
Suasana di kamar milik Yanuar sangat senyap. Pemilik kamar tersebut sekarang sedang berendam di bath up sambil memikirkan apa yang tadi adik iparnya katakan. Dia masih juga tidak paham dengan petunjuk yang diberikan oleh Bintang. Semakin dipikir semakin dia pusing.
Setelah selesai berendam, Yanuar memilih untuk berdiri di balkon kamarnya. Dia sedang merasakan dinginnya angin yang ada di kota Kyoto. Sangat sejuk, berbeda sekali dengan angin yang ada di kota Jakarta.
" Bagaimana aku akan menjawabnya? Dua hari lagi Besok lusa adalah hari pernikahanku. " gumam Yanuar frustasi.
" Seandainya Bintang memberiku otak seperempat saja dari otaknya, aku pasti tidak akan sebingung ini. "
" Hoiiii.... Melamun terus tak akan menyelesaikan masalahmu. " teriak Bintang dari bawah.
Entah apa yang sedang dia lakukan di bawah sana padahal ini sudah sangat malam.
" Turunlah jika kau ingin mendapatkan ilham. " goda Bintang. Dia berjalan menuju ke sebuah tempat yang biasa digunakan untuk bersantai saat di taman.
Yanuar yang sangat membutuhkan bantuan Bintang pun menuruti permintaan adik iparnya itu. Dia yang sebenarnya sudah mengantuk pun akhirnya turun juga menuju ke halaman samping dari rumah utama. Bintang sedang berbaring dengan lengan sebagai bantalnya. Memandang langit yang bertabur Bintang dengan sinar rembulan yang sangat indah.
" Sekarang bantu aku, jangan cuma memberi petunjuk yang ambigu begitu. Aku tak paham. " ujar Yanuar yang ikut berbaring di samping Bintang.
" Kau saja yang tak pandai makannya tak kunjung juga mendapat jawabannya. " ledek Bintang.
" Aku sudah bilang kan pertanyaan ini ditujukan pada mu bukan orang lain. Jadi ya jawabannya sifatmu itu bagaimana? Apakah kau itu egois atau tidak. Cukup tanya hatimu. " Bintang mengambil nafas banyak lalu kembali menjelaskan.
__ADS_1
" Aku meminta mu untuk berkata, agar kau bisa melihat dirimu yang sebenarnya. Kau egois atau tidak. Hal sesepele ini saja kau tak bisa menyelesaikan nya, aku jadi ragu masa depan So Hee ditanganmu. " Bintang menjelaskan panjang kali lebar.
" Jadi maksudmu kakek hanya ingin tahu sifatku begitu. Ya ampun kenapa aku lola sekali. "
" Baru tahu kau. Bukan saja pintar kenapa kau begitu lola. " ledek Bintang.
" Sekarang aku sudah tahu jawabannya. Aku kembali duku aku mengantuk. " pamit Yanuar yang langsung bangkit hendak kembali ke kamar.
" Kau itu sudah dibantu tak mengucapkan Terima kasih atau apa gitu. Dasar pelit kau. " kesal Bintang.
" Memangnya kau ingin apa? " tanya Yanuar yang ikut kesal. Ternyata adik iparnya ini pamrih juga.
" Jaga So Hee jangan sakiti dia. Meski tak ada cinta di antara kalian berdua tolong jangan saling menyakiti. " pinta Bintang.
Jika Yanuar memilih kembali ke kamar lain dengan Bintang yang masih tinggal di sana. Sebenarnya dia keluar tadi karena menunggu Bulan kembali dari jalan-jalan bersama orang tuanya.
" Aku tak menyangka kau bisa bersikap seperti itu sekarang. " suara Eiko mengagetkan Bintang.
" Memangnya kenapa? " tanya Bintang dingin.
" Kau tetap mengutamakan adik-adik mu daripada dirimu sendiri. " jawab Eiko yang ikut duduk di samping Bintang.
__ADS_1
" Jika itu kau aku juga akan melakukan hal yang sama. " ujar Bintang santai.
" Aku tahu, aku tahu kau pasti akan mendahulukan kepentingan kami dibanding dengan dirimu sendiri. Tapi nisan, kami juga ingin kau bahagia. " ujar Eiko menangis.
Eiko ingat saat dirinya dan Nara diculik, Bintang sampai harus koma selama tiga bulan hanya untuk menyelamatkan mereka. Dan sejak bangun dari koma itulah Bintang yang sangat ramah menjadi dingin dan sangat arrogant.
" Dengarkan aku gadis kecil. Aku sekarang sudah bahagia. Jangan menyalahkan dirimu sendiri atas apa yang terjadi padamu dulu. Ini semua salahku karena tak bisa menjaga kalian semua dengan baik. " ucap Bintang memeluk Eiko menenangkan gadis itu.
Diam, tak ada di antara keduanya yang bicara. Eiko masih terus terisak dalam pelukan Bintang. Sedangkan Bintang tak mengatakan apapun karena ingin memberikan waktu untuk Eiko agar tenang.
Tanpa keduanya sadari Bulan dan okaasan mendengar percakapan mereka. Jika okaasan sudah tahu apa yang terjadi lain dengan Bulan yang terlihat kebingungan dan penasaran.
" Okaasan bisa Anda menjelaskan hal ini? " tanah Bulan
" Kota duduk di sana dulu ya. Biar kamu nggak capek. " ajak okaasan mengajak Bulan duduk di tempat yang serupa dengan tempat Bintang sekarang tapi di sisi lainnya.
" Eiko dan Nara saat usia 6 tahun pernah diculik. Satu tahun setelah Hoshi diculik. Penculiknya entah kenapa tak ingin uang atau benda beharga lainnya. Dia hanya ingin bertemu dengan Hoshi. Saat Hoshi ke sana untuk menjemput Eiko dan Nara, penculik itu membuat challenge jika Hoshiq bisa terus tersadar dipukul olehnya makan Eiko dan Nara akan dibebaskan. " okaasan menjeda sebentar ceritanya. Okaasan menghapus air mata yang sudah memenuhi pipi mulusnya meski usianya tak muda lagi. Mengingat tentang peristiwa itu sama dengan membuka luka yang sebenarnya tak bisa disembuhkan.
" Penculik itu terus memukul Hoshi tak henti-hentinya. Eiko dan Nara sudah berteriak minta berhenti, biarlah mereka diculik asal jangan sampai Hoshi dipukul. Penculik itu semakin membabi buta saat melihat Hoshi sama sekali tak pingsan setelah dipukul sampai separah itu. Satu jam Hoshi bertahan mendapat pukulan dari penculik itu, darah banyak yang sudah keluar mengotori lantai. Polisi datang ke tempat itu barulah Hoshi bisa diselamatkan. Tapi meski begitu karena pukulan dan banyaknya darah yang keluar serta terlambat di bawa ke rumah sakit, Hoshi difonis oleh dokter koma. Ayah mertuaku sampai pingsan dan sakit saat tahu cucu kesayangannya sampai menderita seperti itu. Tapi keajaiban terjadi, Hoshi yang divonis koma tiba-tiba tersadar tiga bulan kemudian. " cerita okaasan.
Sekarang ini bukan hanya okaasan yang menangis tapi Bulan juga. Tak menyangka sampai seperti itu Bintang melindungi keluarganya. Senangkah atau seharusnya dia sedih mendapatkan suaminya adalah seorang pria yang begitu menjunjung tinggi keluarganya dibandingkan dengan dirinya sendiri.
__ADS_1
Dibalik sifatnya yang tengil itu, Bintang menutupi luka yang disimpannya dihati tanpa ada seorang pun yang tahu. Andai Bulan tahu lebih awal maka saat pertama kali Bintang mengerjainya dia akan langsung meminta dekat dengan Bintang dan menjadi teman yang bisa dijadikan sandaran olehnya.
" Karena sifat Hoshi yang menurun darinya, ayah mertuaku begitu menyayangi Hoshi melebihi cucunya yang lain. Tapi hebatnya cucu dari keluarga Narita hang lain, mereka sama sekali tak iri saat kakek mereka lebih menyayangi putraku. Mereka bilang Hoshi pantas mendapatkan kasih sayang itu karena dia juga orang yang penuh dengan kasih sayang. "