagian dari keluargaku. Sekarang saatnya aku mengatakan kepadamu." Bintang menjeda sebentar ceritanya.
" Keluarga Narita tak sesederhana seperti keluargamu, kami memiliki banyak sekali musuh yang mengancam nyawa kami dan juga bisnis yang digeluti keluarga kami. Hingga suatu saat kakek dari kakeknya ojiichan bertemu dengan seseorang yang sangat loyal padanya. Jadilah keluarga yang sudah menjadi tangan kanan kepala keluarga narita saat itu, hingga kini mengabdi pada keluarga kami. Mereka akan melakukan apapun yang dikatakan oleh kepala keluarga narita bahkan jika itu harus membunuh orang sekalipun."
" Pfffffffffff....." terdengar suara Bulan yang seperti menahan tawa.
Bintang langsung menengok wajah istrinya yang tak diduganya justru tersenyum dan tampak sekali biasa saja mendengar apa yang dikatakan Bintang. Dahi Bintang terlipat halus melihat tingkah aneh istrinya.
Bintang pikir Bulan akan histeris dan ketakutan, tapi justru kebalikannya yang sekarang ini dilihatnya. Wajah Bulan nampak seperti seseorang yang lega, tak ada ketakutan dan amarah.
" Kamu kok malah tertawa sih." protes Bintang.
" Terus kamu pengennya gimana? Aku langsung nangis terus ninggalin kamu? Apa yang hari kamu utarakan itu aku sudah tahu dari awal kali." sarkas bulan.
__ADS_1
" What..." pekik Bintang tak percaya. Siapa yang sudah berani mengungkapkan hal ini pada istrinya.
" Siapa yang ngasih tahu kamu tentang ini?" tanya Bintang.
" Otousan. Pas kita menikah itu beliau mengatakan hal ini secara pribadi padaku." jawab Bulan.
" Aishhh.. Kenapa juga otousan nggak ngomong kalau sudah memberi tahu Bulan. Awas saja" batin Bintang.
" Huaaaaciiinnggggg....."
" Kamu kenapa sayang? Flu ya?" tanya Fuyami yang panik saat melihat suaminya bersin. Padahal cuaca siang ini panas.
" Sepertinya ada yang sedang mengumpat aku deh." jawab takumi.
" Hisssss.... Percaya aja sama kayak begituan." protes fuyami.
Kedua orang tua Bintang saat ini sedang memetik buah apel yang nantinya akan dijus dan dibuat puding. Pasti seger sekali apalagi dicuaca yang sepanas ini. Takumi nampak memetik dan Fuyami yang membawa kerenjangnya.
Satu hal yang menjadi keunggulan keluarga Narita, para pria di keluarga ini selalu memanjakan pasangannya. Mereka juga akan selalu melindungi dan mencintai bila sudah bertemu pasangan yang cocok. Seperti Takumi dan Fuyami yang memiliki sifat berbeda seratus delapan puluh derajat dengan Takumi tapi pada akhirnya bersama.
takumi juga menerima Fuyami apa adanya saat dokter mengatakan bahwa istrinya itu mengidam penyakit kanker rahim dan rahimnya harus diangkat untuk menyelamatkan nyawa Fuyami. Takumi rela tak bisa memiliki lagi asalkan istrinya ini tetap hidup mendampinginya hingga masa tua mereka.
Takumi juga tak menjadikan alasan istrinya tak bisa mengandung agar bisa ' jajan ' diluar sana. Takumi tetap mendampingi Fuyami sampai dokter mengatakan istrinya itu sudah sembuh. Bahkan Takumi rela tak menyetubuhi istrinya hingga lima tahun lamanya.
" Sayang ini sudah banyak, ayo kita pulang! Aku ingin membuatkanmu pie apel." ujar Fuyami mengajak takumi untuk pulang lebih dulu meninggalkan anggota keluarga lain.
__ADS_1
" Ayo. Thanks sweety kau masih berada di sampingku saat ini." ujar takumi mencium pipi Fuyami.
" Harus dimana aku jika tidak disampingmu?"